Found Love In Kyoto

Found Love In Kyoto
12


__ADS_3

Naoki memasuki rumahnya dan mengucapkan salam


“tadaima....”


“okairi oniisan... “ Sakura menyambut kakaknya


“oniisan bagaimana kabar Livua oneesan? Aku sangat meyukainya ia sangat cantik” sakura langsung menginterogasi kakaknya


“dimana mama dan papa?”


“ada di ruang kerja” jawab sakura kesal, kakaknya selalu mengabaikannya, kakaknya adalah pria yang paling serius di muka bumi ini di mata Sakura.


Naoki memasuki ruang kerja orang tuanya, dan duduk dengan malas di kursi tepat di depan ayahnya yang sedang membaca sebuah tabloid.


“Naoki, pernikahanmu akan di adakan 2 bulan yang akan datang” kata ibunya langsung ketika Naoki baru saja duduk


“aku tidak akan menikah dengan pilihan mama”


“lalu siapa yang akan kau nikahi Naoki?” tanya Midori dengan nada kesal


“aku akan menikah dengan gadis yang ku suka”


“oooh jadi gadis yang kemarin malam?” tanya ibunya, ibunya adalah wanita yang sangat dominan di keluarganya, bahkan ayahnya tidak mampu mengatasi sikap dominan istrinya.


Naoki hanya diam sambil menghela nafas, selama 2 tahun ia membawa Livia untuk hidup bersamanya di Tokyo ia selalu berhati hati untuk tidak terlalu membawa Livia ke hadapan umum, ia khawatir hal ini akan terjadi, jika orang tuanya melihat Naoki membawa wanita pasti perjodohannya akan segera dilaksanakan.


“aku tidak ingin penerus keluarga kita di lahirkan orang asing yang tak jelas asal usulnya, bagaimana mungkin ia akan membesarkan anak anak mu dengan baik, ia bahkan tak mengerti huruf kanji” gerutunya


“tidak jelas bagaimana, aku telah mengenal keluarganya” bela Naoki berbohong tentunya “dan masalah bahasa itu masalah mudah, ada banyak kursus bahasa jepang di sini” lanjut Naoki


“Naoki kau mulai membantah kami” hardik Midori ibunya, sementara ayahnya hanya diam tanpa minat mencampuri semua kata kata mamanya.


“papa mama, aku akan pergi tidur, selamat malam” Naoki bangkit dari duduknya dan meninggalkan kedua orang tuanya.


Tuan Yamada menutup tabloid yang di bacanya dan meninggalkan istrinya yang terbakar amarah di ruang kerjanya.


Dan di kamarnya Naoki memeras oraknya memikirkan cara agar ia terbebas dari perjodohan bodoh itu, dan menikahi Livia tanpa hambatan.


****


Sedangkan Livia ia telah selesai mengepak barang barangnya, ia akan terbang besok malam jam 10 malam ke Jakarta. Hatinya sangat senang karena akan segera bertemu orang tuanya yang telah lama ia hindari, ia akan memperbaiki hubungannya dengan orang tuanya sejak saat ini.

__ADS_1


Livia berguling guling di ranjangnya yang empuk, memandang kamar bernuansa nude pink itu dengan berbagai pikiran berkecamuk, ia sama sekali tidak pernah menduga kini ia hidup di Tokyo sebagai simpanan seorang pria, dan yang lucunya lagi pria itu tidak beristri tapi ia seolah hidup sebagai simpanannya.


Mungkin ia tidak harus kembali lagi ke sini, itulah sebabnya ia mengepak sebagian barang barang penting dan berharganya, ia berencana kabur dari Naoki.


Namun saat Livia memikirkan kembali, apakah ia akan mendapatkan pria sebaik Naoki lagi Livia kembali bimbang ingin tetap tinggal di sisi Naoki, di sisi keegoisannya ia ingin selalu berada di dekat Naoki dan memiliki pria itu karena merasa nyaman namun di sisi lain ia ingin kejelasan status karena usianya kian bertambah dan ingin meninggalkannya.


