
Sementara di kediaman keluarga Yamada, semua anggota keluarga telah berkumpul untuk makan malam, kecuali Kenzo.
Seperti biasa Olivia bertugas mengatur seluruh menu yang akan di hidangkan untuk pesta makan malam mereka, namun kali ini ia tidak terjun langsung ke dapur karena Derren tidak mengizinkannya. Ia hanya mengawasi dan mengaturnya saja.
Makan malam yang di atur dengan meriah di rumah besar itu berlangsung dengan penuh kehangatan dan suka cita, Olivia, Keiko, Tiffany dan Miranda mereka juga sibuk dengan media sosial mereka membagikan kebahagiaan yang menyelimuti keluarga itu.
Setelah acara makan malam usai, mereka tidak langsung pergi tidur, para wanita di keluarga itu mereka mengisi waktu mereka untuk sekedar berbincang bincang, sedangkan para pria tentu saja memilih bermain catur, Jonathan ia melawan Naoki bermain catur, sedangkan Derren ia bermain catur bersama Richard.
“Derren, bagaimana kasus Merry, apa kalian akan terus melanjutkan gugatan itu?”
Derren memindah bidak caturnya, ekspresinya tetap datar seolah ia sama sekali tidak tertarik dengan apa yang Richard tanyakan
“Ia membuat kemajuan yang sangat baik, 80% sebenarnya ia telah sembuh” kata Richard lagi
“Apa kasusnya bisa di lanjutkan?” tanya Derren
“Ku rasa, namun aku yakin, mengirimnya ke dalam jeruji besi akan mengguncang kembali kejiwaannya”
“Jadi dengan kata lain ia bisa bebas begitu saja?” Derren menatap Richard dengan tatapan penuh kilatan kemarahan.
“Aku tidak berkata demikian” kata Richard yang tentu saja bisa memahami emosi Derren, ia adalah seorang Psikolog, meskipun Derren adalah pria yang mampu bersikap sangat tenang dan dingin namun tidak ada yang tidak mampu Richard pahami.
“Bagaimana jika ia membahayakan hidup Olivia lagi?” tanya Derren, persis yang Richard prediksikan, pria di depannya hanya memikirkan Olivia, ia tidak memiliki dendam pada Merry sejauh ini.
“Aku jamin, itu tidak mungkin terjadi” jawab Richard dengan tegas
“Kenapa kau sangat yakin?”
“Karena pria yang memicu Merry depresi telah kembali, dan mereka akan menikah lalu tinggal di Bournemount seperti impian Merry, tinggal di pesisir pantai”
Derren mengerutkan keningnya karena tidak mengerti, Richard menceritakan garis besar apa tang terjadi pada Merry di masa lalu.
“Aku akan menanyakan pada Olivia nanti, apa yang ia inginkan terhadap Merry” kata Derren.
“Baiklah” kata Richard.
Sedangkan di pihak Naoki dan Jonathan kedua pria itu berbincang bincang masalah kasus Jonathan dengan Nobu.
“Minggu depan sidang kasus pertama kalian, apa kaliam siap?” tanya Naoki
“Tentu saja, akan ku hancurkan hingga berkeping keping bahkan akan ku buka skandal maskapai dengan beberapa perusahaan itu jika perlu” kata Jonathan penuh semangat dan sedikit terdengar sombong.
“Jangan merambah ke wilayah yang tidak semestinya, cukup urus kasus milikmu sendiri” kata Naoki mengingatkan
“Tapi mereka bahkan memiliki beberapa dokumen gelap” Jonathan vahkan telah membaca beberapa dokumen dokumen gelap itu.
__ADS_1
“Jika kau mengungkapnya kau jelas telah mengakui dirimu mengintip rahasia perusahaan orang lain, dan itu melanggar hukum Joe”
Jonathan mendengus, namun bagaimanapun apa yang di katakan Naoki ayahnya benar adanya.
“Kau memang penuh perhitungan”
Naoki hanya tersenyum,
“Dan kau masih harus belajar waspada lebih banyak lagi” kata Naoki sambil menggulingkan raja di papan catur milik Jonathan “skak mat” cibir Naoki.
“Kau dan Kenzo benar benar tidak mampu ku lawan” kata Jonathan kesal, bagaimanapun ia memang belum pernah menang melawan Kenzo dan Naoki, bahkan Derren sekalipun. Dengan kata lain ia adalah pemain catur terburuk di rumah itu.
Naoki terkekeh, bersamaan dengan itu Crystal datang dan memeluk sebelah kaki Naoki
“Granddad, ayo kita tidur” rengek gadis kecil itu
Naoki membelai rambut coklat Crystal, gadis kecil replika istrinya.
