
Sementara di kamar inapnya Louis duduk dengan linglung, ia langsung menghubungi pengacara keluarganya untuk membantu mengurus permasalahannya dan pengacara yang di hubungi segera datang dan menangani keterlibatannya, ia mengatakan sejauh ini Louis hanya terlibat sebagai saksi.
Namun bukan itu yang mengganggu pikirannya, ia merasa tak memiliki wajah lagi di depan Derren, Olivia, Miranda dan Theo kelak.
Topengnya telah terjatuh, cintanya pada Olivia membuatnya bertindak bodoh.
“Louis apa kau masih menginginkan Olivia?” tanya Merry saat itu
“omong kosong ia telah bertunangan dengan Derren”
“mereka telah putus”
Louis merasa tak percaya dengan apa yang di dengarnya
“sejak kapan?”
“Olivia memergoki aku tidur dengan Derren”
“kau? Bagaimana mungkin?” Louis bebar benar tidak percaya
“aku sudah mengatakan bahwa aku mencintai Derren aku pasti menikah dengannya, kami akan menikah setelah kami meniti karir kami selama 5 tahun, dan rumah sakit milik ayahku, akan di berikan pada Derren kelak setelah ia menjadi suamiku, Derren setuju dengan hal itu”
Awalnya Louis percaya perkataan Merry!!!
Sejak saat itu Louis berusaha mendekati Olivia, namun Olivia sama sekali tampak tak tertarik padanya, satu satunya cara adalah ia mendekati Miranda, berpura pura menjadi kekasih Miranda, mencintai Miranda agar ia bisa berada di dekat Olivia.
Dan tidak di sangka ternyata Olivia sedang hamil, ia tak menyangka karena ia juga baru tau saat ia menemani Miranda dan Theo menunggu proses kelahiran Crystal.
Theo yang berada di samping Olivia sepanjang waktu, ia yang mendampingi Olivia berjuang di dalam ruang bersalin.
Louis sangat iri pada Theo!!!
Namun ia terus bersabar, cukup busa dekat dengan Olivia. Tidak masalah.
“Louis hari ini Derren membelikanku mansion, aku akan mengajakku ke sana?” Merry memamerkan pada Louis mansion barunya, namun ada yang janggal.
__ADS_1
Semua foto yang ada di ruangan itu adalah foto Olivia dan Derren yang di edit wajahnya menjadi wajah Merry!!!
“Louis kami pasangan yang serasi bukan?” tanya Merry
“.....” tidak bisa menjawab, Louis hanya menyimpulkan temannya ini mengidap penyakit, ia berhalusinasi!
“katakan semua pada Olivia, bahwa kami akan menikah dan kami akan menempati mansion ini”
“baik” kata Louis, namun faktanya Louis tidak pernah mengatakan apa pun pada Olivia, ia tidak ingin Olivia bersedih.
Selama ini yang ia lihat Olivia sangat menikmati hidupnya dan Crystal, ia tak pernah berbicara apa pun yang menyangkut derren.
Sedangkan terhadap Miranda...
Louis juga merasa sangat bersalah pada padanya, ia yang secara intens mendekati gadis itu, dengan berbagai kebaikannya, dengan berbagai kemanisan dan keromantisan.
Miranda beberapa kali menolaknya, gadis itu juga pernah mengatakan jika Louis menyukai Olivia bukan dirinya, tapi Louis dengan sabar membujuknya berkali kali hingga Miranda akhirnya luluh. Ia selalu berdalih menganggap Olivia adalah adiknya sendiri.
Namun Louis bukan pria bajingan, ia tidak pernah meniduri Miranda, ia masih memiliki hati nurani.
Dan entah bagaimana cara Merry mengetahui keberadaan Derren yang telah berada di London bersama Olivia, Louis benar benar tidak mengetahuinya, satu satunya kemungkinan adalah Merry mengawasi media sosial milik Keiko.
Di tempat lain setelah kembali dari kantor polisi Miranda sedang menangis di bahu Theo, ia telah curiga pada Louis dan ternyata benar 2 tahun ia dibohongi oleh Louis, mereka bahkan telah bertunangan.
