
Setelah Felisa kelepasan mengatakan kata dengan nada yang meninggi. Felisa terlihat mulai melangkahkan kakinya begitu saja keluar dari kediamannya. Entah apa yang ada di pikirannya hingga tanpa sadar meneriaki Erzhan di dalam, namun yang jelas Felisa tidak suka jika Erzhan begitu dekat dengan Farel.
Melihat kepergian Felisa barusan, lantas membuat Erzhan dan juga Farel langsung saling pandang antara satu sama lain. Seakan bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi kepada Felisa saat ini.
"Maafkan Kakak mu ya, aku rasa pikirannya sedikit penuh saat ini hingga tanpa sadar berkata kasar seperti itu." ucap Erzhan kemudian yang melihat wajah terkejut Farel saat ini.
"Tidak perlu khawatir Kakak ipar, sebaiknya Kakak ipar segera susul kakak dan dinginkan dia." ucap Farel kemudian sambil memberikan isyarat kepada Erzhan agar segera bergerak.
"Iya kamu benar, sampaikan salam ku kepada Bu Vallen lain kali kami berdua akan mampir lagi." ucap Erzhan sebelum pada akhirnya berlalu pergi dari sana, untuk mengejar langkah kaki Felisa yang sudah lebih dulu berlalu pergi dari sana.
***
Halaman Rumah Felisa
Felisa yang keburu kesal ketika mendapati keduanya begitu akrab, lantas semakin mengambil langkah kaki yang lebar menuju ke arah dimana mobil Erzhan berada.
"Ini bahkan hanya sebuah sandiwara, untuk apa dia sedekat itu dengan keluarga ku? Bukankah dia terlalu masuk ke dalam perannya? Cih benar-benar menyebalkan..." ucap Felisa dengan nada yang menggerutu sambil terus melangkahkan kakinya menuju ke arah dimana mobil Erzhan berada saat itu.
Namun sayangnya sebelum Felisa berhasil sampai dan masuk ke dalam mobil, sebuah tarikan tangan yang berasal dari Erzhan lantas membuat Felisa menghentikan langkah kakinya dengan seketika.
Felisa jelas tahu jika yang menarik tangannya saat ini adalah Erzhan, membuat Felisa terlihat mulai berbalik badan dengan malas dan menatap ke arah Erzhan dengan tatapan yang ogah-ogahan.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan sebenarnya? Tidakkah kau terlalu berlebihan tadi?" pekik Erzhan yang tidak mengerti akan sikap Felisa yang tiba-tiba berubah menjadi marah seperti itu.
Mendengar pertanyaan tersebut tentu saja langsung membuat Felisa tersenyum dengan tipis, bagaimana bisa Erzhan saat ini berdiri dan memarahinya seakan semua yang terjadi adalah sebuah kesalahannya. Mendapati hal itu tentu saja membuat Felisa semakin kesal karenanya.
"Sebenarnya siapa di sini yang bersikap terlalu berlebihan? Kau atau aku? Berhenti membuat keluarga ku bingung dengan sikap mu yang selalu suka menciptakan drama baru di kehidupan orang lain. Apa kau tidak lelah terus seperti ini?" ucap Felisa pada akhirnya meluapkan segala emosi yang ada di dalam dirinya.
Erzhan yang di teriakan dengan kata-kata yang Erzhan sendiri tidak tahu akan artinya, tentu saja hanya bisa mengernyit sambil menatap penuh dengan tanda tanya ke arah Felisa saat ini.
"Apa sebenarnya maksud dari perkataan mu barusan?" ucap Erzhan kemudian dengan raut wajah yang penasaran menatap ke arah Felisa saat ini.
"Jangan berlagak seperti orang bodoh padahal kau sendiri tahu jawabannya Er!" ucap Felisa kemudian dengan nada yang terdengar kesal.
Mendapati Felisa yang begitu kesal kepadanya tentu saja menyisakan tanda tanya besar dalam kepalanya. Sampai kemudian ketika ia menyadari kemarahan Felisa mungkin karena sebuah panggilan Kakak ipar yang di sematkan oleh Farel, membuat Erzhan lantas langsung menatap ke dalam manik mata Felisa dengan tatapan yang intens.
