
"Tunggu sebentar, ada apa ini sebenarnya?" ucap Felisa dengan raut wajah penuh kebingungan akan tingkah kedua Maid tersebut.
Hanya saja kedua orang Mid tersebut bukannya menjawab pertanyaan dari Felisa, melainkan langsung menuntunnya untuk memilih sebuah gaun yang cantik dengan corak mutiara di sekitar area dadanya dengan kombinasi warna antara Peach dan juga pink ke putihan, membuatnya terlihat begitu cantik dan juga anggun.
Maid tersebut kemudian menempelkan gaun itu ke tubuh Felisa dan langsung tersenyum karena melihat kulit milik Felisa sangat cocok jika mengenakan gaun tersebut. Apalagi dengan bentuk gaun tersebut yang bermodel duyung dengan bagian atas model sabrina, sungguh perpaduan yang sangat cantik membuat Maid tersebut langsung yakin jika Felisa akan cocok ketika mengenakan gaun ini.
"Mari Nona saya akan membantu anda untuk berganti baju." ucap Maid tersebut sambil mengarahkan Felisa menuju ke arah kamar mandi.
"Tunggu.. Tunggu sebentar aku..." ucap Felisa namun terpotong dengan dorongan yang dilakukan oleh kedua Maid tersebut.
"Mari Nona... Santai saja anda tidka perlu malu." ucap Maid tersebut lagi.
Pada akhirnya yang bisa dilakukan oleh Felisa hanyalah menuruti segala arahan yang ditunjukkan oleh kedua Maid tersebut tanpa bisa kembali menolaknya karena itu hanya akan berakhir sia-sia saja.
.
.
.
Setelah hampir satu setengah jam penuh berada di dalam kamar mandi akhirnya Felisa bisa keluar dengan aura yang lebih fresh, bagaimana tidak fresh? Kedua Maid itu benar-benar melakukan pembersihan total kepada tubuh Felisa tanpa sungkan sama sekali termasuk waxing dan juga beberapa hal lainnya yang membuat Felisa tercengang ketika mendapatkan hal tersebut.
Setelah menyelesaikan segala urusan yang berkaitan dengan pembersihan badan, Felisa saat ini terlihat tengah duduk di depan meja rias dengan wajahnya yang sibuk di rias oleh beberapa orang. Felisa benar-benar tidak bisa melakukan apapun lagi kecuali hanya bisa menuruti segala hal yang diinstruksikan oleh mereka.
Beberapa menit berada di depan meja rias pada akhirnya segala prosesnya telah selesai. Membuat Felisa bisa melihat hasil akhir setelah pengerjaan yang terus-terusan dilakukan tanpa ijin darinya sama sekali.
"Sudah selesai Nona, bagaimana? Apakah anda menyukainya?" ucap Maid tersebut sambil menggeser sedikit tubuhnya dari cermin yang berada tepat di depan Felisa.
Mendengar perkataan dari Maid tersebut lantas membuat Felisa menatap ke arah kaca di hadapannya. Benar-benar terlihat begitu berbeda dan lebih fresh, dandanan yang terlihat tidak menor namun membuat raut wajahnya semakin berbeda dari biasanya. Felisa terkejut melihat perubahan besar di wajahnya, sampai kemudian lamunannya langsung buyar seketika disaat ia baru menyadari tentang tampilannya saat ini yang terlalu berlebihan jika hanya untuk pergi keluar sebentar.
__ADS_1
"Tunggu sebentar... Aku hendak pergi kemana dengan dandanan seperti ini?" ucap Felisa dalam hati sambil menatap ke arah cermin tersebut.
***
Ruang tamu
Tak tak tak
Suara sepatu dengan hak tinggi yang beradu dengan lantai keramik di kediaman Erzhan, lantas membuat Erzhan langsung bangkit dari tempat duduknya. Sambil menatap ke arah jam tangannya membuat Erzhan tak terlalu memperhatikan penampilan Felisa saat ini.
"Dua jam, lumayan juga waktu mu untuk berdandan ya.. Ayo se..." ucap Erzhan namun terpotong ketika Erzhan mulai mendongak dan menatap ke arah sumber suara.
