
MIAMI
Malam itu di sebuah Club yang hingar bingar oleh suara dentuman keras suara musik untuk pertama kali dalam hidupnya Tiffany menginjakkan kakinya di sebuah tempat bernama Club.
Ia terus memegangi lengan Jonathan karena ketakutan, meskipun ruangan itu telah di sewa keseluruhannya tetap saja bagi Tiffany tempat itu sungguh menakutkan.
“tetap pegang tanganku kata Jonathan”
Tiffany mengangguk.
Tampak Anastasya dan Nobu begitu mesra, mereka bahkan tanpa malu malu terus saja berciumanndi depan Tiffany, Jonathan dan beberapa teman teman Anstaya yang berada di club itu. sesekali Tiffany melirik pada suaminya untuk memastikan ekspresi suaminya. Namun suaminya tampak biasa biasa saja.
Jonathan meneguk beberapa gelas wine, karena Anstaysa dan Nobu terus saja mengajaknya berdulang. Tiffany hanya meneguk air mineral botolan yang telah di sediakan di mejanya.
“kepalaku agak pusing, kau tunggu di sini, jangan ke mana mana aku akan ke toilet” kata Jonathan pada Tiffany
Tiffany mengangguk, sejujurnya ia sangat bosan berada di tempat itu.
‘tempat bodoh’ rutuk Tiffany dalam hati.
15 manis berlalu namun suaminya belum kembali,
Taichi datang menghampiri Tiffany
“Di mana suamimu?” tanya Taichi
“dia pergi ke toilet dan belum kembali”njawab Tiffany dengan nada khawatir
Taichi mengerutkan keningnya,
“ini sudah sangat lama Taichi, di mana toiletnya bisakah kau mengantarkanku?”npinta Tiffany
“baik ayo” kata Taichi
Mereka berdua bangkit dan berjalan beriringan menuju toilet, Taichi masuk ke dalam toilet pria untuk mencari Jonathan, namun ia keluar dengan tangan kosong
“suamimu tidak ada” kata Taichi “coba kau cari di toilet wanita siapa tahu ia tersesat”
Tiffany memasuki toilet wanita dan lututnya seketika melemas melihat pemandangan di depannya.
Jonathan sedang menciumi Anastasya dengan brutal, bahkan pakaian Anastasya telah berantakan, dadanya terbuka hingga setengah menampakkan dua gundukan yang tak lagi terbalut kain, tangan Jonathan sedang mere**s benda itu.
“Joe lepaskan, kau menyakiti Tiffany!” pekik Anastasya begitu ia melihat Tiffany berdiri tepat di belakang punggung Jonathan
Dan Plak!!!! Sebuah tamparan dari Anastasya mendarat di pipi Jonathan.
__ADS_1
Jonathan tersungkur ke lantai, ia memegangi kepalanya.
“Tiffany....” erang Jonathan lirih
Tiffany memasang kembali pakaiannya dan membenarkan tatanan rambutnya dengan cepat.
“maaf Tiffany, kau harus urus suamimu dengan benar” katanya sinis sambil berlalu pergi.
Tiffany membeku, perasaanya sangat kecewa, ia memandangi suaminya dengan tatapan marah, kesal, kecewa, Tiffany hendak berbalik oergi untuk meninggalkan Jonathan sendiri karena sakit hati yang di tak bisa di gambarkan lagi, namun ia tak tega.
Tiffany keluar untuk menemui Taichi
“Taichi, bisa kau bantu aku mengangkat tubuh Joe?” kata Tiffany dengan ekspressi setenang mungkin, ia tidak ingin Taichi tahu apa yang barusan terjadi di dalam toilet wanita itu.
“jadi ia ada di dalam?” tanya Taichi tanpa curiga apa pun
“ya, dia terlalu mabuk” kata Tiffany
Taichi membantu Tiffany memapah Jonathan dan membawanya ke mobil, Tiffany mengemudikan mobil itu kembali ke hotel tempat mereka menginap, air mata Tiffany tak terbendung, ternyata tebakan Tiffany salah, Jonathan memang tidak bisa berubah. Ia tetaplah seorang Playboy yang tak pernah cukup hidup hanya dengan satu wanita.
