
“Derren... aku belum siap untuk menikah” Olivia mencoba mencari alasan
“kalau begitu aku akan menunggumu sampai kau siap”
“untuk waktu itu bisakah kita hidup terpisah?”
Hening sejenak, rahang Derren mengeras, ia mengatur nafasnya karena dadanya terasa sesak. ‘kenapa Olivia begitu keras kepala dan terus saja berusaha menolak dirinya?!’ kesal Derren dalam hati
“apa begitu sulit bagimu untuk tetap berada di sisiku Olivia?” Derren menggeser tubuh Olivia agar menghadap ke arahnya, kedua tangan Derren berada di pundak wanita yang telah melahirkan putrinya.
“aku... aku hanya perlu memikirkan sebelum menikah, pernikahan bukan hal main main” lirih Olivia menjawab, wajahnya tertunduk tak mampu menatap wajah Derren.
“aku akan menunggu sampai kau siap, dan selama itu kau harus tetap berada di sampingku” Derren tidak ingin lagi ada bantahan dari Olivia.
Olivia “.....”
Tidak ada pilihan lain, artinya suka tidak suka, mau tidak mau Oliva harus menurut. Dinikahi hanya demi putri mereka Crystal, dan cinta Derren tetap untuk Merry, betapa menyakitkannya.
Sementara Crystal mulai merengek dan mulai manja, biasanya Crystal bertingkah demikian karena mengantuk.
“mommy berikan padaku, biar aku yang menidurkannya” kata Olivia seraya mengambil Crystal dari gendongan Livia dan membawa putrinya ke dalam sebuah kamar di mansion itu untuk membujuk Crystal tidur siang. Meskipun ada nannynya namun Crystal belum terlalu mengenal nannynya yang baru, ia masih sering menolak bersama nanny barunya, karena Derren lebih banyak mengurusnya sendiri ketimbang nannynya barunya.
Setelah Crystal tertidur Olivia masih merebahkan tubuhnya di samping Crystal memandangi putrinya yang menggemaskan, wajahnya begitu polos, rambutnya coklat, matanya juga coklat, ia sangat mirip dengan Livia tentu saja juga Sedikit mirip Keiko.
Livia datang dan duduk di sisi ranjang yang kosong, ia juga memandangi Crystal dengan penuh kasih sayang.
“Crystal sangat menawan”
“dia pasti akan secantik mommy kelak” kata Olivia sambil duduk dengan benar
“Olivia terima kasih, kau memberi kesempatan untuk Crystal melihat dunia, membesarkannya dengan baik” Livia sangat bersyukur Olivia tidak menggugurkan kandungannya meskipun saat itu hubungan Olivia dan Derren kandas.
“mommy ... maafkan Olivia”
“mommy seharusnya menikahkan kalian sejak dulu, tidak perlu menunggu kalian menjadi dokter” sesal Livia
“mommy tidak perlu menyesali, semua telah terjadi” Olivia menjadi tidak nyaman, apalagi Livia terus meminta maaf padanya, rasanya itu kurang pantas menurut Olivia.
“Olivia, kau juga putri di keluarga kami, tolong apa pun yang terjadi jangan pernah menjauh lagi dari kami”
__ADS_1
Olivia tidak mampu menjawab ia hanya diam
“kau tau, Olivia sejak kau datang kembali kami sangat bahagia, terlebih dengan adanya Crystal, setelah hampir tiga tahun Derren tidak pernah berbicara pada kami akhirnya ia kembali mau berbicara”
“maksud mommy?” tanya Olivia heran
“sejak kau meninggalkan Derren ia hanya bekerja dan mengurung dirinya di dalam kamar, ia tidak pernah berbicara selain pada pasiennya dirumah sakit”
Darah Olivia terasa berdesir mendengar cerita wanita di depannya, sempat tersentuh. namun egonya kembali menguasai batinnya, ia mencibir dalam hati ‘itu kesalahan Derren sendiri, bukan salahku’
“pokoknya Olivia, kau itu satu satunya orang yang bisa membuat Derren bahagia dan bersemangat” Livia tidak bisa menjelaskan bagaimana perasaan anaknya pada Olivia, namun ia yakin Derren memang sangat mencintai Olivia. Melebihi apa pun di dunia ini, mungkin cinta Derren seperti cinta Livia pada Danu dulu.
Livia masih ingat 3 tahun yang lalu Olivia mengirim pesan singkat padanya.
“mommy, daddy maafkan Olivia. Sejak satu bulan yang lalu Olivia dan Derren kami telah mengakhiri hubungan kami, maaf telah mengecewakan kalian”
Dan beberapa bulan kemudian Derren kembali ke Tokyo dengan wajah suram, tidak pernah berbicara apa pun dan tatapan matanya penuh keputus asaan.
