Found Love In Kyoto

Found Love In Kyoto
#Series 49


__ADS_3

Pagi hari Derren sedang mengemasi beberapa barang Olivia, sambil menunggu polisi yang akan melakukan penyelidikan, Olivia di dampingi pengacara yang telah di tunjuk Oleh Derren melalui bantuan kakeknya yang tentu memiliki banyak relasi pengacara kalangan kelas atas.


Setelah semua yang di butuhkan polisi untuk proses penyelidikan selesai Derren bergegas membawa Olivia kembali.


“dimana Louis, aku ingin bertemu dengannya” tanya Olivia tiba tiba


Derren mendekati Olivia, menatap dengan tatapan murung saat mereka hendak keluar dari kamar inap.


“aku harus berterima kasih, ia menyelamatkan hidupku”


“aku sudah melakukannya untukmu tadi malam, nanti setelah keadaan membaik kita temui dia lagi oke?” Derren masih tidak rela gadisnya bertemu pria yang menyamar untuk mendekatinya!


Olivia dengan patuh mengangguk.


“ayo, kita kembali, kau rindu Crystal bukan?” tanya Derren


“sangat” kata Olivia sambil tersenyum kaku, pipinya terasa sakit saat ia tersenyum.


“apakah terasa sangat sakit?” Derren menanyai Olivia sambil menyentuh pipi Olivia dengan ujung jemarinya


“bagaimana jika berbekas?” tanya Olivia murung


“aku akan berusaha yang terbaik untukmu, aku akan carikan dokter bedah plastik yang terbaik di dunia”


“jadi kau tidak mau memiliki istri yang pipinya ada bekas luka?” tanya Olivia galak


Derren terkekeh, mengecup lembut pucuk kepala Olivia


“bahkan jika sekujur tubuhmu memiliki banyak bekas luka kau tetap yang paling kucintai” kata Derren berbisik dan sukses membuat wajah Olivia merona “aku mencintaimu Olivia, seperti apa pun dirimu” itu benar benar dari dalam hatinya, sangat tulus. ia tidak peduli setperti apa Olivia di matanya.


“kau sekarang pandai berkata kata” Olivia tak mampu menyembunyikan rona bahagia di wajahnya


“benarkah?” tanya Derren denan nada menggoda


Olivia hanya mengangguk, ia sangat bahagia. Derren tidak pernah mengkhianatinya!!!


Setibanya di tempat tinggal mereka Crystal yang sedang bermain bersama Keiko dan Lelya segera menghambur kepelukannya, olivia menciumi crystal dengan penuh kerinduan. Derren yang berdiri di samping Olivia mengacak acak rambut putrinya.


“ya tuhan Olivia oneesan, bagaimana bisa ini terjadi?” keiko mendekati oOivia dan memeluk Olivia yang menggendong Crystal


“tidak apa apa, kei semua sudah berakhir” kata Olivia


“kau membuat semua orang khawatir”


“maafkan aku Kei” kata Olivia, ia juga tidak menyangka ua akan mengalami kisah seperti ini dalam hidupnya.


“Crystal kau sama aunty Keiko dulu ya sayang, mama mau bicara sama papa dulu” kata Olivia sambil menyerahkan Crystal pada Keiko “Kei jika kau lelah berikan Crystal pada nannynya”

__ADS_1


“tidak masalah, aku telah mengosongkan jadwalku hari ini”


“terima kasih Kei”


Olivia mendekati Derren yang sedang mengotak atik layar ponselnya dan telah duduk di sofa


“Derren” panggil Olivia pelan


“ya, apa sayangku” kata Derren tanpa mengalihkan perhatiannya pada ponsel


“kau mengabaikanku” keluh Olivia


Derren meletakkan ponselnya, meraih jari jemari Olivia dengan telapak tangannya lalu mengecupnya


“ada apa?” tanya Derren sambil meraih pinggang Olivia yang berdiri di depannya


“maafkan aku” kata Olivia sambil menunduk menatap wajah Derren


“untuk apa?” tanya Derren bingung


“untuk 3 tahun aku keras kepala, meninggalkanmu, melarikan diri, menyembunyikan Crystal”


kata Olivia lirih, penuh penyesalan.