Melihat perubahan Felisa yang sangat berbeda lantas membuat Erzhan terbengong di tempatnya. Erzhan benar-benar takjub akan Felisa yang terlihat begitu cantik saat ini, manik matanya bahkan tak bisa lepas dari Felisa sama sekali. Hanya saja ketika kedua manik mata Erzhan tengah fokus menatap dan mengagumi kecantikan Felisa, semua bayangan tentang keanggunan dan kecantikan tersebut, lantas langsung buyar seketika disaat Erzhan melihat Felisa jatuh dalam posisi terduduk karena sepatu hak tingginya.
Bruk...
"Bawakan sepatu dengan hak lebih rendah untuknya." ucap Erzhan kemudian yang lantas membuat seorang Maid langsung berlarian naik ke atas untuk membawakan pesanan dari Erzhan barusan.
"Apa kaki mu baik-baik saja?" tanya Erzhan sambil mengambil posisi berjongkok dan menatap ke arah kaki Felisa dengan tatapan yang intens.
Mendapat pertanyaan tersebut membuat Felisa nampak mendongak sambil sedikit meringis kesakitan menahan rasa ngilu di kakinya. Namun detik berikutnya tersenyum karena rasa malunya saat ini lebih besar dari pada rasa sakit yang ia rasakan.
"Aku rasa baik-baik saja meski agak sedikit sakit." ucap Felisa kemudian.
Erzhan yang mendengar jawaban tersebut kemudian lantas manggut-manggut sambil berdiri dari posisinya, membuat Felisa yang melihat tingkah Erzhan barusan tentu saja langsung tercengang karena mengira jika Erzhan akan menolongnya barusan.
"Bagus, jika begitu ganti sepatu mu dengan segera bangkit, aku benar-benar tidak punya waktu lagi untuk bersantai." ucap Erzhan dengan nada yang santai sambil mulai melangkahkan kakinya berlalu pergi dari sana meninggalkan Felisa seorang diri dengan raut wajah yang tak percaya.
"Apa? Bersantai katanya? Dasar Pria gila!" ucap Felisa dengan nada yang menggerutu sambil terus menatap punggung Erzhan yang terlihat semakin menjauh darinya.
__ADS_1
"Mari Nona biar saya bantu..." ucap salah seorang Maid membuat Felisa langsung memutus tatapannya kepada Erzhan yang sedari tadi menatap kesal akan tingkah dari Pria tersebut.
"Terima kasih, tapi aku bisa bangkit sendiri." ucap Felisa dengan raut wajah yang cemberut.
***
Suasana di dalam mobil
Setelah berkendara selama sekitar tiga puluh menitan, mobil yang membawa Erzhan dan juga Felisa terlihat berhenti di depan lobi sebuah hotel yang lantas membuat Felisa mengernyit dengan tatapan yang bingung. Felisa bahakan benar-benar tidak tahu akan dibawa kemana oleh Erzhan saat ini.
"Kita mau pergi kemana?" tanya Felisa kemudian yang sebenarnya sudah gatal ingin bertanya sedari tadi kepada Erzhan.
"Ke sebuah acara pelelangan, aku harap kau tidak membuat kekacauan apapun!" ucap Erzhan sambil mulai melangkahkan kakinya turun ketika seorang pelayan hotel membukakan pintu untuknya.
"Sebuah acara pelelangan? Ba...bagaimana bisa?" ucap Felisa sambil ikut melangkahkan kakinya turun menyusul langkah kaki Erzhan.
Felisa yang melihat Erzhan melangkahkan kakinya masuk ke dalam lobi tentu saja semakin dibuat kesal dan semakin mempercepat langkah kakinya mengejar langkah kaki Erzhan yang hendak memasuki lift.
Ting...
Suara pintu lift yang terbuka lantas membuat Erzhan terlihat melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift disusul Felisa dengan napas yang terengah-engah.
"Bisakah kamu untuk mengatakan detailnya lagi, aku bahkan tidak pernah datang ke acara penting seperti ini, bagaimana bisa kamu mengajak ku tanpa mengatakannya terlebih dahulu hhhh..." ucap Felisa dengan nada yang ngos-ngosan.
"Tidak ada yang perlu kamu ketahui, yang harus kamu lakukan cukup diam dan jangan membuka suara mu!" ucap Erzhan dengan nada yang dingin.
"Apa?"
Bersambung
__ADS_1