Found Love In Kyoto

Found Love In Kyoto
#Series 47


__ADS_3

Beberapa detik kemudian ia mendengar seseorang memanggilnya, seperti hembusan angin dari syurga...


“Olivia.....” itu suara Derren, Tuhan sepertinya mengabulkan doanya.


Ia benar benar mendengar suara Derren sebelum ajal menjemputnya.


Ia tak berminat mendengarkan suara gaduh yang lain ia hanya fokus menikmati suara Derren yang berulang kali memanggil namanya.


Tubuh yang memeluknya telah terlepas, dan berganti seseorang menyentuh pundaknya, mungkinkah itu sentuhan malaikat yang menyerupai Derren agar Olivia bisa menghembuskan nafas terakhirnya dengan bahagia???


“sayang buka matamu” itu suara Derren, nafasnya lembut berada dekat dengan telinganya. “jangan takut, ini aku Derren buka matamu” bisiknya lagi.


Olivia memberanikan diri membuka matanya perlahan, Air mata Olivia mengalir, dan menetes melewati luka di pipinya, sangat perih. Ia mengerjap erjapkan matanya melihat Derren tepat di depan wajahnya, air mata Derren juga membasahi wajahnya.


“maaf aku terlambat menemukanmu” kata Derren sambil dengan hati hati menarik kain yang menutup mulut Olivia. Ia juga melepas tali yang mengikat tangan dan tubuh Olivia.


“Derren apa aku berada di surga? dimana Crystal?” tanya Olivia polos ia yakin ia tlh brd di alam lain, bukan lagi di dunia.


“kau masih hidup sayang, kau masih hidup, Crystal bersama Keiko” Derren merapikan rambut Olivia yang berantakan, menyeka air mata Olivia dan membawa Olivia ke dalam pelukannya


Tersedu sedu, Derren mendekap tubuh Olivia penuh haru, meskipun terlambat Derren terus saja mengucap syukur Olivia selamat.


“aku masih hidup?” kata Olivia sambil menyentuh luka di pipi kirinya dan mendapati darah di telapak tangannya yang bercampur air matanya


“kau masih hidup sayang, kau masih hidup, kau akan hidup bersamaku sampai kita tua” kata Derren sambil menyeka air matanya sendiri.


“ayo kita kerumah sakit kita obati lukamu” Derren mengangkat tubuh Olivia dan membawanya keluar, secepatnya ia membawa Olivia ke rumah sakit.


Sepanjang perjalanan Olivia meringkuk di dalam pelukan Derren, menikamati aroma Derren, tidak berbicara sepatah kata pun. Ia masih hidup!!! Ia masih bisa melihat Crystal tumbuh hingga Dewasa.


“tidak terlalu dalam, tidak memerlukan jahitan dan akan sembuh dalam 1 minggu” kata dokter yang mengobati lukanya di rumah sakit.


Derren mengangguk angguk


“saat ini teknologi sangat canggih, jangan khawatir istrimu bisa melakukan operasi plastik ataupun laser agar luka di pipinya segera hilang” kata dokter itu ramah.


Sebenarnya Olivia bisa langsung pergi meninggalkan rumah sakit karena yang terluka hanya wajahnya, namun dokter menyarankan ia untuk menginap mengingat Olivia mungkin saja mengalami shock karena penculikan.


“Derren mengapa banyak darah di bajuku tadi?” tanya Olivia polos


“Louis terluka, ia terkena pisau di punggungnya” jawab Derren dengan nada pahit, ia telah gagal melindungi Olivia, ia hampir termabat menyelamatkan calon istrinya, belahan hatinya.


Olivia terdiam

__ADS_1


“dimana dia?” tanya Olivia dengan nada berat, meskipun membenci Louis namun ia harus berterima kasih karena bagaimana pun Louis telah menyelamatkan nyawanya.


“kita temui nanti setelah semuanya beres, kau serahkan semua ini padaku oke?”


“lalu Miranda? Di mana dia” kali ini Olivia tidak tau harus bagaimana menghadapi sahabat baiknya yang mungkin hanya ada satu di dunia., mungkin sekarang sahabatnya itu berbalik membencinya karena ulah Louis.


