
Sementara itu ketika Felisa dan juga Erzhan tengah menjadi pusat perhatian di acara pelelangan tersebut, di sudut ruangan itu terlihat William tengah menatap dengan geram ke arah Erzhan dan juga Felisa. William melirik sekilas ke arah Frans yang saat ini tengah berdiri sambil menunduk ketika mengetahui Erzhan datang bersama dengan Felisa. Frans jelas tahu bahwa William saat ini pasti tengah marah kepadanya mengingat Frans tidak pernah melaporkan tentang kedekatan Erzhan dan juga Felisa kepada William.
"Maafkan saya Tuan besar, saya akui saya telah kecolongan." ucap Frans dengan raut wajah yang merasa bersalah.
Mendengar hal tersebut membuat William lantas menghela napasnya dengan panjang dan menatap tajam ke arah Frans saat ini.
"Aku ini sudah tua, jangan membuatku cepat meninggalkan dunia ini sebelum aku berhasil menemukan harta tersebut. Kau jelas tahu apa yang aku inginkan, bukan? Jadi setelah mengetahui hal ini tepat di depan mata kepala mu, menurut mu apa yang harus kau lakukan sekarang?" ucap William dengan nada yang terdengar begitu datar namun berhasil membuat Frans langsung menelan salivanya dengan kasar.
"Tentu Tuan, hanya saja jika anda setuju.. Bolehkah saya menggunakan nama Nona untuk mengacaukan pikirannya?" ucap Frans kemudian dengan nada yang terdengar ragu-ragu.
Mendengar hal tersebut tentu saja membuat William terkejut seketika. Ditatapnya tajam Frans saat ini, membuatnya kembali menunduk karena yakin ia akan dimarahi kali ini karena membawa nama Putrinya. Seulas senyuman dengan sinis terlihat terbit dari wajah Willian sambil melangkahkan kakinya dengan perlahan mendekat ke arah dimana Frans berada. Dipukulnya beberapa kalia bagian pipi sebelah kiri milik Frans, membuat Frans hanya bisa terdiam menerima hal tersebut walau mengetahui jika dirinya saat ini sudah menjadi pusat perhatian di sana.
"Ah kau mau menggunakan Putri ku rupanya? Sepertinya otakmu ini mulai encer disaat situasi seperti ini. Sekarang pergilah dan lakukan tugas mu dengan benar, jangan sampai aku membunuh mu di sini karena kebodohan mu." ucap William dengan nada penuh penekanan kemudian sedikit mendorong tubuh Frans agar mulai bertindak.
Setelah kepergian Frans dari sana William terlihat membenarkan posisinya jasnya dengan perlahan kemudian mengangkat gelas wine.nya ke arah para tamu di acara tersebut.
"Maaf atas ketidaknyamanannya..." ucap William kemudian sambil tersenyum dengan tipis menatap ke arah para tamu undangan.
***
Kamar mandi
"Apa yang ingin kau lakukan sebenarnya? Siapa kau?" ucap Felisa yang terkejut akan kehadiran Pria asing di toilet wanita.
__ADS_1
Pria itu nampak berbalik badan dan menatap ke arah Felisa begitu mendengar pertanyaan darinya barusan. Sambil melangkahkan kakinya mendekat ke arah Felisa, pria itu nampak memberi senyuman seramah mungkin membuat Felisa yang melihat hal tersebut lantas semakin merasa curiga.
"Aku Frans dan aku bukan orang yang cabul, aku sengaja mengunci pintunya agar Bram tidak bisa masuk dan mengganggu kita." ucap Frans sambil terus melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Felisa berada.
"Apa maksud perkataan mu barusan?" tanya Felisa dengan raut wajah yang bingung, membuat helaan napas lantas terdengar berhembus dengan jelas dari mulut Frans saat itu.
"Aku tidak yakin apakah kamu mengetahuinya, tapi aku tahu dengan pasti jika kamu pernah mendengar nama William, bukan?" ucap Frans kemudian mencoba untuk memancing Felisa saat itu.
