
"Dasar anak muda, selalu saja tidak punya sopan santun terhadap yang lebih tua!" ucap William dengan raut wajah cemberut menatap ke arah Felisa, yang saat ini masih mengusap area keningnya bekas pukulan William sebelumnya.
Mendengar perkataan dari William barusan lantas membuat Felisa mendengus dengan kesal. Entah apa yang sedang di lakukan oleh William saat ini, namun yang jelas Felisa sama sekali tidak bisa mempercayai Pria tua di hadapannya saat ini.
"Benar-benar menyebalkan!" ucap Felisa dalam hati menggerutu.
Disaat Felisa tengah kesal akan tingkah William yang tiba-tiba menyentil jidatnya, sebuah suara lantas terdengar dengan tiba-tiba yang tentu saja membuat keduanya langsung menoleh ke arah sumber suara dengan seketika.
"Apa yang terjadi Fel? Apa kamu baik-baik saja? Mengapa aku mendengar teriakan mu dari luar?" ucap sebuah suara yang berasal dari Erzhan.
Mendengar hal tersebut suasana menjadi hening dengan seketika. Sampai kemudian sebuah suara gelak tawa yang berasal dari William lantas langsung membuat Felisa dan juga Erzhan mengernyit dengan raut wajah yang penasaran.
Hahaha hahaha...
"Sepertinya pemuda ini menyukai mu? Apa aku harus menikahkan kalian saja? Hahahaha! Setidaknya itu akan lebih baik bukan?" ucap William dengan tawa yang menggema memenuhi ruangan tersebut.
"Apa? Tidak!" pekik Felisa dan juga Erzhan dengan bersamaan.
Jawaban dan juga perkataan keduanya yang sama tentu saja semakin mengundang gelak tawa William semakin keras saat itu. Membuatnya lantas menatap ke arah keduanya secara bergantian dengan tatapan yang intens.
"Jangan bercanda Kek! Menikah bukanlah suatu permainan, lagi pula tunggu sebentar.. Sebenarnya apa yang hendak Kakek bicarakan kepada ku? Mengapa aku merasa sedari tadi Kakek hanya menggoda ku saja?" ucap Felisa yang baru menyadari jika sedari tadi William belum mengatakan apapun kecuali menggoda dirinya.
Mendapat pertanyaan tersebut membuat William bangkit dari tempat duduknya. Lagi dan lagi William nampak tersenyum sambil menatap ke arah keduanya dengan tatapan yang begitu aneh. Membuat Erzhan dan juga Felisa lantas mengernyit dengan tatapan yang bingung ketika mendapati tatapan tersebut dari William.
"Sepertinya aku sudah mendapatkan jawaban dari pemikiran ku. Aku sedang berusaha untuk menerima keadaan dan aku rasa itu tidak lah buruk. Menikahlah dengannya dan bangun keluarga yang lebih baik lagi. Jangan seperti Ayah mu yang merebut dan menikahi Putri ku secara diam-diam." ucap William lagi yang semakin membuat bola mata keduanya terbelalak saat itu.
__ADS_1
Sampai kemudian sebuah suara yang sama sekali tidak ingin Felisa dengar, lantas mulai menggema di telinganya dan mengejutkannya saat itu.
"Tentu saja Kakek, aku akan mencoba yang terbaik dan menikahi Felisa." ucap Erzhan sambil tersenyum dengan tipis, namun berhasil membuat Felisa terkejut karenanya.
"Apa?" pekik Felisa yang tidak mengerti akan apa yang sedang terjadi di sini sebenarnya.
***
3 Bulan kemudian
Di sebuah Ballroom hotel terlihat sebuah pesta pernikahan di adakan dengan begitu megahnya di sana. Di setiap sudut gedung beberapa penjaga nampak berdiri dan mengamankan tempat di mana acara itu berlangsung.
Seorang wanita dengan pakaian pengantin terlihat begitu anggun dan juga cantik melangkahkan kakinya secara perlahan menuju ke arah Altar pernikahan. Dia adalah Felisa, sebuah hal gila yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya mendadak telah mengubah seluruh dunianya.
