Found Love In Kyoto

Found Love In Kyoto
#Series 4


__ADS_3

“siapa bilang, kau fans nomer 10 Olivia, karena fans nomer satu kei-chan adalah aku, kedua Joe, ketiga, Kenzo ke empat mommy kelima daddy” kata derren yang ternyata sejak tadi berdiri di ambang pintu.


“omong kosong Derren, masih ada nomer 6” Olivia protes


“ke 6 di isi Tiffany” itu adalah putri dari Hana


“masih ada ke 7”


“ke 7 di isi Ayumi dan Shizuku- chan” itu adalah putri kembar dari Yukari dan Yudha


“ke 8”


“ada Naomi-chan” itu adalah putri dari Sakura


“ke 9”


“jelas jelas ada Vicky chan” itu adalah adik Tiffany


“kau sangat menyebalkan...!” Olivia mendekati tubuh Derren dan tiba tiba menghentakkan sebelah kakinya tepat di ibu jari kaki Derren dan segera berlari meninggalkan ruangan itu.


Derren menyeringai karena ibu jari kakinya terasa sakit.


“Derren oniisan kau sangat kekanakan” kata Keiko sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


“Keiko kau jangan seperti Olivia, dia sangat menyebalkan aku ingin melemparnya kembali ke Indonesia”


“kau yang selalu mencari masalah dengannya” kata Jonathan prihatin pada Olivia yang selalu menjadi bahan bullyan bagi Derren


“ia sangat mudah marah dan mudah menangis aku tidak tahan untuk tidak menggodanya” jawab Derren sambil berlalu pergi meninggalkan Jonathan dan Keiko.


“ku rasa kadang Derren oniisan memang keterlaluan terhadap Olivia”


“hen’naotoko” kata Jonathan


*pria aneh


“nee oniisan, minggu depan aku harus pergi ke London ada perlombaan piano tingkat international, aku sedikit merasa gugup” kata Keiko seraya bangkit dari duduknya dan jari jemarinya menekan tuts pianonya sembarang


“tenanglah kau pasti bisa mengatasinya, siapa yang akan mendampingmu?”


“entahlah, tidak masalah jika mommy atau daddy tidak bisa mendampingiku, mereka memiliki 4 anak yang memerlukan biaya besar untuk pendidikan, wajar mereka sibuk” kata Keiko melangkah menuju jendela paris dan memandang ke arah luar rumah mewah itu


“kau seperti gadis dewasa saja, kau tidak perlu memaksakan dirimu” kata Jonathan yang telah berdiri tepat di samping adiknya


“nee oniisan, apa tidak masalah jika aku kelak hanya menjadi seorang musisi atau model?” tanya Keiko serius


“apa yang salah dengan profesi itu?”


“aku takut daddy dan mommy menentangku”


“jika mereka menentang, tentu semua alat music ini tidak akan ada di sini” Jonathan menjelaskan secara logika


Keiko tersenyum senang, kakaknya Jonathan adalah pria terhangat setelah Naoki ayahnya.


“apa kau ingin memiliki studio music sendiri?” tanya Jonathan


“lebih dari itu” Keiko menjawab dengan penuh keyakinan


“baiklah, aku pastikan akan mendukungmu Kei-chan” kata Jonathan pada Keiko seraya merangkul pundak adiknya dan membawanya berjalan menuju keluar dari ruangan yang di buat menjadi studio mini itu, meskipun orang tua mereka memperlakukan ke empat anak mereka tanpa membedakan tetaplah Keiko di manjakan dengan sedikit berbeda karena ia satu satunya anak perempuan di keluarga itu, bahkan Derren dan Jonathan juga memperlakukan Keiko dengan istimewa hingga tidak jarang Kenzo sedikit cemburu pada Keiko.


Akhirnya malam pergantian tahun tiba, setelah makan malam bersama di kediaman Livia, seperti biasa anak anak muda akan pergi berjalan jalan untuk sekedar melihat keindahan Tokyo di malam hari, kemudian menunggu matahari pertama terbit di awal tahun.


“kita akan kemana?” Tanya Olivia pada Jonathan


“Tokyo tower, kita akan merayakan di sana” kata Jonathan sambil mengambil kunci mobil.


