
Olivia membuka sedikit matanya, ia belum tidur sepenuhnya namun Derren telah meninggalkannya.
Mangkinkah Derren pergi menemui Merry? Prasangka itu mulai menggelayuti pikirannya.
Bahkan tanpa terasa telapak tangannya mencengkeram kuat selimut, ia ingin sekali menyusul Derren dan melihat apa yang di lakukannya. Pikirannya saat ini menjadi kacau!
Di luar Derren menemui Jonathan yang sedang bermain catur bersama Kenzo, sedangkan Naoki dan master Edward serta kakek artajaya mereka sedang terlibat pembicaraan orang tua, mungkin.
“Joe, aku ingin berbicara dengamu” kata Derren dengan nada berat
Jonathan yang sedang berpikir untuk menjalankan bidak caturnya tidak mempedulikan kakaknya, setelah ia menjalankan bidak caturnya ia mengambil ponsel dan menangkap tampilan caturnya.
“kau tidak boleh curang Ken, aku akan kembali” rupanya ia takut di curangi adiknya!!!
“kau belum pernah menang melawanku” seringai Kenzo sesuai fakta
“kali ini aku pemenangnya, awas saja jika kau memindah bidak caturku” ancam Jonathan sambil bangkit dan berjalan menuju bangku di samping kolam renang.
“katakan padaku apa kau terlibat menyembunyikan keberadaan Crystal?”
“omong kosong apa yang kau tuduhkan padaku?”
“aku bertanya”
Jonathan tersenyum sinis pada Derren
“sayangnya aku sangat menyesal tidak baru mengetahui keberadaan Crystal sejak seminggu sebelum pernikahanku”
“kenapa kau tidak langsung memberitahuku?” tanya Derren tidak senang
“kau tidak akan pernah merasakan rasanya menyesal dan bagaimana berjuang mengejar gadismu jika aku begitu saja memberitahumu” sinis Jonathan “jujur saja aku sangat kecewa padamu, aku ingin menghajarmu karena membuat Olivia menanggung semua perbuatanmu sendirian, tapi aku menyadari aku juga salah terlalu sibuk dengan urusanku sendiri” sesal Jonathan, Olivia adalah saudara perempuannya setelah Keiko dan ia sempat mengabaikannya.
Derren terdiam
“jadi apa rencanamu?” tanya Jonathan
“menikahinya” jawab Derren singkat
“kembalikan kepercayaannya dulu, lakukan secepatnya” pesan Jonathan sambil menjauh dari Derren dan kembali pada Kenzo untuk melanjutkan permainan caturnya.
Derren ia kembali ke kamar, ia mendekati Olivia yang masih berpura pura tertidur menciumi pucuk kepalanya kemudian merebahkan tubuhnya di sisi tubuh kecil Crystal.
Cukup lama Derren memandangi wajah Crystal hingga kantuk menyerangnya dan ia terlelap.
Dalam remangnya lampu di kamar itu Olivia tersenyum, ternyata Derren tidak pergi, perasaan Olivia tentu saja menghangat dan terbebas dari rasa khawatir.
Keesokan harinya saat ia melihat Keiko sedang memainkan tuts piano Olivia mendekatinya, ia juga menekan tuts piano yang sedang di mainkan Keiko dan secara alami mereka memainkannya bersama walaupun nadanya tak sebagus pemain profesional karena Olivia tak sepandai Keiko dalam memainkan piano.
Setelah lagu yang mereka mainkan selesai Olivia segera memeluk Keiko
“Kei maafkan aku” kata Olivia lirih
“neesan... apa kau membenciku hingga mengabaikanku?” Keiko telah menitikkan air mata
“tidak Kei, mana mungkin aku bisa membencimu”
“aku merindukanmu oneesan”
“aku sangat sangat merindukanmu Kei” kata Olivia tulus
“oooo jadi kau tidak merindukanku Olivia?” itu kata kata Tiffany yang telah berada tak jauh dari mereka
Olivia melepaskan pelukannya dari Keiko dan berpindah pada Tiffany
“tentu saja aku merindukanmu, hei ceritakan padaku bagaimana kau akhirnya bersama Joe?”
