
Akhirnya hari yang di nantikan telah tiba, ternyata menjadi pengantin lebih mendebarkan, livia tidak menduga bahwa ia akan sangat gugup ketika ia mengenakan gaun pengantinnya dan berjalan menuju altar pernikahan
Andrew sejak malam bahkan tidak bisa tidur ia berulang kali belajar mengucapkan sumpah pernikahan, ia khawatir tidak bisa mengucapkan dengan baik, dan saat menanti livia di atas altar pernikahan semua yang telah ia hafalkan semalam suntuk seolah hilang begitu saja, ia tak mampu mengingat apapun saat melihat livia begitu cantik mengenakan gaun pengantin berwarna putih berjalan ke arahnya di dampingi oleh ayahnya, andrew bahkan merasakan seperti livia dalam mode slow motion, livia seolah berjalan dengan sangat lambat.
Hingga andrew merasa tak sabar ingin rasanya ia menjemput livia dan membawanya ke altar pernikahan dengan cepat dan membuat livia menjadi miliknya seutuhnya.
“Saya andrew, membawa anda, livia untuk menjadi istri saya. saya berjanji untuk mencintai dan menghormati anda sejak hari ini, dalam keadaan baik dan buruk, kaya dan miskin, sakit dan sehat disemua hari-hari kehidupan kita, sampai kematian memisahkan kita" kata andrew
"Saya livia, membawa Anda, andrew, menjadi suami saya. Saya berjanji untuk mencintai dan menghormati Anda sejak hari ini, dalam keadaan baik dan buruk, kaya dan miskin, sakit, dan sehat disemua hari-hari kehidupan kita, sampai kematian memisahkan kita” jawab livia
Kemudian mereka saling bertukar cincin dan saling mencium untuk pertama kali setelah sah menjadi pasangan suami istri.
“malam ini aku minta jatahku” bisik andrew
livia hanya tersipu malu karena ulah andrew.
Karena di adakan di kyoto, resepsi pernikahan mereka hanya di lakukan dengan sederhana dengan sekitar 100 orang undangan yang hadir, banyak yang tidak bisa menghadiri pernikahan andrew dan livia.
Pesta hampir selesai livia menyapukan pandangan matanya beberapa kali, namun ia tak menemukan sosok yang di carinya.
“nunggu naoki?” tanya andrew
Livia memandang andrew dengan ragu
“tidak apa apa” kata andrew lembut
“drew makasih yah” jawab livia manis
Adrew hanya mengecup punggung telapak tangan livia ‘tidak masalah livia karena kamu sekarang milikku’ batin andrew
Beberapa saat kemudian tampak sakura datang sendiri, sakura menghampiri kedua pasangan yang sedang berbahagia itu dan mengucapkan selamat
“neesan, maafkan oniisanku, ia tidak bisa datang, ia baru saja keluar dari rumah sakit dan sekarang juga sedang sibuk mengurus pengunduran dirinya dari perusahaan keluarga kami” kata sakura
‘Mengundurkan diri?’ batin livia seperti tertikam, naoki sedang dalam keadaan tersulit namun ia sedang tersenyum sebagai pengantin dari pria lain.
__ADS_1
“sakura chan terima kasih sudah datang, tidak apa apa tolong sampaikan salam kami pada naoki” jawab livia, hanya itu yang mampu ia ucapkan pada sakura
Sakura mengambil beberapa foto mereka kemudian memanggil naoki dengan panggilan video call, terihat naoki sedang duduk di depan tumpukan tumpukan dokumen
kemudian mereka saling menyapa dan naoki memberikan selamat kepada liviabyang mulai terharu matanya nampak berkaca kaca
Naoki yang menyadari itu segera berkata “livia jangan menangis kau akan menodai gaun pengantinmu, ini hari bahagia kalian tidak boleh ada tangisan” kata naoki
dengan senyum yang entah berarti apa.
