
Dalam hidup ini tidak semuanya yang kita rencanakan berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan, seperti halnya saat Livia menerima kabar bahwa putri dan menantunya mengalami kecelakaan menaiki helikopter. Livia dan Naoki bergegas menuju ke Moscow untuk memastikan keadaan putrinya.
Perasaan Livia bukan hanya hancur berkeping-keping saat melihat keadaan menantu dan putrinya yang hanya terpejam, apa lagi dokter mengatakan ia sedang mengandung. Perasaan Livia semakin terpuruk, putri satu-satunya mengalami penderitaan yang tidak pernah ia perhitungkan. Ia dan Naoki membesarkan Keiko dengan penuh pengawasan karena ia memiliki kekurangan tetapi yang menimpanya justru hal yang sama sekali tidak di perhitungkan.
Setelah tertidur selama dua Minggu Anthonino akhirnya terbangun, pria yang mengalami patah tulang lengan, kaki dan tulang rusuk itu tentu saja syok saat mengetahui keadaan istrinya.
Rahang Anthonino tampak mengeras, telapak tangannya terkepal. “Tidak akan kulepaskan kau Nameera jika terjadi apa-apa terhadap anak dan istriku,” geramnya.
“N—nameera?” Livia bertanya.
Livia terkejut saat mendengar apa yang di ucapkan Anthonino menantunya, menantunya menggunakan kalimat tidak akan memaafkan Nameera kemudian suaminya bergegas mengajaknya meninggalkan ruangan di mana Keiko di rawat.
“Apa yang kalian sembunyikan dariku?”
__ADS_1
Noki terdiam sejenak sementara Phillips dan Samantha yang berada di dalam ruangan tempat ruang kamar seharusnya Anthonino dirawat berniat untuk keluar dari tetapi Naoki menahan mereka dengan memberikan kode agar tetap duduk di tempat masing-masing. Livia tampak begitu berapi-api sementara Naoki tampak lebih tenang.
“Apa yang dilakukan Nameera terhadap Keiko dan Nino?” Livia membesarkan bola matanya.
“Percayalah Keiko akan segera bangun seperti halnya Nino. Jangan khawatir, oke.” Naoki sebisa mungkin mengabarkan istrinya.
“Kau begitu santai sementara putrimu hampir saja kehilangan nyawanya, kau tidak mendengar apa kata dokter? Jika Keiko tidak bangun dalam waktu satu bulan ia bisa saja tidur selamanya. Apa kau tidak menyayanginya?” nada suara Livia meninggi.
“Bagaimana mungkin aku tidak menyayangi putri yang kita buat dengan penuh cinta.” Naoki mendudukkan Livia di sofa tepat di samping Samantha. Gadis itu tampak tanggap dan segera meraih telapak tangan Livia untuk menenangkannya.
Philip segera bangkit dari duduknya, mengambilkan air mineral untuk Livia.
Setelah Livia meminum beberapa teguk air Naoki memulai penjelasannya. “Aku sangat menyayangi anak-anak kita tetapi bagaimana aku akan mengambil sikap? Karena Namira adalah adik dari Joe dan Derren? Apa kau tega menjebloskan ia ke dalam penjara?”
__ADS_1
Livia tampak mengatupkan bibirnya, ia menatap suaminya dengan tatapan mata berkabut amarah. “Aku tidak akan peduli dengan hal itu, apa yang dia lakukan terhadap putriku ia harus mempertanggungjawabkannya karena setiap perbuatan pasti ada dipertanggungjawabkan,” jawab Livia dengan nada dingin.
Naoki menghela napasnya. Ia telah mengira istrinya pasti akan bersikap demikian, istrinya itu pasti tidak bisa bersikap tenang.
“Sekarang kalian ceritakan apa yang terjadi sebenarnya.” Livia menjeda ucapannya, ia menatap Philip dan suaminya. “Apa yang Nameera lakukan kepada Nino dan Keiko.”
Tak mampu lagi berkelit akhirnya Naoki menceritakan bahwa Nameera ada kaitannya dengan gadis yang ada di foto yang beredar saat Anthonino terkena fitnah berselingkuh dan orang di balik semua itu adalah Justin kakak Anthonino yang tentu saja Livia mengenalnya karena pernah bertemu saat hari pernikahan Keiko dan Anthonino. Nameera dan Justin yang mengatur rencana pembunuhan Keiko dan Anthonino.
Philip juga menceritakan apa yang ia tahu bahwa Nameera menginginkan Anthonino dan pernah memprovokasi Philip untuk menjadi perusak rumah tangga mereka.
Setelah mendengarkan apa yang di ceritakan oleh Naoki bukan menjadi tenang, Livia justru tampak semakin berang. “Jadi Nameera ingin mengulang sejarah ibunya? Dia ingin merebut suami putriku seperti dia merebut Andrew? Jangan mimpi! Aku yakin Anthonino bukan pria seperti Andrew yang tidak tahu di untung itu!” untuk pertama kalinya Livia berkata kasar tentang mantan suaminya.
Di masa lalu Livia bisa bersabar menghadapi Andrew karena sadar ia seorang wanita yang memilik masa lalu yang kelam. Tetapi, jika Putrinya di sakiti ia tidak pandang bulu siapa yang menyakiti buah hatinya yang ia didik dan ia besarkan dengan sebaik mungkin.
__ADS_1
TAP JEMPOL KALIAN DAN JANGAN LUPA JEJAK KOMENTAR ❤️ TERIMA KASIH ❤️