Found Love In Kyoto

Found Love In Kyoto
#Series 46


__ADS_3

Olivia mendengar semua itu, ia membeku.


Louis, ia tau semua ini dan ia dengan sangat rapi menutupi kebohongannya.


Ternyata salah satu orang terdekatnya adalah orang yang tidak bisa di percaya.


Olivia bener benar merasa kecewa.


Dan Merry??? ada apa dengannya? kenapa ia tampak tidak normal?


“kau terlambat, sejak dulu sudah aku bantu kau, berapa banyak bunga yang terbuang buang? tapi kau tidak berani bergerak, seharusnya kau memisahkan ia dan Derren sejak dulu kau benar benar tidak berguna” desis Merry


“aku tidak ingin terlibat dalam masalah penculikan ini, aku benar benar tidak menduga kau melakukan ini, ini keterlaluan kau bisa terlibat dengan hukum” Louis mencoba memperingatkan Merry


“Louis, pergi kau! buar aku yang mengurus semua ini” teriak Merry


“aku tidak akan pergi, kecuali aku membawa Olivia bersamaku”


“tidak akan kuberikan wanita jalang ini, wanita ini penghancur impianku!”


“lepaskan Olivia, kumohon, ini akan semakin membuat Derren membencimu Merry” bujuk Louis


Terdengar suara Merry menangis meraung raung, namun sesaat kemudian ia tertawa terbahak bahak


“Merry, ku mohon biar aku yang membawa Olivia pergi, ia tidak akan muncul lagi di depanmu oke?”


“tidak, ia harus merasakan sakit seperti sakit yang aku rasakan!” Merry terus bersikeras


“Merry dia tidak salah, ia tidak tau apa apa, kumohon”


“sssttttt...... dia bisa bangu Louis” kata Merry


Hening sejenak


Terdengar Merry terisak, tersedu sedu, seperti ia sangat frustrasi.


“aku mencintainya.... aku mencintainya....”


Olivia sudah tidak tahan lagi mempertahankan posisi tubuhnya dengan posisi menunduk, batang lehernya terasa hendak patah.

__ADS_1


Olivia akhirnya beregerak dan beracting sebaik mungkin seolah ia baru saja siuman dari efek bius yang di suntikkan padanya.


Sedikit meronta dan mencoba berteriak.


“kau sudah bangun Olivia?” tanya Merry sambil ,membuka penutup mata Olivia, Olivia sempat melirik ruangan itu, sepertinya mereka berada di sebuah rumah yang cukup besar, mungkin sebuah mansion.


Olivia hanya menatap Merry dan Louis bergantian dengan tatapan tidak percaya


Ketika ia menyapukan pandangan ke dinding ruangan itu Olivia tak sengaja melihat foto foto yang tergantung didinding, itu foto Derren dan dirinya, namun wajah Olivia di edit menjadi wajah Merry,


Olivia bergidik melihat itu, dengan cepat Olivia menyimpulkan Merry mengalami gangguan psikologinya.


“kau merebut Derren dariku, sejak pertama aku mengenal Derren aku telah mencintainya dengan seluruh jiwaku, tapi kau datang mengacaukan segalanya”


“kau benar benar tidak tau diri, kau pikir kau siapa? Kau hanya saudara angkatnya, derajat keluargamu pun tidak sebanding dengan keluargaku dan Derren”


Merry tampak semakin emosi


“kau benar benar kasihan, kau percaya begitu saja bualanku, hahahha”


“karena kau tidak akan melihat dunia ini lagi, baiklah aku ceritakan semuanya padamu setelah itu kau bisa pergi dengan tenang menyusul kedua orang tuamu ke neraka” desis Merry


Olivia hanya mampu diam, Ya benar di antar Derren dan Olivia mereka terlalu asyik dengan kebersamaan dan lingkungan keluarga, mereka tidak banyak bergaul dengan dunia luar, mereka tidak banyak merasakan gejolak emosi dan kecemburuan satu sama lain.


Ya... Kurangnya kepercayaan di antara mereka membuat hubungan mereka ternyata sangat lemah dan rapuh.


Olivia diam tak berdaya, ia berusaha menatap Merry dengan tatapan setenang mungkin.