“aku tidak menangis naoki” elak livia
“baiklah selamat atas pernikahan kalian sekali lagi” kata naoki kemudian memberikan salam perpisahan dan mematikan sambungan video call
Sedsngkan hana setelah srmua perbuatannya ia menghilang dan baru menampakkan batang hidungnya pagi pagi sekali karena ia dan yukari akan menjadi pendamping pengantin wanita
“selamat livia akhirnya petualanganmu berakhir” kekeh hana ketika pesta akan segera berakhir dan mereka akan segera berpisah
“terima kasih hana” jawab livia “jadi apakah kau telah menerima hadiahnya?” tanya livia
“tentu saja, satu unit apartemen di tokyo dan tiket keliling eropa, terima kasih tuan kaya raya” kata hana terkekeh bersama andrew
“menjualmu untuk bahagia” jawab hana senang
“livia, maafkan aku tidak berada di sisimu saat kau benar benar memerlukanku” sesal yukari, ia memang bener benar menjadi sibuk menghabiskan waktu dan tenaganya di osaka untuk merintis bisnis barunya.
“yukari tidak apa, kau tetap sahabatku, lagi pula kau sangat sibuk kita masih punya banyak waktu untuk bersama sama di masa depan” kata livia
“aku harap kalian juga akan segera mendapatkan pria yang tepat” kata livia pada hana dan yukari
“secepatnya” sahut hana
Sedangkan yukari hanya tersenyum dengan pandangan matanya tertuju pada seseorang...
“apa kau akan tetap tinggal di kyoto livia?” tanya yukari
__ADS_1
“kurasa seperti itu, aku tidak tahan tinggal di jakarta, panas dan macet aku bisa gila” keluh livia
“lalu suamimu?”
“kami sudah sepakat tinggal disini, tidak jadi masalah”
Selesai menggelar resepsi pernikahan liva dan andrew memasuki kamar mereka di hotel yang sama dimana resepsi pernikahan mereka di gelar, setelah melepas gaun untuk resepsi pernikahan menjadi gaun tidur yang cantik livia mengeluh lapar dan meminta andrew yang kini telah menjadi suaminya untuk memesan makanan.
Andrew dengan sabar bahkan menyuapi livia walaupun livia telah berkali kali menolak ingin makan sendiri
“drew aku bukan anak kecil” keluh livia
“kan aku lagi memanjakan istriku” kata andrew
“gombal banget sih, pasti kamu ada maunya” tebak livia
“iya dong kan aku mau minta hak aku sebagai suami” jawab andrew dengan wajah memelas
“kata dokter kan gak boleh drew tunggu usia kandungannya 3 bulan baru boleh”
“ah dokter homo di percaya” jawab andrew sebal, ia mengangkat tubuh livia dan membawanya ke atas tempat tidur, “ini malam pertama kita sayang, masa kita gak ngapa ngapain?” bisi andrew di telinga livia
“terus kalau bayinya kenapa napa gmana drew?”
“enggak bakalan kenapa kenapa, anak kita pengertian kok” andrew terus meyakinkan livia dan langsung melahap bibir livia dengan buas, livia langsung membalas melumat bibir andrew dengan rakus
Malam itu pertama kalinya mereka bergumul sebagai pasangan yang suami istri yang sah
“drew.....” bisik livia seusai mereka melakukan pergumulan
“ya sayangku istriku”
Livia mendekap erat tubuh andrew “aku cinta kamu drew” ucapnya lirih
“ sayang ucapkan sekali lagi” pinta andrew ia tidak percaya dengan yang di dengarnya barusan, ini adalah pertama kali livia mengungkapkan perasaannya pada andrew
__ADS_1
“aku cinta kamu, jangan tinggalkan aku” pinta livia
“aku lebih mencintai kamu livia, tentu saja i’ll never let you go” bisiknya sambil berusaha duduk dan tetap mendekap tubuh livia ia mengecup bibir livia pelan.