Found Love In Kyoto

Found Love In Kyoto
#Series 65


__ADS_3

Hari ini Derren dan Olivia kembali, namun ternyata mereka tidak langsung ke Tokyo, mereka justru menuju Kyoto!!


“Kenapa kita ke Kyoto?” tanya Olivia pada suaminya


“Kau belum pernah ke sana bukan?” tanya Derren, “Crystal juga di sana”


Olivia mengangguk, ia tidak tau rencana apa lagi yang di buat suaminya.


Setelah sampai di Kyoto Derren tidak langsung membawanya ke tempat dimana Crystal berada.


Mereka justru sampai di sebuah bangunan klinik bergaya minimalis, Derren membawa Olivia masuk ke dalam bangunan yang bertuliskan


Klinik ibu dan anak “safe & healh society”


Semua staff di sana mengenal Derren dan menyapa dengan sangat hormat, Derren membawa Olivia ke ruangan khusus yang bertuliskan Direksi di depan pintu masuknya, ia mendudukkan Olivia di kursi Direksi


“Olivia... aku telah mewujudkan mimpimu” Derren berkata dengan lembut


“mimpiku?” tanya Olivia bingung, ‘mimpi yang mana?’ batinnya


“yayasan amal yang ingin kau miliki, aku telah membangunnya untukmu”


“Derren? Maksudmu?” Olivia terbelalak sambil menutup mulut dengan kedua telapak tangannya.


Derren menekuk kakinya di depan Olivia.


“Selamat ulang tahun sayang, yayasan ini sebagai kado ulang tahun mu dan pernikahan kita” kata Derren lembut dan pelan.


Mata Olivia berkaca kaca, dalam sekejap air matanya telah membanjiri wajahnya, Olivia tidak mampu berkata apa apa, ia hanya mampu menangis dan menangis, terharu, rasanya bahagia, sangat bahagia!!


“Derren ceritakan padaku...”


“akan ku ceritakan semua nanti”


“terima kasih suamiku, aku mencintaimu”


“aku lebih mencintaimu Olivia, sangat mencintaimu”


Mereka masih berpelukan merasakan kebahagiaan yang membuncah, rasanya seluruh kebahagiaan di muka bumi ini masih kalah banyak di banding kebahagiaan yang mereka miliki.


“mama.... papa....” itu suara Crystal


Gadis mungil itu berada dalam dekapan Naoki, Naoki menurunkannya dan Crystal segera berlarian dengan kaki kecilnya ke arah mereka, Derren segera menangkap putrinya, memeluknya dan menghujani dengan ciuman penuh kerinduan.


“Olivia....” itu suara Livia yang berdiri bersama Naoki tak jauh dari mereka


“selamat ulang tahun sayang” kata Livia di tangannya memegang kue ulang tahun, Naoki menghidupkan lilin di atas kue itu dengan korek api yang telah ia siapkan.


“buat permohonanmu Olivia” kata Naoki


Olivia dengan patuh memejamkan matanya, meletakan kedua tangannya di depan dadanya dan mulai berdoa, kemudian ia dan Crystal serempak meniup lilin ulang tahunnya.


Livia meletakkan kue ulang tahun itu di atas meja dan memeluk Olivia memberikan selamat, Naoki juga memeluk Olivia untuk memberinya selamat.


“mommy, daddy terima kasih” kata Olivia penuh haru, ini adalah ulang tahun terindah dalam hidupnya, terutama setelah ia kehilangan kedua orang tuanya.


Olivia masih terharu ia matanya masih memerah, Crystal menyapu sisa air mata Olivia


“mama why you cry?” tanya Crystal


“mama tidak menangis” jawab Olivia


“papa... mama cry” kali ini Crystal yang menangis sambil tangan kecilnya memukuli ayahnya, rupanya ia mengira ayahnya menggertak ibunya hingga ibunya menangis.


