Felisa & Harta Tersembunyi

Felisa & Harta Tersembunyi
Apa yang terjadi dengan Tuan?


__ADS_3

Kediaman Erzhan


Dari arah ruang tamu terlihat Bram tengah melangkahkan kakinya dengan bergegas menuju ke arah ruangan Erzhan. Informasi yang baru saja ia dapatkan mungkin akan mengejutkan Erzhan, entah apa yang akan terjadi jika saat ini Felisa sudah benar-benar pergi ke lokasi yang tertera pada selembar kertas ini.


"Semoga saja semuanya belum terlambat." ucap Bram dengan raut wajah yang khawatir.


**


Ruangan kerja Erzhan


Setelah mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk ke dalam oleh Erzhan. Terlihat saat ini Bram tengah melangkahkan kakinya dengan langkah kaki yang bergegas mendekat ke arah dimana Erzhan berada. Membuat Erzhan yang melihat hal tersebut, lantas langsung mengernyit dengan tatapan yang bingung akan raut wajah yang ditunjukkan oleh Bram saat ini.


"Apakah ada sesuatu Bram?" tanya Erzhan dengan raut wajah yang penasaran.


Mendapat pertanyaan tersebut lantas membuat Bram mulai memperlihatkan ponsel miliknya kepada Erzhan untuk memperlihatkan sesuatu di sana.


"Saya sudah mencari tahu informasi yang tertulis pada selembar kertas tersebut. Alamat yang ada pada selembar kertas tersebut merupakan salah satu tempat hiburan malam yang ada di Ibukota. Sedangkan untuk nomor ponsel yang tertera di sana adalah milik seseorang yang berasal dari kalangan bawah Tuan. Awalnya saya cukup kesulitan untuk mencari tahu pemilik nomer ponsel tersebut karena memiliki sistem privasi yang sulit untuk di tembus, namun setelah saya menelisik dan menyelami semakin dalam termasuk dengan mencari tahu pemilik Bar tersebut, saya menemukan sebuah informasi dimana ternyata pemilik dari nomor tersebut adalah Frans yaitu kaki tangan William." ucap Bram mulai menjelaskan segala detailnya.


"Kurang ajar! Jika memang dia adalah Frans, dia pasti tengah merencanakan sesuatu kepada Felisa saat ini. Cepat telpon Andi sekarang dan katakan kepadanya untuk segera pulang, pastikan jika Felisa aman sampai kembali ke tempat ini!" ucap Erzhan kemudian memberikan perintah yang lantas di balas Bram dengan anggukan kepala.


"Baik Tuan..." ucap Bram sambil mulai melangkahkan kakinya berlalu pergi dari ruangan Erzhan.


Hanya saja belum sampai Bram meninggalkan ruangan Erzhan, sebuah deringan ponsel miliknya lantas membuat langkah kakinya terhenti seketika. Apalagi ketika melihat nama Andi tertulis dengan jelas di sana, bukankah hal ini adalah sebuah kebetulan? Disaat Bram hendak menghubungi Andi, Andi malah menghubunginya lebih dahulu. Membuat Bram yang melihat hal tersebut, lantas langsung menggeser ikon berwarna hijau pada layar ponsel miliknya.


"Halo" ucap Bram sambil kembali membawa langkah kakinya, membuat Erzhan yang melihat Bram mengangkat sebuah panggilan telpon langsung menatap ke arah Bram dengan tatapan yang penasaran.

__ADS_1


"Maaf ketua saya ingin memberikan laporan jika Nona telah hilang!" ucap Andi di seberang sana, yang lantas membuat Bram kembali menghentikan langkah kakinya begitu mendengar perkataan dari Andi barusan.


"Apa katamu? Bagaimana bisa? Apa kalian tidak menjaganya dengan baik?" tanya Bram dengan nada yang meninggi membuat Erzhan semakin di buat penasaran akan seseorang yang tengah bertelepon dengan Bram saat ini.


"Ada yang menyerang kami Ketua Rama terluka tepat di bagian kepala saat ini, ketika saya hendak mengamankan Nona, Nona sudah menghilang dari sisi saya." ucap Andi menjelaskan kejadiannya.


"Bagaimana bisa kau seceroboh itu?" ucap Bram dengan nada yang kesal kemudian mematikan panggilan ponselnya begitu saja.