Felisa bahkan tidak menyangka jika ia akan menikah dengan seseorang yang menjadikannya sebagai tawanannya. Entah takdir buruk atau malah takdir baik ketika jalan yang ia ambil mendadak terjal dan juga berlubang. Namun kenyataannya Felisa tidak bisa pungkiri jika pertemuannya dengan Erzhan merubah segala kehidupannya.
Sampai kemudian hatinya yang memang begitu lunak akan perhatian kecil yang diberikan oleh Erzhan, pada akhirnya luluh juga dan mau menerima pinangan Erzhan saat itu.
Kini babak baru dalam hidupnya di mulai, membuat Felisa dengan mantap melangkahkan kakinya menuju ke altar pernikahan dan menghampiri Erzhan yang tengah menatapnya sambil tersenyum simpul.
"Apa aku membuat mu menunggu lama?" bisik Felisa tepat ketika jarak di antara keduanya dekat.
"Tidak juga, setidaknya tidak lebih lama menunggu jawaban mu untuk mengiyakan pinangan ku." ucap Erzhan dengan nada yang menggoda.
"Jangan bercanda kau benar-benar menyebalkan!" ucap Felisa sambil memasang raut wajah yang cemberut, membuat Erzhan terkekeh karenanya.
__ADS_1
**
Sementara itu di saat kedua mempelai tengah berbahagia. Tak jauh dari tempat mereka berada terlihat Bram tengah menatap Tuannya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan. Helaan napas terdengar berhembus jelas dari mulut Bram saat itu, tepat ketika ia menatap ke arah kedua mempelai.
"Aku bahkan sudah cukup curiga ketika mendengar Tuan mengiyakan pernikahan ini." ucap Bram dengan nada yang lirih pada dirinya sendiri.
**
Flashback on
3 bulan yang lalu tepat setelah kepulangannya dari Ruko milik Felisa. Bram terlihat melangkahkan kakinya dengan langkah kaki yang besar masuk ke dalam ruangan Erzhan saat itu.
"Saya menemukannya Tuan, kecurigaan anda benar akan hal ini. Nelson tidaklah menyumbangkan seluruh hartanya kepada dinas sosial, ada beberapa data palsu yang terlihat begitu mencurigakan bagi saya. Setelah saya mengecek dan mencoba untuk menerobos sistem keamanan, rupanya yang saya temukan di luar dugaan." ucap Bram memberikan laporan.
"Aku bahkan sudah menduganya, kau kira Nelson akan sebodoh itu? Aku rasa dia sangat cerdik dalam hal ini, tidak akan ada yang mengira jika kunci harta tersebut adalah Felisa. Bukankah menurut mu ini akan menjadi sesuatu yang luar biasa?" ucap Erzhan kemudian dengan tersenyum smirk.
"Ya Tuan, anda benar sekali. Saya rasa Kakek tua itu ( William ) sudah menyadarinya sehingga ia berubah menjelma menjadi sosok Kakek yang bijaksana secara mendadak." ucap Bram lagi yang seakan membenarkan perkataan Erzhan barusan.
"Untuk itu lah aku menyetujui pernikahan ini, aku akan lihat sampai sejauh mana Nelson bisa menyembunyikannya." ucap Erzhan dengan senyuman yang penuh arti.
Flashback off
**
Bram nampak mengambil satu gelas wine dari pelayan dan meminumnya dalam sekali tegukan. Senyuman Tuannya itu terlihat begitu mengerikan ketika ia berada di altar pernikahan bersama dengan mangsanya. Seulas senyum terlihat terbit dari wajah Bram saat itu ketika ia tanpa sengaja menangkap senyuman itu dari wajah Erzhan barusan.
__ADS_1
"Benar-benar gadis yang malang..." ucap Bram sambil tersenyum sebelum pada akhirnya melangkahkan kakinya berlalu pergi dari tempat tersebut.
...The end...