
3 hari kemudian richie kembalikan kepada camelia, camelia dan teman prianya di deportasi dan di baned secara permanen sehingga tidak akan bisa lagi masuk ke negara jepang. Dengan kata lain andrew tidak ingin wanita itu menggangu kehidupannya bersama livia dan andrew menggunakan seluruh koneksinya untuk melakukan itu.
Livia sangat sedih melepaskan richie, ia ingin merawat richie namun camelia tidak ingin melepaskan richie untuk di adopsi oleh livia dan andrew, setidaknya camelia masih memiliki jiwa keibuannya tidak membiarkan anaknya di adopsi orang lain selama ia masih hidup, meskipun andrew dan livia benar benar tidak yakin camelia akan merawat putranya dengan baik.
Sesuai kesepakatan Andrew hanya akan menjamin kehidupan richie namun tidak dengan camelia, jadi untuk memudahkan andrew akan mengutus orang kepercayaannya ke canada mencarikan sekolah terbaik yang menyediakkan asrama lalu semua pembayaran keperluan richie di bayar langsung melalui yayasan, uang tidak akan lagi di sentuh oleh camelia dan richie akan tinggal di asrama.
Dan untuk mengusir rasa jenuh livia setelah richie tidak ada ia mulai belajar bahasa jepang.
CANADA
Sesampainya di canada Camelia melangkah menuju apertemen yang ia sewa bersama kekasihnya, wanita berambut pirang itu menghempaskan tubuhnya sambil menyeringai jahat.
‘kau bisa menyingkirkanku kali ini, namun kau tidak akan bisa menghindar dari seseorang’ batin camelia
Luka lama dan harga diri seorang andrew charles tjiptadjaja yang sangat tinggi, seorang andrew tidak akan melupakan wanita yang pergi meninggalkannya begitu saja. camelia tau itu, pria itu akan terobsesi jika ada seorang wanita berani pergi meninggalkannya, begitu wanita yang pernah menginjak harga dirinya datang kembali kehadapannya ia pasti akan bermain main dengan caranya.
Tidak lama berbaring camelia memanggil seseorang dengan ponselnya, berbicara dengan serius kemudian tertawa renyah dan kembali melangkah pergi meninggalkan tempat itu.
TOKYO
Beberapa bulan kemudian...
“istriku terima kasih” andrew berulang ulang kali mengecup kening livia “livia putraku cakep banget livia, kamu pinter banget sih bikinnya” andrew mengucapkan kata katanya tanpa malu malu di depan semua orang yang berada di kamar rumah sakit karena 5 jam yang lalu livia baru saja melahirkan putra mereka yang sangat tampan, wajahnya benar benar mirip livia dalam versi laki laki.
Ingin rasanya livia mmenutup mulut suaminya dengan lakban, jelas saja livia malu dengan kata kata andrew karena ayah bundanya ada di ruangan itu, bahkan daddy dan mommynya andrew juga ada didalam ruangan itu.
Mereka telah datang ke tokyo sejak seminggu yang lalu untuk menyaksikan cucu pertama mereka lahir.
Danu tidak bisa datang karena gendis sedang dalam keadaan mengandung 7 bulan, sedangkan yudha ia masih dalam perjalanan menyusul.
“drew ngomongnya gitu banget deh” gerutu livia pelan
“tapi beneran kan kamu pinter banget bikinnya” bisik andrew
Livia mencubit perut andrew yang keras, kemudian pindah ke pahanya yang lebih mudah untuk di pelintir.
“aaawwwwww” pekik andrew
“andrew jangan berisik nanti cucu gemma bangun” kata sofia sambil terus memperhatikan bayi mungil yang sedang menyusu di pelukan livia
“kalian udah siapin nama belum?” tanya yunita
“belum bunda” sahut andrew, “livia gak mau tau jenis kelaminnya duluan jadi kita gak siapin apa apa selain kamar bayi dan sefikit kebutuhannya” kata andrew
“untung gak kebeli warna pink” kekeh livia “bunda ini dedenya” Ia menyerahkan bayinya yang sudah kenyang dan tertidur pada bundanya yang berada paling dekat dengannya.
Dan disambut dengan senang oleh bundanya, kemudian di letakkan di box bayi.
“jangan di angkat angkat terus nanti bau tangan” kata bundanya dan wejangan wejangan khas orang jawa mulai keluar dari mulut bundanya “livia gak boleh makan ini, gak boleh makan itu” kata bundanya.
'Bagaimana mungkin gak boleh makan ini itu? Ini di jepang bukan di jawa' batin livia.
