
DERREN CHARLES TJIPTADJAJA
Seorang mahasiswa kedokteran semester 3 yang rupawan, rambutnya yang berwarna coklat, manik matanya berwarna coklat hidungnya mancung dan rahang yang berbentuk kokoh.
Photo by Instagram @nickbateman
Meskipun ia lahir dan tumbuh di jepang tetaplah ia adalah seorang Tjiptadjaja, di besarkan oleh keluarga Yamada namun tetap saja darah yang mengalir di nadinya adalah darah Tjiptadjaja, jiwanya dingin, kaku dan irit bicara adalah gen yang ia warisi dari kakeknya Djohan Tjiptadjaja. Derren selalu kagum pada ayah tirinya Yamada Naoki, pria yang sabar, tenang namun hangat dalam keluarga, dan Derren benar benar ingin takdir berubah, ia ingin memiliki nama Yamada di belakang namanya bukan Tjiptadjaja.
JONATHAN TJIPTADJAJA
Ia adalah pria tampan, lebih tampan dari kakaknya Derren Tjiptadjaja. Ia tampaknya mewarisi gen dari ayah dan ibunya, ayahnya Andrew Charles Tjiptadjaja, matanya tidak bisa jauh dari gadis cantik, mulutnya gemar mengucapkan kata kata yang sedikit vulgar dan ia tidak boleh ada gadis yang menolak untuk di permainkan olehnya.
Dan sifat ibunya Livia putri artajaya yang gemar menarik pandangan lawan jenisnya, menebarkan pesona pada para pria di masa mudanya.
Photo by instagram @seanodoneil
Mulutnya manis berbisa, berbeda dengan Derren kakaknya yang lebih banyak diam, satu satunya kesamaan mereka adalah kebanyakan gadis memuja, mengidolakkan, dan mengejar mereka.
Tentu saja gadis mana pun menginginkan pria yang memiliki segalanya, wajah yang tampan, bentuk tubuh yang sempurna dan mereka berdua adalah pewaris semua kerajaan bisnis milik keluarga Tjiptadjaja yang menggurita, tidak hanya di Indonesia, jaringan ruko dan pertokoan, hotel, apartemen, dan bisnis bisnis lain yang tersebar di berbagai negara.
Di OXFORD UNIVERSITY-LONDON
Banyak gadis gadis di kampusnya yang mati matian mengejar Derren, tidak hanya teman satu angkatan bahkan seniornya pun banyak yang tergila gila padanya, namun bukan Derren namanya jika ia membalas perasaan mereka, bahkan membalas gadis yang hanya sekedar ingin menyapa saja Derren enggan!!!
‘tidak berguna dan membuang waktu’ cibirnya dalam hati
Dalam sepanjang hidupnya selama 18 tahun Derren adalah pria dingin terhadap para gadis, ia sama sekali tidak pernah tertarik dan tidak berniat bermain main dengan gadis mana pun, bagaimanapun cantiknya, gadis di seluruh penjuru bumi ini baginya tidak ada yang bisa membuatnya tertarik, ia lebih menyukai menghabiskan waktunya untuk menggambar dan membaca buku.
Orang tuanya telah melakukan berbagai macam cara agar putra pertama mereka menjadi anak yang normal, ibunya ingin Derren tumbuh sebagai remaja normal yang memiliki kisah cinta masa remaja meskipun hingga ia duduk di bangku kuliah usaha ibunya tetap tidak berhasil.
Sore itu Derren baru saja kembali dari kuliahnya
“Derren sayang, hari ini tolong kau jemput Olivia, mulai minggu depan akan kuliah di London, ia juga akan tinggal bersamamu jadi mommy minta tolong kau harus jaga sepupumu itu dengan baik” itu suara Livia ibunya melalui panggilan telfon.
‘damn it!!! Gadis manja itu? Apa apaan?’
“mommy.....” Derren berniat untuk protes
“tidak ada bantahan Derren...” jawab Divia cepat
“kau benar benar wanita yang pengatur” jawab Derren kesal
‘menyebalkan kenapa gadis manja itu harus tinggal bersamaku’ dalam hatinya, selama tinggal di London ibunya memfasilitasi dirinya dengan sebuah apartemen mewah beserta satu unit Maybach berwarna hitam, sangat sesuai dengan karakter Derren yang tenang dan tidak bisa ditebak.
“Derren di mana kamarku?” tanya Olivia ketika mereka telah sampai di apartemen, seharusnya Derren dan Olivia berada dalam satu angkatan dalam pendidikan namun saat sekolah menengah pertama Derren menyelesaikan dalam waktu 2 tahun sehingga sekarang ia lebih maju 1 langkah di banding Olivia.