“aaarrgghhhhh.... pusingnya..!!!” teriak Livia


Livia mulai lelah dengan pikirannya, ia mengotak atik ponselnya dan berhenti pada kontak andrew lagi, mungkin pria ini benar benar membuangnya, ia tidak menghubungi Livia, memang benar Livia mengirim pesan untuk tidak menghubunginya, tapi tak bisakan pria itu tetap berusaha menghubunginya meskipun Livia melarang?


Jujur saja Livia ingin menghubungi andrew terlebih dahulu sekarang tapi Livia merasa takut jika andrew ternyata hanya menganggap kebersamaan mereka di Kyoto hanya untuk bermain main, Livia takut semua omongan Andrew yang terlontar dari mulut mesumnya hanya sebuah candaan dari pria hidung belang.


Livia melirik jam di ponselnya, ini baru jam 8 malam mungkin ia bisa bersenang senang sebentar bersama Hana dan Yukari.


Setelah menghubungi hana dan Yukari ia menyambar kunci AUDI A6 nya dan melesat menuju tempat mereka biasa berkumpul sebuah cafe santai dengan life music, tentu saja setelah meminta izin Naoki, untunglah sekarang Naoki tidak seperti 2 tahun yang lalu Livia tidak perlu memakai drama merengek rengek dan berjanji dengan sungguh sungguh untuk tidak berulah yang tidak tidak barulah ia akan dapat izin hanya untuk keluar bersama teman temannya.


“malam ini aku yang traktir, kalian makan apa aja aku bayarin deh” kata Livia sesampainya mereka di sebuah cafe.


“iya tau, tiap nongkrong kayanya juga kamu yang bayar kan? Pake kartu kredit Naoki” kekeh Hana


“enggak kok yang ini pake duit aku, besok aku mau mudik, ke Jogja mas Danu mau nikah”


“akhirnya nikah juga mas Danu sama gendis?” tanya Hana


“ya tuhan, Livia dasar edan kamu, calon kakak ipar sendiri gak tau”


“tapi kalau bukan gendis siapa lagi, gendis kan tunangannya” Livia membela dirinya di depan Hana yang mengatainya.


“iya juga sih yaa” jawab Hana “kamu udah kasih restu dong berarti sekarang” ledek Hana


“terpaksa.,, mau gimana lagi” Livia menghela nafas dalam “Hana kamu tau kan aku gak suka siapa pun yang jadi pacar mas Danu aku gak pernah merestui”


“itu sih kamunya aja yang sableng jatuh cinta sama kakak sendiri”


“yeee gapapa kan, lagian kami bukan saudara kandung” Livia sedikit tertawa, menertawakan diri sendiri tepatnya


“terus sekarang gimana? Mas Danu dah mau nikah trus gimana kamu masih mencintai mas Dnu?”


“gak tau deh nanti aku pindahin cintanya ke Naoki, ku pikirin dulu” jawab Livia dengan wajah melucu


“perasaan cintanya udah pindah deh ke Andrew” ledek Hana

__ADS_1


Livia semoat terdiam lalu mengaduk hot matcha di depannya dan berkata “dia gak ada hubungin aku sampai sekarang”


“masa sih, padahal yah Livi dari yang aku lihat dia memperlakukan kamu aja kelihatan dia sayang banget sama kamu pasti kamu nih yang bikin ulah”


“iya, aku kirimin pesan jangan hubungi aku, pas aku baru sampai di Tokyo” jawab Livia enteng


“tu kan, emang kamunya yang bikin masalah sendiri”


“abis aku takut kalau ada Naoki, malah aku sekarang jadi deg degan kalau ponselku bunyi pas Naoki di sampingku” Livia menyeruput hot matchanya dari sendok pengaduk “pokoknya selingkuh itu bikin jantung mau copot, aku gak bisa hidup tenang, kapok beneran" Livia berkata dengan bersungguh sungguh sambil memegang dadanya


“halah kapok kalau gak ada orangnya kalau ada orangnya gak kapok biar ngangkang sampe pagi” jawab Hana, mereka berdua terbiasa dengan bahasa kotor ala mereka.


