
Seperti yang Olivia inginkan mereka mengambil sumpah pernikahan di salah satu gereja yang berada di London.
Yudha yang mengantarkan keponakannya Olivia menuju altar dimana Derren menunggu pengantin wanitanya, wajah mereka berseri seri.
Setelah mengucapkan sumpah Olivia dan derren berciuman di depan seluruh hadirin yang menyaksikan pernikahan mereka.
“Olivia, akhirnya aku memilikimu seutuhnya sekarang” bisik derren pada Olivia setelah ciuman mereka terlepas dengan tatapan yang seolah ingin memangsa Olivia. Merasa gemas karena tatapan Derren yang seakan akan ingin menelanjanginya Olivia kembali melumat bibir Derren dan hadirin kembali menjadi riuh bertepuk tangan.
“jadi kau tidak sabar? Mencoba malam pertama kita Mrs. Tjiptadjaja?”
“kita sudah sering melekukkannya” Olivia membelalakkan matanya karena gemas
“ini berbeda” goda Derren
“oh ya? kalau begitu malam ini tunjukkan perbedaannya” seringai Olivia penuh kebahagiaan.
“baik, sabarlah tunggu malam tiba” goda Derren sambil berjalan menuntun Olivia untuk turun dari altar menuju keluar gereja.
“mama mama.... papa” Crystal yang semula berada di bangku bersama Livia tampak berlari dan menghampiri keduanya.
Derren mengangkat tubuh kecil gadis itu menciumi pipi bulatnya penuh kegemasan dan mereka berjalan bertiga menuju keluar.
Setelah semuanya keluar dari gereja seluruh keluarga dan teman teman Olivia dan Derren yang hadir mengucapkan selamat mereka.
Sambil mereka semua berpose karena fotografer mengambil beberapa foto di depan gereja.
“Mrs. Tjiptadjaja kau cantik sekali” Derren terus saja menggoda Olivia
Olivia merona, wajahnya terus saja memerah.
“kau ingin kita berbulan madu ke mana?” tanya Derren dengan nada lembut
“ke mana saja asal bersamamu” kata Olivia sambil bergelayut manja pinggang pria yang kini resmi berstatus sebagai suaminya
“kalau begitu di kamar saja membuatkan Crystal adik bagaimana?”
Olivia melotot galak pada Derren
“baiklah, pikirkanlah, atau kita berkeliling dunia?”
“omong kosong kau seorang dokter yang meninggalkan tanggung jawabmu berbulan bulan”
“karena pasien cintaku lebih membutuhkanku di banding pasien di rumah sakit”
Olivia mencubit pinggang suaminya, pria yang dulu sepupunya, musuhnya.
Dereen terkekeh...
Sore harinya mereka mengadakan sebuah pesta kecil di halaman belakang mansion master Edward bertema garden party untuk mengundang teman teman Derren dan Olivia.
Karena itu pesta sederhana dan mendadak Olivia tidak memerlukan penggiring pengantin
Pesta itu adalah usulan mendadak sehari senelum pengambilan sumoah meteka, bukan usulan namun benar benar kehendak master Edward dan Herdisna, padahal rencana awal Olivia dan Derren hanya mengucapkan sumpah di gereja lalu kembali ke Tokyo untuk menggelar resepsi dan melanjutkan hidup berumah tangga di Tokyo.
__ADS_1
Bahkan Derren dan Olivia membatalkan rencana pergi ke Indonesia karena Andrew dan Zakia telah datang dan juga kakek dan nenek Tjiptadjaja juga telah berada di London. Seluruh keluarga telah berada di London kecuali Nameera karena kebetulan ia memiliki jadwal terbang hari itu.
Seluruh teman teman mereka berdua dari fakultas kedokteran datang untuk memberi ucapan untuk mereka berdua, tidak terkecuali Louis.
Louis meminta izin pada Derren untuk berbicara berdua.
“Olivia selamat sekali lagi, sekarang kau berada di tempat yang semestinya” kata Louis
“Louis terima kasih telah menyelamatkan aku, dan terima kasih kau telah merawatku dan Crystal” kata Olivia tulus, bagaimanapun ia berhutang nyawa pada Louis.
“anggap itu untuk menebus semua kesalahanku” kata Louis tak berdaya
“bagaimana hubunganmu dengan Miranda?” tanya Olivia
“kami telah menyelesaikan secara baik baik”
“syukurlah, oh iya bagaimana Merry apa kau telah menjenguknya?”
“Ia sangat memprihatinkan, ia menjalani rehabilitasi mental, entahlah hingga sekarang ku dengar belum ada kemajuan”
“aku turut prihatin, ku tidak menyangka semua menjadi begini” Olivia venar benar tidak nyaman, kisah cintanya nelibatkan banyak orang.