“Miranda bersama Theo, di kantor polisi”


“Miranda sudah tau?” tanya Olivia dengan nada khawatir


Derren hanya diam


“Derren, maafkan aku” Olivia mulai terisak


“aku yang bersalah Olivia, aku yang menyeretmu dalam masalah ini”


“seharusnya aku mendengarkan penjelasanmu”


“sudahlah jangan berpikir terlalu banyak, tidurlah aku akan menemanimu, kita bicarakan ini nanti”


Olivia memandang wajah Derren


“tidurlah, aku akan ke kantor polisi menyusul Theo dan Miranda membuat laporan”


Setelah memanggil beberapa orang untuk berjaga di depan pintu kamar inap Olivia derren memasuki kamar inap tepat di sebelah kamar yang Olivia tempati. Punggung Louis sobek cukup serius dan dalam. Untung saja pisau itu tidak menembus paru parunya.


“Maaf" kata Louis dengan nada ssngat berat, ucapan itu hampir tercekat di lehernya, tak mampu ia keluarkan


“bagaimanapun juga aku berhutang padamu, kau menyelamatkan nyawa Olivia, terima kasih” kata Derren tak kalah berat


“seharusnya aku tidak menuruti permainannya” sesal Louis


“kau tau sejak awal Olivia hamil, kau tidak memberitahuku, untunglah Merry tidak membahayakan nyawa Crystal”


“Merry tidak tau keberadaan Crystal, ia sama sekali tidak tau Olivia hamil, ia baru tau Crystal beberapa hari ini selama kalian tinggal bersama “


Hening dan canggung menyeruak, menyelimuti udara di ruangan itu memberikan tekanan semakin berat.


“aku tidak tau kalau Merry merencanakan penculikan”


“lalu dari mana kau tau Merry membawa Olivia ke mansion itu?”


“Merry mengidap depresi dan gangguan psikologis, ia selalu berlari ke mansion itu setiap kali halusinasinya datang, ia selalu merasa kau yang membelikan mansion itu untuknya dan kalian akan tinggal di sana”

__ADS_1


“omong kosong, bagaimana mungkin ia seorang dokter namun jiwanya terganggu?”


“faktanya begitu, aku sering memberikannya suntikan obat penenang”


“dari mana kalian mendapatkan obatnya?” tanya Derren benar brnar merasa heran


“ia sendiri menyiapkan, aku hanya diminta olehnya datang dan menyuntikkannya”


“Kalian benar benar gila!”


“apa polisi menahannya?”


“tentu saja, namun jika terbukti ia mengalami gangguan psikologis polisi tidak akan memasukkan ia ke dalam penjara”


“apa aku terseret?”


“entahlah, aku tidak mengerti hukum namun yang jelas pembicaraan kalian ada dalam rekaman, tergantung bagaimana polisi menilai” jawab Derren


“Miranda mendengar rekaman itu?”


“Miranda sudah mengetahui trikmu sejak lama, kau benar benar licik Louis. lalu akan kau apakan ia?”


“aku akan meminta maaf padanya”


“kenapa harus berpura pura jatuh cinta pada Miranda?”


“aku ingin tetap berada di sekitar Olivia, cara apa yang harus aku lakukan? Aku hanya memiliki cara itu”


Hening....


“sejak kau kembali datang di kehidupan Olivia, aku sebenarnya telah menyerah, aku tau Olivia hanya mencintai dirimu”


Hening... Derren tidak merespon perkatasn Louis ia justru meninggalkan Louis dan kembali ke kamar Olivia , ia masuk ke dalam kamar inap untuk memeluk Olivia yang tertidur. Perasaan bersalah menghantuinya, jika ia tidak mencintai Olivia, jika ia tidak memulai bermain main dengan hati Olivia ia tidak akan menyeret Olivia dalam masalah seperti ini.


Sejak awal ialah yang pertama jatuh cinta pada Olivia, sering mencuri ciuman di bibir Olivia, dan berfantasi liar pada tubuh Olivia, mendekati Olivia, begitu posesif pada Olivia hingga ia mendapatkan hati olivia.


Ia memandang wajah Olivia, menciuminya dengan lembut dan dalam hatinya berjanji ia akan menjaga gadis ini seumur hidupnya.


Setelah itu Derren bergegas menyusul Miranda dan Theo di kantor polisi untuk membuat laporan, karena terlalu banyak pertanyaan mereka baru selesai jam 3 pagi.



AUTHOR BAKAL SLOW UPDATE KARENA AUTHOR SEDANG PERGI KE LUAR ANGKASA 😙😙😙😙

__ADS_1


DAN MUNGKIN GAK BISA BALAS BALAS KOMEN KAYA BIASA 😊😊😊😊


__ADS_2