
Malamnya livia benar benar tidak bisa tidur nyenyak ia gelisah sepanjang malam memikirkan kesehatan kedua putranya, paginya ia bergegas membawa kedua putranya untuk melakukan medical chek up setelah menghubungi tommy terlebih dahulu.
Syukurlah semua berjalan dengan baik dan tidak ada yang perlu di khawatirkan, semuanya normal.
Karena sebelum tengah hari pemeriksaan telah berakhir livia merasa memiliki waktu yang panjang hari ini jadi ia memutuskan menggunakan waktunya untuk pergi ke sebuah mall untuk berbelanja setelah terlebih dahulu ia mengantarkan ketua putranya dan pengasuhnya kembali ke apartemen terlebih dahulu.
Livia memasuki beberapa counter pakaian dari brand brand terkenal tanpa tujuan namun tetap membeli tanpa mencobanya terlebih dahulu, hanya menggunakan insting setelah melihat di patung. Kemudian ia memasuki sebuah counter sepatu dan sedang berniat mencobanya
“ketinggian livia, kamu akan mudah lelah menggunakan model itu” kata pria yang menjulang tinggi di depannya
“astaga tommy, kamu juga di sini?” tanya livia
“aku mau cari makan sama teman temanku di mall ini, kebetulan aku melihatmu, jadi disinilah aku sekarang” jawab tommy sambil tersenyum senang
“oh ya, baguslah” jawab livia santai ia melanjutkan memilih hingga menemukan sepatu yang sesuai dengan keinginannya kemudian membayarnya, namun sayangnya tommy lebih dulu mengulurkan kartu banknya pada kasir dengan memaksa kasir menerima kartunya.
“tommy terima kasih, kalau tau kamu yang bayar aku ambil banyak tadi sama tas sekalian” canda livia ketika mereka keluar dari counter itu
Tiba tiba tommy meraih pergelangan tangan livia dan bemaksud membawanya kembali ke counter tersebut
“tommy aku cuma bercanda iiiissshhh” livia menolak dan mencoba melepaskan pergelangan tangannya
“sebagai gantinya biar aku traktir kamu makan” kata livia
“baiklah, sampai sepatu itu lunas” seringai tommy
“kalau begitu kita cari makanan yang satu porsinya berharga 15 juta ayo” kekeh livia sambil melangkahkan kakinya
Tommy tertawa renyah
“Bagaimana dengan teman temanmu? ” livia ingat tujuan tommy datang ke mall itu
“gampang, tinggal mengirim pesan membatalkan” jawab tommy enteng
Setelah selesai makan mereka masih duduk di meja makan dan mengobrol
“livia kau mau langsung pulang atau belanja lagi?” tanya tommy
“sepertinya aku ingin belanja lagi, aku sudah lama tidak pergi belanja dan ke salon” jawab livia
Tommy memandang paper bag yang ada di kursi sebelah livia, jumlahnya sudah lebih dari 10
“kamu sepertinya gila belanja livia”
“semua wanita pasti gila belanja” bela livia sambil tersenyum senang
“mau kubantu? Aku bisa bantu kamu bawa barang barangmu selama kamu belanja”
“terima kasih, tapi bukankah kau harus kembali ke rumah sakit?”
“tidak harus, santai saja”
“kamu ini dokter jantung yang banyak menganggur sepertinya?”
__ADS_1
“Dokter juga pria biasa, kadang perlu menemani wanita cantik berbelanja”
“sepertinya aku lebih baik pulang jika seperti itu, aku tidak ingin membuat dokter jantung bolos meninggalkan pasiennya” livia tidak ingin bersama tommy, pria itu beristri ia merasa tidak nyaman meskipun mereka sebenarnya mereka berkeluarga.
“baiklah ku antar sampai mobilmu, bawaanmu terlalu banyak”
Kali ini livia tidak bisa menolak dan membiarkan tommy mengantarnya sampai ke mobilnya, setelah saling mengucapkan salam perpisahan livia menghidupkan mobil, menginjak pedal gas dan mengemudikan mobil menuju apartemennya.
Sejak itu tommy sering mengajak livia keluar untuk sekedar makan siang bersama, bahkan tommy beberapa kali mengunjungi apartemen livia untuk bertemu derren dan jonathan keponakannya.
“livia akhir pekan ini gimana kalau kita bawa anak anak ke taman hiburan?” tanya tommy pada livia yang saat itu berada di apartemen livia
“oke, sekalian bawa istrimu biar kita saling mengenal sebagai keluarga” kata livia
“kami baru saja bercerai, baru resmi beberapa hari yang lalu” jawab tommy pelan sambil menghembuskan nafasnya
“cerai?”
“iya, ketidak cocokan, minim komunikasi, dan hal hal lain”
“tidak bisa di bicarakan lagi?”
“dia yang menggugat, aku hanya mengikuti apa maunya.”
“oooh” hanya itu tanggapan livia, apa mungkin tommy juga seperti andrew? Livia tidak berani bertanya maupun berprasangka.
“sekarang kita sama sama lajang, gimana jika aku ingin mendekatimu?” tanya tommy sambil memandang wajah cantik livia
“kita keluarga tommy, lagi pula sepertinya kita lebih cocok berteman” tolak livia halus. Ia memang tidak memiliki perasan apapun pada tommy, hanya sempat kagum karena ketampanannya saja.
Livia terkekeh “kamu ada ada saja”
Hari ini livia dan naoki bertemu untuk sekedar saling berbicara masalah pekerjaan, selain seorang dokter spesialis jantung tommy juga seorang direktur di japan international hospital, memang keluarga andrew adalah pebisnis yang handal.
livia kadang meminta pendapat pada tommy memgenai beberapa hal yang kurang di mengerti, tommy pria yang cukup menyenangkan untuk sekedar berbagi pendapat.