“Crystal mama tidak menangis, look mama no cry” Olivia berusaha meyakinkan putrinya “jangan pukul papamu, jadilah anak yang baik sayang” bujuk Olivia


Livia terkekeh melihat cucunya,


“dia memang cucumu Livia” ejek Naoki, Crystal menuruni sifat Livia yang over acting, bukan hanya wajahmya yang mirip, rupanya sifatnya juga.


Setelah memotong motong kue ulang tahun dan membagikan bersama dengan staff klinik tersebut kelima orang tersebut kembali ke tempat tinggal mereka di Kyoto.


Naoki mengemudikan BMW X1 menuju apartemen milik mereka di Kyoto.


Sesampainya di tempat tinggal mereka Olivia membersihkan tubuhnya dan merendam tubuhnya bersama Crystal dan Derren, mereka bercengkerama di di dalam bath tube, setelah itu mereka dengan nyaman mengenakan pakaian santai.


“sayang aku rindu masakan rumah, bagaimana jika kita ke swalayan, aku ingin memasak”


“baiklah, ayo” tentu saja Derren senang, ia adalah fans nomer satu masakan Olivia.


Mereka bertiga berbelanja beberapa bahan makanan dan kembali ketempat tinggal lalu Olivia mulai memasak di bantu Derren, sedangkan Crystal ia duduk di atas meja pantry sambil memgacak acak sayuran yang telah di bersihkan oleh ayahnya.


“Derren beri Crystal buah potong agar ia berhenti mengacau” kata Olivia yang sibuk dengan peralatan memasaknya.


Derren mengikuti instruksi istrinya, ia memberikan Crystal beberapa buah potong di depannya dan benar saja putrinya berhenti mengacau sayuran yang sedang ia siapkan, gadis kecil itu fokus memakan buah buahan di depannya, sementara Olivia menyusun semua yang ia siapkan di atas meja, setelah semuanya siap Olivia meminta Derren memanggil Livia dan Naoki untuk makan malam.


Livia dan Naoki terkejut melihat apa yang tersaji di depan mata mereka.


"Olivia kau menyiapkn ini semua?" tanya Naoki



“Derren kau sangat beruntung” kata Livia sambil memasukkan beberapa potong daging ke dalam panci hot pot.


“aku jamin mommy dan daddy akan sering berkunjung ke tempat tinggal kami untuk makan malam” jawab Derren bangga


Olivia tersipu malu karena di hujani pujian yang bertubi tubi.


“Olivia dimana kau belajar ini?” tanya Livia


“mami mengajariku dulu” kata Olivia berseri seri tidak ada kesedihan sedikit pun di wajahnya meskipun harus mengenang ibunya yang telah tiada.


“Olivia kau secantik mbak Gendis, tidak salah papimu memilih istri” kata Livia tulus, gendis memang cantik dan sangat lemah lembut perangainya, ia juga istri yang sangat patuh terhadap suaminya.


“kau bisa membuka usaha restoran Olivia” kata Naoki

__ADS_1


“daddy, aku tidak percaya diri” kata Olivia


“daddy Andrew juga mengatakan begitu, ia menawari Olivia untuk belajar bisnis restoran”


“bagaimana Olivia?” tanya Naoki


“aku tidak tau nanti tapi yang jelas sekarang aku hanya mamasak untuk di nikmati keluarga saja” jawab Olivia sesuai dengan apa yamg ada di benaknya


“sayang, sepertinya kita memang akan sering datang ke tempat tinggal mereka” kata Naoki pada Livia


“mommy akan pamerkan masakanmu pada teman teman mommy, menantuku sangat pandai memasak” seringai Livia sambil mengambil beberapa foto hidangan di meja makan mereka


“mommy kau narsis dan kekanak kanakan” gerutu Derren


Naoki terkekeh, istrinya adalah tukang pamer, ia sekarang sedang sibuk pamer pada teman temannya karena memiliki cucu yang cantik.


Setiap hari ia berganti ganti mengajak teman teman sosialitanya berkumpul hanya karena ingin memamerkan Crystal!


