
"Ada sesuatu di sini Tuan!" pekik Bram kemudian yang lantas membuat Erzhan mengernyit begitu mendengar perkataan dari Bram barusan.
"Apa maksud dari perkataan mu barusan?" ucap Erzhan kemudian dengan raut wajah yang penasaran.
"Disini tertulis jika apa yang kamu cari berada di sebelah kanan. Jika kamu menginginkannya dengan hati yang tulus maka kamu akan menemukan keberadaannya. Menurut anda, apa maksud dari kata-kata ini Tuan?" ucap Bram sambil membaca sebuah pesan yang tertulis di lorong ruangan tersebut.
Mendengar perkataan dari Bram barusan lantas membuat Erzhan terdiam di tempatnya saat itu. Erzhan terlihat berpikir dengan keras akan maksud dari perkataan Bram barusan. Sambil menarik napasnya dalam-dalam Erzhan terlihat mulai mengedarkan pandangannya ke area sekitar saat itu. Seakan mencoba untuk mencocokkan sesuatu yang baru saja dikatakan oleh Bram dengan keadaan di sekitarnya saat itu.
"Jika sesuatu yang aku cari berada di arah kanan, kemungkinan yang di maksud oleh petunjuk tersebut adalah jalan yang aku pilih. Gunakan hati yang tulus maka kamu akan menemukannya, hati.. Hati... Seharusnya di area sini ada simbol atau semacamnya.... Yang mungkin akan membawa ku pada klu selanjutnya..." ucap Erzhan mulai berusaha untuk menerka maksud tersembunyi dari kata-kata tersebut.
Sampai kemudian manik mata Erzhan lantas terhenti dengan seketika, begitu mendapati jika tak jauh dari tempatnya berada ia melihat sesuatu yang ia cari sedari tadi. Sebuah simbol hati yang terlihat menonjol di antara dua batu besar di sana, lantas memancing rasa penasaran Erzhan saat itu.
"Sudahi pencarian mu Bram, datanglah ke tempat ku sekarang! Sepertinya aku menemukan sesuatu di sini." ucap Erzhan sambil mulai membawa langkah kakinya menuju ke arah simbol tersebut
Setelah mengatakan hal tersebut Erzhan terus membawa langkah kakinya semakin mendekat ke arah simbol hati tersebut. Ditatapnya simbol tersebut dengan tatapan yang intens, seakan mencari tahu tentang arti dari simbol tersebut.
Sampai kemudian di antara perasaan yakin dan tidak yakin dalam dirinya, Erzhan mulai menyentuh simbol tersebut.
Tepat setelah simbol itu di sentuh, sebuah benda layaknya hologram nampak jelas di hadapannya. Seseorang yang ia kenali yaitu Nelson tengah berdiri di hadapannya dalam bentuk sebuah hologram. Dia tersenyum dengan simpul mengetahui Erzhan menatapnya dengan tatapan yang kebingungan saat itu.
__ADS_1
"Selamat datang putra Rayshiva, aku tahu kamu pasti terkejut akan kehadiran ku yang tiba-tiba ini. Harta tersebut sayangnya sudah tidak lagi berada di tempat ini. Sejak perceraian ku dengan Vallen waktu itu, aku yang marah memutuskan untuk mendonasikan seluruh harta tersebut ke setiap panti sosial dan orang-orang yang membutuhkan. Bagi ku Felisa dan juga Farel adalah harta yang tak terhingga. Keduanya sama sekali tak tergantikan walau dengan kilauan berlian sekalipun. Kalian tidak perlu khawatir aku memberikannya pada setiap orang yang membutuhkan, bahkan aku sama sekali tidak menggunakannya sepeserpun. Di bawah simbol hati tersebut aku meletakkan sebuah micro chip yang berisi catatan keluar masuk dana yang pernah aku gunakan. Kini tidak ada lagi yang tersisa selain kedua anak-anak ku..." ucap hologram Nelson mulai menjelaskan segalanya.
