Found Love In Kyoto

Found Love In Kyoto
#Series 60


__ADS_3

TOKYO


“jadi apa kau dan Daddy Andrew serius mengakuisisi saham rumah sakit milik keluarga Sword?”


tanya Derren pada pria yang duduk di kursi direktur di depannya


“tentu saja, aku akan mengurusnya nanti” jawab pria itu


“baguslah” kata Derren


“kau tidak sabar lagi duduk di kursi direktur rupanya” ejek pria itu


“kau benar benar tidak tau malu, aku pemegang saham terbanyak di sini, kapan kau serahkan jabatan direktur padaku?” keluh Derren


Pria itu justru tertawa


“ke mana perginya Derren yang tidak berminat membuka suaranya selain untuk berbicara pada pasiennya?”


“kau benar benar pria tua yang menjengkelkan” Derren mendengus


“andai kau dulu jadi putraku pasti sudah ku berikan jabatan ini Derren”


“omong kosong aku keponakanmu bagaimana mungkin menjadi putramu”


“ya dulu mommymu menolakku tentu saja kau hanya menjadi keponakanku”


“jadi kau pernah menggoda mommyku? Mommyku dulu istri sepupumu bukan?”


“hahaahaha, Derren untuk kasusmu ini aku percaya kalau kecerdasan seorang anak didapat dari gen ibunya”


Derren mengerutkan keningnya


“jika Andrew benar benar pria cerdas ia tidak akan meninggalkan mommymu, lihat betapa baiknya Livia mendidik kalian berempat” kata Tommy, direktur JAPAN INTERNATIONSL HOSPITAL, pemilik bangunan sekaligus paman dari Derren dan Jonathan.


Dan 60% saham rumah sakit itu telah Derren beli, Tommy sengaja menjual saham pada Derren karena ia tak memiliki anak laki laki. Jadi mengalihkan pada Derren adalah hal yang tepat menurut pemikirannya.


“jadi kapan kau akan menyerahkan jabatanmu?”


“kau masih terlalu muda”


“kemampuan otak tidak ada hubungannya dengan usia”


“andai kau tidak memilih Olivia akan ku berikan seluruh saham padamu gratis asal kau menikahi putriku”


“kau benar benar banyak bicara, kau itu pamanku, lagi pula aku tidak tertarik pada gadis mana pun selain Olivia, kau terlalu banyak berandai andai pak tua”


Tommy tertawa kembali, benar benar keponakannya itu sangat mencintai Olivia.


“aku sudah menduga kau akan mengejar Olivia hingga kau mengabaikan pekerjaan, lihat??? Dokter macam apa yang meninggalkan rumah sakit sampai 2 bulan demi mengejar wanita?”


ejek Tommy semakin menjadi jadi


“ini milikku, jadi aku bebas” jawab Dereen tak mau kalah dari pamannya


“itulah sebabnya aku belum bisa mempercayakan rumah sakit ini selama kau dan Olivia masih belum bersama”


“kami sudah menikah apa lagi alasanmu? Rumah sakit ini sudah terlalu kuno, harus ada perkembangan baru di bawah pemimpin muda yang cerdas”


“cukup Derren, pergilah urus pesta pernikahanmu” usir Tommy pada keponakannya


“ada weding organizer yang mengurus, bodoh sekali aku mengurus hal hal seperti itu”


“akan lebih bermakna jika kau urus berdua”


Derren memandang sinis pamannya itu


“lalu pergilah berbulan madu ke tempat yang dingin, ingat tempat yang sangat dingin kau akan beruntung”


Tommy... dia pria dengan otak cabul seperto Andrew


“omong kosong, kau benar benar pria tua yang cabul” ejek Derren


“baiklah aku akan pulang, istriku menunggu” kekeh Tommy

__ADS_1


“kau benar benar pria cabul” sinis Derren karena ia tau pamannya baru saja menikah untuk ketiga kalinya dan kali ini pamannya itu menikah dengan seorang gadis yang berusia tak jauh dari putrinya yang bernama Dominique padahal usia pamannya kini 52 tahun.