“dia benar benar perayu, oh astaga aku akhirnya benar benar di taklukannya” kekeh Tiffany “dan sebentar lagi Crystal akan memiliki adik” kata Tiffany sambil mengelus perutnya.
“sungguh? Selamat Tiffany, sudah berapa bulan?” Olivia antusias
“sudah 4 bulan”
Mereka bertiga akhirnya duduk di studio lukis milik Herdiana yang menghadap langsung ke taman bunga, Olivia dan Tiffany saling berbagi kisah kehamilan sedangkan Keiko tentu saja ia hanya terbengong bengong tidak mengerti.
“nee Olivia oneesan pasti berat bukan menghadapi kehamilan sendiri?” tanya Keiko terlihat murung
__ADS_1
“Crystal tidak pernah cerewet selama di dalam rahimku, ia mengerti ibunya hanya sendirian saat itu”
“sekarang kau harus membalas Derren oniisan”
Olivia terkekeh
“aku akan membantumu, tenang saja, aku dan Joe oniisan selalu di pihakmu” kata Keiko dengan semangat berapi api.
“terima kasih” kata Olivia.
“lalu kapan kalian akan menikah?” tanya Tiffany
“menikah?” Olivia justru bertanya
“kudengar tadi kalian akan menikah dalam waktu dekat ?”
“saat ini kami tidak ada hubungan apa apa” kata Olivia ragu “selain sebagai orang tua Crystal” lanjutnya
“kalian ini, jelas sekali kalian masih saling mencintai, Olivia jangan bohongi hatimu”
Olivia mengatupkan bibirnya, ia memang masih mencintai Derren namun Derren?
‘Mungkin hanya menyukai tubuhnya selama ini’ batinnya
“aku berharap yang terbaik segera datang untukmu, Crystal dan Derren” kata Tiffany
“neesan aku sangat menyayangimu dan Crystal, jangan pergi menjauh dari kami lagi, kumohon” rengek Keiko manja pada Olivia,
Olivia tersenyum simpul.
‘mana mungkin aku bisa lari bersembunyi jika dimuka bumi ini masih ada teknologi, Joe pasti akan menemukanku lagi’ batin Olivia kecut.
“Crystal sangat lucu, aku juga ingin memiliki anak yang menggemaskan seperti Crystal” racau Keiko
“cepat temukan kekasih Kei...” kata Olivia
“lihat saja aku akan memilikinya secepatnya dan menikah lalu memiliki bayi yang lucu”
Olivia dan Tiffany tertawa ringan mendengar kata kata Keiko
“dia jagoan, ku harap ia tidak menyebalkan seperti ayahnya” kekeh Tiffany
“aku tidak menyangka secepat ini kita menjadi ibu” kata Olivia seperti mengguman
“iya, padahal baru kemarin rasanya kita merayakan tahun baru di Tokyo, ku harap kita akan merayakan tahun baru lagi bersama sama seperti waktu itu” lanjut Tiffany
Setelah dua hari tinggal di mansion master Edward, Olivia dan Derren kembali ke apartemen mereka.
Tentu saja Crystal juga kembali bersama mereka.
Sejujurnya Olivia mulai merasa bosan, hanya duduk berdiam diri sepanjang hari.
Ia sedang memutar otaknya di depan laptopnya
“apa yang kau pikirkan?” tanya Derren yang tiba tiba berada di belakangnya.
