
Olivia duduk di samping Miranda dan menyandarkan kepalanya di bahu Miranda untuk menikmati pikiran mereka masing masing.
Tidak lama Theo dan Richard datang, mereka berlima termasuk Keiko terlibat pembicaraan tentang Merry karena ternyata Richard adalah psikiater yang menangani kasus Merry, namun sesuai prosedur dan sumpahnya Richard hanya mengatakan Merry adalah pasiennya yang mengalami penyakit skizofrenia.
“Istilah "skizofrenia" berasal dari bahasa Inggris yaitu "schizophrenia" yang memiliki arti "pikiran terbagi atau terpecah" di mana hal itu mengacu pada terganggunya keseimbangan pada emosi dan pikiran. Skizofrenia juga diartikan sebagai sekelompok gangguan berat pada otak di mana orang akan menafsirkan realitas dengan abnormal, tidak seperti orang pada umumnya. Orang yang mengalami hal ini akan mengalami beberapa hal seperti halusinasi, khayalan, dan gangguan pada pemikiran dan perilaku. Mayoritas dari penderitanya mengalami rasa takut yang luar biasa. Biasanya, penyakit ini mulai muncul pada usia dewasa muda. Skizofrenia bisa dikatakan sebagai sebuah kondisi yang kronis. Sebab, penderitanya tidak dapat dilepaskan dari namanya pengobatan. Mereka harus mendapatkan perawatan seumur hidup mereka” kira kira Richard menjelaskan seperti itu.
“jadi Merry tidak di tahan?” tanya Miranda
“tidak, ia hanya menjalani rehabilitasi” kata Richard
“Derren aku takut, ayo kembali ke Tokyo”
Derren mengangguk sambil menatap wajah Olivia dengan tatapan sayang
“aku akan merindukan kau dan Crystal” kata Miranda dengan sangat berat “Derren aku ingatkan kau, jangan sampai sekalipun Olivia datang lagi mengetuk rumahku untuk kesekian kali karena ia menangisimu, aku sungguh benci kenyataan itu, maksudku aku bahagia jika harus tinggal lagi bersama Olivia dan Crystal, namun aku tidak ingin Olivia sedih karena kau” kata Miranda galak, lebih galak dari pada Olivia.
Olivia terkekeh melihat Miranda begitu galak pada Derren
“aku juga tidak ingin melihat Olivia menangis lagi meskipun aku juga tidak keberatan merawat Crystal lagi” Theo juga mengatakan hal yang sama
“aku juga tidak keberatan merawat Olivia dan Crystal” Richard ikut ikutan dengan nada mengejek Derren.
Derren melirik sinis pada Richard.
“Oniisan aku akan memukulimu dengan biolaku jika kau menyia nyiakan oneesanku dan Crystal” kata Keiko tak kalah galak
Kali ini Derren benar benar seperti seorang terdakwa yang sedang di adili oleh para pendukung Olivia, jika saat itu ada Jonathan dan Tiffany jelas ia benar benar harus menangis di pojokan.
“oh iya, alat apa yang kau pakai untuk menyadap pembicaraan Olivia dan melacak di mana ia berada?” tanya Miranda serius, ia benar benar penasaran
Derren melirik leher Olivia
Dan semua mata tertuju pada liontin berbentuk angsa yang tergantung di leher Olivia.
“kau? Mematai matai seluruh pembicaraanku sepanjang aku memakai ini?” tanya Olivia tidak senang
Derren hanya mengangkat alisnya
Olivia cemberut
“lepaskan alatnya atau aku akan kubuang kalung ini?” kata Olivia galak
“salahkan Jonathan yang mencetuskan ide itu” jawab Derren santai
“kita belum selesai mr. Tjiptadjaja” Olivia memperingatkan dengan nada galak dan tatapan kesal.
“baik mrs. Tjiptadjaja” Derren mengernyit, mungkin malam ini Derren harus belajar membujuk wanitanya lagi. Ternyata benar kata ayahnya Naoki rumah tangga tidak sesederhana dua orang bocah bertengkar karena berebut mainan.
__ADS_1
Alat itu di pasang sendiri oleh Jonathan yang langsung terbang dari Tokyo setelah mendengar Olivia kabur lagi, ia bahkan rela meninggalkan Tiffany yang baru saja ia nikahi.
Jonathan rupanya ingat Olivia dulu selalu memakai kalung dengan liontin berbentuk angsa yang ia yakini pemberian dari Derren.
Akhirnya setelah semua berkumpul mereka harus pergi ke kantor polisi untuk berita acara Pemeriksaan, Olivia sebagai korban dan semua yang terlibat sebagai saksi, Derren bahkan menyewa beberapa pengacara paling terkemuka di London, ia tak peduli berapa pun biayanya asal bisa menghancurkan Merry hingga berkeping keping ia akan melakukannya!
