Found Love In Kyoto

Found Love In Kyoto
#Series 18


__ADS_3

Sesampainya di tempat tinggal mereka Keiko yang mengalami jetlag ia terus saja mengajak Olivia berbicara di kamar tanpa memperdulikan Olivia yang setengah mati menahan kantuknya.


Olivia terbangun ketika matahari telah tinggi, ia hampir saja menangis karena kelas paginya telah terlewatkan, bahkan mata kuliah yang cukup penting dan sulit bagi Olivia. Namun kekhawatirannya segera lenyap saat membaca pesan dari Derren


“aku sudah menguruskan izinmu hari ini, nanti malam aku yang akan memberimu materi hari ini jangan khawatir sayangku”


Olivia tersenyum lega, wajahnya juga merona


“terima kasih sayang” Olivia membalas dengan di sertai emoticon amor


Ponsel Olivia berdering Derren memanggilnya


“hari ini kau pergilah ajak Keiko pergi berbelanja dan jalan jalan, gunakan kartu bank yang ku berikan padamu” kata Derren di seberang sana


“baiklah”


“aku merindukanmu Olivia ku” kata Derren lagi sukses membuat Olivia semakin merona ia tak bisa membalas kata kata Derren karena Keiko sedang duduk di sofa tepat di seberang ranjangnya, gadis itu sedang mengotak atik ponselnya.


“apa kau tidak merindukanku?” tanya Derren karena Olivia tidak banyak bicara


“iya...”


“katakan sayang kau merindukanku” goda Derren yang tau Olivia tidak bisa berbuat apa apa


“tidak bisa” jawab Olivia kesal dengan suara pelan


“mmmm kenapa sayang?”


“tidak, tidak bisa” Olivia gugup “aku akan tutup panggilannya”


Derren tertawa riang “baiklah baiklah, apa kau sudah makan sarapanmu?”


“belum aku belum makan” kata Olivia, ia bahkan masih melekat di atas ranjangnya sejak membuka mata


“bangun, mandi dan makanlah, setelah itu pergilah berjalan jalan dengan Keiko”


“aku sangat lelah”


“ayolah sayang, atau aku perlu pulang untuk menyuapi dan memandikanmu?” goda Derren


“jika kau berani” tantang Olivia sambil terkekeh


“jangan menantangku Olivia”


“hahaha...” Olivia hanya tertawa


“cepat makan aku tidak ingin badanmu menjadi kurus, kau harus menjaga asetmu untukku di masa depan”


Olivia tidak tahan mendengarkan kata kata Derren yang mengandung kemesuman, ia menekan tombol merah di layar ponselnya dan melompat dari tempat tidur.


“Kei ayo pergi berjalan jalan, belanja dan pergi ke spa” kata Olivia


“benarkah?” tanya Keiko bersemangat


“tentu” kata Olivia


“ayo kita mandi berdua” ajak Keiko


Olivia ingat di bagian dadanya banyak kiss mark hasil perbuatan Derren, tidak mungkin ia mandi bersama Keiko


“kau duluan saja Keiko”


“oneesan kenapa kau tidak mau mandi bersamaku lagi?” Keiko tampak kecewa


“aku akan mengecek persediaan bahan makanan terlebih dahulu, lain kali kita mandi bersama lagi Kei” Olivia berusaha mencari alasan yang tepat


“baiklah oneesan” kata Keiko sambil meletakkan ponsel dari tangannya melompat dari sofa lalu masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah kedua gadis itu selesai perawatan dari ujung kepala hingga ujung kaki, mereka pergi berbelanja dan makan.


“Keiko makanmu sedikit sekali” kata Olivia yang melihat keiko hanya memakan sedikit makanannya


“aku akan kena denda jika berat badanku bertambah meskipun hanya 500 gram”


“ya tuhan, ternyata menjadi seorang model bukan hal yang mudah” Olivia menggelengkan kepalanya tidak mampu membayangkan betapa sulitnya harus menjaga makanan yang masuk ke dalam tubuh mereka


“kadang aku iri pada gadis lain sepertimu, kau bisa memakan apa saja yang kau suka oneesan” Keiko tertawa hambar


Sebelum pukul 6 sore Derren menjemput kedua gadis itu untuk kembali ke tempat tinggal mereka.


Baru saja mereka bertiga masuk ke dalam, Derren meminta Olivia untuk datang ke kamarnya dan Derren dengan sabar mulai memberikan materi mata kuliah tadi pagi.


