Found Love In Kyoto

Found Love In Kyoto
#Series 84


__ADS_3

Sementara di kantor polisi, Nobu sangat terkejut saat mengetahui siapa Jonathan Tjiptadjaja.


“Lawan anda adalah keluarga Tjiptadjaja, di Indonesia dan beberapa negara maju keluarga ini memiliki banyak sekali usaha properti, jaringan ruko, perhotelan dan juga restoran” kata pengacara yang menangani kasus Nobu.


“Dia tidak akan menang melawanku, dia bukan warga negara Jepang” jawab Nobu dengan ekspresi tenang.


“Tapi ibu mereka adalah Yamada Livia, dia...”


“Yamada?”


“Yamada Naoki adalah ayah tiri mereka, ibu mereka Yamada Livia juga telah berpindah kewarganegaannya sejak 15 tahun yang lalu”


Ketenangan yang Nobu pertahankan selama ini tampak goyah, di Jepang hampir tidak ada orang yang tidak tahu keberadaan Yamada Company, perusahaan yang bergerak di bidang Teknologi itu sangat terkenal, bahkan ia memiliki anak perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi. Vl Star.


Setelah diam sejenak Nobu akhirnya membuka suara


“Lakukan segalanya untuk mengalahkan keluarga Yamada”


“Tim kami akan mencobanya” kata pengacara itu sambil menyeka peluhnya, ini adalah musim semi, udara tidak terlalu kering namun entah mengapa membayangkan harus melawan keluarga Yamada pengacara itu tiba tiba merasa suhu tubuhnya terasa meningkat.


“bagaimana dengan kekasih anda?” tanya pengacara itu, Anastasya juga terjerat kasus yang di rencanakan oleh Nobu.


“persetan dengan dia” jawab Nobu acuh


“Kesaksiannya bisa memberatkan anda”


Sejenak Nobu tampak berpikir, ia menyadari bahwa dirinya lahà otak di balik semua keekacauan itu.


“Urus dia, bebaskan, kembalikan ke negaranya” jawab Nobu dingin “Di mana Taichi sekretarisku?”


“Dia di perusahaan anda untuk menangani semua masalah”


Nobu terdiam, ia sedikit curiga pada Taichi, mengira Taichi yang membongkar semua rencananya pada Tiffany.


“Bawakan aku dokumen pemecatannya”


“Tapi sekarang posisi anda terancam dan sekretaris anda sedang mengatasi semua masalah yang anda tinggalkan di perusahaan”


“Aku ingin memecatnya, aku tidak minta pendapatmu” kata Taichi penuh kilatan emosi


Sementara Livia dan Hana setelah mengetahui kasus yang menimpa Tiffany, mereka memarahi Jonathan, meskipun Jonathan mendapatkan pembelaan dari Naoki dan Tiffany tetap saja, Jonathan terkena Omelan Livia yang hampir tidak ada putusnya seperti rel kereta api, bahkan Derren dan Naoki juga terkena omelan Livia.


Berbeda dengan Hana yang hanya sedikit menggerutu.


“Kalian para pria benar benar tidak bisa di andalkan, kalian membahayakan Tiffany!” Livia masih saja mengomel meskipun ia telah berjanji untuk tidak marah marah.


“Mommy, aku tidak kenapa kenapa, semuanya berjalan sesuai rencana dan baik baik saja” kata Tiffany berusahan menenangkan Livia


“Kau korban di sini, bagaimana kau bisa berkata kau baik baik saja?” Livia tampak masih emosi.


“Mommy kau berlebihan”


itu suara Derren

__ADS_1


“Aku tidak berlebihan, dan ingat jika nanti saham keluarga Nobu jatuh bangkrut jangan pernah kalian berpikir seperti Andrew dan Tommy, memanfaatkan keterpurukan orang lain untuk mengambil alih perusahasn” kata Livia tegas


Derren dan Jonathan saling melempar pandangan, sekali kagi Derren harus berterima kasih pada Olivia yang tak mengizinkan Derren mengambil alih Rumah sakit tersebut karena ternyata ibunya pasti akan murka jika ia melekukkannya.


“Orang akan berpikir kita adalah keluarga licik jika melakukan hal seperti itu berulang kali”


“Baik mommy” jawab Jonathan, ia memang tidak tertarik berbisnis di bidang maskapai penerbangan, itu bukan bidangnya.


Meneruskan bisnis keluarga Tjiptadjaja adalah pilihan yang tepat, dan sedikit bekerja sama dengan ayahnya Naoki adalah sedikit kesenangan dan menyalurkan bakat dan Hobinya.


Dua hari sebelum konser berlangsung Keiko kembali berlatih dengan grup band traped, dalam jeda dua kali seminggu biasanya mereka berlatih dan ini adalah latihan terakhir mereka


“Setelah ini jaga kesehatan kalian, aku tidak mau kalian mengalami hal hal yang tidak di inginkan saat konser berlangsung” kata Takumi seusai latihan.


“Siap kata” seluruh anggot band tersebut.


Mmasing masing dari mereka membubarkan diri, hanya Keiko yang masih tampak duduk di depan pianonya.


“Kei-chan, apa asistenmu belum dtang menjemputmu?” tanya Takumi yang mekihat Keiko tidak beranjak dari tempat dudukny


“Nee Takumi-kun berkata Olivia Oneesan ku bersedia menyanyikan lagu yang kau ciptakan dan seluruh hasil penjualannya akan di sumbangkan ke beberapa yayasan, kau juga bisa menunjuk yayasan mana saja yang ingin kau masukkan dalam daftarnya”


“Benarkah?” tanya Takumi antusias.