Mereka asik mengobrol sambil makan siang, sesekali livia tertawa ringan karena candaan candaan tommy. Namun suasana hati livia menjadi kacau manakala seorang pria tampan yang sangat ia kenal datang kemudian duduk tak jauh dari meja mereka.
Siapa lagi kalau bukan naoki membawa gadis yang lengket selalu menempel di sampingnya.
Sesekali livia mencuri pandang, lalu saat naoki memergokikinya livia bergegas membuang pandangannya kadang juga sengaja membalas menatap naoki dengan pandangan sebal.
Ia sudah tidak mendengarkan apapun yang tommy katakan, pikirannya sedang mengembara entah kemana.
“livia siapa yang kamu lihat?” tanya tommy melihat tingkah livia yang gelisah
“Tidak ada...”
“apa kau ingat apa yang ku katakan tadi?”
“......” livia bingung menjawab apa
“livia...? apa sepertinya pikiranmu pergindari ragamu?”
__ADS_1
‘lagi ke meja seberang’ batin livia
“heheeee maaf tommy tiba tiba aku ingat sesuatu, malam ini bagaimana jika kita pergi ke club bersama geng kita. Aku akan traktir” kata livia ia frustasi melihat naoki bersama gadis itu
“oke...”
“aku akan kirim pesan pada hana dan yukari” kata livia mengambil ponsel dan memberitahu rencananya pada teman temannya
Memang mereka sering menghabiskan waktu akhir pekan mereka pergi ke club, kadang livia hanya berdua dengan tommy atau bertiga dengan yukari atau berlima dengan hana dan suaminy
Livia di antar tommy untuk kembali ke apartemennya karena sedikit mabuk livia tertidur ketika dalam perjalanan pulang livia terlalu banyak minum ia frustasi bayangan naoki berkelebat terus dimatanya bersama gadis lengket itu, karena tidak ingin membangunkan livia, tommy menggendongnya ala bridal style memasuki apartemennya.
Setelah asisten rumah tangga membukakan pintu tommy membawanya masuk ke dalam kamar livia, merebahkan tubuh livia diatas kasur, melepas sepatunya dan menyingkirkan rambut yang menutupi sebagian wajahnya.
Tommy memandangi wajah cantik yang beberapa bulan ini telah mengisi sebagian otaknya, diam diam ia mengecup kening wanita itu. Kemudian di pandanginya bibir ranum livia, ragu ragu ia mendekatkan bibirnya pada bibir Livia dan dengan lembut mengecupnya, namun entah dorongan apa tommy ingin mengulanginya dan mulai melumatnya.
Rasa bibir livia sangat manis tommy menginginkannya lagi, dan tiba tiba livia sedikit bereaksi, tentu saja tommy senang livia menunjukkan reaksi namun tommy menghentikan lumatannya saat ia mendengar livia berguman samar samar “.....” ia menggumankan nama seseorang
Tommy menjauhkan wajahnya dan menarik selimut untuk menutupi tubuh livia dan segera kembali ke rumahnya, perasaannya jelas kecewa. Ia tau livia telah menolaknya sejak awal namun tommy tak menyangka beberapa bulan bersama livia ia masih belum bisa masuk ke dalam hatinya sedikitpun padahal livia sama sekali tak menghindarinya.
Pagi harinya livia terbangun mendapati dirinya di atas tempat tidurnya, 'pasti tommy yang mengantarkannya' pikir livia ia segera mengirim pesan pada tommy untuk meminta maaf karena merepotkan dan tentu berterima kasih pada tommy.
Sore harinya livia membawa jonathan dan derren ke taman kota untuk bermain sebentar dan setelah mereka kembali ke apartemen livia segera memandikan kedua putranya dan mengajak bercengkrama di kamarnya, andrew bahkan tidak pernah menghubunginya untuk sekedar bertanya keadaan putranya.
Hanya zakia yang kadang meminta foto dan video kedua putranya, livia mengerti mungkin andrew masih tidak terima dengan perceraian mereka.
Jika andrew menghubungi livia, livia bisa menjamin pria itu hanya akan marah marah dan berteriak emosi seperti saat mereka berada di ruang persidangan.
Sungguh semua yang terjadi dalam hidup livia adalah rencana Tuhan yang tak bisa di campuri oleh manusia, sekeras apapun melawan tetaplah Tuhan yang berkjasa di atas segalanya, meskipun harus menyakitkan melihat tumbuh kembang derren dan jonathan tanpa ayah di samping mereka. Livia harus tetap bersyukur di banding kesakitannya berkah dari tuhan masih jauh lebih banyak ia terima.
Livia berjanji akan lebih sering beribadah mulai saat ini.
Livia mengotak atik macbooknya dan mendapati foto ia sedang berdoa di sebuah gereja di roma, foto itu di ambil oleh naoki.
Ia tersenyum melihat foto itu dan mengunggahnya ke akun istagramnya
“terima kasih Tuhan” caption yang ia tulis
Ia menggeser beberapa foto dan ia memandangi fotonya bersama naoki yang di ambil secara selfie.
Livia tersenyum, ‘naoki pasti bahagia banget sama gadis lengket itu’ batin livia tanpa sadar ia membelai wajah naoki di foto itu.
“mommy, who?” suara kecil itu membuyarkan lamunannya
“he is uncle naoki” jawab livia santai
“mommy’s friend?” tanya Derren lagi
Livia mengangguk “he is a nice person” kata livia
Derren memandangi foto pada layar itu dengan seksama...
aku kasih foto jonathan dulu deh 😉 biar naoki gemes nanti kalau ketemu 😆😆
__ADS_1
😍😍😙😙