
Kesal, ya sangat kesal! Takumi merindukan Olivia, ia ingin sekali melihatnya, bahkan Takumi baru saja pulang dari tournya dan langsung menuju rumah sakit tanpa kembali ke tempat tinggalnya terlebih dulu, Takumi membuang semua vitamin yang telah ia tebus di tong sampah di rumah sakit.
Ia memasuki Jeep wrangler rubiconnya, meraih ponsel di saku jasnya dan mengetik nama rumah sakit yang sering ia kunjungi akhir akhir ini di pencarian google.
Dan di wikepedia segera muncul nama Direktur utama rumah sakit Derren Charles Tjiptadjaja, istri Olivia Tjiptadjaja.
Namun ada yang menarik ketika ia mengklik nama saudara dari Derren, Yamada Keiko.
Sudut bibir Takumi terangkat mengembangkan senyum tipis....
Ia segera membuka akun media sosial milik Keiko, mengklik beberapa foto gadis kecil berambut coklat, menggeser hingga kebawah, itu adalah postingan sekitar 7 tahun yang lalu, di mana Olivia sedang bernyanyi di iringi piano oleh Keiko, video itu di rekam oleh Jonathan. Senyum di bibir Takumi semakin mengembang.
Tadi pagi setelah memeriksakan kandungannya Derren segera mengantar Olivia ke kediaman orang tuanya, dan Olivia segera sibuk membuat kue ulang tahun untuk suaminya.
Ia juga memasak banyak makanan untuk merayakan ulang tahun suaminya, semua yang di buat oleh Olivia adalah masakan Indonesia.
“sayang mulai saat ini setiap pria itu mendaftar untuk berobat bisakah kau menggantikanku?” tanya Olivia beberapa hari yang lalu, ia menceritakan bagaimana Takumi sering berpura pura memeriksakan kesehatannya pada Derren, bercermin dari masa lalu ia tidak ingin ada lagi sesuatu yang mereka tutupi maupun mereka pendam, mereka telah membuat komitmen bahwa mereka akan saling terbuka satu sama lain.
‘Tentu saja bisa, bahkan kalau bisa pria itu harus menjauhi Olivia selamanya’ batin Derren, namun ia tak ingin menakuti Olivia.
“baiklah, aku akan menggantikanmu” kata Derren dengan nada bahagia, bagaimana tidak bahagia istrinya sangat manis dan tidak merahasiakan apa pun padanya, bahkan meminta Derren secara tidak langsung menghalau pria yang tampaknya memiliki modus terselubung.
Sore hari Derren kembali dari pekerjaannya dan langsung menuju kediaman orang tuanya, ia langsung menuju dapur untuk melihat istri tercintanya.
Olivia tampak menggunakan celemek di tubuhnya ia sedang menghias kue ulang tahun sederhana, menggilas fondan lalu membentuknya menjadi dua ekor angsa.
Filosofi Burung angsa hanya mencintai pasangannya, ia bereproduksi untuk menghasilkan keturunan hanya dengan pasangannya. sebuah romantisme burung angsa dengan pasangannya, indah bukan kalau burung angsa dijadikan obyek percontohan cinta sejati?
“Olivia apa kau tidak lelah?” tanya Derren dengan nada khawatir sambil mendekati Olivia,
Dua orang pelayan yang berada di samping Olivia segera menjauhi dua orang yang selalu tampak terlihat mesra itu.
“selamat datang, kau sudah pulang sayang?” tanya Olivia sambil perhatiannya tetap pada fondan di depannya.
Derren menciumi pipi Olivia, Olivia dengan manjanya mencondongkan tubuhnya hingga beban dari tubuhnya tertumpu sepenuhnya di dada Derren, dengan sigap penuh kasih sayang Derren menangkapnya, melengkungkan badannya dan melahap bibir istrinya.
Mereka terbuai dalam ciuman penuh kasih sayang, bahkan reaksi tubuh Olivia seakan meminta lebih, namun ia segera tersadar di mana mereka berada dan ia juga masih menggenggam cetakan kue.
“Derren jangan nakal” guman Olivia manja
“kau menggodaku Olivia” geram Derren
Olivia menyeringai.
“papa kau temui Crystal dulu, aku akan menyelesaikan ini dalam waktu 10 menit”
“baik ratuku, di mana Crystal?”
“Crystal ada ruang bermain bersama Mommy, belajar ballet”
__ADS_1
“kau jangan terlalu lelah, aku akan panggilkan pelayan untuk membantumu” kata Derren, ia memanggil pelayan untuk membantu Olivia kemudian ia menuju ruang kerja Naoki yang telah di sulap sebagian menjadi ruang bermain untuk Crystal, di sana Crystal sedang menari ballet bersama instrukturnya. Sedangkan Livia sedang menyuapi Kevin dengan bubur balita, Kevin tampak antusias melihat Crystal menari, ia dengan mudah membuka mulutnya hingga Livia tidak mengalami kesulitan memberinya makan.
“mommy” sapa Derren
“kau pulang nak?” sapa Livia
“biar aku yang menjaga Kevin, kau istirahatlah” kata Derren
“tidak masalah, setelah ini Kevin akan mandi di urus nannynya” kata Livia sambil memberikan suapan terakhir di mangkuk bubur balita yang berada di tangannya.