“ternyata ada untungnya memiliki kekasih seorang asisten dosen” kekeh Olivia setelah ia selesai dan sedang membereskan beberapa bukunya, sedangkan Derren berdiri di belakang Olivia


“bagaimana jika asisten dosenmu ini meminta imbalan?” goda Derren sambil memasukkan telapak tangannya kedalam kaos yang dikenalan Olivia dan membelai bagian perut Olivia


“semua salahmu, kau menipuku dan kau juga tidak memberiku waktu untuk tidur” Olivia menyalahkan Derren sambil berusaha menyingkirkan telapak tangan Derren


“aku ingin ini sayang” Derren meraba bagian sensitif Olivia


“tidak sekarang kau telah mendapatkan kemarin malam”


“mmmmmmm” Derren terus melancarkan aksi tangannya sukses membuat Olivia menggeliat.


Olivia menepis tangan Derren dan berusaha melarikan diri


“Derren jangan, kumohon sekarang ada Keiko dan Joe” Olivia benar benar gugup


“mereka ada di luar” kata Derren yang lebih mirip geraman penuh gairah


“bagaimana jika mereka mendengar?”

__ADS_1


“Pelankan suaramu sayang, mereka tidak akan mendengar”


“Derren jaaa....” terlambat bibir Derren telah menyegel bibir Olivia, bagaimanapun juga Olivia tidak bisa melawan, tubuhnya bereaksi dan membalas perlakuan Derren. Mereka bahkan telah menyatukan tubuh mereka tanpa membuka pakaian yang mereka kenakan.


Sejak ia mengambil kesucian Olivia Derren sangat bahagia setiap melihat Olivia berada di bawah kuasanya, wajah kecilnya tampak menahan sakit namun tampak sedang menikmati membuat Derren semakin gemas ingin memakan Olivia terus menerus.


Baru saja mereka mengakhiri percintaan kilat mereka, pintu kamar Derren diketuk dari luar Olivia buru2 bersembunyi di balik pintu sambil merapikan rambutnya sedangkan Derren membukakan pintu dengan tenang seolah tidak pernah ada kejadian menegangkan di dalam ruangan itu.


“ada apa Kei?” tanya Derren dengan nada santai


“oniisan, makan malam telah siap”


“baiklah kami akan segera ke sana”


“cepatlah, Joe oniisan akan memarahimu, dia telah kelaparan”


“hai hai hime sama” jawab Derren dengan nada ceria


Setelah Keiko pergi Olivia memarahi Derren


“hampir saja, aku akan pindah ke asrama jika kau tidak bisa menahan dirimu”


“coba saja kalau berani” kata Derren sambil mengecup kening Olivia


“kenapa tidak?”


“bukankah tadi sangat nikmat?” goda Derren


“Derren kau menyebalkan” kata Olivia sambil berjalan keluar dan diikuti Derren menuju ruang makan, Dereen mengikutinya.


“terima kasih” bisik Derren ketika Olivia hendak duduk


Wajah Olivia sontak menjadi merona merah karena mengingat permainan genit yang barusan mereka lakukan dengan buru buru seperti pasangan terlarang.


Jonathan melirik curiga pada Olivia karena wajahnya begitu merona kemudian ia juga melirik pada kakaknya yang bibirnya tampak menyunggingkan senyum. ‘Mereka sepertinya telah menjalin hubungan yang tidak biasa’ batin Jonathan


Jonathan merasa iri, ia tiba tiba ingat pada Tiffany. Andai saja gadis itu bisa bersikap manis pada dirinya, seperti sifat Olivia yang selalu manis meskipun Derren selalu menjajah, menggoda, membullynya.


“Joe oniisan, antarkan aku besok ke studio master Edward” pinta Keiko sambil mengunyah daun seladanya


“baiklah hime sama” jawab Jonathan


“Joe oniisan aku mencintaimu” kata Keiko senang


“aku tau” Jonathan tersenyum


“kau tidak mencintaiku Kei?” tanya Derren tidak terima adiknya hanya menyatakan cinta pada Jonathan.


“tidak ada yang mencintaimu oniisan kau sangat membosankan” Keiko menjulurkan lidahnya


Derren hanya tersenyum tipis sambil mengangkat kedua alisnya dan melanjutkan makannya, sudut matanya melirik Olivia yang tampak salah tingkah.