Dengan raut wajah yang kesal sekaligus merasa bersalah, Bram terlihat melangkahkan kakinya kembali ke arah meja kerja Erzhan. Membuat Erzhan yang seakan tahu ada masalah yang terjadi lantas bangkit dari posisinya.


"Apa yang terjadi?" tanya Erzhan sambil membawa langkah kakinya mendekat ke arah dimana Bram berada.


"Felisa menghilang Tuan..." ucap Bram pada akhirnya.


"Apa.." pekik Erzhan yang terkejut ketika mendapat berita dari Bram barusan.


**


Tepatnya di area belakang rumah Felisa, terlihat dua orang Pria dengan pakaian serba hitam tengah mengangkat Felisa yang terlihat pingsan saat itu. Kedua orang tersebut nampak melangkahkan kakinya dengan perlahan dan memasukkan Felisa pada sebuah mobil berwarna hitam metalik yang sudah di siapkan tak jauh dari pintu keluar.


"Apa ada tugas lain yang harus kami lakukan bos?" tanya salah seorang dari Pria yang mengenakan pakaian serba hitam tepat setelah memasukkan Felisa ke dalam mobil.


"Tidak perlu, kalian boleh pergi.. Aku akan mengabari kalian untuk tugas selanjutnya." ucap sebuah suara yang berasal dari Frans.


"Tentu bos, hati-hati di jalan." ucap Pria itu lagi kemudian sambil menutup pintu mobil milik Frans.

__ADS_1


Setelah memastikan Felisa sudah masuk ke dalam, mobil milik Frans terlihat mulai melaju meninggalkan kediaman Felisa dengan seulas senyum yang tak henti-hentinya mengembang pada raut wajah Frans saat itu. Entah mengapa Frans begitu bahagia saat ini karena berhasil merebut Felisa dari tangan Erzhan dan juga Bram.


"Aku yakin Tuan akan memuji hasil kerja ku kali ini." ucap Frans dengan tawa kecil di akhir kalimatnya sambil tetap fokus menatap ke arah jalanan sekitar.


***


Sementara itu baik Bram dan juga Erzhan yang mendapat informasi tentang hilangnya Felisa, lantas langsung bergegas menuju kediaman Felisa untuk melihat apa yang terjadi. Tanpa sadar jika mobil miliknya berpapasan dengan mobil yang di kendarai oleh Frans tepat di persimpangan jalan. Sepertinya karena terlalu sibuk menyetir dan fokus pada berita hilangnya Felisa, membuat keduanya sama sekali tak menyadari akan kehadiran mobil Frans saat itu.


Dalam pikiran Erzhan saat ini benar-benar begitu penuh dengan keberadaan Felisa saat ini. Sehingga ia tidak terlalu menyadari akan kehadiran Frans baru saja.


Mobil milik Erzhan terlihat berhenti tepat di halaman depan kediaman Felisa. Dengan langkah kaki yang bergegas Erzhan terlihat turun dari dalam mobil dan melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Andi dan juga Rama berada.


"Apa kalian sudah mencarinya ke sekitaran?" tanya Erzhan kemudian.


"Sudah Tuan, tapi hasilnya tetap saja nihil." ucap Andi menjelaskan.


Andi benar-benar takut jika Erzhan akan marah akan kegagalan yang tanpa sengaja mereka lakukan. Membuat Andi hanya bisa terdiam dan menjawab pertanyaan Erzhan dan juga Bram saja.


"Kamu sebaiknya pulang dan bawa Rama ke Rumah sakit, biar urusan Felisa di tangani oleh Bram selanjutnya." ucap Erzhan mulai memberikan perintah, yang lantas membuat ketiganya saling pandang antara satu sama lain seakan tidak percaya akan perkataan dari Erzhan barusan.


"Te...terima kasih banyak Tuan..." ucap Andi kemudian sambil mulai memapah Rama menuju ke arah mobil.


Sedangkan Bram yang juga sedikit bingung akan perintah dari Erzhan barusan, hanya bisa menatap Erzhan dengan tatapan yang bertanya namun tak berani menanyakannya secara langsung kepada Erzhan.


"Apa yang terjadi dengan Tuan? Tadinya ku pikir Tuan akan memarahi habis-habisan keduanya." ucap Bram dengan raut wajah yang kebingungan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2