“papa... lihat papa, Crystal bisa” teriak Crystal dengan riang sambil mendatangi ayahnya, gadis kecil itu telah pandai menyebut namanya dengan benar sekarang
“ya... putri papa memang yang terbaik” Derren mengecup pucuk kepala Crystal.
Crystal kembali berlari menghampiri instruktur baletnya dan kembali berlatih.
Derren menekuk kakinya di depan Kevin dan mengelus pipi bulat keponakannya,
“Kevin kau mirip sekali dengan ayahmu” kata Derren
“ya uncle, Kevin juga akan setampan uncle kelak” jawab Livia menirukan gaya anak kecil.
“mommy” guman Derren tiba tiba “seorang pria mengejar Olivia, ia berpura pura menjadi pasien” keluh Derren
Tentu saja Livia sangat terkejut
“ketika di Sapporo Olivia menyelamatkan nyawa putranya yang mendadak terserang sesak nafas” Derren menceritakan kejadian di Sapporo
“bagaimana kalian menghadapinya?” tanya Livia
“hari ini aku menggantikan Olivia praktik karena pria itu mendaftar untuk berobat”
“kalian harus saling percaya dan terbuka” Livia kembali mengingatkan putranya.
Derren mengangguk, “mommy, Olivia sedang hamil” Derren memberi tahu dengan nada murung
“Derren, ini berita baik, kenapa kau murung?” tanya Livia heran
“aku khawatir pria itu...” jawab Derren mengambang
“tidak apa apa, jangan berpikir yang tidak tidak, keluarga kita memiliki kekuatan di sini, tidak akan ada yang menganggu Olivia, kau jangan khawatir”
“mommy aku takut sekali Olivia berpaling dariku”
“kau kenapa?” tanya Livia heran, Derren memang terlalu sensitif jika menyangkut Olivia.
“rasa cintaku pada Olivia membuatku takut” kata Derren sambil jarinya kembali menyentuh pipi bulat Kevin
__ADS_1
Livia tiba tiba merasa Dejavu! Itu seperti rasa cintanya pada Danu di masa lalu, cinta yang begitu besar, possesive dan menyiksa batinnya, ia sangat takut Danu tidak bisa ia genggam, ia takut Danu memikirkan gadis lain, ia takut... cinta yang penuh ketakutan dan begitu posessive tidaklah nyaman.
“Derren, selama kau memperlakukan Olivia dengan baik, ia tidak akan berpaling, kau sayangi dia tapi jangan kau buat kebebasannya terenggut, ia pasti akan merasa nyaman bersamamu selamanya”
Derren mengangguk mengerti, Livia memanggil nanny Kevin dan menginstruksikan untuk mengurus Kevin.
Tidak lama Crystal juga telah selesai dengan balletnya, ia sedang berlarian kesana kemari bermain dengan Luna kucing kesayangan Kenzo, sejak Crystal berada di Tokyo kucing itu di biarkan bebas berkeliaran di kediaman itu, Livia terpaksa mengalah meskipun beberapa kali ia nyaris pingsan karena kucing itu bergelayut manja di kakinya.
“Olivia.. Crystal akan memiliki calon adik dan tidak memberitahu mommy?” kata Livia sambil memasuki dapur, Olivia sedang mencuci tangannya, ia telah selesai menghias kue dan seluruh hidanggan juga telah siap untuk makan malam mereka.
“mommy aku akan mengumumkan nanti malam” kata Olivia sambil wajahnya cemberut pada Derren, suaminya tidak membantunya membuat kejutan, benar benar membosankan!
“aku tidak sabar memberi tahu mommy” kekeh Derren, ia tau Olivia sedang menyalahkannya
“Olivia, selamat, biarkan mommy memelukmu” kata Livia sambil merentangkan lengannya.
Mereka berpelukan, tidak lama Jonathan, Naoki dan Tiffany datang.
Ada apa ini?” tanya Naoki melihat istri dan menantinya tampak bahagia sambil berpelukan dengan Olivia
“Crystal akan memiliki adik” kata Livia memberi tahu Naoki suaminya
Olivia tersenyum bahagia, wajahnya berseri seri
“benarkah? Selamat Olivia Derren” kata Naoki sambil menepuk bahu Derren
“terima kasih daddy”
“Olivia selamat" kata Tiffany sambil memeluk Olivia
“terima kasih Tiffany”
Naoki juga mendekati Olivia dan mengelus rambut di kepalanya
“selamat Olivia” katanya penuh kasih sayang
“daddy terima kasih”
“ngomong ngomong kalian sepertinya melupakan ulang tahunku” gerutu Derren.
“apa ulang tahunmu masih penting?” tanya Jonathan dengan nada mengejek.
Semua yang berada di sana akhirnya hanya tertawa bahagia.
KALIAN PADA CARI AKU YA 😆😆😆
KUUUY SENANGNYA 😆😆😆😆
MAAFKAN KENGAMBEKANKU YANG BIKIN KALIAN RUNDU, SETELAH SEMUA STAFF MANGATOKN AKU TEROR AKHIRNYA AKU PUTUSKAN UPDATE LAGI WALAUPUN BELUM YAKIN SIH 😭😭😭😭
__ADS_1
DOAKAN YA SEMOGA BADAI BUGNYA CEPET BERLALU 😭😭😭