Bahkan Livia juga tidak berani bertanya pada anaknya sendiri, ia hanya mendengar cerita sepihak dari Jonathan tanpa bisa mengkonfirmasi pada Derren maupun Olivia karena keduanya seperti melarikan diri dan menutup diri. Berkali kali juga Livia mencoba menghubungi Olivia namun gadis itu mengabaikannya, bahkan Livia dan suaminya berusaha menemui Olivia di London tapi gadis itu selalu menghindar.
Andai Livia tau sejak awal kalau Olivia menghindar untuk menyembunyikan kehamilannya, pasti Livia tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Livia pernah mengalami bagaimana perasaannya mengandung tanpa suami, apa lagi Olivia sudah tak memiliki kedua orang tua, benar benar semua itu membuat Livia semakin merasa bersalah.
“ayo sayang kita keluar, makan siang sepertinya sudah siap, nenek masak spesial buatmu hari ini” ajak Livia setelah ia tersadar dari lamunannya
Benar saja di meja makan sedang di sajikan berbagai macam masakan khas Indonesia yang di masak langsung oleh Yunita dan Herdiana, sebagian besar masakkan yang tersaji adalah kesukaan Olivia.
Olivia semula hendak membantu namun dilarang oleh Livia, jadi mereka berdua duduk manis menunggu hingga hidangan selesai di sajikan dan tertata rapi.
Tidak lama kemudian seluruh anggota keluarga telah berkumpul dan makan bersama dengan penuh kehangatan,
Derren yang duduk disampingi Olivia terus saja memperlakukan Olivia seolah olah Olivia seorang anak kecil, tentu saja Olivia merasa risih karena di meja makan bukan hanya ada mereka berdua.
“berhenti berpura pura baik” bisik Olivia pada Derren
”dan berhenti berpura pura galak mama” Derren menjawab dengan santai sambil menambahkan potongan ikan yang di bumbui bumbu rujak di piring Olivia, memastikan tidak ada duri yang membahayakan ia menyerahkan pada Olivia.
Kesal merasa di kerjai oleh Derren, Olivia mengambil terong yang di masak dengan bumbu balado lalu meletakkan di piring Derren dan mengambil dengan sendok dan mengarahkan ke mulut Derren
“papa... aaaaaaaa” kata Olivia di sertai seringai jahat
__ADS_1
Derren menyipitkan matannya memandang Olivia tidak suka
“papa ayo makan, aaaaaaa” kata Olivia manja
Hingga terpaksa Derren membuka mulutnya dan langsung menelan makanan itu tanpa mengunyah, tentu saja di bantu segelas air. Derren sangat takut dengan masakan yang mengandung cabe.
“papa, kau seorang dokter, pasti tau bukan? makanan harus di kunyah 32 kali sebelum di telan?” tanya Olivia dengan nada mengejek
Olivia menyendok makanan di piring Derren lagi dan menyuapi Derren dengan terong balado lagi!!
“Aaaa papa.... aaaaaaa” kata Olivia di sertai seringai kemenangan telak!!!!
Mereka menjadi pusat perhatian semua yang ada di meja makan dan mereka tidak menyadari, Olivia dan Derren sibuk bertarung masalah makanan.
“eeeheeemmmmmm” Jonathan terbatuk
Olivia dan Derren segera menyudahi pertengkaran mereka dan kembali makan dengan normal.
Naoki berbisik pada Livia “sayang apa dulu kita semanis itu ketika muda?”
"kurasa... tapi kita tidak pernah bertenngkar" Livia mencoba mengingat masa muda mereka
"tentu saja karena aku tidak pernah melayanimu padahal kau selalu mencari masalah" Naoki berbicara fakta!
"aku tidak..," tentu saja wanita selalu benar bukan?
"aku jadi ingin kembali muda" kekeh Naoki
“aku juga hubby” jawab Livia terkekeh
“sepertinya kita akan mengadakan pesta pernikahan lagi dalam waktu dekat”
“tidak terasa kita telah setua ini” guman Livia
Mereka berdua tersenyum bahagia.
**MULAI HARI INI UPDATE CHAPETER 2 KALI SEHARI YA 😙😙😙😙😙😙 JAM 11 SIANG SAMA JAM 11 MALAM 😋😋😋
__ADS_1
OH IYA NANNY \= BABBY SITTER YA KALI AJA ADA YANG BINGUNG
TAP JEMPOL KALIAN 👍😙**