Tapi ada hal yang bikin andrew frustasi, karena tidak boleh berhubungan dengan livia hingga 40 hari
“hah??????” pekik andrew, ‘bagaimana mungkin 40 hari??? Puasa gak nyentuh istrinya 40 hari? Apa tidak salah???' Gerutu andrew
“sayang kapan kita bulan madu?” tanya andrew ketika mereka hanya tinggal berdua
“kalau kita bulan madu terus dede sama siapa?”
“ada dua neneknya yang siap mengurus” kata andrew
”setelah 40 hari ya drew, siapin aja tiket sama fotografernya”
__ADS_1
“kamu mau bulan madu apa foto sih livia?”
“keduanya dong, aku kan belum pernah jalan jalan sama kamu selain di kyoto” livia antusias
“oke nyonya” jawab andrew senang ia akan memakan habis livia setelah 40 hari
“tapi sayang, selama puasa gimana kalo aku pengen?”
“beli aja dulu yang kaya punya mas yudha” livia terkekeh
“kamu nyuruh aku main sama karet?” tanya andrew kesal
“gapapa kan itu cuma karet” jawab livia dengan wajah jahil
“awas kamu yaaa” andrew langsung menyegel bibir livia dan dengan brutal menghisapnya seolah olah ia kelaparan
“andreeeeew” teriak sofia yang tiba tiba masuk ke ruangan itu, Livia mendorong tubuh andrew dan menutupi wajahnya yang memerah karena malu dengan telapak tangannya “istri kamu lelah, kamu yaaa mau macam macam” gerutu sofia sambil menggeleng gelangkan kepalanya
“gak mommy, aku cuma mau hukum dia karena livia nyuruh...”
“dreeeww” pekik livia reflek jarinya menjewer telinga andrew untuk menghentikan mulutnya
“sayang lepasiiiin aaawwww sakit...” andrew meringis kesakitan “ampun sayang” pintanya
Livia melepaskan telinga suaminya dengan kesal
“mommy mau keluar sebentar sama bunda buat belanja, livia kamu istirahat, jangan pedulikan andrew” kata sofia yang memang masuk ke kamar livia dengan niat hendak berpamitan pada menantunya
“ccckkkkk dasar wanita belanja aja di urusin”
“coba bilang di depan mommy kalau berani” tantang livia sambil mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada hana dan yukari serta teman temannya di indonesia.
Kemudian berhenti di kontak naoki, mungkin harus memberinya kabar baik ini namun ia ragu, ia memilih memberikan kabar baik pada sakura.
“hello welcome to the world our babby boy” tulisnya
Dan dalam beberapa menit isi pesannya penuh dengan ucapan selamat.
“selamat untuk kalian, telah menjadi orang tua semoga keberkahan selalu melimpahi keluarga kalian” pesan itu dari naoki, pasti sakura telah memberi tahu pada naoki bahwa livia telah melahirkan.
“terima kasih” kata livia ia mengirimkan foto putranya pada naoki.
“kawaii” balas naoki
Livia tersenyum bahagia dan meletakkan ponselnya.
Andrew melirik ponsel livia, ia tau siapa yang mengirim pesan pada livia, ia juga tau di laptop istrinya banyak foto foto kebersamaanya dengan naoki, ia tidak bisa berbuat apa apa, karena andrew menyadari siapa sebenarnya orang ketiga di antara mereka. dan ia juga tidak berani protes pada livia, istrinya akan berbalik lebih galak darinya jika ia melakukan protes.
Dua minggu setelah livia melahirkan
Siang itu andrew baru saja selesai makan siang bersama clientnnya di sebuah restoran bergaya barat, ia bermaksud keluar dari restoran itu ketika tanpa sengaja seorang gadis menubruk tubuhnya.
“im sorry” kata wanita itu memohon maaf
“za... kia?” andrew berguman saat menyadari siapa gadis yang menubruknya
“andrew...? Kau?” kata gadis yang di panggil andrew Zakia, gadis cantik, bertubuh tinggi, berambut sedikit coklat, dengan bentuk wajah khas timur tengah.
“zakia?, sedang apa kau di sini?” tanya andrew heran
“untuk makan, untuk apa lagi? Hey apa kabarmu? Apa kau sedang berlibur ke jepang?” tanya zakia sambil mengamati pakaian yang di kenakan andrew “oh sepertinya aku salah” lanjutnya, ia menyadari andrew mengenakan setelan jas rapi.
“aku tinggal disini” jawab andrew sambil menatap wajah cantuk zakia “ku rasa aku harus berbicara sedikit denganmu” lanjut andrew sambil menarik sebuah kursi dan kembali duduk di restoran itu.