“Derren... ceritakan padaku” Olivia menagih janji Derren, mereka telah berada di dalam kamar, Crystal tetap tidur bersama Livia dan Naoki, mereka benar benar pasangan yang pengertian terhadsp pengantin baru!


“Olivia... yayasan itu adalah bukti cintaku padamu, meskipun itu sama sekali tidak bisa mewakilinya tapi setidaknya itu melambangkan sebagian kecil apa yang kurasakan, bahwa semua yang kulakukan hanya untukmu”


Sangat merasa tersentuh, Olivia membelai pipi suaminya dengan ujung jemarinya, Derren meraih jemari Olivia dan mengecupnya


“ketika aku berada di Burford aku mengisi waktuku merancang bangunan untuk yayasan itu, aku juga mengumpulkan informasi untuk mencari lahan di pemukiman yang tidak terlalu dekat dengan kota, setelah kembali Tokyo, aku mulai mengajukan banyak penawaran agar bisa bekerja sama dengan pemerintah dan instansi kesehatan di daerah, meski kita berpisah aku tetap melanjutkan pembangunan yayasan itu, karena aku tau kau pasti akan ku miliki lagi Olivia, aku berniat untuk mengambilmu lalu menikahimu begitu kau mendapatkan izin praktik mandirimu, aku sengaja memberikanmu kebebasan karena aku yakin kau tidak mungkin memiliki hubungan dengan pria mana pun, aku juga selalu mengawasimu untuk memastikan kau tidaak dimiliki pria lain”


“suamiku terima kasih, mulai saat ini aku akan sepenuhnya percaya padamu” janji Olivia


Derren mengangguk lalu mengecup kening Olivia


“setelah kursusmu selesai apa rencanamu?”


“apa boleh aku mengambil spesialis anak?” Tanya Olivia hati hati


“tentu saja boleh, bukan kah itu adalah impianmu? dimana kau ingin kuliah?”


“apa di Jepang ada?”


“ada banyak sayang, baguslah jika kau ingin belajar di Jepang tidak perlu ke London lagi”


“tidak, aku tidak ingin ke London lagi kecuali bersamamu sepanjang waktu di sana” rengek Olivia


“jangan di ingat lagi” Derren mengecup kening Olivia yang ternyata masih trauma dengan penculikan yang di lakukan Merry.


Benar kata Derren dalam 3 bulan Olivia mampu menguasai bahasa Jepang, lalu ia melanjutkan internship nya di awasi langsung oleh Derren, dan sekarang ia mulai bekerja di rumah sakit yang kini di pimpin langsung oleh suaminya sendiri, benar benar menakjubkan, Suaminya menjadi direktur utama Rumah sakit dalam usia 25 tahun.


Sekarang Olivia memiliki nama dr. Olivia Putri Tjiptadjaja


Pagi itu Olivia memasuki ruangan prakteknya, asistennya yang bernama Yuki memberikan data pasien dipagi itu, Olivia biasa praktik hingga pukul 4 sore.


Sorenya setelah jam praktiknya usai...


“dok, suami ada di luar menunggu” Yuki memberitahu Olivia.


“baik dok” kata Yuki dan segera beranjak pergi, tak berselang lama Derren memasuki ruangan praktik Olivia


“bagaimana pekerjaanmu hari ini dokter cantik?” goda Derren


“berjalan dengan baik” jawab Olivia dengan senyum yang merekah.


“baguslah, Tiffany akan melahirkan, ayo kita kunjungi dia” ajak Derren


“benarkah? Kenapa tidak ada yang memberi tahuku?”


“aku tampaknya sibuk sekali ibu dokterku sampai tidak mengecek ponselmu?”


Olivia buru buru mengecek ponselnya dan benar saja ada beberapa pesan masuk, semuanya menanyakan Tiffany


“apa Tiffany sudah melahirkan?”


“sepertinya belum, ayo ke ruangannya” ajak Derren


“sayang suruh sekretarismu membelikan hadiah untuk keponakanku, aku akan mengirimkan catatannya apa saja yang harus di beli” kata Olivia seraya melepaskan jas putih seragam dokternya.