Besok paginya berita di London di gemparkan dengan berita
“putri tunggal Peter Sword menculik dan melalukan percobaan pembunuhan terhadap tunangan cucu master Edward Pollini”
“Konspirasi keluarga Sword dan kesehatan mental putrinya di pertanyakan”
“tunangan cucu master Edward Pollini menjadi korban penculikan”
Dan berbagai berita lain, wajah Olivia mendadak menghiasi berbagai macam media di London, Derren cukup cerdik menggunakan ketenaran Keiko dan Kakeknya untuk menaikkan berita penculikan itu.
“Derren, kenapa cepat sekali berita ini?” tanya Olivia tang baru saja membuka matanya pagi itu.
“terlalu pagi kau sudah memainkan ponselmu” kata Derren
“salahkan Keiko dan yang lain karena ponselku tidak berhenti berbunyi” kata Olivia enggan di salahkan, memang sedari pagi baik Keiko, Miranda, Louis dan teman temannya yang lain banyak mengiriminya pesan.
Belum lagi Livia dan keluarganya yang terus menelfonnya, bahkan mungkin calon mertuanya itu sedang berada dalam perjalanan menuju London lagi padahal baru beberapa hari kembali ke Tokyo.
“dunia harus tau, tidak ada yang boleh menyakitimu Olivia” guman Derren “Merry harus membayar semuanya”
“kau cukup menonton sayangku, percayakan semua pada suamimu”
“kita belum menikah”
“meskipun kita belum menikah tetap saja akulah pria yang akan menikahimu, hanya aku pria yang boleh menikahimu”
Olivia memerah, merasa sangat bahagia.
“kenapa wajahmu memerah? Mmmmmm? Kau ingin membuatku gemas padamu?” tanya Derren setengah menggeram sambil tubuhnya berpindah ke atas tubuh Olivia
“aku tidak menggodamu” kata Olivia sambil menggigit bibir bawahnya
“kau semakin menggodaku Olivia”
“Derren, apa yang kau inginkan?” tanya Olivia galak
“tentu saja olah raga pagi”
“kau mesum”
Derren mengecupi leher Olivia dengan tiba tiba hingga membuat Olivia sontak menahan kepala Derren berusaha menjauhkan dirinya
__ADS_1
“Derren kau membuatku geli”
“Ayolah sayang, temani aku Olah raga”
“tidak hari ini”
“Sebentar saja”
“mustahil kau sebentar”
“aku janji” kata Derren sambil menatap Olivia dengan tatapn puppy eyes
“aku tidak percaya” kata Olivia sambil sedikit tertawa namun tatapan matanya menggoda Derren
Akhirnya Olivia menyerah, ia membiarkan Derren melakukan apa yang di inginkan, nyatanya mereka tidak sebentar, bahkan Derren hampir mengulanginya di kamar mandi jika Olivia tidak cemberut sambil menunjuk luka di pipinya.
Pagi itu, semuanya berubah, semua kesalah pahaman telah teratasi, tidak ada lagi tatapan permusuhan dimata Olivia yang selalu ia tunjukkan setiap Derren mendekatinya.
Di sebuah ruangan dingin dan sepi yang bernuansa putih, Merry duduk sambil memeluk lututnya dan meletakkan kepalanya di atasnya
Akhirnya ia tinggal di tempat yang paling ia takuti. Rehabilitasi mental dan jiwa!
Ia dan keluarganya telah menyembunyikan gangguan psikologisnya selama 10 tahun namun semua berakhir sudah.
Seorang perawat masuk ke dalam kamarnya
“nona, pengacaramu ingin bertemu”
Merry tidak merespon
“nona...” panggil perawat itu lagi
“aku tidak ingin bertemu siapa pun” jawabnya datar
“nona anda telah menolak untuk bertemu semua orang, keluarga anda pasti menjadi cemas”
Merry tidak bergeming
“pergilah”
Perawat itu terpaksa pergi meninggalkan Merry.
Keluarga? Keluarga apa?
Ayahnya bahkan tidak peduli padanya, ibunya hanya datang satu kali. Ayahnya selalu memaksakan kehendaknya, kedua orang tuanya yang menginginkan ia menjadi dokter, tidak peduli suka atau tidak suka, sejak kecil Merry harus mengikuti kemauan mereka, harus menjadi yang terbaik di kelas, harus menjadi Dokter, harus mampu mewarisi bisnis keluarga.
JANGAN BOSEN BOSEN UNTUK TAP JEMPOL KALIAN 😚😚😚
__ADS_1
TIPS KOIN JUGA BOLEH 😅😅😅😅