Keiko mengangguk


“Kapan kakakmu mulai berlatih?”


“Mungkin setelah konser selesai, kau bisa memberikan materinya padaku, aku dan Olivia oneesan akan sedikit berlatih”


“Oke” jawab Keiko


“Apa keluargamu akan hadir Kei? Sekarang kau hampir tidak pernah lagi tampil dinjepang”


“Ya, keluargaku ingin menyaksikan, beberapa teman temanku juga” kata Keiko, ayah dan ibunya ingin menyaksikan performa Keiko tentu saja.


“Bagaimana dengan tiketnya? Apa kau telah mendapatkannya?”


“Tenang saja, aku telah memegang 25 tiket VVIP” jawab Keiko enteng, bangku VVIP yang hanya tersedia 100 itu 25% tellah menjadi milik Keiko, bahkan bisa saja di beli oleh keluarga Yamada keseluruhannya jika Keiko menghendaki.


“Kau benar benar tuan putri di keluargamu” kata Takumi, ucapannya terdengar penuh kekaguman.


Keiko terkekeh “Seluruh gadis di keluarga kami di perlakukan seperti tuan putri” kata Keiko


“Keluargamu terdengar sangat harmonis”


“Ya, begitulah, Takumi-kun” kata Keiko dengan nada gembira “Baiklah, aku akan pergi dulu” kata Keiko berpamitan.


Setelah kepergian Keiko wajah Takumi tampak berseri seri, tentu saja ia merasa tidak sabar lagi untuk mendekati Olivia, sekkedar bisa melihatnya dari dekat itu sudah cukup.


LONDON


Dave sedang duduk di depan Merry sambil sesekali menyuapi gadis itu beberapa potong buah, pria itu baru saja datang beberapa jam yang lalu dari Bournemount. Dave hanya bisa datang satu kali dalam seminggu untuk membesuk Merry, bagaimanapun juga ia juga harus mempersiapkan masa depan mereka, harus tetap bekerja.

__ADS_1


“Angkat wajahmu sayang, aku kesulitan melihat wajahmu” kata Dave dengan nada penuh kasih sayang


Malu malu Merry mengangkat wajahnya menatap wajah pria yang di cintainya,


“Richard berkata, kemajuanmu sangat pesat, kau sudah berusaha dengan sangat baik” kata Dave


“bagaimana dengan cacatan kepolisianku?” tanya Merry ragu ragu, ada gurat putus asa terbersit di wajahnya


“biar aku yang memikirkan hal itu, kau cukup fokus saja pada kesehatanmu saja”


“Dave apa Olivia akan memaafkanku?”


Dave membelai rambut pirang Merry, menjepitkannya anak rambut ke belakang telinganya,


“Jangan di pikirkan sayang” kata Dave


“Dave apa Daniel memaafkanku?”


“Daniel anak yang sangat baik, ia pasti mengerti”


“Dave” guman Merry “Aku tidak sabar lagi untuk segera tinggal di dekat pantai”


“Kita akan tinggal di sana”


“Bersama Daniel?” tanya Merry dengan tatapan penuh harap


“Tentu saja sayang, kita akan menikah dan tinggal di sana” kata Dave sambil tersenyum


Wajjah Merry tampak merah merona mendengar apa yang di katakan Dave.


Melihat wajah Merry yang merona Dave semakin melebarkan senyumnya,


“Ayo habiskan buahnya, apa yang kau ingin lagi? Aku akan membelikannya untukmu”


Merry menggeleng “Aku kenyang” katanya


“Kau harus banyak makan, aku tidak mau kau semakin kurus”


Setelah Merry menghabiskan beberapa potong buah, Dave membawa Merry berjalan-jalan di area rumah sakit itu, mereka bahkan duduk di bangku taman di bawah sinar matahari yang bersinar tidak terlalu terik.


Dave memandang bahu Merry, setelah lebih dari satu bulan ia melakukan pendekatan seperti ini akhirnya Merry sedikit demi sedikit mampu menerima kenyataan dan ia tampak membuat kemajuan yang sangat pesat, tidak ada ketakutan lagi di mata Merry setiap Dave mendekatinya, ia juga mulai menanyakan keberadaan Daniel putranya, sebenarnya Richard berkata kondisi mental Merry telah pulih, namun Richard masih harus melakukan observasi lebih lanjut karena trauma yang di alami Merry bukan hal yang mudah di atasi, pelecehan sexual menorehkan luka yang sangat dalam bagi pihak korban.


“Dave apa kelak kau tidak malu memiliki istri yang pernah mengalami gangguan jiwa?” tanya Merry tiba tiba


Wajahnya tertunduk dalam


Dave terkejut, ia bahkan tidak pernah memikirkan sejauh iru, Merry bahkan memikirkan cemoohan dari orang lain.


“Kenapa harus memikirkan anggapan orang lain?”


“Apa kau hanya iba padaku?” tanya Merry dengan suara lirih.


“Omong kosong apa? Jangan berpikir macam macam, kita akan bahagia, jangan pikirkan anggapan orang lain” kata Dave dengan nada penuh kasih sayang meskipun jauh di lubuk hatinya terasa sangat pahit, jantungnya terasa berdarah darah tertikam belati, bagaimanapun kejiwaan Merry terguncang adalah karena perbuatannya.

__ADS_1


Slow Update ya,


Tap jempol kalian plish 😯😯😯


__ADS_2