
Derren melingkarkan lengannya di pinggang Olivia
“Olivia aku mencintaimu” bisik Derren
Olivia hanya tersenyum, ia berjinjit untuk mencium Derren namun tetap saja ia tak bisa menjangkau karena tingginya hanya sampai pada pundak Derren.
Derren sedikit menundukkan kepalanya, memerikan apa yang Olivia inginkan.
“Olivia malam ini kau tidak akan ku lepaskan” bisik Derren seolah ia sedang mengancam Olivia
“kau berbicara seolah olah kita belum pernah melakukannya” guman Olivia menggoda
“ini berbeda, sekarang kau milikku sepenuhnya, aku berhak atas dirimu seumur hidupku Olivia, mulai sekarang kau harus patuh padaku dan juga percaya padaku” geram Derren
“baik suamiku” seringai Olivia
“aku pasti akan merawatmu, menjagamu seumur hidupku” kata Derren seperti sedang mengikat janji
“mmmm Derren kupasrahkan hidupku padamu” kata Olivia lembut dan penuh kepercayaan.
Derren mengangkat tubuh Olivia dan mencumbui gadis yang telah resmi menjadi istrinya tanpa sejengkal pun bagian tubuh Olivia ia lewatkan, malam itu kedua insan itu seolah melepaskan seluruh kerinduan yang telah bertahun tahun mereka pendam, mencurahkan seluruh cinta mereka dalam api yang membara.
Tidak hanya sekali dua kali namun Derren benar benar tidak melepaskan Olivia sedikit pun, Olivia bahkan merasa seperti mereka baru melakukan untuk pertama kali, tubuhnya terasa tak lagi bertulang, ia hampir tak mampu lagi berdiri karena ulah Derren.
Pria itu benar benar seperti seekor serigala lapar di atas ranjang.
Olivia membuka matanya ketika matahari telah tepat di atas kepala, dan telat saat ia membuka matanya ia mendapati Derren sedang memandangi wajahnya.
Olivia segera menutup wajahnya dengan selimut.
“Derren apa apaan kau ini?" suara Olivia dari balik selimut
“memandangi istriku” goda Derren sambil menarik selimut yang menutupi wajah cantik Olivia
“Derren pergilah, aku tidak ingin melihatmu” Olivia kesal karena Derren membuatnya salah tingkah.
Olivia berusaha menarik kembali selimut untuk menutupi wajahnya namun Derren menahan tangannya.
“kejam sekali istriku, aku ingin menikmati pagiku memandangi wajah cantik istriku”
Olivia dengan malu malu membuka matanya dan mulai mengamati wajah Derren, kantung matanya tampak jelas. “kau? Derren apa kau tidak tidur?”tanyanya
Derren hanya mengangkat kedua alisnya, ia memang tidak tidur. Setelah melepaskan Olivia ketika hampir pagi ia memandangi wajah Olivia hingga Olivia bangun, ia sangat memuja gadis yang sedang terlelap seperti tak berdaya. Ia tidak ingin melewatkan pagi pertamanya menjadi suami Olivia!!
“ayo bangun, aku akan menyiapkan sarapan untukmu” kata Derren sambil mengelus rambut di kepala Olivia
“aku ingin Crystal” guman Olivia
“kita akan bertemu Crystal besok”
“tapi aku merindukannya”
Mata Derren menyipit tidak senang.
__ADS_1
“istriku, hari ini kau istirahatlah, besok kita terbang ke Tokyo”
“aku merindukan putri kita” rengeknya
“baik setelah sarapan, bersiaplah kita pergi ke mansion granddad dan menginap disana” Derren tak mampu menolak keinginsn gadis pujaanya
“tidak” tolak Olivia cepat “aku tidak mau menginap, oke besok saja kita bertemu Crystal” Olivia khawatir Derren memakannya berlebihan di mansion kakeknya, ia tidak akan bisa bangun lagi dan itu tentu saja memalukan!!!
“istriku memang penurut” puji Derren sambil mengecup kening Olivia, sudut bibirnya menyeringai penuh kemenangan.
Livia ibunya adalah ibu yang paling pengertian!!!
Sore harinya Andrew datang ke tempat tinggal mereka bersama Zakia tanpa di duga.
“dimana Crystal?” tanya Andrew ketika baru saja duduk di sofa
“mommy membawanya” jawab Derren
Olivia menghidangkan teh dan beberapa kue untuk mertuanya dan duduk di samping Derren.
“aku dan Tommy berencana melakukan akusisi saham di rumah sakit milik keluarga sword”
Derren mengerutkan keningnya
“siaapa yang akan mengurusnya disini?” tanya Derren
“dimana kalian akan tinggal?” tanya Andrew
“kami akan tinggal di tokyo, istriku tidak ingin lagi tinggal disini” kata Derren sambil meraih telapak tangan Olivia
“kalau begitu biar aku dan tommy yang yang akan mengurus rumah sakit itu” kata Andrew sambil membuka laptopnya yang terletak di atas meja.