Dua minggu sejak Keiko berada di London Olivia sebisa mungkin menghindari Derren, ia merasa takut di serang Derren karena kekasihnya sangat pandai menjebak Olivia untuk masuk ke dalam kamarnya namun Olivia dengan naifnya berkali kali tetap terjebak.


Setelah Jonathan dan Olivia beserta asistennya meninggalkan apartemen itu Derren segera memeluk Olivia


“aku ingin memakanmu sekarang” bisik Derren


“hahaha” Olivia tertawa riang “kau tidak bisa memakanku sekarang sayang” kata Olivia dengan nada mengejek


“kenapa tidak?” Derren menciumi leher Olivia


“aku sedang masa periode” kata Olivia penuh kemenangan


Derren mengecup bahu Olivia lembut


“kalau begitu bantu aku sayang” pintanya dengan suara tertahan sambil menyeret Olivia ke dalam kamar mandi yang terletak di dalam kamar Derren.


“tidak, aku tidak mau” Olivia meronta ronta


“ayolah sayang”


“aku tidak mau...” Olivia benar benar tidak habis pikir mengapa Derren begitu mesum.


“Baiklah” kata Derren sambil mengecup singkat bibir Olivia


“kau cukup diam saja”


Derren akhirnya bekerja sendiri caranya.


Setelah hasratnya tuntas Derren membantu Olivia mengenakan pakaiannya


“kau akan menerima hukumannya nanti” kata Derren gemas pada gadisnya


“kau benar benar pria berkedok wajah dingin namun benar benar berkelakuan mesum” kata Olivia sambil menyipitkan matanya, ia benar benar tidak percaya kekasihnya, sepupunya, bekas musuhnya, benar benar pria termesum ysng pernah ia jumpai!!!


“dia tidak pernah bereaksi pada siapa pun, meskipun aku menonton film dewasa, ia tidak pernah bereaksi kecuali padamu”


“kau bohong” kata Olivia


“terserah saja, tapi aku berbicara jujur, ini hanya milikmu Mrs. Tjiptadjaja” kata Derren sambil tangannya menuntun telapak tangan Olivia menuju sebuah tempat sensitif miliknya.


Di air port Jonathan melepas kepergian adiknya, baru saja ia berbalik pergi menuju area parkir ia melihat dua orang yang di kenalnya


Tiffany ia sedang berbicara dengan pria bermata biru dan ia melambaikan tangan pada pria berseragam pilot tersebut, rupanya gadis itu juga mengantarkan kekasihnya ke air Port batin Jonathan frustasi ia mengemudikan mobilnya menuju apartemen Tiffany, perasaannya begitu kalut, ia benar benar terbakar cemburu.


Ia menunggu di lobi dengan wajah merah padam menahan amarah.


15 menit kemudian Tiffany datang, gadis itu terkejut melihat Jonathan sedang duduk dengan wajah suram


“Joe?” sapa Tiffany

__ADS_1


“aku ingin minum kopi di tempat tinggalmu”


“astaga, apa kau tidak memiliki kopi isntant di tempat tinggal kalian? Akan ku beritahu Olivia untuk membelikan untukmu nanti” canda Tiffany


Jonathan hanya diam sambil mengiringi langkah kaki Tiffany


“jadi kau tinggal berdua dengan pilot sialanmu itu?” tanya Jonathan sesampainya mereka di dalam apartemen


“ia memiliki nama, jangan sembarangan memanggilnya pilot sialan” kata Tiffany sambil menyeduh kopi di sebuah coffe marker sederhana


“aku tidak tertarik dengan namanya”


“namanya Anthonino”


Jonathan tidak bereaksi


“minum kopimu dan setelah itu pulanglah” kata Tiffany sambil menyodorkan secangkir kopi kemudian ia mengambil beberapa potong kue dan menaruhnya di meja


“aku rindu kue buatan mamamu” kata Jonathan tiba tiba


“Nino yang membuat kue ini” kara Tiffany berbohong, ia sendiri yang membuat kue itu. Sepupunya hampir tidak pernah datang ke apartemen itu, mungkin sudah beberapa minggu sejak terakhir mereka bertemu, dan baru kemarin Anthonino datang lagi, itupun hanya beberapa jam.


“aku tidak tertarik dengan kue buatan pilot sialan itu”


“Joe kau tidak sopan” Tiffany mulai kesal dengan perkataan Jonathan


Setelah kopi yang di hidangkan Tiffany habis di seruput Jonathan, pria itu bangkit dari tempat duduknya.