“baik dokter” jawab Derren


Mereka keluar dari ruangan itu, Derren terus menggenggam telapak tangan Olivia menuju lift, di tempat mereka bekerja semua dokter, staff, perawat dan karyawan tau mereka adalah pasangan muda yang harmonis dan membuat semua mata yang memandang merasakan iri, terutama para gadis, bagaimana tidak Derren adalah Pria muda pemegang saham, dokter, sekaligus direktur di rumah sakit terbesar di Jepang dan berskala International.


Dan pria itu memperlakukan istrinya dengan sangat baik, setiap hari ia mengantarkan istrinya ke ruang praktiknya, ia juga menjemputnya saat jam praktiknya berakhir.


Banyak yang mengira Olivia bisa bekerja di rumah sakit itu dengan memanfaatkan suaminya, nyatanya sebelum masuk untuk bekerja Derren memberikan beberapa ujian standar untuk Olivia dan Olivia berhasil menyelesaikan seluruh materi yang di ujikan.


Bagi Olivia anggapan orang orang di luar tidaklah penting, yang tampak terlihat oleh orang lain belum tentu seperti kenyataannya.


Olivia tidak ingin ambil pusing.


Mereka sampai di ruang VVIP rumah sakit, wajah Jonathan tampak tegang.


“Joe bagaimana?” tanya Olivia


“dokter mengatakan harus melahirkan dengan operasi” kata Jonathan


Sedangkan Tiffany, ia tampak cemberut karena ketakutan membayangkan pisau bedah yang akan menyayat perutnya.


“apa ada masalah?”


“bayinya terlalu besar”


“oh astaga....” Olivia menggelengkan kepalanya “jam berapa operasinya?”


“mungkin jam 9 malam” kata Jonathan “lihat, istriku ketakutan” keluh Jonathan


Olivia menggelengkan kepalanya lagi “Joe jika kau ingin mandi pergilah, biar aku menemani Tiffany” kata Olivia sambil mendekati Tiffany


“terima kasih Olivia” kata Jonathan “sayang aku akan menelefon sekretarisku dulu” Jonathan pamit dan di angguki oleh istrinya

__ADS_1


“tidak apa Tiffany, percayakan pada para ahli medis, tidak akan sakit”


Tiffany mendengus


“aku terlalu bandel Olivia, dokter menyuruhku Dyet agar kenaikan berat badanku tidak terlalu banyak tapi selara makanku tidak bisa di kendalikan” keluh Tiffany


Olivia terkekeh “kau ini, tapi tidak masalah, kau tidak perlu merasakan kontraksi yang menyakitkan”


“apa sangat sakit?”


Olivia mengangguk “jangan takut kami bersamamu” kata Olivia menguatkan Tiffany.


Olivia mengajak berbincang bincang santai agar Tiffany merasa rileks sementara Derren di sofa duduk dengan nyaman sambil menggeser geser kursor laptopnya.


Saat operasi Tiffany sedang berlangsung Derren dan Olivia memutuskan kembali ke tempat tinggal mereka untuk membersihkan diri dan makan malam, di rumah sakit ada Hana dan Livia yang telah datang untuk menjaga Tiffany.


Ketika mereka merebahkan tubuhnya untuk beristirahat Derren memandangi Olivia.


“sayang kenapa kau belum hamil?”


“bersabarlah, bukankah dulu kita mendapatkan Crystal juga tidak dalam waktu singkat?”


“tentu saja dulu aku selalu menghitung masa suburmu, Crystal benar benar pemberian Tuhan” kata Derren dengan wajah berseri seri


Tiba tiba Derren bangkit dari atas ranjang.


“ayo periksa air senimu” ajak Derren


“Derren aku tidak hamil”


“kau hamil”


“tidak Derren ini belum masa periodeku”


“ayo bertaruh”


Olivia terkekeh


“Olivia kumohon beri aku adik Crystal, aku sangat iri melihat Joe merawat Tiffany hamil” rengek Derren seperti anak kecil menginginkan mainan


“kau kekanakan”


“ayo periksa air senimu” ajak Derren tetap dengan keyakinannya


Olivia menuruti apa permintaan Derren dan benar saja ia memang belum hamil!!!