"Kakek!" pekik Felisa yang terkejut ketika nama William di sebut oleh Frans barusan.
Hanya saja Felisa yang sadar telah membuat kesalahan lantas langsung menutup mulutnya dengan rapat, membuat Frans yang mengetahui akan hal tersebut lantas tersenyum dengan tipis sambil terus menatap ke arah Felisa dengan intens.
"Dia sudah tahu rupanya." ucap Frans dalam hati sambil terus menatap ke arah Felisa yang terlihat begitu terkejut saat ini.
***
"Kemana perginya gadis itu?" ucap Erzhan dalam hati sambil melihat ke arah sekitaran.
**
"Baiklah barang selanjutnya yang akan di lelang ada sebuah perhiasan dengan manik mata kalung yang berbahan blue safir, begitu cantik dan juga elegan akan kami buka dengan kisaran harga 50 juta. Silahkan bagi yang berminat angkat papan anda..." ucap Afslager atau pemandu lelang yang mulai membuka harga.
Seorang wanita dengan pakaian elegan bermotif batik lantas terlihat mengangkat papan nomernya.
__ADS_1
Namun tak berapa lama seorang Pria mulai menaikan harga dari kalung tersebut menjadi 60 juta, membuat semua orang lantas langsung menatap ke arahnya.
"Baik angka berhenti di 60 juta apakah ada yang ingin menawarnya kembali?" ucap Afslager sambil mengedarkan pandangannya ke arah sekitar.
Erzhan yang melihat tidak ada yang menawar kembali lantas tersenyum dengan tipis.
"Sepertinya kalung itu cocok dengan Putri Nelson." ucapnya dalam hati.
Erzhan yang teringat akan Felisa lantas memutuskan untuk membeli kalung tersebut dan mengangkat papannya.
"80 juta" ucap sang Afslager yang terkejut ketika membaca papan nominal yang di angkat oleh Erzhan barusan.
Semua orang nampak mulai berbisik ketika mengetahui kalung seharga 50 juta di beli dengan harga 80 juta. Hanya saja belum habis keterkejutan mereka tak lama setelah itu Raes nampak mengangkat papan dan ingin mengajukan penawaran di kisaran harga 100 juta. Membuat semua orang yang ada di sana semakin di buat terkejut dengan seketika.
Erzhan yang mengetahui hal tersebut tentu saja langsung merasa geram, Erzhan benar-benar tidak terima penghinaan ini dan berniat untuk kembali mengajukan harga dan mulai mengangkat papan miliknya.
"120 juta, wah ini benar-benar fantastis.. Apakah ada yang ingin kembali menawarnya jika tidak ada maka akan saya hitung sampai dengan hitungan ketiga. Satu... Dua.. Ti...ga. Selamat kepada Tuan Erzhan anda menjadi pemilik dari kalung blue safir ini." ucap Afslager yang lantas diiringi tepuk tangan yang meriah dari para tamu yang hadir mengikuti acara tersebut.
Semua orang nampak begitu terkejut sekaligus menatap dnegan tatapan yang tidak bisa diartikan kepada Erzhan, ketika mengetahui Erzhan berhasil menaikkan limit kalung tersebut yang semula seharga 50 juta menjadi 120 juta. Sungguh sebuah penawaran yang sangat tinggi mengingat benda tersebut hanyalah sebuah kalung blue safir yang jika di kurskan nilainya tidak akan sampai di angka 120 juta.
Mendengar kata pengesahan lantas membuat seulas senyum terlihat terbit dari wajah Raes saat ini.
"Kena kau... Kau bahkan menjebak ku dengan permainan murahan saat itu dan kini nikmati hukuman yang setimpal dariku." ucap Raes sambil menatap ke arah Erzhan dengan tatapan yang sinis seakan bahagia karena berhasil menjebak Erzhan saat ini.
__ADS_1
Bersambung