----


Di tempat tinggal barunya Olivia dan Derren benar benar hanya berdua, itu dikarenakan Crystal lebih sering berada di rumah neneknya dan kadang juga di bawa oleh Jonathan.


Derren juga sengaja tidak memperkerjakan pelayan, ia ingin menikmati waktunya bersama Olivia di tempat tinggal baru mereka tanpa gangguan, ia juga diam diam bersekongkol dengan ibunya agar ibunya menjemput Crystal setiap hari.


“Derren aku benar benar ingin bekerja” keluh Olivia yang mulai bosan, ia hanya berdiam diri di pent house mereka, pergi berbelanja dan kadang mengunjungi Tiffany, benar benar bosan.


“bersabarlah, setelah pesta pernikahan kita di sini, kau akan mulai belajar bahasa jepang” kata derren sambil meletakkan gelas kopinya di atas meja pantry


“Kelihatannya sulit sekali, aku tidak yakin aku bisa dalam waktu satu tahun” kekeh Olivia


“kau akan menguasainya dalam waktu 3 bulan”


“benarkah?”mOlivia merasa tidak yakin


“bahkan jika aku yang mengajarimu, aku yakin dalam satu bulan kau akan bisa”


Olivia memandang wajah Derren dengan tatapan menyelidik, suaminya ini adalah pria yang licik terhadap istrinya.


“kenapa memandangiku seperti itu?”


“aku lebih baik membayar guru les dari pada kau yang mengajariku” Dengus Olivia


“padahal jika aku yang mengajarimu semua gratis, uangmu bisa kau simpan” goda Derren


“aku tidak mau di ajari oleh guru cabul” Olivia tau isi pikiran suaminya!


Derren terkekeh dan membawa membawa Olivia ke dalam pelukannya lalu menciumi Olivia seolah ia gemas.


“hentikan, kau menciumiku seolah aku Crystal”


“oooh jadi Mrs. Tjiptadjaja ingin di cium seperti apa?” tanya Derren sambil memandang wajah istrinya


Olivia menggigit bibir bawahnya membuat Derren semakin gemas


“kau menggodaku Olivia?” tanya Derren gemas pada istrinya


“you taese me Olivia” geramnya


Olivia mendorong tubuh Derren yang sejak tadi menguncinya, tapi Derren dengan sigap mengangkat tubuh Olivia dan mendudukkan di atas meja makan.



“kita belum pernah melakukannya di meja makan mama”


“Derren, ini siang hari, terang sekali di sini” protes Olivia, mengingat ruang makan mereka benar benar terbuka dengan kaca di mana mana yang langsung menghadap ke langit Tokyo


“kita di lantai paling atas, tidak akan ada yang melihat, kacanya juga terlihat gelap dari luar” derren buru buru melumat bibir Olivia sebelum istrinya melayangkan protes kembali, lalu membuang semua penghalang di tubuh indah istrinya, menyatukan tubuh mereka, dan membuat istrinya mengerang di bawah kendalinya.


Mereka benar benar melakukannya di atas meja makan..


Tidak peduli dengan kaca maupun cctv yang ada di ruangan itu lagi, Olivia menikmatinya, memberikan seluruhnya kepada Derren.


Setelah aktivitas panas mereka selesai Derren membaringkan Olivia di atas meja makan sambil memegang kedua kaki Olivia


“sayang jangan bergerak, sebentar saja” pinta Derren


“Derren apa yang kau lakukan?, di sini tidak nyaman dan dingin” keluh Olivia


Derren segera mengangkat tubuh istrinya membawanya ke dalam kamar dan membaringkan dengan hati hati di atas tempat tidur, ia mengelus perut Olivia menciuminya dengan hati hati



“ayo sayang buahi sel telur mama” bisiknya pelan


Olivia yang mendengar itu tertawa terbahak bahak karena ulah Derren suaminya.