“Ken-chan hayaken.....” teriak Keiko pada adiknya


*cepatlah


__ADS_1


Kenzo 👆


“hai hai onee-chan” teriak Kenzo adiknya tak kalah nyaring dari suara Keiko


“kalian tunggu sebentar Tiffany, Vicky, Shizuku dan Ayumi chan masih dalam perjalanan” kata Livia tiba tiba “astaga kalian tidak bisa lagi menggunakan 1 mobil, kalian sudah dewasa” Livia menggelangkan kepalanya


“sayang Naomi chan tidak disini” keluh Keiko, ia merindukan Naomi sepupunya yang tinggal di Sidney padahal baru dua hari mereka terpisah, tantenya Sakura membawa Naomi kembali ke Sidney tanpa menunggu pergantian tahun.


“masih ada tahun depan” jawab Livia sambil mengacak acak rambut putrinya.


Tidak berapa lama Tiffany dan adiknya Vicky, si kembar Ayumi dan Shizuku juga datang, Jonathan, Keiko Kenzo dan Olivia berada dalam sebuah mobil sementara Derren yang enggan pergi di paksa oleh ibunya untuk pergi dan mengendarai mobil yang berisi Tiffanny, Vicky, Ayumi dan Shizuku.


Anak anak memang selalu di haruskan merayakan pergantian tahun bersama sama.


8 orang itu kini berada di area Tokyo tower



Tokyo tower merupakan salah satu ikon kebanggaan Jepang yang menjadi incaran para wisatawan ketika berkunjung ke negara matahari tersebut. Pancaran kemegahan Tokyo tower di malam hari dengan hiasan lampu-lampu hias menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi pada malam tahun baru, kembang api, balon udara akan dilepaskan untuk merayakan puncak tahun baru.


Saat menjelang tahun baru, menara Tokyo akan menjadi gelap karena lampu yang dipadamkan. Kemudian saat hitungan mundur, lampu akan kembali menyala bergantian dari tower yang paling bawah hingga terakhir yang paling atas. Orang-orang akan berteriak dan bersorak menghitung mundur menuju tahun baru. Dan ketika tahun baru dimulai kembang api yang meletup-letup di langit bersamaan dengan ribuan balon yang dilepaskan berlatar belakang Tokyo Tower akan semakin memberikan keindahan pemandangan yang tak akan terlupakan saat melewati tahun baru.


Mereka menikmati malam pergantian tahun dengan sangat bahagia, kecuali Derren, ia tidak merasakan apa pun selain kesal karena harus mengikuti gadis gadis yang berbincang tidak menentu.


“kau tampaknya bosan” kata Jonathan pada kakaknya yang hanya diam saja dan selalu berdiri di belakang Olivia


“mommy benar benar kejam” jawab Derren “sebaiknya kita kembali ini sudah jam 2” ajak Derren yang di angguki Jonathan.


Akhirnya mereka kembali ke rumah, namun sekali lagi itu bukan akhir dari penderitaan derren, baru saja ia memejamkan matanya beberapa menit mommynya datang membangunkan Derren dan memaksa untuk pergi ke atas bangunan rumah mereka untuk menyaksikan matahari pertama di awal tahun.


Di negara yang terkenal dengan nama "negeri matahari terbit", tak heran kalau banyak orang Jepang yang memegang keyakinan bahwa matahari terbit yang pertama kali pada suatu tahun, atau "hatsuhinode", memiliki aspek supernatural.


Berdoa pada saat matahari mulai muncul di ufuk untuk pertama kali dalam tahun yang baru dikatakan memberi keberuntungan, khususnya jika dilakukan di tempat-tempat yang pemandangan matahari terbitnya sangat indah. Banyak orang bepergian ke gunung atau ke pantai, menunggu terbitnya matahari dan memulai tahun dengan semangat yang baru.


Menurut Derren itu adalah sebuah kepercayaan konyol namun dari pada ia mendengarkan ibunya mengomelinya lebih baik ia menuruti apa kata ibunya.


Di atap bangunan rumah semua berkumpul, Kenzo, Shizuku, Ayumi, dan Vicky menghidupkan kembang api.


Sedangkan para gadis gadis lain sibuk mengobrol saling berceloteh dan membuat video untuk media sosial mereka.


