
Dave menyeretnya ke belakang bangunan sekolah, di belakang lab bahasa. Itu adalah tempat yang paling sepi dan tidak akan ada orang yang bisa mendengar meskipun berteriak hingga ia mati.
Dan Dave mengikat tangan dan menutupi mulut Merry dengan kain.
Membuka pakaiannya dan menekannya dengan brutal berkali kali di bawahnya, bukan hanya Dave bahkan teman teman Dave juga melakukannya, bukan hanya satu tapi 5 orang!!!
Dan itu sangat menyakitkan.
Setelah puas ke lima orang itu melampiaskan pada kebinatangan mereka pada Merry mereka pergi melenggang dengan santai hanya tinggal Dave, duduk di samping Merry.
“semua telah terjadi, Merry maafkan aku, meskipun sangat menyakitkan melihatmu di nikmati para bandit itu tapi lebih menyakitkan saat melihat orang tuaku harus menanggung fitnah di dalam jeruji besi” Dave terisak!!!
Ia melepaskan tali yang mengikat tangan Merry, membuka kain yang menutup mulut Merry, memakaikannya pakaian Merry dan mengantarkan Merry kembali sampai ke mansion dengan menggunakan taxi.
Merry tidak ingin hidup lagi berulang kali ia mencoba bunuh diri namun usahanya selalu gagal, ia juga tidak ingin orang lain mengetahui bahwa ia telah di perkosa. Ia menutup rapat rapat hal itu, namun 3 bulan kemudian ia dinyatakan positif hamil!
Ia sangat terpukul!
Ia tidak tau siapa ayah biologis anak yang di kandungnya.
Ia ingin membesarkan berharap itu adalah anak dari Dave!
Merry pergi ke sebuah desa terpencil menyendiri bersama beberapa pelayan dan melahirkan di sana, ia menitipkan bayi yang belum pernah ia lihat wajahnya di panti asuhan, hingga kini anak itu telah berusia 10 tahun, tidak ada yang di perbolehkan mengadopsinya tidak ada yang menjenguknya.
Keluarga Merry membiayai semua keperluannya di panti asuhan.
Merry selalu berjanji untuk menjenguknya, namun faktanya ia tidak berani. Ia takut menerima kenyataan jika anak itu bukan benih dari Dave!!!
Setelah melahirkan Merry mengubah total penampilannya, ia menjadi Merry yang feminim, glamour, cerdas, menonjol dan cantik. Itu semua untuk menutupi betapa hancurnya ia dimasa lalu.
Hingga ia bertemu Derren 1 tahun kemudian, pria itu fitur wajahnya sedikit mirip dengan Dave, ketenangannya... seperti sikap Dave!!! Dan ia kembali terjatuh ke dalam lubang hitam yang menyesatkan, ia menginginkan Dave yang ia lihat di dalam diri Derren!
-----
Dua hari sebelum pernikahan Olivia dan Derren mereka bertiga melakukan fiting busana, saat Olivia mencoba gaunnya Derren menatap kagum pada Olivia
“kau cantik sekali” puji Derren
Olivia memerah, ia selalu seperti itu setiap Derren memujinya atau menggodanya.
Derren mendekatkan wajahnya dan melumat bibir Olivia, dengan cepat Olivia mendorong dada Derren dan memelototinya
“Derren kita di ruang ganti” dengusnya kesal
“kalau begitu ayo kembali sekarang, aku ingin memakanmu” geram Derren
“kau begitu lapar rupanya setelah puasa 5 hari” ejek Olivia
__ADS_1
“kenapa begitu lama masa periodemu?” gerutu Derren
“ini baru 5 hari, tunggulah 7 hari”
“apa aku tidak mendapatkan malam pertamaku nanti? tanya Deren khawatir
“omong kosong, masih banyak malam lain” Olivia terkekeh lagi
Derren semakin tidak sabar ia menciumi Olivia dengan paksa, Olivia mendorongnya lagi.
“papa apa yang kau lakukan?” tanya Crystal polos melihat orang tuanya tampak seperti hendak bertarung
“Derren kau benar benar!” dengus Olivia kesal karena Derren bahkan tidak menjaga sikapnya di depan putri mereka.
Derren menekuk kedua kakinya dan agar tubuhnya sejajar dengan putrinya
“Crystal apa kau ingin seorang adik?”
Crystal dengan cepat menggeleng, tentu saja anak berumur 2 tahun belum mengerti soal adik.
