
"beneran mau kesana" tatap Al tersenyum.
"Of course. can't you?" tanya Kirana balik.
"tentu saja, mau kemanapun aku akan menemanimu"
Kirana mengerutkan keningnya sesaat. "tidak, aku aja"
Tania dan Wilaga tertawa lebar mendengar jawaban dari Kirana barusan.
"are U sure, sweet"
"tentu, aku biasa sendiri"
"dan akan menarik perhatian lawan jenis jika sudah begitu" duduk Popi Pram tenang, mereka mengangguk bersamaan.
"benarkah" kerut kening Kirana merasa tidak begitu.
"karena kamu terlalu cuek" jawab Wilaga.
"karena kakak tidak memperhatikan sekitar" tunjuk sendok Tania kearah Kirana.
"apa itu salah" topang dagu Kirana.
"justru itu yang membuat seorang laki-laki merasa harus menaklukkanmu" senyum Popi Pram.
"hhmmm, termasuk dia" lirik Tania. Popi mengusap kepala Tania.
"jangan dulu mengenal laki-laki ya" tatap Popi.
"telat Pop, kebanyakan laki-laki di keluarga kita" hela nafas Tania lesu, Popi Pram tertawa ringan mendengar gerutuan Tania.
"kalo gitu, minta ayah dan bunda bikin lagi adek perempuan 3 biar menemani kalian berdua" naik turunkan alis netra Pram.
Tania mencebikkan bibirnya menanggapi usul Popi Pram yang tidak mau ditanggapinya.
"nggak, bunda udah merasa cukup dengan Tania aja"
"lha kalo ada 3 lagi seru lho" sembur Wilaga.
"nggak mau, tetep nggak mau" silangkan kedua tangan Tania didepan dadanya.
"kita nggak ke rumah papa Saka, Pop" toleh Wijaya.
"kamu mau kesana, mesti ada mau nya nih" toleh Pram melihat lekat anak ketiganya yang jarang bicara
"hanya kangen sama Devina dan Devano saja" jawab Wijaya, Pram terdiam lama.
"Ok, seminggu lagi kita kesana. apa kalian bisa" tanya Popi pram mengangguk.
"bisa" angguk Pramana cepat.
__ADS_1
"bisa Pop" semangat Tania, Kirana hanya mengangguk.
"kalo begitu kita berangkat 5 hari lagi" senyum Pram menatap kelima anaknya.
"aku tidak bisa menemanimu" senyum Alexandre. Kirana mengendikkan bahunya acuh.
"kalo begitu, kemana kita hari ini. mumpung masih siang juga" semangat Popi.
"main permainan modern aja Pop, sekalian melihat yang bening di mall" datang Momi Kaila.
"tentu, yang. kita akan kesana sekarang" senyum Pram menatap istrinya dengan penuh cinta. mereka tersenyum melihat perlakuan Popi kepada Momi yang selalu berusaha memenuhi keinginan Momi mereka.
"kalo begitu lihat apa kalian bisa segera bersiap menemani Momi kalian melihat yang bening" tatap Popi bergantian ke arah anak-anaknya yang terlihat beranjak dari posisinya untuk bersiap. Alexandre hanya mengamati kelakuan keluarga Bagaskara ketika yang lebih tua meminta mereka untuk bersiap.
"kamu tidak ikut Al" senyum Kaila.
"ikut Tante. tentu saja" senyum Alexandre mengangguk sopan. Pram menatap Alexandre lekat, "apa tidak bisa ikut ke negara kincir angin besuk"
"maaf om, minggu depan Al ada sedikit urusan yang tidak bisa diabaikan" senyum Alexandre.
"tidak apa nak Al, jika ada waktu luang maka bisa bepergian bersama lagi nanti. Popi hanya merasa ada yang kurang saat semuanya berkumpul jika ada satu anak nya yang absen" senyum Kaila menenangkan. Popi menatap istrinya, Alexandre tertawa pelan melihat ekspresi Popi Pram yang tidak mau Alexandre tahu bahwa Popi Kirana itu menerima kehadirannya tapi belum mau mengakuinya.