“ssstttt.... semua sudah berlalu, mulai sekarang kita buka lembaran baru” kata Derren sambil meraih dagu Olivia, mata mereka beradu, tanpa mengatakan apa pun tatapan mereka sudah cukup mewakili perasaan cinta di benak mereka


“hari ini, ayo menikah” kata Olivia tiba tiba, badannya condong ke arah Derren yang dengan mudah menopangnya, dan membawa Olivia untuk duduk di pangkuannya


“tidak sayang kita tidak bisa menikah hari ini, aku tidak ingin momen indah kita di hiasi luka yang masih basah, foto pernikahan kita akan kita kenang sepanjang hidup, aku tidak ingin membawa kenangan buruk ini” kata Derren sambil meraba sisi pipi Olivia yang terluka dengan pelan


Olivia memejamkan matanya merasakan sentuhan jemari Derren merasakan dengan sepenuh hati.


“pernikahan seperti apa yang kau inginkan? Hhhmmmmm” kata Derren sambil mengecup singkat bibir Olivia


“tentu saja pernikahan yang romantis, kau tidak romantis sama sekali, kau bahkan melamar ku kemarin juga tidak romantis” protes Olivia


Derren justru melumat bibir Olivia, menghisapnya dan ciuman mereka begitu dalam dan mulai panas, jari jemari Olivia menyusup diantara rambut Derren dan Derren menekan tengkuk Olivia memperdalam ciuman mereka, ciuman tanpa keraguan, tanpa kekhawatiran seperti hari hari yang telah mereka lalui, membawa keduanya menuntut lebih.


“sayang bawa aku ke ranjang” rengek Olivia, mereka masih berada di sofa ruang tamu!


Baru saja derren hendak menggendong Olivia untuk membawanya ke kamar, bell pintu berbunyi.


“apa kau masih bisa bersabar sayang?” goda Derren


“omong kosong” Olivia menutup wajahnya dengan telapak tangannya


“katakan...” goda Dereen sambil mengangkat kedua alisnya

__ADS_1


“kau yang tidak sabar” Olivia tidak mau kalah


“jika kau tidak sabar biar tamu itu menunggu kita dulu”


“kau mesum” Olivia bangkit untuk membukakan pintu, namun Derren menahannya


“kau duduk saja Mrs. Tjiptadjaja” kata Derren sambil mencuri ciuman di bibir Olivia sebelum melangkah menuju pintu.


Wajah Olivia memerah.


Ternyata tamu yang datang adalah Miranda.


Olivia dan Miranda langsung berpelukan erat, tidak da yang bisa merusak persahabatan mereka! bahkan Louis sekalipun!


“Olivia, bagaimana lukamu?” tanya Miranda khawatir


“tidak apa Miranda, ini tidak dalam, ini bahkan tidak di jahit”


“baguslah, semoga cepat sembuh” kata Miranda “aku harap setelah semua ini kau lalui tidak ada lagi hal hal yang menegangkan”


“semoga” kata Olivia penuh harap


“di mana keponakanku? Aku sangat merindukannya, astaga aku tidak bisa hidup tanpa Crystal”


“aku akan membawakannya untukmu” kata Derren sambil masuk dan beberapa saat kemudian ia datang bersama Crystal yang berlarian dengan kaki kecilnya


“aunty Miya....” panggil Crystal dengan riang


“Crystal... aunty merindukanmu” kata Miranda sambil menggendong Crystal menghujaninya dengan ciuman gemas.


Setelah puas bercengkerama dengan Crystal, Miranda duduk di sofa dengan nyaman


“Miranda, bagaimana dengan Louis?”


“terserah dengannya, aku tidak ingin memikirkannya”


“maksudmu? Kau tidak marah padanya?”


“untuk apa buang buang energi saja” kata Miranda dengan nada malas


Ia menyandarkan punggungnya di sofa dan memejamkan matanya


“jangan tatap aku seperti aku adalah orang paling menyedihkan” gerutu Miranda, ia tau Olivia sedang menatapnya dengan mimik sedihnya, dan Miranda tidak tahan setiap melihat wajah ekspresi sahabatnya yang menyedihkan seperti itu.


“Miranda maafkan aku, aku menyeret begitu banyak orang dalam masalah ini”


“Olivia, kita telah berteman 7 tahun, aku harap kita bisa berteman seumur hidup kita” kata Miranda sambil membuka matanya menatap langit langit ruangan itu

__ADS_1


Olivia duduk di samping Miranda dan menyandarkan kepalanya di bahu Miranda,Menikmati pikiran masing masing.


TAP JEMPOL KALIAN PLISH 😏😏😏😏


__ADS_2