“aku bosan hanya berdiam diri, aku akan mulai bekerja lagi mulai besok sudah terlalu lama aku berlibur” Olivia menjawab
“aku lebih suka kau di rumah mengurusku dan Crystal” kata Derren dengan nada menggoda
“kau membuat biaya kuliahku menjadi sia sia” jawab Olivia ketus
“bukankah aku sudah bilang kau akan mendapatkan izin praktik mandirimu, bersabarlah”
“dengan cara aku berada di rumah seperti ini? Kau jangan konyol” Olivia semakin ketus
“kau sekarang pemarah sekali? Mmmmmm?” Derren memeluk pundak Olivia
“Derren singkirkan tanganmu” kata Olivia dengan nada datar
“kau sekarang pemarah sekali sayang” keluh Derren
Tanpa di duga Olivia menyingkirkan kedua lengan tangan dengan kasar dan segera berdiri,
Menyambar kunci mobilnya dan pergi meninggalkan tempat tinggal mereka tanpa mengatakan apa pun.
__ADS_1
Derren membeku, Olivia ia tidak pernah kasar seperti itu dulu.
Olivia pergi menemui sahabatnya ke rumah sakit di mana Miranda praktik.
Mereka duduk di cafetaria, tidak berselang lama Louis juga datang.
“asataga, ada apa dengan wajahmu?” tanya Miranda melihat mimik wajah Olivia yang begitu kesal.
“keluarga menginginkan aku dan Derren menikah” kata Olivia muram
“bukankah itu bagus?” kata Miranda
“aku tidak ingin menikah dengan pria yang mencintai wanita lain”
Louis tiba tiba memandang wajah Miranda, tatapannya seperti menegang.
“apa Derren memperlakukanmu dengan buruk?” tanya Louis
Olivia hanya diam
“Olivia kau masih mencintai Derren, dan sepertinya Derren juga begitu”
“dia mengkhianatiku” gumannya
“apa kau sudah berbicara tentang itu? kau sudah menanyakannya?” tanya Miranda penuh kesabaran.
Olivia menggeleng, ia tak berani menanyakan kebenaran, ia takut Derren membenarkan semua ucapan Merry!!! Ia tidak akan sanggup menerimanya, bayangan itu terlalu menakutkan!
“jadi kalian sekarang di pihak Derren?” tuduh Olivia sengit
“aku hanya bertanya kenapa kau marah?” tanya Miranda merasa Olivia bertingkah tidak masuk akal.
Olivia cemberut.
“katakan hal apa lagi yang mengganjal pikiranmu?” tanya Louis lembut sambil mengelus kepala Olivia
“aku ingin melanjutkan internsip ku dan Derren melarang” jawab Olivia cepat "Louis, tolong bujuk Derren agar mengijinkanku melanjutkan instensip ku" pinta Olivia
"aku tidak berani melakukannya Olivia" jawab Louis
Louis mengacak acak rambut Olivia yang cemberut
“percayalah pada Derren itu untuk kebaikanmu Olivia” kata Louis lagi
“kalian benar benar berada di pihak Derren sekarang” Olivia langsung bangkit dan pergi meninggalkan kedua sahabatnya yang di buat kebingungan dengan tingkah aneh Olivia, mood Olivia benar benar buruk.
“kenapa kau tiba tiba membela Derren?” tanya Miranda heran
“memang itu untuk kebaikannya”
“maksudmu?”
“ku rasa” kata Louis dengan nada mengambang “yang jelas yang terbaik untuk Olivia adalah ia berada di sisi Derren selama ia masih berada di London” kata Louis lagi.
Miranda diam sejenak.
“Louis, apa kau memiliki nomer ponsel Derren?”
“ya, aku memilikinya”
“bisakah aku berbicara dengannya?”
Louis memandang wajah Miranda, sejenak ia ragu namun ia akhirnya memberikan apa yang Miranda minta.
ADA APA DENGAN LOUIS???
JAWAB DI KOLOM KOMENTAR!!!
JANGAN LUPA TAP TOMBOL LIKE ❤❤❤❤
SETELAH AUTHOR PERHATIKAN LIKE DAN KOMEN MENURUN DRASTIS 😭😭😭
APA GAK USAH UP SEHARI 2 KALI? APA UP 2 HARI SEKALI AJA BIAR LIKENYA BANYAK????
__ADS_1