“kau,.... hahaha... Derren kau benar benar konyol”


“aku sedang menjaga benih terbaikku agar tidak tumpah sia sia”

__ADS_1


“kau benar benar konyol” Olivia kembali tertawa


Derren menyelimuti tubuh Olivia dan ia juga masuk ke dalam selimut itu dan memeluk istrinya


“kenapa kau di sini?” tanya Olivia heran


“karena ini masa suburmu, aku sedang mendampingimu di detik detik sel telurmu di buahi”


“kau seperti bisa melihatnya saja, ayolah Derren kau mulai tidak masuk akal...!”


“aku tidak ingin kedua kali kehilangan momen indah menjadi seorang ayah” kata Derren tiba tiba murung “sudah cukup aku berdosa membiarkanmu sendirian saat hamil Crystal”


Olivia terdiam, entah itu dosa siapa, yang jelas mereka berdua sama sama salah, Derren tidak mengejarnya, dan ia tidak memberi kesempatan pada Derren untuk menjelaskan! Batin Olivia kembali terasa sakit!


“ceritakan padaku seperti apa Crystal saat di dalam rahimmu dulu?”


Olivia berbalik menghadap kearah Derren, membelai wajah Derren sambil tersenyum.


“dia sangat patuh, dia tidak pernah manja, tidak banyak memiliki keinginan dan ketika lahir ia sangat kecil beratnya hanya 2,2” kata Olivia


“kenapa sangat kecil? Apa kau tidak makan dengan benar?”


“mungkin, dan juga kelelahan” jawab Olivia dengan wajah murung


“siapa yang mendampingimu saat bersalin apakah Louis?”


Olivia memandang mata Derren, ada kilatan kesedihan, penyesalan dan ketakutan di sana


“Theo yang mendampingiku, ia pertama yang menggendong Crystal”


“maafkan aku Olivia, andai aku mengejarmu” Derren menitikkan air matanya.


Olivia menyeka air mata Derren


“aku lah yang keras kepala, maafkan aku” kata Olivia pedih


“mulai sekarang jadilah patuh dan berjanjilah untuk tidak keras kepala lagi” pinta Derren yang di angguki Olivia


“aku berjanji”


Hening sesaat...


“kenapa bukan Miranda yang mendampingimu?”


“Miranda tidak tega melihatku menangis kesakitan, ia panik dan terus menangis juga”


“apa sangat sakit?”


Olivia mengangguk, membayangkan betapa sakitnya kontraksi yang menyiksanya lebih dari 10 jam!


Benar benar perjuangan menjadi seorang ibu tidak mudah dan tidak main main.


Theo berada di sampingnya terus menguatkan Olivia sambil terus menggenggam tangan Olivia, ia juga terus terusan menyapu peluh di kening Olivia dengan oenuh kasih sayang.


“kalau begitu kau tidak usah hamil lagi, aku tidak mau kau sakit” kata Derren tiba tiba


“Derren kau tidak konsisten?! Bagaimana kalau benihmu telah tumbuh?”


protes Olivia


“mau bagaimana lagi, aku minta maaf sebelumnya jika nanti kau kesakitan lagi sayang”


“kau ini benar benar” kekeh Olivia “ku rasa ini cukup, ayo kita jemput Crystal” kata Olivia sambil hendak menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya


“sebentar lagi” Derren menahan tangan istrinya


“jangan bilang kau ingin menambah?” Olivia memelototkah matanya pada Derren


“aku masih banyak memiliki benih unggul yang siap membuahi sel telurmu, aku khawatir mereka belum sampai” kata Derren di sertai seringai licik


“kau bilang tidak akan menghamiliku lagi, kau tidak konsisten!”


“mana mungkin, terlalu sayang bibit unggulku jika tidak di tanam di rahimmu Oliviaku” kata Derren seraya melancarkan aksinya yang selalu membuat Olivia tak mampu menolak.

__ADS_1


Derren adalah racun bagi Olivia sedangkan Olivia adalah candu bagi Derren.


JANGAN LUPA TAP JEMPOLNYA 😗😗😗👍👍👍👍


__ADS_2