“kau bisa pilih sesukamu, ada 5 kamar di sini” Kata Derren “kecuali itu dan itu” kata Derren menunjuk 2 kamar
“kau lupa barusan kau bilang aku bisa pilih sesukaku?”
“satu kamarku dan satu kamar orang tua ku, apa kau ingin tidur bersamaku?” tanya Derren datar
“hahahah, kita tidur bersama ketika kecil, tidak masalah bukan?” kata Olivia menggoda Derren “Derren kau kenapa sangat membosankan seperti ini?” gerutu Olivia jujur
“kau juga membosankan dan terlalu cerewet” kata Derren sambil meninggalkan Olivia
‘omg.... benar benar sepupunya itu pria yang tidak masuk akal’ batin Olivia sambil melangkah memasuki sebuah kamar dan mulai merapikan barang barang yang ia bawa dari Indonesia.
Besok paginya
“Derren” teriak Olivia sambil menyeret selimut yang menutupi tubuh hingga ke kepala Derren “antarkan aku membeli semua kebutuhanku selama tinggal di sini, aku perlu seprei, bedcover baru dan perlengkapan lain” lanjutnya dengan suara nyaring
__ADS_1
Itu bahkan masih sangat pagi dan gadis manja itu sudah merengek demi keinginannya yang tidak penting
Derren membuka matanya dengan enggan, sejak tadi ia mendengar Olivia memanggilnya namun ia sengaja pura pura tidak mendengar hingga gadis itu akhirnya berteriak
‘triple shit!!!!’ umpat Derren dalam hati.
“kau sungguh merepotkan Olivia bukankah semuanya sudah ada di sediakan mommyku” jawab Derren yang enggan bangkit dari tempat tidur
“aku ingin warna pink, aku tidak mau tidur dengan seprei dan selimut berwana grey” jawab Olivia tanpa rasa bersalah yang telah mengganggu pagi Derren yang berharga.
'Benar benar siaaallll! Apa yang ada di pikiran gadis manja ini? Lagi pula Apa artinya sebuah warna? Apa pentingnya?' gerutu Derren dalam hatinya
Derren memandang wajah Oliva dengan malas, ia bangkit dari tempat tidur, mencuci wajahnya lalu membuat sarapan. Sedangkan Olivia? Ia hanya mengikuti Derren kemanapun Derren melangkah sambil terus membujuk Derren
“makan!” perintah Derren sambil menyodorkan piring berisi pancake
“aku tidak ingin makan”
“kau harus makan atau tubuhmu semakin tipis seperti kertas”
“aku tidak kurus, dan aku tidak lapar” Olivia memang tidak kurus, dengan tinggi 165 cm dan dan berat badan 55 kg tubuhnya termasuk ideal.
“kau harus sarapan, atau aku tidak akan mengantarkanmu berbelanja benda pink yang menjijikkan itu”
Olivia buru buru melahap isi piring itu hingga tak tersisa kemudian ia membersihkan piring dan meja setelah mereka selesai sarapan,
OLIVIA PUTRI ARTAJAYA
Ia adalah gadis cantik yang rupawan, dengan bola indah, alis yang hitam rapi, tubuhnya proporsional, rambutnya tidak terlalu hitam, namun mengkilat dan selalu di biarkan tergerai menutupi pundaknya, gadis itu sangat cerewet dan manja.
Photo by Instagram @thenanastasiah
Apapun kehendak Olivia, ayahnya Danu akan segera mengiyakan, dan ibunya yang bernama Gendis adalah satu satunya orang yang sering menentang kemauan Olivia, namun ibunya tidak berani menentang ayahnya, dan Olivia selalu menang atas semua keinginannya meskipun kadang harus merengek terlebih dahulu.
Derren ia sudah sangat hafal dengan tingkah sepupunya, ia sangat membenci kemanjaan yang bersemayam di jiwa Olivia. Dulu ketika mereka kecil setiap Olivia merengek ingin mengajak Derren bermain bersama namun Derren selalu menolak, lalu Derren lebih memilih menggodanya hingga gadis kecil itu menangis kemudian ia berlari untuk bersembunyi mengunci dirinya dikamar.
Sekarang bagaimanapun juga orang tua Olivia dan orang tuanya sendiri yang meminta Derren untuk menjaga Olivia selama mereka tinggal berdua di London jadi Derren mau tidak mau harus menuruti kemauan Olivia termasuk mengantarkan Olivia pergi membeli kebutuhannya.
