Felisa & Harta Tersembunyi

Felisa & Harta Tersembunyi
Apakah mereka benar-benar jatuh?


__ADS_3

Kediaman William


Suara ketukan pintu yang berasal dari luar kamarnya lantas terdengar menggema cukup keras dan mengganggu tidurnya. Dengan gerakan yang kesal karena tidurnya terganggu, membuat William lantas membuka pintunya dengan cukup keras dan menimbulkan suara yang ribut.


"Apa yang kau lakukan malam-malam begini?" ucap William dengan tatapan yang tidak suka ketika melihat ternyata Frans yang sedari tadi mengetuk pintu kamarnya.


"Saya minta maaf karena telah mengganggu waktu istirahat anda Tuan, hanya saja saya ingin melaporkan jika Nona Vallen dan juga Felisa telah melarikan diri bersama Tuan." ucap Frans sambil menundukkan kepalanya.


"Apa katamu? Kemana saja kalian semua hingga tak menyadari kepergian keduanya seperti ini?" pekik William dengan nada yang meninggi menatap tajam ke arah Frans saat ini.


"Saya benar-benar minta maaf Tuan karena telah lalai, namun saat ini Jo dan juga yang lainnya sedang berusaha melakukan pengejaran kepada keduanya." ucap Frans lagi namun masih dengan menunduk.


Frans yang merasa bersalah benar-benar tak berani menatap ke arah manik mata William saat itu. Karena kelalaiannya Vallen dan juga Felisa berhasil kabur dari sini, padahal sebisa mungkin Frans sudah mencoba yang terbaik hingga bahkan bersikap lemah lembut kepada Felisa saat itu karena ia tahu jika gadis itu mudah sekali luluh. Hanya saja apa yang telah ia lakukan dan perbuatannya nyatanya sama sekali tidak menghasilkan apapun juga, yang ada saat ini malah sebuah penyesalan yang ia rasakan karena tengah lalai dalam menjalankan tugasnya.


Sedangkan William yang mendengar putri dan cucunya kabur tentu saja langsung marah dan juga kesal. Entah mengapa semua anak buahnya selalu saja bodoh dan kalah cepat dengan bawahan Erzhan. Padahal William sudah berusaha mencari bawahan yang terbaik di negara atau bahkan dunia ini, namun sayangnya mereka semua selalu saja bodoh dan kalah cepat dengan anak buah Erzhan.


William melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Frans berada dan mengambil dagu Frans yang sedari tadi terlihat menunduk agar menatap ke arahnya saat ini.


"Lakukan yang terbaik dan jangan membuat kesalahan lagi, apa kau bisa melakukan hal itu Frans?" ucap William dengan nada penuh penekanan, membuat Frans langsung menelan salivanya dengan kasar.

__ADS_1


"Ba...baik Tuan..." ucap Frans dengan nada yang tergagap sebelum pada akhirnya berlalu pergi dari sana meninggalkan William yang menatap kepergiannya dengan tatapan yang kesal.


"Benar-benar tidak berguna!" ucap William sambil menatap lurus ke arah kepergian Frans hingga punggung Pria itu tidak lagi terlihat pada pandangannya.


***


Sementara itu sesuai dengan arahan dari Erzhan barusan, Andi kemudian memutar stir mobilnya ke arah kiri tepat di tikungan persimpangan jalan detik itu juga. Entah apa yang akan terjadi pada takdir mereka semua, namun yang jelas Andi hanya mencoba menuruti segala perkataan Erzhan saat ini dan bertaruh kepada takdir. Lagi pula jika di hitung jumlah mereka tetap akan kalah dan malah berakhir dengan bunuh diri di kandang William.


"Aku benar-benar sudah gila!" ucap Andi sambil membanting setir mobilnya ke arah kiri.