Mendengar hal tersebut tentu saja langsung membuat Erzhan terdiam dengan seketika. Pikirannya saat ini benar-benar kacau antara marah, kecewa, kesal. Semuanya bercampur menjadi satu dan memenuhi hatinya kala itu.
Erzhan menutup matanya sebentar mencoba untuk menenangkan hatinya yang tengah membara saat ini. Tarikan napas terdengar dengan jelas berhembus dari mulutnya saat itu.
Hanya saja anehnya sepersekian detik berikutnya, raut wajah yang semula memerah saat itu perlahan-lahan mulai memudar dan berganti dengan raut wajah penuh kebingungan.
Bayangan Felisa benar-benar terlihat dengan jelas di pelupuk matanya saat itu. Canda, tawa, tangis, bahkan wajah cemberutnya terlihat jelas berputar di kepalanya seakan seperti sebuah kaset yang rusak. Mendapati hal tersebut tentu saja membuat Erzhan langsung membuka kelopak matanya dengan lebar.
"Apa ada sesuatu Tuan?" ucap Bram yang nampak terkejut akan gerakan Erzhan yang tiba-tiba barusan.
"Tapi Tuan, bagaimana dengan harta tersebut?" ucap Bram yang tidak mengerti akan maksud dari perkataan Erzhan barusan.
"Harta itu tidak ada, lakukan saja sesuai dengan perintah ku!" ucap Erzhan sambil terus membawa langkah kakinya berlalu pergi dari sana.
"Apa.. Tapi Tuan..." ucap Bram dengan raut wajah penuh kebingungan namun sambil melaksanakan perintah Erzhan dan mengambil micro chip tersebut.
Setelah tidak mendapatkan apapun dari area lorong bawah tanah, pada akhirnya Erzhan memutuskan untuk membawa langkah kakinya keluar dan membantu Arkan di atas. Lagi pula semua harta tersebut sudah di sumbangkan, jadi kehadiran Erzhan di sini tentu sama sekali tidak ada artinya.
__ADS_1
***
Sementara itu Frans yang memang tengah berusaha untuk mengikuti kepergian Erzhan, lantas terlihat terus melangkahkan kakinya masuk ke area lorong ruangan bawah tanah tersebut. Keheningan dan juga suasana mencekam begitu terasa dan memenuhi diri Frans saat itu, namun tidak pernah menyurutkan langkah kakinya untuk terus maju ke depan.
Disaat Frans sudah hampir separuh jalan, ia yang tadinya berniat untuk memilih jalur lintasan yang akan ia ambil. Tanpa sengaja malah bertemu seseorang yang sedari tadi coba ia ikuti secara diam-diam.
Langkah kaki Frans terhenti dengan seketika disaat ia melihat Erzhan sudah berada tidak jauh darinya. Lagi pula ini adalah lorong jika memang harus bersembunyi, entah kemana ia harus bersembunyi?
Mendapati hal tersebut membuat Frans mau tidak mau, lantas harus menghadapi Erzhan dan juga Bram seorang diri. Siap atau tidaknya tetap harus Frans lakukan saat itu.
"Kau..." ucap Frans yang seakan terkejut ketika mendapati Erzhan yang baru saja keluar dari area dalam lorong tersebut.
"Todak perlu terkejut kita sama-sama di tipu, harta itu tidak ada! Jika kau tidak percaya silahkan masuk dan cek saja sendiri." ucap Erzhan dengan nada yang datar, namun berhasil membuat Frans terkejut ketika mendengar perkataan dari Erzhan barusan.
"Apa bagaimana bisa? Bukankah..." ucap Frans dengan raut wajah yang kebingungan.
Namun Erzhan yang mendapat pertanyaan tersebut hanya mengangkat bahunya dengan santai, kemudian melangkahkan kakinya begitu saja melewati Frans yang menatapnya dengan raut wajah kebingungan.
"Tunggu sebentar, jelaskan apa yang terjadi sebenarnya! Hei!" pekik Frans sambil menatap ke arang punggung Erzhan dan juga Bram yang terlihat semakin melangkah jauh dari hadapannya.
__ADS_1
Bersambung