“di mana kamarmu?” tanya Jonathan sambil menggeliatkan tubuhnya


“untuk apa?”


“hanya ingin tau”


Tiffany menunjuk pintu kamarnya dan Jonathan masuk ke dalam kamar Tiffany lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan nyaman.


“Joe apa yang kau lakukan?”


“tidur diranjang temanku”


Tiffany tidak bisa lagi berkata apa apa. Malam itu Jonathan benar benar tidur di tempat tinggal Tiffany, sedangkan Tiffany ia terpaksa tidur di kamar lain di apartemen itu.


Pagi harinya Tiffany hendak memesan junk food melalui Uber eat untuk sarapan mereka berdua namun Jonathan mengambil ponselnya


“kau pemalas sekali, tidak baik terlalu sering makan junk food apalagi pagi hari”


“kalau begitu kau saja yang masak”


“aku akan memasakkan sarapan untuk kita” katanya sambil membuka lemari pendingin dan mulai membuat telur mata sapi dan memanggang beberapa lembar roti lalu menghangatkan susu.


“kau harus jaga kesehatanmu” kata Jonathan


“kau seperti pria tua yang takut sakit” ejek Tiffany


“jika aku sakit sakitan nanti di masa tua kau yang akan repot, dan aku juga tidak ingin memiliki istri yang sakit sakitan” kata Jonathan sambil melahap sarapannya.


Tiffany tidak menggubris perkataan Jonathan


Dan selanjutnya Jonathan mengantarkan Tiffany untuk pergi ke kampus.


“Joe, ku rasa kita tidak perlu lagi berpura pura bertunangan lagi, ku lihat Tasya telah memiliki kekasih baru” kata Tiffany saat mereka dalam perjalanan


“hubungan kita tidak ada kaitannya sama sekali dengan Tasya” kata Jonathan santai


“kau mulai memaksakan kehendakmu lagi”


“aku tidak akan berhenti, memaksakan kehendakku sampai kau berkata iya”


“jangan lupa perjanjian kita Joe” kata Tiffany dingin


“apa konsekuensimu jika kau ternyata jatuh cinta padaku sebelum aku bisa menepati janjiku?”


Tiffany tertawa renyah


“MURI” katanya singkat


“tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini Tiffany” jawab Jonathan dengan tatapan penuh ejekan pada Tiffany


“kau terlalu percaya diri Joe tidak semua gadis bisa jatuh cinta padamu begitu saja, contohnya aku dan Olivia”


“tentu saja Olivia tidak mungkin jatuh cinta padaku karena....” jantahan berhenti ‘ia telah jatuh cinta pada Derren’ lanjutnya dalam hati


“jangan bilang kau pernah menggodanya...!”


“setelah Keiko dia adalah saudara perempuanku yang berharga, aku tidak mungkin menggodanya” kata Jonathan serius


“biaklah anggap aku percaya padamu, kau seperti pria serius sekarang, dan jika aku jatuh cinta padamu sebelum syarat dariku kau tepati, kau boleh menolakku” kata Tiffany sambil tertawa mengejek lalu turun dari mobil Jonathan.


Jonathan tersenyum sendiri mendengar kata kata Tiffany, kemudian memutar stirnya menuju tempat tinggalnya, ia juga harus pergi ke fakultasnya hari ini tapi ia tidak terburu buru karena kelasnya di mulai siang hari.


'suatu saat mulut sombongmu akan mengatakan kau mencintaiku Tiffany' batin Jonathan


Sesampainya di depan universitas ia melihat Olivia sedang berbicara dengan pria yang beberapa hari yang lalu ia lihat juga bersama Olivia, Jonathan memutuskan untuk mengawasi dari dalam mobilnya.


Tidak berapa lama Olivia melambaikan tangannya dan menjauh dari pria itu.



**KALIAN SUKA ROTI SOBEKNYA JOE APA DERREN???


AUTHOR LAGI BAIK HATI BANGET NIH HARI INI POSTING 2 CHAPTER!!!

__ADS_1


SEBAB AUTHOR BOSEN BANGET HARI INI DI RUMAH GAK NGAPA NGAPAIN, MIKIRIN MASALAH YANG BIKIN JANTUNG KAYA ROALER COASTER GITU.... TAMBAH BETE 😭😭😭**


__ADS_2