"Jika memang kau sudah tahu alasannya, sebaiknya berhenti bersikap pura-pura menjadi seorang kekasih idaman di hadapan keluarga ku! Apa kau tahu? Gara-gara drama yang kau mainkan tepat di hadapan keluarga ku, tanpa kau sadari kau telah menciptakan sebuah khayalan bagi mereka tentang hubungan kita." ucap Felisa kemudian yang tentu saja langsung membuat Erzhan terkejut ketika mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Felisa.
Erzhan yang tahu jika Felisa tengah kesal kepadanya saat ini, lantas terlihat mulai mengambil langkah kaki maju semakin dekat dengan Felisa. Sedangkan Felisa yang mendapati langkah kaki Erzhan yang semakin maju tentu saja dengan spontan mulai melangkahkan kakinya mundur ke arah belakang, seakan berusaha untuk menghindari Erzhan yang kian mendekat ke arah dimana ia berada saat ini.
"Jadi kau pikir selama ini semuanya hanyalah sebuah permainan?" ucap Erzhan dengan tersenyum tipis menatap ke arah Felisa.
"Bukankah sedari awal tujuan mu hanya untuk mencari keberadaan harta tersebut? Jadi aku meminta tolong kepada mu dengan sangat, cukup fokus pada tujuan mu dan lupakan tentang yang lainnya. Bukankah kita sudah mendapatkan clue nya? Jadi mari fokus dan jangan membuat drama baru lagi." ucap Felisa dengan nada yang memohon.
__ADS_1
Bug
Suara tubuh Felisa yang membentur badan mobil, lantas membuat langkah kaki Felisa yang sedari tadi mundur terhenti dengan seketika. Saking terlaku fokusnya dengan Erzhan ia bahkan sampai tidak menyadari jika langkah kakinya mentok menabrak badan mobil.
Sedangkan Erzhan yang mendapati raut wajah terkejut Felisa ketika mengetahui jika ia tidak lagi bisa mengambil langkah kaki mundur. Lantas mulai tersenyum dengan sinis dan semakin membawa langkah kakinya mendekat ke arah Felisa, kemudian mengunci tubuh Felisa agar tidak bisa beranjak dari sana.
"Ap...pa yang kau lakukan?" ucap Felisa dengan nada yang tergagap ketika mendapati posisi mereka berdua yang terlalu dekat.
Helaan napas milik Erzhan bahkan terasa begitu hangat menerpa kulit wajah Felisa, membuat Felisa yang kian melihat Erzhan terus mendekatkan wajahnya dengan spontan menutup kelopak matanya dengan rapat.
"Dasar gadis nakal! Bagaimana bisa pikirannya sekotor itu? Apa dia kira aku akan menciumnya?" ucap Erzhan ketika mendapati Felisa yang menutup kelopak matanya dengan tiba-tiba.
"Aku tidak pernah bermain drama dengan siapapun, jika aku melakukannya... Itu tandanya aku nyaman berada bersama dengan mereka. Setidaknya meski kau tidak pintar, harusnya kau masih bisa melihat mana yang tulus dan mana yang sedang berakting, bukan?" ucap Erzhan dengan nada yang berbisik tepat di telinga Felisa, sebelum pada akhirnya memperbaiki posisinya dan berlalu pergi masuk ke dalam mobil.
"Apa-apaan Pria itu!" ucap Felisa yang terkejut ketika mendengar bisikan dari Erzhan barusan, sebelum pada akhirnya ikut melangkahkan kakinya masuk ke dalam mobil.
**
Sementara itu tanpa keduanya sadari, dari arah tidak jauh dimana keduanya berada. Terlihat Alex tengah melangkahkan kakinya keluar dari tempat persembunyiannya sambil tersenyum dengan tipis.
"Menarik juga hubungan keduanya, setidaknya dari pertengkaran keduanya aku bisa mengetahui jika mereka telah mendapatkan sebuah clue dari letak harta tersembunyi tersebut berada." ucap Alex sambil tersenyum menatap ke arah mobil Erzhan yang terlihat mulai melaju meninggalkan kediaman Felisa.
__ADS_1
Bersambung