Tentu saja karena Livia dan Hana telah menjalani kehidupan bebas bersama sama selama 5 tahun sejak kelulusan mereka dari universitas dan memulai tinggal di Jakarta.


Livia dan hana dari fakultas yang sama, angkatan tahun sama, lulus kemudian pergi ke Jakarta bersama, setelah 2 tahun bekerja hana memilih merintis usahanya untuk membuka usaha di bidang travel tour untuk wilayah Asia, bermula ia dan Livia sering menghabiskan week end mereka untuk pergi ke negara negara tetangga terdekat, hingga Hana berpikir untuk berhenti bekerja dan menekuni usaha iseng isengnya.


Awalnya ia turun sendiri mengurus tiket dan menjadi tour guide langsung, namun seiring banyaknya minat anak anak muda yang ingin memakai jasa travel tour miliknya ia mulai memiliki beberapa karyawan untuk mengurus berkas berkas kelengkapan, lalu ia juga mulai memiliki beberapa guide di bawah perusahaan yang ia dirikan. Dan tahun ini ia mulai tinggal memetik hasil usahanya, lalu memutuskan tinggal di Tokyo.


Hana masih menjalani kehidupan bebasnya, kadang jika cocok dengan teman kencannya ia akan berkencan beberapa kali atau bahkan mungkin berpacaran, namun jika mulai terjadi percekcokan ia akan dengan mudah menendang pria pria itu menjauh dari hidupnya.


Hana adalah tipe wanita yang tak ingin ambil pusing dengan hubungan yang melelahkan.


Sedangkan Yukari ia lebih pendiam, ia memutuskan untuk tidak berkencan ataupun berhubungan dengan pria sejak ia hampir mati di tangan mantan pacarnya, ia hanya fokus dengan usahanya untuk saat ini, ia memiliki beberapa toko kosmetik yang tersebar di beberapa kota.


Satu satunya alasan ia bergaul dengan hana dan Livia adalah ia sangat nyaman bersama mereka walaupun Livia sering membuatnya pusing karena ulah kekanakannya.


Setelah Merasa kenyang dan mengobrol cukup lama mereka membubarkan diri, karena mulai mengantuk saat parkir Livia kehilangan konsentrasinya saat memarkirkan mobilnya di basement apartemen, ia menabrak sedikit mobil di belakangnya hingga mobil yang di tabraknya mengalami sedikit penyok.


Livia mengambil ponselnya dan mengambil foto mobil yang ia tabrak, mengirimkan kepada Naoki, ia juga meninggalkan catatan untuk meminta maaf dan agar orang tersebut menghubunginya untuk biaya perbaikan, Livia mencantumkan nomor ponsel di kertas itu, dan tentu nomor ponsel itu bukan nomor ponsel miliknya, melainkan nomor ponsel milik Naoki!!!


Pagi hari sebelum pergi untuk bekerja Naoki memeriksa ponselnya dan tersenyum melihat isi pesan yang di kirim oleh Livia, ia sudah terbiasa dengan kelakuan Livia yang seperti itu, Naoki tak habis pikir bagaimana cara gadis ceroboh seperti Livia merawat dirinya sendiri selama tinggal tanpa keluarganya di Jakarta, ini juga bukan pertama kali mobil yang ia hadiahkan di tabrakkan saat parkir.


Bukan hanya wajah cantiknya namun juga tingkah lakunya yang menjengkelkan dan sangat tergantung pada Naoki yang membuat Naoki sangat menyayangi gadis itu.


Ia ingin merawat Livia seumur hidupnya.


Beberapa saat kemudian nomor tak di kenal menghubunginya dan benar saja itu adalah panggilan dari si empunya mobil yang di tabrak Livia


Naoki segera mengutus orang kepercayaannya untuk membereskan kekacauan kecil akibat ulah Livia.


__ADS_1


**GAK BOSEN BOSEN LIHAT NAOKI 😍😁


TAP JEMPOLNYA 👍😗**


__ADS_2