Felisa & Harta Tersembunyi

Felisa & Harta Tersembunyi
Pertemuan yang dinantikan sejak lama


__ADS_3

Setelah memanjat pagar yang cukup tinggi pada akhirnya Felisa berhasil keluar dari kediaman William. Dengan napas yang terengah-engah keduanya sampai di luar kediaman William. Setelah keduanya berhasil keluar dari kediaman William, Erzhan kemudian lantas menarik tangan Felisa agar mengikuti langkah kakinya. Membuat Felisa yang tak mengerti apapun hanya bisa mengikuti arah tarikan Erzhan sambil sesekali melirik ke arah belakang.


"Dimana Ibu ku?" ucap Felisa kemudian sambil melepaskan genggaman tangan Erzhan kepadanya.


Mendengar pertanyaan dari Felisa barusan, lantas membuat Erzhan langsung mahela napasnya dengan panjang. Gadis di hadapannya ini benar-benar tidak pernah bisa bersabar dalam menunggu sesuatu.


"Masuklah ke dalam mobil dan lihat situasinya di sana!" ucap Erzhan kemudian yang langsung membuat Felisa berlarian masuk ke dalam mobil untuk melihat apa yang terjadi di sana.


**


Area dalam mobil


Arkan yang sedari tadi tengah sibuk mengawasi Bram dan juga Andi, lantas dikejutkan dengan kehadiran Felisa yang mendadak muncul dari arah pintu mobil membuatnya lantas langsung mengusap area dadanya secara berkali-kali karena terkejut akan kehadiran Felisa yang tiba-tiba.


"Bagaimana situasinya sekarang? Dimana Ibu?" ucap Felisa langsung pada intinya tanpa permulaan atau bahkan basa-basi sebelumnya.


Arkan yang mendengar pertanyaan dari Felisa barusan kemudian lantas menarik nafasnya dalam-dalam. Entah mengapa semua orang yang berada di dekatnya selalu saja terburu-buru dalam mencari sesuatu, maupun mencari jawaban dari pertanyaannya. Hal itu membuat Arkan kemudian lantas langsung menunjuk ke arah salah satu kotak kecil yang ada di layar laptopnya, di mana di sana terlihat Andi dan juga Bram tengah berusaha keluar dari area kediaman William.


"Apakah kamu bisa melihatnya? Bram dan juga Andi tengah berusaha mengeluarkan Ibumu saat ini jadi aku harap kamu bisa bersabar." ucap Arkan kemudian sambil terus menunjuk area tersebut apada layar laptopnya.


Felisa yang melihat seorang wanita tengah berjalan diantara Andi dan juga Bram nampak berkaca-kaca. Felisa bahkan tidak tahu bagaimana bentu rupa Ibunya, namun Nelson pernah berkata jika Vallen begitu mirip dengannya membuat Felisa langsung bisa mengenali hal tersebut begitu melihat seorang wanita yang mirip dengannya namun dalam perawakan yang lebih dewasa darinya.


"Ibu..." panggil Felisa dengan nada yang lirih sambil menatap lurus ke arah depan.


.

__ADS_1


.


.


Felisa dan juga Erzhan yang telah menunggu cukup lama di luaran mobil, lantas langsung sumringah ketika tak jauh dari posisi mereka berada saat ini terlihat tiga orang yang sudah keduanya nanti datang juga.


Manik mata Felisa bahkan nampak berkaca-kaca saat ini melihat sosok seorang wanita yang sedari dulu ingin sekali ia temui. Dengan langkah kaki yang perlahan Felisa mulai membawa langkah kakinya mendekat ke arah dimana Vallen berada dan berhenti tepat di hadapannya. Membuat Vallen yang tidak mengerti apapun hanya bisa menatap bingung ke area sekitar seakan mencari tahu dimana keberadaan anak-anaknya saat ini.


"Di mana Felisa ada juga Farel?" ucap Vallen kemudian sambil mengedarkan pandangannya ke arah sekitar seakan mencari sosok kedua anaknya.