“tidak ada yang mengira, sudahlah. Ku harap kau dan Crystal bahagia bersama Derren”
Olivia mengangguk,
“baiklah, kembalilah pada suamimu, lihat caranya menatap kesini seolah ia takut aku akan membawa kabur pengantinnya” keluh Louis
Olivia terkekeh, “baik, sampai jumpa Louis”
“kau lama sekali” keluh Derren
Olivia tidak menggubris keluhan Derren ia mencubit lembut pipi putrinya yang sedang bercanda dengan Theo.
“jadi kapan kalian akan kembali ke Tokyo?” tanya Theo pada Olivia
“papa kapan kita ke Tokyo?” tanya Olivia dengan gaya Crystal
“lusa, sayang”
“secepat itu?” tanya Theo yang tampak sedih, ia mengeratkan pelukannya pada Crystal
Melihat itu batin Olivia sedikit teriris, bagaimanapun Theo adalah sahabatnya yang merawat Crystal sejak Crystal lahir.
“kau bisa mengunjungi kami di Tokyo, Crystal pasti merindukan ayah baptisnya” kata Derren yang seolah mengerti ikatan Theo dengan Crystal.
“Crystal kau tidak boleh melupakan Uncle” kata Theo oada Crystal
“kel eoo tayang” Crystal mengecup pipi Theo, tampak mereka memang saling menyayangi dengan tulus.
Tidak berapa lama Keiko datang, seperti biasa ia selalu gemas pada Crystal dan langsung menggoda Crystal
“Crystal.... ayo ikut aunty” ajak Keiko
__ADS_1
“no... no... i won’t” gadis kecil itu menggelengkan kepalanya, ia lebih memilih bersama Theo
“neesan, lihat kenapa Crystal selalu sulit ku bujuk jika ada orang lain?” keluh Keiko, Crystal hanya menurut pada Keiko jika dalam keadaan terpaksa tidak ada pilihan lain selain harus bersama Keiko.
Olivia terkekeh, Crystal memang lebih mudah di bujuk oleh Jonathan, Kenzo, Naoki dan siapa saja yang penting bukan Keiko.
“karena kau terlalu menakutinya, kau sering gemas padanya” kata Derren, faktanya memang Crystal sering menangis karena Keiko menciuminya hingga gadis kecil itu merasa terganggu.
“itu salah Crystal yang memang menggemaskan, aku jadi ingin memiliki anak agar Crystal memiliki saingan”
“cepatlah menikah” kata Jonathan yang ternyata berdiri di belakang Keiko bersama Tiffany
Keiko mengatupkan bibirnya kesal.
“apa kau memiliki kekasih Kei?” tanya Jonathan
“omong kosong, aku masih mengejar cita citaku untuk menjadi pianis, untuk apa aku berpacaran” jawab Keiko ketus
Jonathan tertawa mendengar kata kata adiknya, sepertinya anak anak yang di lahirkan ibunya memang spesial, tidak ada yang tertarik untuk bermain main dengan cinta yang tak pasti.
Hanya dirinya yang memiliki masa muda yang bebas tidak terlalu berambisi mencapai target apa pun, ia hanya mengikuti arus dengan gaya santai miliknya.
Ketika mereka terkumpul membicarakan Crystal dan Keiko dua orang datang bersama dan mengejutkan seluruh mata yang melihat.
Bagaimana tidak? Miranda datang bersama Richard!!!!
Mereka tampak intim, Richard bahkan menggenggam telapak tangan Miranda, sepertinya mereka menjalin hubungan, mereka tanpa malu malu lagi menampakkan kemesraan.
“kalian????” tanya keenam orang itu serempak
“kenapa memangnya? Kami juga akan menikah” kata Richard percaya diri
“Miranda? Benarkah?” tanya Olivia
Wajah Miranda merona “kami jug akan menikah bulan depan”
“ya tuhan, aku sangat bahagia, selamat” Olivia memeluk sahabatnya, sahabat yang 7 tahun merawatnya, sahabat yang selalu membuka pintu rumahnya saat Olivia berkali kali terjatuh.
“kau merahasiakan padaku, kau curang” gerutu Olivia pada Miranda
“kami baru sepakat menjalin hubungan tadi malam” bisik Miranda “nanti aku akan menceritakan padamu” lanjutnya
Mereka terlarut dalam kebahagiaan, saling memberikan selamat.
“kau benar benar bergerak dengan cepat” kata Derren pada Richard.
Richard terkekeh,
“Miranda, apa kau bertemu Louis? Tadi ia ada di sini” tanya Olivia dengan nada pelan
“ya kami bertemu di depan mansion, kami telah menyelesaikan, tidak ada lagi masalah di antara kami” kata Miranda
“syukurlah” kata Olivua merasa lega.
CIEEEEE....
__ADS_1
TENANG MASIH BANYAK KEJUTAN KEJUTAN NANIS DARI KELUARGA YAMADA ❤❤❤❤
TAP JEMPOL KALIAN 😍😍😍😍