__ADS_1
Andrew memanggil pelayan dan membiarkan zakia memesan makanan
“apa kau telah beristri?” tanya zakia sambil melirik cincin di jari manis andrew
Andrew hanya diam
“andrew, maafkan aku, maksudku aku...” zakia menghentikan kalimatanya karena pelayan datang dan meletakkan pesanan zakia
“kau berlibur disini?” tanya andrew
“tidak, aku datang untuk beberapa bisnis ayahku, aku membawa beberapa bongkah berlian” jawabnya riang
“bagus, apa kau telah menikah?”
“maafkan aku, dulu aku meninggalkanmu tanpa kata kata, ayahku menjodohkanku, aku harus kembali ke uzbekistan untuk menikahi pria pilihan orang tuaku”
“kau bahagia?”
“kami telah bercerai 6 bulan yang lalu” jawab zakia santai “bagaimana dengan kau dan camelia? Aku tidak menyangka kau memacari camelia sahabatku beberapa bulan setelah kita berpisah” zakia tertawa ringan
“kau yang meninggalkanku, tapi kau memata mataiku ternyata”
Zakia tersenyum simpul “bagaimana bisa aku melupakan cinta pertamaku dan pria yang pertama kali mengambil kesucianku” jawab zakia malu malu.
Tubuh andrew tiba tiba membeku, darahnya terasa berdesir.
Zakia adalah cinta pertama andrew ia meninggalkkan andrew tanpa kata, saat itu andrew bisa saja menyusulnya ke uzbekistan namun harga diri andrew terlalu tinggi, ia tidak harus menyusul zakia pikirnya, zakia akan kembali padanya jika ia ingin, namun pada kenyataannya zakia tidak pernah kembali, bahkan andrew sengaja mengejar camelia teman akrab zakia agar zakia marah.
Dengan berjalannya waktu hubungannya bersama camelia berubah menjadi pasangan yang manis, andrew tidak lagi mengharapkan zakia kembali karena Camelia sangat pandai memgambil hati andrew, namun siapa sangka camelia justru menghianatinya.
Zakia makan dengan tenang di hadapan andrew, dan andrew menatap wajah cantik zakia lekat lekat.
“andrew bisakah kita berbicara lebih lama lagi?” tanya zakia sambil mengelap bibirnya dengan tisu
“aku harus kembali ke perusahaan” jawab andrew dingin matanya terus tertuju pada wajah zakia
“baiklah, aku tadi ke sini dengan taxi jadi bisakah kau mengantarkanku ke hotel?” pinta zakia
“baiklah” kata andrew, ia menuju meja kasir dan membayar tagihan di meja mereka
Kemudian mengantarkan zakia menuju hotel, namun zakia berkata sedikit pusing dan minta bantuan andrew mengantarnya sampai ke dalam kamar, dengan perasaan bimbang andrew memapah zakia menuju kamarnya.
“apa kau perlu obat? Aku akan panggilkan dokter untukmu” kata andrew sambil mendudukkan zakia di atas ranjang
“tidak, aku hanya perlu tidur sebentar” jawab zakia lemah
“baiklah, ini kartu namaku” andrew mengeluarkan selambar kartu nama dan meletakkannya di telapak tangan zakia “hubungi aku jika kau perlu sesuatu, aku pergi dulu”
Baru saja andrew hendak melangkah zakia menarik pergelangan tangan andrew dengan erat dan mulai terisak
“andrew... bisakah kita?” suaranya pelan bercampur isakan
“zakia, aku telah...” andrew ragu, mengapa zakia datang? Di saat seperti ini? Ia memiliki livia yang menunggunya di rumah bersama putra mereka dengan wajah tak berdaya.
“aku tak perduli, aku hanya rindu padamu untuk saat ini, bisakah kau memelukku? Kumohon...” pinta zakia dengan suara rendah
Andrew tak bisa menolak magnet zakia, bayangan indah masa lalu saat umur mereka masih 18 tahun, mereka masih di awal semester perguruan tinggi, mengenal satu sama lain dan terjerat dalam ikatan manisnya cinta pertama, menjalani pasang surut hubungan dan gelombaang naik turun emosi di masa muda.
Andrew memeluk zakia dengan ragu namun zakia memeluk andrew dengan erat hingga perlahan lahan andrew benar benar memeluk zakia seperti dulu, penuh kasih dan mulai menciumi bibir merah zakia yang sedikit asin karena tercemar air matanya.
Andrew menyingkirkan bayangan livia berulang kali, otaknya penuh dengan livia namun hasrat lelakinya yang telah lama tertahan menginginkan tubuh zakia.
Akhirnya andrew tidak kembali ke perusahaan, ia bergumul bersama zakia, dan baru kembali ketempat tinggalnya bersama livia seteleh jam 9 malam.
__ADS_1