Ralat bukan kebutuhannya namun keinginannya!
“gunakan ini” Derren mengulurkan sebuah kartu bank
“kau sombong sekali jangan sia siakan uang pemberian mommymu untuk kau pamerkan padaku”
“itu uangku sendiri”
“kau seorang mahasiswa kau tidak bekerja, uang dari mana?” Olivia tertawa mengejek
“aku penerus keluarga Tjiptadjaja, aku sudah kaya sejak masih berupa embrio, dan aku banyak menjual rancangan konstruksi bangunan, cukup untuk membiayai hidupku sendiri selama 10 tahun tinggal di London tanpa bekerja” kata Derren sambil hendak memasukkan kartu itu kembali ke dompetnya namun Olivia merebutnya.
“baiklah jika kau memaksa, berapa pinnya?”
“tanggal lahir Keiko”
“katakan saja pinnya, Di Tokyo sekarang masih malam Keiko mungkin masih tidur jika aku harus bertanya padanya apa aku harus menunggu ia bangun? Atau aku harus membangunkan tidurnya? Atau aku harus memanggil mommymu?” tanya Olivia panjang lebar
“bodoh, cek saja di wikipedianya” jawab Derren malas. Jelas jelas Yamada keiko adiknya adalah salah satu model kelas atas di jepang dan ia juga seorang pemain piano profesional untuk apa gadis manja ini repot repot bertanya padanya
Olivia menyeringai ia hanya berpura pura mencerca Derren dengan pertanyaan tidak penting agar Derren kesal, Olivia kemudian melesat meninggalkan Derren di mobilnya dan ia berkeliling sendirian di swalayan untuk berbelanja.
3 jam kemudian Olivia memanggil Derren yang menunggunya di mobil
“Derren di mana?” derren menjauhkan ponsel dari telinganya karena suara olivia melengking terdengar melalui speaker handphonenya.
__ADS_1
“mobil” jawab Derren dengan malas, ia telah menunggu 3 jam di mobilnya hingga tertidur
“bantu aku membawa barang barangku”
“aku bukan sopirmu” jawab Derren sambil mematikan panggilan dan sana sekali tak bergeming dari duduknya.
30 menit kemudian Olivia datang tangannya penuh dengan barang barang, Derren tetap tak bergeming membuatkan Olivia menyusun semua barang barang di bagasi mobil dan kursi belakang.
“kau benar benar keterlaluan Derren, lihat saja nanti akan ku balas” ancam Olivia sambil menutup pintu mobil
Derren menghidupkan mesin mobil tanpa menghiraukan Olivia, ia menginjak pedal gas dan melajukan mobil dengan kecepatan sedang.
Sesampainya di apartemen ia juga Derren langsung turun dari mobil dan menyerahkan kunci mobil pada Olivia, kemudian masuk ke apartemen tanpa memperdulikan Olivia dan barang barangnya.
Bagi Derren menunggu wanita belanja adalah hal paling bodoh dan membosankan, dan Olivia membuatnya menunggu 3 jam !!!! 3 jam adalah waktu yang berharga bagi Derren, berapa banyak huruf dan angka pada yang sudah terlewatkan jika di gunakan untuk membaca buku atau menghitung skala pada gambar konstruksinya.
Derren tidak yakin bagaimana bisa Olivia bisa lulus ujian masuk fakultas kedokteran di Oxford Universty, benar benar tidak masuk akal!! gadis yang menyebalkan, kenapa ibunya membiarkan gadis berisik itu mengikuti jejaknya kuliah di London dan tinggal satu atap dengannya.
Meskipun mereka bersepupu dan hampir setiap tahun Derren bertemu dengan Olivia namun ia merasa risih tinggal satu atap hanya berdua dengan Olivia, disamping Oliviaa sangat berisik, pasti gadis itu akan mengganggu Derren sepanjang hari dengan ocehannya yang tidak berguna, lagi pula bukan rahasia keluarga lagi jika mereka bermusuh sejak kecil. Derren akan segera merencanakan sesuatu agar Olivia pindah dari tempat tinggalnya yang nyaman dan sepi itu.
Paginya Olivia bangun jam 6 lagi, setelah mandi ia membuat 2 porsi sarapan ala barat, lalu iya mengetuk pintu kamar Derren, namun tidak ada jawaban. Olivia mendorong gagang pintu namun rupanya pintu itu terkunci, Olivia melirik ke meja di mana kunci mobil Derren dan kartu banknya ia letakkan tadi malam, benda itu telah raib berganti dengan secarik kertas bertuliskan password pintu apartemen.