Sesampainya di hotel Tiffany menelfon asisten Jonathan untuk memapah Jonathan dan membawanya ke kamar, setelah asisten itu pergi dari kamar mereka Tiffany membuka ponselnya, ia segera memesan tiket penerbangan menuju Tokyo malam ini juga, tidak peduli berapa pun harganya.
Ia mengemasi pakaiannya memasukkan ke dalam koper lalu pergi dari kamar meninggalkan Jonathan sendirian yang tak sadarkan diri, lalu memanggil taxi menuju Airport dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.
Pagi hari Jonathan terkejut saat ia bangun dan mendapati dirinya di kamar, ia sama sekali tidak mengingat bagaimana caranya ia kembali.
Jonathan semakin panik manakala menyadari semua barang istrinya tidak ada, bahkan ponselnya tidak aktif.
Dengan buru buru Jonathan membuka laptopnya, menuju IP adress ponsel istrinya dan membuka ponsel istrinya melalui laptopnya.
Istrinya memesan tiket kembali ke Tokyo dengan penerbangan jam 2 malam.
“F**king Shit!!!” maki Jonathan.
Samar samar ia mengingat malam tadi Anastasya bertemu dengannya di depan Toilet dan gadis itu menyeretnya ke dalam toilet wanita.
“Joe aku ingin berbicara denganmu sebentar” katanya
“ada apa?” tanya Jonathan sambil berusaha mati matian menahan sakit di kepalanya
“Joe, aku ingin bercinta denganmu malam ini” katanya langsung
“jangan bodoh, aku telah beristri”
“persetan dengan itu, hanya satu kali, tidak masalah di toilet”
__ADS_1
“konyol” kata Jonathan
“Nobu tak sebaik dirimu di ranjang, kau yang terbaik Joe”
Jonathan hendak meninggalkan toilet wanita namun kepalanya berdenyut hebat, bahkan pandangannya mulai kabur. Ia bahkan berhalusinasi melihat wajah Tiffany.
Ada sesuatu yang di masukkan oleh Anastasya ke dalam minumannya? Tapi kapan?
Ini adalah kelalaian dirinya, karena ia minum dari gelas yang telah di sediakan sebelumnya oleh orang lain.
‘Anastasya gadis itu benar benar sialan!!!’ Maki Jonathan dalam hati.
Jonathan segera memesan tiket untuk kembali ke Tokyo, ia harus segera membujuk istrinya, masalah ini tidak boleh di diamkan atau akan menjadi tragedi Olivia dan Derren yang saling bungkam menghindari masalah.
Sementara di atas ranjang di sisi lain Miami
Anastasya baru saja di lepaskan oleh pria yang satu tahun ini menopang gaya hidup mahalnya.
“kau selalu hot seperti biasa” geram Nobu
“kau selalu membuatku hampir gila” kata Anastasya, pria ini tak seburuk yang dikatakan Anastasya pada Jonathan, mereka mungkin seimbang.
“apa yang kaulakukan pada Jonathan?” tanya Nobu, ia tahu Anastasya memasukkan obat terlarang ke dalam gelas yang di berikan pada Jonathan
“hanya bermain main, membalas rasa sakit hatiku karena dulu ia mencampakkanku” kekeh Anastasya dengan santai.
“sudah cukup? Jika masih kurang aku bisa membantumu”
“apa maksudmu?”
“kau ingin mendapatkan Jonathan?”
“tidak, ia kaya namun tak seroyal dirimu” kata Anastasya jujur, Jonathan tidak suka menghamburkan uang untuk memanjakan gadis, tentu saja karena bukan Jonathan yang mengejar gadis, Jonathan lah yang di kejar kejar oleh gadis gadis di kampus.
“baiklah, lebih baik kau bersiap siap, aku akan mengajakmu ke Tokyo”
“untuk apa ke sana? Aku tidak tertarik”
“untuk apa lagi, aku banyak pekerjaan, dan aku memerlukan dirimu”
“kau sudah cukup memakanku selama tiga hari disini”
“ikutlah, satu minggu saja dan aku akan memberimu 50.000 dolar”
Anastasya langsung melompat dari tempat tidur
__ADS_1
“Baiklah” kata Anastasya bersemangat, ia bisa membeli beberapa tas Chanel dengan uang tersebut.
TENANG BADAI INI GAK TERLALU BESAR 😅😅