Sedangkan Felisa yang mendengar pertanyaan dari Vallen barusan, tentu saja langsung meneteskan air matanya tanpa sengaja. Felisa menatap ke arah Vallen dengan tatapan yang berkaca-kaca kemudian semakin membawa langkah kakinya mendekat ke arah di mana Vallen berada saat ini.


"Bu.. Ini Felisa.. Apakah Ibu mengenali Felisa?" ucap Felisa dengan nada suara yang serak.


"Apa kamu adalah Felisa putri ku dengan Nelson?" tanya Vallen dengan tatapan yang menelisik.


Felisa yang mendapat pertanyaan tersebut tentu saja langsung mengangguk dengan cepat sambil berlinang air mata. Sedangkan Vallen yang mendapat jawaban tersebut tentu saja langsung memeluk tubuh Felisa dengan erat.


Dipeluknya tubuh Felisa dengan erat sambil mengecup puncak kepalanya dengan hikmat. Felisa bahkan tak menyangka jika ia akan bertemu dengan Vallen saat ini, membuat tangis bahagia lantas langsung terlihat turun dengan begitu derasnya di sana.


"Farel pasti akan sangat senang jika bisa bertemu dengan Ibu saat ini, apakah Ibu mau ikut dengan ku?" ucap Felisa kemudian sambil menatap raut wajah Ibunya saat ini.


"Tentu nak, tentu saja.. Ibu bahkan sudah memimpikan saat-saat ini datang dalam hidup Ibu..." ucap Vallen dengan tersenyum bahagia.


Disaat kedua orang tersebut sedang sibuk melepas kangen sedangkan Bram terlihat melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Erzhan berada untuk membisikkannya sesuatu.

__ADS_1


"Apa kita akan membawanya ikut bersama kita Tuan?" ucap Bram dengan nada yang berbisik membuat Erzhan langsung menoleh ke arah Bram dengan seketika.


"Sepertinya ide mu barusan tidaklah buruk, aku rasa hal itu mungkin akan membuat Felisa akan lebih fokus kepada harta yang kita cari." ucap Erzhan sambil menatap lurus ke arah Felisa dan juga Vallen yang tengah melepas kangen saat ini.


"Saya setuju jika soal itu, saya rasa titik kelemahan Felisa berada pada keluarganya." ucap Bram yang seakan menyetujui perkataan Erzhan barusan.


"Tepat sekali, bukankah sangat disayangkan jika kita tidak bisa memanfaatkan hal tersebut?" ucap Erzhan dengan tersenyum tipis membuat Bram lantas mengangguk dengan pelan begitu mendengar pendapat tersebut.


Setelah mengatakan hal tersebut Erzhan kemudian lantas melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana keduanya berada.


"Sebaiknya kita segera pergi dari sini sebelum William bangun dan menangkap kita." ucap Erzhan kemudian yang lantas membuat Felisa dan juga Vallen langsung menatap ke arahnya.


"Ayo kita pergi dan temui Farel Bu... Apakah Ibu sudah siap?" ucap Felisa kemudian yang lantas di balas Vallen dengan anggukan kepala.


"Tentu nak, ayo kita pergi..." ucap Vallen sambil menggenggam dengan erat tangan Felisa saat itu.


Satu persatu dari mereka kemudian mulai bergerak dan masuk ke dalam mobil bersiap untuk beranjak pergi dari sana meninggalkan kediaman William. Hanya saja ketika Vallen baru saja hendak melangkahkan kakinya masuk ke dalam mobil, sebuah bunyi yang cukup keras nampak terdengar di sertai cahaya kelap kelip lampu yang berasal dari kalung yang di kenakan oleh Vallen saat itu.


"Apa yang sedang terjadi?" ucap Felisa yang terkejut akan bunyi suara tersebut yang tiba-tiba.


***** *****...


"Sial!" ucap Erzhan yang menyadari jika ada yang aneh dengan kalung Vallen saat ini.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2