Di saat Andi dan juga yang lainnya melakukan hal gila dengan membanting setir ke arah kiri, di mana di sana terdapat sebuah jurang. Lain halnya dengan mobil yang sedari tadi terus mengikuti laju mobil van milik Erzhan, mobil yang dikendarai langsung oleh Jo terlihat terus membuntuti kemanapun arah mobil yang ditumpangi oleh Erzhan melaju. Sampai kemudian ketika mobil yang ditumpangi oleh Erzhan membanting setir ke arah kiri, Jo yang terkejut akan gerakan tiba-tiba tersebut lantas langsung mengerem secara mendadak.


Suara decitan rem terdengar menggema begitu Jo menginjak remnya dengan kuat, Jo benar-benar terkejut jika mobil di depannya malah mengambil jalur kiri padahal di daerah sana adalah jurang.


"Sial! Apa sebenarnya tujuan mereka? Mengapa mereka malah berbelok ke arah sana? Apakah mereka sengaja melakukan hal tersebut untuk mengecoh diri ku? Tidak akan pernah ku biarkan mereka menipuku!" ucap Jo dengan raut wajah yang kesal.


Sampai kemudian Jo yang melihat mobil yang ditumpangi oleh Erzhan berbelok ke arah kiri, lantas mulai mengarahkan mobilnya untuk mundur secara perlahan kemudian ikut berbelok ke arah kiri mengikuti laju dari mobil yang ditumpangi oleh Erzhan yang lebih dulu mengambil jalur ke arah kiri meski Jo tahu jika jalur yang di ambil oleh mereka adalah jalur menuju ke jurang.


Hingga kemudian Jo lantas terlihat langsung menghentikan laju mobilnya, ketika melihat mobil van yang di tumpangi oleh Erzhan dan lainnya terdiam tepat di tepi jurang. Dengan raut wajah yang penasaran melihat hal tersebut, Jo langsung turun dari mobilnya hendak menuju ke arah dimana mobil van tersebut terparkir. Hanya saja sebelum sempat Jo sampai ke tempat mobil tersebut berada, mendadak mobil tersebut melaju dengan sendirinya dan langsung terjun begitu saja ke jurang, membuat Jo yang terkejut tentu saja langsung berlarian menuju ke arah jatuhnya mobil van tersebut.

__ADS_1


"Sial.. Apa mereka benar-benar jatuh ke bawah?" ucap Jo sambil menatap ke arah jurang dimana di sana tidak terlihat apapun karena begitu gelap.


Sebuah deringan ponsel milik Jo lantas terdengar dan mengejutkannya yang tengah sibuk menatap ke arah jurang. Jo yang mendengar deringan ponsel miliknya tentu saja langsung mengambil ponselnya dan menggeser ikon berwarna hijau ketika melihat nama Frans terdengar di pendengarannya saat itu.


"Halo kak" jawab Jo kemudian dengan nada yang terdengar begitu ragu.


"Dimana posisi mu sekarang? Apakah mereka tertangkap?" tanya Frans kemudian yang lantas membuat Jo menelan salivanya dengan kasar.


"Aku sedang berada di persimpangan tepatnya di belokan jalur sebelah kiri. Mobil yang di tumpangi oleh Erzhan dan yang lainnya mendadak masuk ke dalam jurang." ucap Jo kemudian yang tentu saja langsung membuat keheningan di seberang sana dengan seketika.


Jo yang tidak mendengar jawaban apapun setelah perkataannya barusan tentu saja semakin takut. Sebuah kegagalan bisa berarti kematian dalam lingkarannya, membuat Jo langsung menelan salivanya dengan kasar begitu tak mendapati sebuah suara di seberang sana setelah laporannya barusan.


Disaat perasaan khawatir dan juga takut yang bercampur menjadi satu, sebuah suara dari seberang sana yang telah ia tunggu sedari tadi lantas membuat Jo langsung bernapas dengan lega.


"Susuri daerah dasar jurang tersebut, sebelum kita temukan jasadnya di bangkai mobil itu, aku yakin mereka semua belum mati!" ucap Frans dengan nada yang penuh penekanan.


"Maksud kakak?" ucap Jo yang tidak mengerti akan perkataan terakhir Frans barusan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2