“Kau sudah mengantuk rupanya?” tanya Naoki
Crystal mengangguk
“Crystal mengapa tidak tidur dengan papamu?” tanya Jonathan melayangkan protesnya
“Papa menjaga mama saat tidur, Crystal tidak ingin mengganggu papa” jawab Crystal seraya berusaha naik ke pangkuan Naoki, dengan penuh kasih sayang Naoki membawa Crystal ke dalam pangkuannya.
“Derren apa yang kau ajarkan pada putrimu?” tanya Jonathan
“Crystal harus mandiri” jawab Derren sambil mengangkat kedua alisnya, bibirnya tampak tersenyum, matanya menatap Crystal dengan bangga. Putri kecilnya sangat cantik dan pengertian.
“Crystal ku rasa papamu hanya tidak ingin berbagi mana denganmu” ejek Jonathan
“Crystal memiliki granddad” jawab Crystal sambil lengan kecilnya menyusup ke pinggang Naoki, membenamkan wajahnya di perut pria itu.
Richard hanya tersenyum melihat pemandangan yang menghangatkan perasaannya, keluarga yang sempurna.
“Baiklah, kalian lanjutkan saja, sepertinya aku harus tidur sekarang” kata Naoki sambil bangkut dari duduknya sambil menggendong tubuh kecil Crystal.
“Papa selamat malam” kata Crystal sambil sedikit meronta mencondongkan tubuhnya ke arah Derren.
Derren bangkit dan memberikan beberapa kecupan manis pada buah hatinya, begitu pula Jonathan dan Richard mereka juga memberikan ciuman untuk Crystal, mereka akhirnya membubarkan permainan catur mereka dan memilih untuk pergi ke kamar bersama pasangan mereka masing masing.
Ketika Naoki membawa Crystal melewati ruangan di mana Keiko dan Sarah sedang memasukkan tangkai bunga ke dalam vas bunga yang terletak di dekat tangga Naoki menghentikan langkahnya.
“Siapa yang memberimu bunga Kei?” tanya Naoki
__ADS_1
“Kekasihku, Daddy apa kau juga dulu memberi bunga pada Mommy?” tanya Keiko
Naoki tampak mengingat ingat.
“Tidak, tapi daddy membuatkan taman bunga peony, seperti impian mommymu” jawab Naoki
“Daddy apa kau tidak romantis?”
“Daddy pria paling romantis, coba kau tanya pada mommy”
“Tapi kau tidak memberi mommy bunga” ptotes Keiko
“Romantis tidak harus selalu dengan bunga Kei” jawab Naoki “Oh iya, kapan kau mengenalkan kekasihmu?”
“Tunggu saja saatnya Daddy” jawab Keiko seraya mengambil beberapa foto mawar itu, “Sarah, katakan pada pelayan untuk membuang bunga ini”
Naoki mengerutkan keningnya, ia tidak mengerti ada apa dengan putrinya
“Kei, itu baru saja kau masukkan ke dalam vas bunga itu”
“Daddy, aku hanya perlu mengambil beberapa foto” kata Keiko sambil menciumi pipi Crystal “Crystal, bagaimana jika kau tidur dengan aunty?”
Dengan cepat gadis kecil itu menolak, seperti biasa jika Naoki dan Kenzo tampak di depan matanya maka semua orang tidak menarik lagi di mata Crystal, bahkan Derren ayahnya sekalipun.
Sementara di sisi lain pesta perjamuan setelah konser berlangsung seorang pria mengenakan jas di padukan dengan celana jeans dan kaos, tampak santai meminum wine dari gelasnya. Raut wajahnya tampak Frustrasi, ia beberapa kali mengecek media sosial Keiko dan ekspresi di wajahnya semakin gelap.
Jelas sekali keluarga itu begitu hangat, bahkan tidak sedikit pun ia memiliki celah untuk mendekati Olivia.
Takumi meletakkan gelas wine di tangannya dan berjalan menuju di mana Lelya asisten Keiko berdiri bersama beberapa kru band Trapped.
“Lelya” sapa Takumi
“Selamat malam Takumi”
Takumi mengeluarkan sebuah benda kecil dari sakunya
“Tolong kau sampaikan pada Keiko” kata Takumi seraya mengulurkan benda itu pada Lelya
“Baik, akan aku sampaikan”
“Segera beritahu aku kapan ia ada waktu untuk membahas materi rekaman”
“Oh kebetulan sekali, masalah materi lagu dan Rekaman itu, tentu saja secepatnya karena dalam dua minggu ke depan Keiko harus kembali ke London” kata Lelya dengan nada sopan.
“Baiklah kalau begitu, aku menunggu kabar dari kalian” kata Takumi, pria itu lantas membalikkan tubuhnya meninggalkan Lelya.
__ADS_1
Jangan lupa tap jempol Kalian ya teman teman kesayangan author 🤗🤗🤗❤❤❤❤❤