Tidak ada pilihan lain Derren memainkan bidak caturnya bersama Jonathan untuk membunuh kebosanannya, mereka berdua asik dengan strategi yang mereka bangun hingga tidak menyadari jarum jam menunjukkan hampir pukul 7 pagi dan semua orang yang berada di atap rumah itu telah masuk ke dalam rumah.


Akhirnya mereka menyudahi permainan catur dan menuju kamar masing masing, Jonathan menuju kamar Kenzo karena Tiffanny dan Vicky tidur di kamarnya, sedangkan Keiko tidur bersama Shizuku dan Ayumi.


Derren memasuki kamarnya dan terkejut melihat seseorang tidur dengan pulas di ranjangnya, Derren mendekatkan wajahnya pada wajah Olivia, wajahnya cantik, bulu mata dan alisnya cukup tebal, kulitnya putih kekuningan dan segar, wajahnya kecil dan caranya bersikap manja membuat ia gemas ingin menindasnya sepanjang waktu. Sudut bibirnya sedikit terangkat.


Karena malas berdebat ia merebahkan tubuhnya di samping Olivia dan memejamkan matanya yang terasa sangat berat.


Ketika Olivia bangun ia terkejut karena tubuhnya berada di dalam pelukan seseorang dan parahnya aroma dari tubuh yang memeluknya adalah aroma maskulin pria, ia memalingkan wajahnya untuk memastikan siapa yang memeluknya dari belakang dan segera ia membuang tangan kekar yang melingkar di perutnya karena menyadari Derren lah yang memeluknya.


“Derren bodoh!!!!” umpatnya sambil duduk


“Olivia kau yang bodoh, kau masuk kamarku” guman derren enggan membuka mata


“aku terpaksa kesini karena di kamar Keiko ada Ayumi dan Shizuku ranjangnya sesak” Olivia membela diri, namun apa yang ia ucapkan itu adalah fakta


“ada kamar tamu” Derren juga tidak akan pernah mengalah untuk Olivia


“aku enggan tidur di kamar tamu, harus ke lantai bawah, merepotkan”


Derren menarik tubuh Olivia hingga kembali terlentang dan membawanya ke dalam pelukannya


“Derren aku akan berteriak” ancam Olivia


“teriak saja, ruangan ini kedap suara”


“kau cabulll!!!”


“siapa yang ingin mencabulimu? Kau sendiri bilang bahwa kita biasa tidur bersama sejak kecil, sekarang kita tidur bersama. Mungkin juga kita bisa mandi bersama seperti ketika kita masih kecil” kata Derren yang tiba tiba telah berada di atas tubuh Olivia wajahnya sangat dekat.


Olivia reflek menjauhkan wajah Derren dengan kedua telapak tangannya, lalu berguling ke samping dan menutupi wajahnya sendiri.

__ADS_1


“Derren kurang ajar!!!” teriak Olivia


“aku tidak tertarik dengan tubuh kurusmu , tenang saja aku tidak akan mencabulimu” kata Derren sambil berguling ke sisi ranjang yang kosong dan membungkus tubuhnya dengan selimut lalu memejamkan matanya kembali


Olivia segera melarikan diri dari kamar Derren dan masuk ke dalam kamar Keiko, Olivia melihat ketiga gadis itu masih terlelap jadi Olivia membiarkan mereka menikmati tidur mereka. setelah membersihkan tubuhnya Olivia bergegas menuju ruang makan, kerena ia merasa lapar.


Pelayan segera menyiapkan makanan untuk Olivia, baru saja Olivia hendak memasukkan sup ke dalam mulutnya seseorang memegang pergelangan tangan Olivia dan memasukkan sendok sup Olivia ke mulutnya sendiri.


Siapa lagi yang memiliki kebiasaan merebut makanan Olivia sejak mereka kecil kalau bukan Derren.


Olivia meletakkan sendok supnya tanpa memprotes kebiasaan Derren lalu bangkit menuju dapur untuk meminta asisten rumah tangga menyiapkan makanan lagi untuk Derren, bukan untuk Derren tepatnya untuk dirinya karena makanan miliknya telah berganti kepemilikan.


Mereka berdua menyantap makanan tanpa saling berbicara hingga Jonathan datang dan bergabung bersama meraka duduk di meja makan yang pemuh kecanggungan.


“sore ini nenek akan mengajak kita ke kuil untuk berdoa” kata Jonathan, itu juga salah satu tradisi masyarakat Jepang yang wajib di lakukan di tiga hari pertama pergantian tahun.


