Found Love In Kyoto

Found Love In Kyoto
20


__ADS_3

Livia benar benar menghabiskan dua hari di Yogyakarta untuk mengunjungi tempat tempat yang ia inginkan ditemani oleh Yudha kemudian hari ini mereka berdua akan pergi menuju bali, ketika mengantarkan Livia dan Yudha ke airport untuk pergi ke Bali, Danu memberikan Livia sebuah kartu kredit yang dengan senang hati Livia terima, kapan lagi bisa menghamburkan uang mas Danu pikirnya...


“pinnya...?” tanya Livia


“nanti mas kirim di wa” jawab Danu sambil tersenyum


“makasih mas Danu yang paling baik” Livia memeluk Danu dan membenamkan wajahnya di dada Danu tanpa peduli gendis di samping Danu.


Yudha merasa tidak nyaman dengan pemandangan itu segera menyeret Danu menjauh


“ada Gendis, gimana sih?” keluh Danu


Yudha menjitak kepala adiknya pelan “pin semua kartu atm sama credit card mas danu tanggal lahir kamu” kata Yudha


“tanggal lahir kita?” tanya Livia sok berlagak polos


“kamu Livi”


“kan kita bareng lahirnya” kata Livia ters saja pura pura bodoh


Yudha dan Livia menghabiskan 3 hari liburan di bali dengan liburan mewah, Livia benar benar menguras kartu kredit kakaknya hingga mencapai batas limit.


Ia menyeringai lebar saat mereka kembali ke kamar tempat mereka menginap, sambil berbaring di ranjang mereka masing masih dan saling bercerita selayaknya kakak adik.


“puas ngerjain Danu?” tanya Yudha


“pantesan di kasih yang ini limitnya cuma 50” jawab Livia santai, tentu saja bagi Livia itu jumlah kecil di banding uang pemberian Naoki

__ADS_1


“tau gak? Gendis itu yah kalau lagi sama mas danu, kaya patung sama patung, mas Danu gak pernah ngajak dia ngobrol selain masalah kerjaan”


“astaga mas Yudha nyinyir banget” Livia berusaha tertawa senatural mungkin


“serius ini, Livi gak pernah lihat sih. Kok mau maunya gendis nikah sama orang yang gak cinta sama dia” gerutu Yudha


“mas Yudha kaya tau aja” Livia tentu saja tau maksud Yudha


Hening sejenak


“udah baikan sama mas Danu?” tanya Yudha


“kita gak pernah ribut kok” Livia bohong tentunya


Yuda tersenyum, ia tau semuanya dari gerak gerik Livia dan Danu, bagaimanapun Yudha dan Livia tumbuh bersama selama 21 tahun tanpa terpisahkan satu detik pun. Tentu ia memahami semua gejolak emosi adiknya meskipun mereka bukanlah saudara kembar sedarah, Yudha selama ini hanya pura pura tidak mengerti hal hal yang terjadi dan tidak mencampuri urusan Livia, jika Livia tau bahwa Yudha mengetahui apa yang ia simpan, Yudha takut Livia juga menjauhinya.


Sesampainya di Sidney ia di jemput oleh Naoki di bandara yang langsung menghujaninya dengan ciuman dan pelukan kasih sayang, Livia sangat senang setiap kali Naoki memanjakannya, tentu saja wanita mana yang tak bahagia di manjakan bukan?


Walaupun Naoki menghabiskan waktunya untuk bekerja tidak jadi masalah untuk livia, ia bisa berkeliaran ke mana saja sambil membuang waktunya untuk menunggu Naoki mengurus bisnisnya, Livia mengambil beberapa foto dirinya di depan gedung opera sidney dan mempostingnya di feed instagramnya dengan caption “ureshii” dan emoticon mata beramor.


Ia juga mengirimkan fotonya pada Naoki yang sedang dalam pertemuan dan di jawab dengan cepat dengan kata “cantik dan emoticon love”


Setelah menghabiskan waktu satu minggu di Sidney bersama Naoki, mereka berdua kembali ke Tokyo. Livia mulai khawatir Naoki meninggalkannya ia mulai sering mengucapkan kata “Naoki jangan tinggalkan aku” ia takut Naoki mencampakkannya suatu hari seperti andrew


“tidak akan pernah, kita akan menua bersama sama” Naoki selalu mengatakan hal itu setiap kali Livia memohon padanya.


Seperti biasa Naoki mulai sibuk dengan urusannya kembali, setiap Naoki kembali dari bekerja ia akan mengecek Livia di apartemennya, memastikan Livia telah makan dengan benar dan mengecek persediaan dan kebutuhan sehari hari Livia, ia juga lebih sering menginap dan tinggal di apartemen Livia.

__ADS_1


Hari itu Hana datang ke apartemen Livia karena Livia membelikan beberapa oleh oleh untuk Hana dan Yukari, namun karena Yukari masih berada di Osaka, hanya Hana yang datang, mereka sedang asik mengobrol ketika Yukari mengirimkan sebuah pesan gambar berisi foto Livia dan Naoki sedang berciuman di depan pintu masuk bandara haneda, dan foto itu dengan mudah bisa di jumpai di instagram dengan mengetik #tokyo #haneda


“ya tuhan, gawat baanget hana, gimana dong?”


“direport aja, siapa tau bisa” usul Hana


“kayaknya gak bisa deh, aku coba kirim email deh ke pihak instaagram”


“kelamaan Livia, Naoki kan orang IT minta Naoki aja menghapus”


“great idea Hana...!”



Livia bergegas memanggil Naoki dan menceritakan hal hal yang terjadi,


“Naoki aku tidak ingin foto itu di lihat publik, aku malu” keluh Livia, bukan malu ia tidak mau teman temannya di Indonesia tau siapa pacarnya di Tokyo.


“kamu yang menciumku Livia kemarin, dan tidak merasa malu” goda Naoki


“Naoki hapus itu foto àtau aku tutup akun instagramku” ancam Livia, jika dipikir pikir ancamannya tidak ada hubungannya dengan Naoki


“iya, sabar sayang malam ini dipastikan fotonya sudah hilang” jawab Naoki dengan penuh kesabaran.


Karena telah lama berpisah dengan Livia, hana memutuskan tidur di apartemen Livia dan saling berbicara banyak hal, Livia mulai terisak menceritakan masalahnya dengan andrew, ia merasa Sndrew mencampakkan dirinya ia menghabiskan segala keluh kesahnya pada Hana, Hana mendengarkan Livia dengan tulus.


Hana merasa andrew tulus pada Livia, seperti Naoki yang tulus pada Livia, justru hana yakin Naoki jauh lebih tulus di banding Andrew namun Naoki terlalu mengulur waktu seperti tidak ada niat menikahi Livia, tetap saja Hana merasa sedikit penasaran dengan Andrew ia bahkan tak melihat kebohongan di wajah Andrew setiap pria itu menatap Livia...

__ADS_1


TAP TAP 👍😙😙😙😙


__ADS_2