“Theo apa yang harus ku jelaskan pada orang tuaku?”
“tidak ada yang harus kau jelaskan, katakan saja jika kalian tidak cocok” jawab Theo enteng.
“kau benar benar pria dengan pikiran tersimpel, saat Olivia mengandung juga berulang kali kau mengatakan ingin menikahi Olivia sedangkan kau menyukai pria lain kau pikir pernikahan itu mainan?”
Theo tertawa hambar
“aku serius, aku ingin berubah, tapi aku tau Olivia tidak akan membuka hatinya untuk siapa pun, terlihat jelas di matanya ia hanya mencintai Derren”
“Olivia betul betul beruntung, semua mata pria yang berada di sekitarnya ingin mencintainya” kekeh Miranda
__ADS_1
“kau akan mendapatkan pria yang tepat suatu saat nanti, jangan pernah berpikir negatif, aku yakin kau akan mendapatkan cinta sejatimu”
“kau pandai berkata kata” Miranda memukul paha Theo
Theo terkekeh
“jika kita terlambat datang aku tidak yakin, mungkin saja Olivia dan Louis mereka berdua bisa bisa dihabisi oleh Merry” kata Miranda sambil membayangkan kemungkinan mengerikan itu.
Mereka mengikuti GPS yang kata Derren ada di tubuh Olivia, entah benda apa di tubuh Olivia yang di pasangi GPS oleh Derren, bahkan mereka bisa mendengarkan percakapan Louis dan Merry melalui benda itu,
Mereka memang terlambat memasuki mansion itu padahal pengawal yang di tugaskan Derren untuk menjaga Olivia telah lama sampai di tujuan, namun mereka kesulitan untuk masuk ke dalam mansion karena penjagaan ketat dan Derren terpaksa menunggu bantuan polisi untuk bisa menerobos penjagaan mansion itu.
Dan saat mereka berhasil memasuki mansion tepat saat Louis memeluk tubuh Olivia untuk menghindari tikaman pisau di tangan Merry, hingga pisau itu tidak mengenai tubuh Olivia namun mengenai punggung louis.
Merry langsung di amankan polisi saat itu, gadis terus berteriak, tapi tatapan matanya kosong.
“jalang itu merebut suamiku, jalang itu merebut suami dan anakku” kata kata itu terus di ucapkan Merry
“aku tidak menyangka Merry mengalami gangguan psikologis” kata Miranda “aku tidak tau jika cinta bisa membuat orang menjadi gila dan kehilangan akal”
“aku harap kau tidak kehilangan akal karena seorang Louis, maka aku di sini karena aku takut kau menjadi tidak waras seperti Merry” goda Theo
“omong kosong, aku tidak mungkin kehilangan akalku!” kekeh Miranda
“kau memang pria terbaik, sahabat terbaik, setiap temanmu dalam masalah kau selalu meminjamkan bahumu” kata Miranda kepalanya masih berada di bahu Theo.
Dulu ia juga menyaksikan Olivia bersandar di bahu Theo, air mata Olivia seakan tidak bisa mengering. Sekarang Miranda di posisi itu, meskipun keadaannya Miranda lebih beruntung di bandingkan dengan Olivia saat itu.
Olivia dulu ia terus menangis hingga kadang ia tertidur di bahu Theo, Miranda telah menyaksikan semua penderitaan Olivia. Keputusasaan, kesedihan, pengkhianatan, dan sekarang semua terungkap.
Meskipun Miranda sedih namun ia seharusnya bahagia, topeng Louis terlepas, dan ia tidak harus menjalani kehidupan penuh kepalsuan yang dibangun oleh Louis, dan ia juga tidak sedang mengandung seperti Olivia dulu, Olivia dulu benar benar di permainkan nasib, orang tuanya telah tiada, lalu di jebak Merry, dan orang yang ia anggap temannya ternyata membohonginya.
'Olivia yang malang' batin Miranda.
TAP JEMPOL KALIAN PLISH 👍👍👍👍😍😍😍😍😍
__ADS_1