Felisa & Harta Tersembunyi

Felisa & Harta Tersembunyi
Rencana cadangan


__ADS_3

Setelah perintah dari Frans turun saat itu, Jo dan beserta anak buah yang lainnya. Lantas menyusuri area dasar jurang di mana mobil milik Erzhan nampak terlihat sudah jatuh dan hancur dengan kondisi yang ringsek di dasar jurang. Dengan gerakan yang perlahan dan juga teliti, mereka semua lantas berusaha mencari keberadaan Erzhan dan yang lainnya di sekitaran area jatuhnya mobil tersebut.


Namun sayangnya meski sudah disusuri area tersebut, tetap saja tidak ada satupun yang mereka temukan termasuk seseorang yang sedang berada di dalam mobil. Mobil tersebut benar-benar dalam keadaan kosong dan dalam kondisi yang sudah hancur ringsek di bawah dasar jurang.


"Mengapa satu pun jasad dari mereka tidak ada yang ketemu? Apakah mungkin seseorang akan selamat? Jika jatuh dari jurang dengan ketinggian yang cukup dalam seperti ini?" ucap Jo dalam hati ketika tak kunjung menemukan keberadaan Erzhan dan juga yang lainnya saat itu.


Di saat Jo dan juga yang lainnya tengah mencari keberadaan mayat mereka semua, Frans yang baru saja turun dari arah tepi jurang lantas langsung melangkahkan kakinya mendekat ke arah di mana Jo berada. Mengetahui hal tersebut lantas membuat Jo langsung menghampiri Frans sebelum langkah kaki Frans sampai tepat di hadapan Jo saat itu.


"Apa kau sudah menemukan mereka semua?" tanya Frans kemudian dengan nada yang terlihat begitu datar.


"Saya minta maaf Kak, saya dan yang lainnya benar-benar tidak bisa menemukan keberadaan mayat ataupun jasad mereka di sekitar area mobil juga sekitar area tempat jatuhnya mobil mereka saat ini. Mayat mereka mendadak menghilang begitu saja tanpa bisa kami lacak keberadaannya, meski dengan GPS yang terletak tepat di kalung milik nona Vallen sekalipun." ucap Jo kemudian mulai melaporkan segalanya kepada Frans saat itu.


Frans yang mendengar setiap perkataan keluar dari mulut Jo saat itu, hanya mendengus dengan kesal kemudian dengan spontan melayangkan pukulan tepat ke arah pipi Joe begitu saja. Hal tersebut membuat Jo yang mendapati perlakuan itu, tentu saja langsung terkejut bukan main begitu juga beberapa anak buah yang berada di sekitar mereka dan tanpa sengaja melihat kejadian itu.


Plak

__ADS_1


"Kau benar-benar bodoh dan tidak berguna! Sudah aku bilang untuk jangan sampai kehilangan mereka, tapi yang kau lakukan malah membiarkan mereka pergi begitu saja. Apakah kau itu benar-benar tidak bisa berpikir dengan cerdas?" ucap Frans dengan nada yang meninggi, membuat Jo lantas langsung menundukkan kepalanya dengan seketika begitu mendengar teriakan dari Frans barusan.


Jo yang mendapat perlakuan tersebut benar-benar tidak protes atau bahkan mendongakkan kepala menatap ke arah Frans. Ia jelas tahu konsekuensi dari segala hal yang telah terjadi kepadanya jika ia mengalami sebuah kegagalan dalam misinya. Jo bahkan tidak berani melawan atau membantah ucapan Frans saat ini karena hal tersebut patut ia dapatkan ketika ia gagal dalam misinya.


"Saya minta maaf Kak, saya benar-benar tidak tahu jika mereka berhasil lolos dari sana." ucap Jo dengan raut wajah yang menyesal.