Di rumah sakit, Jonathan sedang bersuka Cita menyambut kehadiran putra pertamanya. Pria kecil yang wajahnya sangat mirip dengannya, mereka memberi nama Kevin Tjiptadjaja.


Hana dan Livia tak kalah antusiasnya, akhirnya persahabatan mereka menjadi keluarga dan membuahkan keturunan. Keiko bersama master Edward Pollini dan Herdiana begitu mendengar kabar Tiffany melahirkan mereka langsung terbang ke Tokyo, begitu juga Sofia dan Djohan Tjiptadjaja.


Sedangkan Kenzo dan Naoki keduanya mengalah menjaga Crystal di rumah karena anak di bawah 12 tahun di larang mengunjungi rumah sakit, meskipun Crystal memiliki nanny bukan berarti Crystal di biarkan begitu saja hanya di awasi nannynya.


Keluarganya sangat hati hati dan ketat menjaga Crystal seperti menjaga Keiko yang selalu di dampingi oleh Sarah dan Lelya.


Dari seluruh keluarga hanya Derren yang tampak tidak antusias dengan kehadiran Kevin, ia terus saja menggerutu pada Olivia.


“sayang ayo kita coba program inseminasi”


“astaga Derren...” Olivia menekan pelipisnya yang tidak sakit “ bersabarlah”


“kenapa lama sekali?”


Olivia mendekati suaminya yang sedang duduk di kursi kebesarannya, meletakkan pantatnya di pangkuan Derren dengan lembut.


“Tuhan pasti akan memberikan kita beberapa lagi, kita telah berusaha, ada banyak orang di kuar sana yang bertahun tahun belum memiliki keturunan, setidaknya kita telah memiliki Crystal” kata Olivia dengan sabar.


“Olivia, aku ingin merawatmu saat kau hamil”


“kau pasti akan merawatku nanti, percayalah” Olivia mengelus pipi Derren yang ditumbuhi bulu bulu lebat.


“Olivia... kau milikku” geram Derren


“Iya,aku tau, kau posessive sekali sayang”


“aku mencintaimu” guman Derren


“aku juga mencintaimu Derren”


Bibir mereka bertaut, ciuman mereka penuh gairah yang membawa, tak mampu menahan hawa panas yang menjalari tubuh mereka Derren segera mengunci ruang kerjanya dan membuat wanita pujaannya mengerang di bawah kendalinya.


Olivia selalu takluk di bawah kendali Derren tubuhnya tergila gila dengan setiap sentuhan suaminya, berkali kali ia mendapatkan puncaknya namun Derren masih terus bekerja dengan pinggulnya.


“Olivia, kali ini aku yakin, kau sedang ku buahi” geram Derren, sambil menahan kaki Olivia agar tidak bergerak.


Olivia tersenyum dan mengangguk, dalam hati ia mengaminkan ia terharu melihat betapa gigihnya Derren ingin ia segera hamil.


Keesokan harinya Olivia baru saja keluar dari ruang di mana Tiffany dan bayinya berada, ia memasuki lift lalu berjalan menuju ruang praktik miliknya.



“konichiwa” sapa seorang pria dengan suara baritone


“konichiwa” sapa Olivia


“jadi kau dokter disini?” tanya pria itu


Olivia menatap pria yang menyapanya dan berusaha mengenali siapa pemilik wajah di depannya, ia benar benar tidak mengingatnya.


“kau melupakanku? Kejam sekali, aku Nakajima Takumi” katanya dengan nada riang.


NAKAJIMA TAKUMI???


WHO IS HE???


KALIAN UDAH JARANG KOMEN SEKARANG AUTHOR SEDIH 😂😂😂😭😭

__ADS_1


__ADS_2