“Merry, kumohon lepaskan Olivia” pinta Louis lagi


“semua pria menyayanginya, ada apa dengan kalian? Apa aku harus merusak wajahnya? Agar tak seorang pun sudi menatap wajahnya lagi?” teriak Merry sambil mengambil pisau buah yang ada di atas meja makan


Olivia tak mampu lagi menyembunyikan kebenciannya, ia menatap Louis dengan tatapan benci, takut dan putus asa. Olivia sangat putus asa, apalagi teringat ponselnya entah terjatuh dimana, mungkin Derren tidak akan pernah menemukannya lagi, karena tak bisa melacak keberadaanya melalui GPS di ponsel Olivia.


“aku akan membuat wajahmu hancur!!!!” teriak merry sambil menempelkan pisau di kulit wajah Olivia, Olivia membeku, air matanya mulai turun, ia tak mampu lagi mempertahankan ketenangannya, setelah wajahnya hancur mungkin nyawanya juga akan melayang.


‘Crystal... maafkan mama tidak bisa menemanimu hingga dewasa’ ratapnya dalam hati.


Dingin, pisau itu menempel di kulit wajah Olivia

__ADS_1


“Olivia, bagaimana rasanya ketakutan? Bagaimana rasanya kau di ambang kematian? Itu yang aku rasakan saat aku mendengar kalian bertunangan, aku hampir mengakhiri hidupku!!!!” bentak Merry emosional


“aku takut Derren meninggalkanku, aku takut tidak bisa bersama orang yang kucintai!!!!”


“Merry jauhkan pisau itu dari Olivia, aku mohon, aku akan membawa Olivia menjauh, sejauh mungkin agar Derren tak bisa menemukannya, ku mohon” kata Louis ia pelan pelan mendekati Merry berharap Merry mau mendengarkannya


“berhenti atau ku robek wajah wanita jalang ini!” bentak Merry


Louis berhenti, ia sangat dilema. Ia benar benar ingin melindungi Olivia,


“kau tau, aku sangat mencintai Derren, kau penyebab kehancuran hubunganku degannya, kau merusak rencana masa depan kami!!!” Merry menekan pisau itu ke dalam kulit wajah Olivia, perih mulai menjalari pipi Olivia dan bau anyir darah mulai tercium.


Olivia yakin wajahnya telah robek, entah berapa dalam lukanya yang jelas Merry tidak bermain main dengan ucapannya.


“menangislah Olivia, menangislah, ayo menangis senyaring mungkin!!!! berteriaklah, sebelum kau pergi ke neraka!!! ” sebelah tangan Merry menjambak rambut Olivia hingga badan Olivia melengkung ke belakang karena jambakan Merry yang terlalu kuat


Air mata Olivia mengalir deras, ketenangannya telah kenyap menguap bersama udara yang ia hirup.


“kau mengambil Derren dariku, kau merebut milikku, kau menghancurkan impianku” Merry terisak


“Merry hentikan” Louis terus berusaha membujuk Merry


“baiklah jika kau tidak ingin berteriak aku akan menancapkan pisau ini di lehermu hahahaaha” Merry tertawa keras berulang ulang.


Merry mengangkat pisau itu tinggi tinggi dan bersiap menghujamkan pisau itu ke leher Olivia


Olivia memejamkan matanya, ia hanya berdoa, semoga ia bisa melihat Crystal dan Derren sebelum ia benar benar menutup mata selamanya.


Olivia memasrahkan seluruh hidupnya pada Tuhan yang maha Esa.


Olivia merasakan seseorang memeluk tubuhnya, ia tak berani membuka matanya, apalagi ia mulai mencium bau anyir darah yang lebih menyengat. ia mulai berpikir nafasnya mungkin akan segera terhenti, detak jantungnya yang tersisa mungkin hanya tinggal hitungan dalam beberapa kali.


'Tuhan, tolong pertemukan aku dengan Derren dan Crystal di syurga nanti' Olivia memanjatkan doanya dalam hati.


JANGAN PANIK 😙😙😙😙


OLIVIA SELAMAT APA GAK????


JAWAB DI KOMEN.

__ADS_1


AKAN DI UP SETELAH KOMEN DAN LIKE MEMENUHI HARAPAN AUTHOR !!!!


__ADS_2