Namun Frans yang mendengar perkataan dari Jo barusan, lantas langsung mengambil kepala Jo dan mengangkatnya sedikit lebih ke atas agar dapat menatap tepat ke arah manik matannya saat itu. Di tatapnya dengan tajam manik mata Jo, yang tentu saja membuat Jo langsung menelan salivanya dengan kasar begitu melihat kilatan penuh amarah terlihat dengan jelas di manik mata milik Frans saat itu. Meski di tengah situasi yang gelap dan hanya bermodalkan cahaya Rembulan malam itu, Jo jelas tahu jika saat ini Frans tengah menahan amarahnya kepada dirinya.


"Apa kau tahu? Apa yang akan di lakukan oleh Tuan besar jika melihat putri dan cucunya melarikan diri bersama musuhnya? Kau jelas tahu apa konsekuensinya, bukan?" ucap Frans kali dengan nada yang lirih namun penuh penekanan di setiap katanya.


"Temukan dimana pun keberadaannya karena aku yakin mereka tidak akan bisa pergi jauh dari sini hanya dengan berjalan kaki tanpa kendaraan!" ucap Frans kemudian sambil memukul area pipi Jo cukup kuat saat itu.


"Tentu saja Kak..." ucap Jo kemudian sebelum pada akhirnya berlalu pergi dari sana meninggalkan Frans dan yang lainnya.


***

__ADS_1


Sementara itu di saat Frans, Jo dan beberapa anak buah William lainnya tengah mencari keberadaan Erzhan dan yang lainnya di area dasar jurang. Dari arah kejauhan dan dengan lokasi yang tepatnya di pertengahan Hutan, terlihat sebuah mobil minibus tengah melaju dengan kecepatan kencang membelah jalanan hutan tersebut menuju ke arah kota.


Setelah Erzhan menyuruh Andi untuk berbelok dengan segera ke arah kiri, tanpa mereka semua sadari seseorang tengah menanti kedatangan mereka semua yang saat itu terlihat dalam posisi tak jauh dari posisi mereka berada sebuah mobil minibus tengah menanti kedatangan mereka.


"Bagus sekali kau datang tepat waktu Ram, ayo segera kita pergi dari sini sebelum anak buah William melihat kita berganti mobil." ucap Erzhan kemudian yang mulai mengarahkan yang lainnya agar segera memasuki area dalam mobil sebelum langkah mereka lantas terkejar oleh beberapa pengawal milik William.


Di saat Erzhan yang seakan sudah mengetahui ketika mendapati bahwa Rama telah menunggunya sedari tadi, lain halnya dengan Bram, Andi, Arkan dan juga Felisa yang nampak kebingungan ketika melihat sebuah mobil tengah berhenti dan parkir tak jauh dari tempat di mana mereka meninggalkan mobil van yang mereka tumpangi sebelumnya.


"Kita berangkat sekarang Tuan?" tanya Rama kemudian.


"Tentu saja" jawab Erzhan lagi dengan senyum yang mengembang.


Andi, Bram dan juga Arkan yang tidak tahu akan rencana ini, lantas hanya bisa mengikuti segala hal yang dilakukan oleh Erzhan tanpa bisa bertanya lebih lanjut meskipun segala pertanyaan saat ini tengah berkumpul di kepala mereka masing-masing. Sedangkan Felisa yang juga tidak mengetahui akan rencana tersebut, hanya bisa tersenyum dengan simpul. Ia jelas yakin jika Erzhan selalu mempunyai suatu rencana hingga menyuruh Andi untuk mengambil jalur yang menuju ke arah jurang, untuk itu ia lebih memilih untuk percaya dengan Erzhan meski segala halnya terlihat mustahil sekalipun.


"Aku tahu jika dia selalu mempunyai rencana cadangan dalam segala hal genting sekalipun, tunggu sebentar.. Mengapa aku malah mendukungnya? Kau benar-benar sudah gila Fel!" ucap Felisa dalam hati yang mendadak malah mendukung Erzhan, padahal dirinya selama ini telah menjadi tawanan Erzhan dan di peralat untuk mencari tahu letak harta tersembunyi tersebut.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2