Olivia tertawa kecil mengejek penuh kemenangan pada Derren
“jadi kau tidak ingin adik?” tanya Derren memastikan
Olivia melepas gaun pengantin dan berganti dengan pakaian miliknya, ia segera keluar dan menemui Derren yang ternyata sedang membujuk putrinya untuk mengganti gaunnya, Derren semakin yakin putrinya telah mewarisi sifat manja dan keras kepala Olivia. Akhirnya Derren memutuskan untuk memesan satu gaun lagi untuk Crystal dari pada harus lelah membujuk Crystal untuk mengganti gaunnya, dan gaun susulan itu harus selesai dalam waktu kurang dari 2 hari !!!
Malam sebelum pernikahan, Olivia sedang mengotak atik macboocnya, ia sedang membaca beberapa kasus penyakit yang sedang marak menjangkit di beberapa negara. Sedangkan Derren ia sedang bermain main dengan Crystal, gadis itu menaiki mini Ferrarinya sambil terkekeh kekeh.
“papa put me down” pinta Crystal
Derren menurunkan Crystal dari mini ferrarinya gadis itu kemudian berusaha naik ke atas ranjang dengan kakinya yang kecil.
Derren mengangkat Crystal ke atas ranjang
“mama icital ingin melihat papa” katanya dengan gaya imut memohon pada ibunya
Olivia menegang,
“itu dia papamu sayang” Olivia menunjuk Derren yang telah berada diatas ranjang duduk tepat di sampingnya.
“papa di dalam itu” kata Crystal menunjuk macbooc Olivia
Derren menatap Olivia dengan curiga
“foto siapa yang kau simpan?” tanya Derren dengan tatapan cemburu
“tidak ada” guman Olivia, ia tampak salah tingkah
__ADS_1
“Olivia... foto siapa yang kau sembunyikan?” tanya Derren lagi kali ini tatapannya seolah mengintimidasi
Olivia mendengus, sepertinya memang harus mengakuinya.
“Crystal, sini” kata Olivia sambil membiarkan Crystal duduk di pangkuannya.
Olivia mengklik sebuah folder yang isinya adalah foto dirinya bersama Derren, ada beberapa bersama Jonathan, Keiko dan Kenzo. Namun sebagian besar adalah fotonya bersama Derren di London
“papa... ini papa!!! lihat papa kau tampan di sini” seru Crystal senang sambil menunjuk foto Derren
Derren memandangi wajah Olivia yang memerah, jadi selama mereka berpisah Olivia selalu memberi tahu Crystal bagaimana wajah ayahnya, pantas saja gadis kecil itu langsung mengenalinya hanya dengan satu kali pertemuan.
“jadi kau memberitahu Crystal?” tanya Derren dengan nada seakan ia penuh dosa
Olivia mengangguk
“terima kasih” kata Derren, kata kata itu bahkan seperti nyaris tercekat di lehernya, sangat sulit untuk di ucapkan.
“maaf...” guman Olivia, air matanya justru tergelincir dari kelopak matanya. ia meminta maaf karena betapa keras kepalanya ia mengahadapi Derren yang tidak bersalah.
“jangan menangis sayang” kata Derren sambil meraih kepala Olivia dan mengecup keningnya “terima kasih kau mengenalkan Crystal padaku” lajut Derren
Olivia mengangguk lagi, Crystal memalingkan kepalanya dan mendapati mata ibunya basah oleh air mata
“mama why you cry again?” tanyanya dengan tatapan sedih
“mama tidak menangis” kilah Olivia
“are you snapping mama?” tanya Crystal dengan ekspressi tidak suka pada ayahnya
“tidak sayang” jawab Derren sedikit terkekeh
Crystal memandang ibunya dengan tatapan iba
“papa tidak menggertak mama, mata mama hanya pedih. uuhhh.....ini pedih, mama terlalu lama di depan layar” kata Olivia mengerjap erjapkan matanya seraya mematikan macbooc.
“ayo Crystal kita gososk gigi lalu tidur” ajak Derren, ia harus menghentikan Drama ini atau Crystal semakin banyak mengeluarkan pertanyaan yang merepotkan.
Akhirnya drama kedua gadis milik Derren berhenti, Derren bisa bernafas lega.
SIAP SIAP BESOK KALIAN KONDANGAN 😚😚😚😚
TAP JEMPOLNYA 😙😙😙😙😙
__ADS_1