“baiklah” kata Olivia


“kalian sepertinya benar benar tidak bisa berteman” kata Jonathan memandang Olivia dan Derren bergantian dan kedua orang itu tidak ada yang menjawab perkataan Jonathan.


Wajah Olivia tampak kesal sedang wajah derren? DATAR!


15 menit kemudian nyonya dan tuan Yamada datang, Midori memarahi menantunya Livia karena semua anak anak masih tidur sementara waktu sudah menunjukkan jam 2 siang. Akhirnya Livia membangunkan anak anak yang masih tidur, mengisntruksikan mereka untuk segera mandi lalu makan siang sekaligus sarapan.


"Livia kau ini bagaimana? sudah berapa tahun berada di jepang? kalian harus pergi ke kuil untuk merayakan tahun baru, itu tradisi tidak boleh di hilangkan, kalian generasi muda harus melanjutkan budaya kita, kalau tidak budaya ini akan punah di tangan generasi selanjutnya" omel mertuanya.


Livia sudah kebal, meskipun akhirnya hubungannya dengan Naoki di terima oleh keluarga yamada namun tetap saja ibu mertuanya ini sering mengomel dan menyalahkan Livia terutama dalm hal mendidik anak anak, karena Livia dan Naoki selalu memakai bahasa Ingris untuk berkomunikasi dalam sehari hari, kadang juga memakai bahasa Indonesia, bagaimanapun anak anak harus tau bahasa ibu mereka bukan? dan untuk bahasa Jepang, anak anak akan bisa dengan sendirinya karena lingkungan pergaulan dan sekolah.


Tapi sekali lagi, ayah mertuanya selalu menguatkan Livia, "jangan masukkan kehati" kata beliau


Derren, Jonathan, Keiko, Kenzo, Olivia, Tiffany, Vicky, Shizuka dan Ayumi, mereka dengan patuh mengikuti kedua orang tua itu untuk pergi berdoa ke kuil.



Livia dan Naoki juga mengikuti mereka karena takut pada omelan nyonya Yamada.


“andai mereka semua anak kita” kata Livia di perjalanan


“kau merawat 4 anak saja sering marah marah, aku tidak yakin kau akan sabar menghadapi 9 anak nyonya Yamada” jawab Naoki sambil tertawa ringan


“itu karena Jonathan benar benar bandel ketika masih kecil dan Keiko sangat cengeng, astaga putrimu itu sangat cengeng” keluh Livia


“ku rasa Keiko mewarisi gen darimu Livia”


“kau jangan mengejekku”


“aku bicara fakta”


“faktanya kau mencintai wanita cengeng, bahkan kau rela menungguku”


“yaaa faktanya ada yang takut aku membatalkan pernikahan padahal aku hanya menggertak”


“jadi kau hanya menggertakku hah?” Livia membelalakkan matanya


“tentu saja, mau tidak mau kau harus tetap ku nikahi, kau tidak memiliki pilihan Livia” ejek Naoki


“hubby kau benar benar pria licik” kata Livia sambil tertawa senang


Setibanya di kuil seperti biasa hanya Derren yang tampak tidak antusias sedangkan Olivia menganggap itu adalah sesuatu yang unik jadi ia sangat antusias.


Jonathan dengan sabar menjelaskan pada Olivia setiap detailnya



Setelah berdoa dan memberikan persembahan lima yen mereka mengambil kertas ramalan (omikuji), Olivia membuka kertas ramalan “Joe bacakan untukku” pinta Olivia karena tulisan pada kertas ramalan adalah huruf kanji, Olivia sama sekali tidak mengerti.


“keberuntungan dan cinta” kata Jonathan.


Tentu saja Olivia langsung kegirangan dan tersenyum puas.


Dari sinilah kisah cinta, kemalangan, keberuntungan, putus asa, kebencian, tangis dan tawa dimulai....

__ADS_1


TAP JEMPOL PLISH 🤗😙😍


JJEMPOLNYA PADA KEMANA 😭 PDHL DI CHAPTER 50 DAPET 1800 JEMPOL KOK SEKARANG GAK SAMPE 500 😭😭 KEMANA TU YANG 1400 NYA 😭😭😭😭


__ADS_2