Ketika laptop itu di nyalakan, terlihat back ground laptop itu adalah foto Andrew dan keiko. Olivia langsung melirik wajah Zakia yang sedikit terlihat suram.
“tante, bagaimana jika kalian akan makan malam disini?” tanya Olivia hati hati “aku akan memasak”
“oh ya, ku dengar kau pandai memasak Olivia” Zakia oangsung tanggap dengan ketegangan Olivia
“tidak juga, tapi tante dan daddy harus mencobanya” sebenarnya Olivia ingin memanggil Zakia mommy, tapi Derren pernah melarangnya.
“baiklah, ayo ku bantu” kata Zakia dan mereka bangkit menuju dapur.
Mereka bercakap cakap dengan hangat, Zakia bukan wanita menakutkan seperti yang Olivia bayangkan.
Wanita ini cukup ramah dan hangat menurutnya.
“tante apa Nameera bisa hadir di pernikahan kami di Tokyo nanti?
“tante akan memberitahunya nanti, ku harap ia sedang tidak ada jadwal terbang”
“ada Richard juga, semuanya berkumpul pasti sangat menyenangkan” kata Olivia
“betul, seharusnya semua berkumpul”
Tidak lama berselang Derren muncul di dapur
__ADS_1
“sayang apa kau perlu bantuanku?” tanya Derren
Olivia menggelengkan kepalanya, ia tau apa isi kepala suaminya, Derren hanya ingin menempel padanya!!!
“kau mengobrol bersama Daddy saja, di dapur sudah ada dua wanita, itu sudah cukup” Olivia benar benar geli dengan tingkah Derren
Derren meninggalkan dapur dengan kecewa! Usahanya tidak berhasil, benar benar ia memiliki ibu yang pengertian namun ayah kandungnya tidak!!!
“Derren sangat pendiam” kata Zakia
“tidak tante, Derren sebenarnya tidak pendiam, hanya memang tidak banyak bicara, terkadang sulit untuk membuatnya bersikap normal di depan umum” Olivia berusaha meluruskan anggapan orang yang mengira Derren adalah sosok yang pendiam.
'Derren tidak pendiam! Derren adalah sosok yang lebih baik diam dari pada berbicara pada sesuatu yang menurutnya kurang menarik di matanya. Jika ia pendiam ia tidak mungkin terus terusan menggertak Olivia dimasa lalu, membullynya, membuatnya kesal membuatnya menangis, marah hingga Olivia jatuh cinta!' batin Olivia
Sedangkan di ruang keluarga Derren dan Andrew berbicara masalah bisnis mereka. Ketika Derren meraih laptop ayahnya untuk memeriksa indeks saham yang Andrew tunjukkan pada Derren tiba tiba putranya berkata
“kau tidak menjaga perasaan istrimu”
“dalam hal apa?” tanya Andrew
“kau seharusnya memajang foto putrimu bukan foto Keiko, kau terlihat masih mencintai mommyku” kata Derren langsung pada intinya
Andrew tidak menjawab kata kata Derren ia mengangkat gelas teh dan menyesapnya.
“kau tidak boleh mengulang kesalahanku kelak” kata Andrew tanpa di duga
“aku bukan pria bodoh sepertimu” jawab Derren sinis, ia memang telah lama ingin memaki dan menghajar ayah kandungnya. Apalagi pria di depannya benar benar mengakui kesalahannya di masa lalu, Derren tidak bisa lagi menahan kata katanya.
Derren mengklik indeks saham dunia, ia mempelajarinya dengan seksama.
“setelah kau mengakusisi saham keluarga Sword lalu apa yang akan kalian lakukan pada rumah sakit itu?”
“mengganti namanya, memperbaiki citranya” jawab Andrew enteng, ia memang tak oernah berpikir panjang dalam hal mengambil keputusan untuk bisnisnya, semua analisa pasarnya tajam dan akurat karena terlatih berpuluh puluh tahun.
“bagaimana caranya?”
“tentu saja mengangkat berita penculikan lagi”
“kau akan di kira menjatuhkan keluarga Sword untuk mengambil keuntungan”
“dalam bisnis itu hal biasa, yang kuat akan memakan yang lemah, kau harus belajar itu”
“aku tidak tertarik berurusan dengan saham rumah sakit itu, aku hanya peduli pada Tokyo International Hospital” Derren tentu saja tidak tertarik karena Olivia tidak menginginkan rumah sakit itu, bukan karena hal lain!
KARENA KEMARIN ADA YANG MINTA FOTO NAOKI GAK PKE BAJU INI AUTHOR BERJUANG NYARIIN SAMPE KE PINTERES 😆😆😆 AKHIRNYA NEMU JUGA 😭😭😭 YANG NOMER 2 MASIH IMUT GITU YAA 😅😅😅 YANG KETIGA ITU DIA PAS MAIN FILM OVERDRIVE!!!
TAP JEMPOLNYA PLISH 👍😗😗😗
INI AUTHOR BELA BELAIN UPDATE DI TOKYO CARI CARI WIFI 😏😏😏
__ADS_1