Itu juga tanggal lahir Yamada keiko adik perempuan satu satunya Derren.
Olivia sangat kesal, sepupunya benar benar mempermainkannya. Dan yang lebih menakutkan lagi adalah ia belum hafal rute untuk menuju ke kampusnya!!!! Ia beberapa kali ke London mengurus pendaftaran dan tinggal di apartemen ini juga namun ia di dampingi ayahnya Danu saat itu, dan sekarang ia benar benar sendiri.
Olivia bisa saja naik taxi namun itu akan menjadi pemborosan, ia harus menghemat biaya hidupnya meskipun keluarganya mampu namun ia merasa tidak berhak hidup sesuka hati, ia telah bertekad untuk mulai belajar mandiri.
Jari jemarinya dengan cepat menari di atas layar ponselnya dan mencari cara menuju ke kampusnya.
Hanya 4 km, dan ada halte bus juga disekitaran apartemen meskipun lumayan untuk berjalan kaki menuju halte.
Olivia segera memakan sarapannya dan berjalan menuju halte bus untuk pergi ke kampusnya.
Sudah satu minggu Olivia menjalani hari harinya sebagai mahasiswa ia juga telah mendapatkan beberapa teman, beberapa orang yang juga berasal dari Indonesia dan beberapa orang dari berbagai negara.
Dan Olivia sudah 1 minggu juga ia tidak bertemu Derren, sepupunya seperti hilang di telan bumi. Olivia belum pernah melihat sepupunya lagi baik di kampus maupun di tempat tinggal mereka.
Meskipun mereka berada di universitas yang sama namun Oxford bukan tempat yang kecil. Mereka juga satu fakultas ilmu kesehatan, namun jelas ia berbeda dengan Derren yang masuk melalui beasiswa dan kepandaiannya juga di atas rata rata. Derren mungkin berada di tempat yang tidak biasa juga di kampus itu.
“Olivia lihat itu mahasiswa tergenius di fakultas kedokteran, ia bahkan di nobatkan sebagai mahasiswa tertampan” siang itu para mahasiswi yang berada di kantin saling berbisik tak terkecuali temannya yang bernama Miranda evanovarch gadis berkebangsaan Italia, yang duduk tepat di depan Olivia
“yang mana?” Olivia merasa tertarik dan mengekori mata temannya dan jatuh pada pria yang duduk membelakanginya sedang memakan makanan di piringnya. Pria itu duduk bersama teman temannya namun hanya pria berambut coklat itu yang tidak banyak berbicara.
Dari tubuh dan potongan rambutnya jelas itu Derren, olivia hampir tersedak roti yang sedang ia telan dan ia segera meminum air mineral dari botolnya,
“jangan bilang kau juga terpesona” kata Miranda
Olivia tertawa hambar, terpesona? Yang benar saja! Yang ada olivia ingin mencekik leher sepupunya hingga mati.
“melihat wajahnya saja tidak bagaimana mungkin aku terpesona?” Olivia berpura pura tidak mengenal Derren.
“kau sungguh belum pernah melihatnya?” tanya Miranda
Olivia mengangguk “aku baru kali ini melihat punggungnya” kata Olivia melanjutkan kebohongannya
“oh tuhan dia sangat tampan dan katanya ia sangat genius, andai ia di jadikan pacar pasti sangat menyenangkan biar ia yang mengerjakan seluruh tugas kita” racau Miranda
Olivia merasa ingin memuntahkan semua isi perutnya, Derren tampan? Menurut Olivia Derren itu biasa saja, masih lebih tampan Jonathan adiknya, dan masih lebih imut Kenzo adik bungsunya yang wajahnya sangat mirip dengan aktor dari China Lin yi.
Derren? Dia itu seperti gunung es, pokoknya Jonathan dan Kenzo jauh lebih tampan dan menyenangkan, mereka partner bermain game yang sempurna setiap kali Olivia datang ke Tokyo untuk berlibur.
Saat Olivia dan Miranda bangkit dari tempat duduk, Derren juga bangkit dari tempat duduknya, mereka nyaris bertubrukan, olivia membuang muka sedang Derren memandangi Olivia dengan tatapan dingin. Berbeda dengan Miranda, ia menatap Derren hingga mulutnya menganga terkagum kagum.
Hellooooowwww kembali lagi bertemu dalam FOUND LOVE IN KYTO PART 2 😅
__ADS_1
Hey kalian 😍😍😍
Likendan jempolnya yaaah 💖💖💖