"kenapa, by. anak-anak punya kebahagiaan baru bersama orang yang baru saja mengisi hatinya, Kirana juga tidak sembarangan memperlihatkan perhatiannya kepada seorang laki-laki. dia sudah tumbuh tambah dewasa, mau tidak mau pasti akan ada yang menarik perhatiannya kan" elus pipi Kaila, Pram menghela nafasnya panjang karena menyadari perkataan istrinya itu memang benar.
"tenang om, Al tidak akan pernah menggantikan kedudukan om Pram dihati Kira tentang cinta pertama dalam hidupnya" kata Alexandre pelan.
"nah tuh, Al aja sadar jika cinta pertama anak perempuan pasti Popinya" senyum Kaila menenangkan Pram.
"hhmmm" dehem Pram, Kaila tertawa pelan memeluk tubuh pria yang telah menemaninya lebih dari 17 tahun itu.
mereka bersiap menuju pusat keramaian yang ada disekitar.
"mau kemana dulu kita" toleh kakek bersemangat.
"main dulu kek, lama tidak menggerakkan badan dnegan benar" senyum Pramana melihat sekeliling, mereka akhirnya menuju salah satu tempat permainan yang terletak disudut gedung.
"itu dulu dek" tepuk Wilaga memberi isyarat sebuah permainan yang terletak di tengah. Kirana memberi tanda Ok dengan jemarinya menyusul langkah kakak kembar keduanya.
"dah ready" toleh Wilaga setelah penjaganya memberikan kartu permainan. Kirana mengangguk mengambil posisi untuk bergerak. Wilaga memencet beberapa kali dan mereka segera memulai permainan dengan gembira. Alexandre dengan tenang duduk mengamati permainan yang Kirana lakukan sembari mengecek ponselnya yang memberi tanda notifikasi. ia melihat beberapa penjaga keluarga Bagaskara menyebar tanpa mengganggu keasyikan keluarga itu bermain. ia menempatkan dua penjaga terbaiknya sekarang bersamanya karena dia tahu keluarga itu juga tidak kekurangan penjaga yang bekerja dan patut diacungi jempol untuk kinerja mereka yang tidak mengecewakan.
"aisshh, lumayan bikin keringetan" seka peluh Kirana setelah beberapa saat mereka berdua bermain. Alexandre menyodorkan sebotol air mineral kedepan Kirana yang segera meneguknya hingga setengah.
"makasih kak" ujar Kirana merasa lega setelah dahaganya terselesaikan.
"aku ketempat granddad dulu" tepuk Wilaga menunjuk kearah laki-laki tua yang sedang bermain tembakan air. Kirana mengangguk menatap kearah keluarganya yang sedang asyik bermain.
"kakak hanya duduk saja sambil kerja atau mau ikutan main" toleh Kirana, Al tersenyum mengusap kepala Kirana lembut.
"tentu, mau main apa" tatap Alexandre memasukkan ponselnya kedalam saku. Kirana menunjuk permainan balap motor yang ada diseberang mereka, Alexandre mengangguk mengikuti langkah Kirana.
"kurang seru kalo gini, harusnya olahraga beneran" hembus nafas Kirana mencoba melempar bola basket kedalam keranjang.
__ADS_1
"apa kamu mau mencoba olahraga yang menguji adrenalin" senyum Alexandre menatap perempuan yang menjadi pemilik hatinya itu.
"bolehkah, kapan. kalo bisa sebelum berangkat jadi seru kalo setiap hari ada kegiatan" antusias Kirana menanggapinya.
"aku sih oke-oke aja selalu membawamu bersama. tapi tidak dengan popi terutama Wilaga, dia akan langsung bereaksi jika kamu kenapa-kenapa" jawab Alexandre pelan, Kirana mengangguk beberapa kali membenarkannya.
"nanti ijin sama Popi dulu, kalo pada ikut malah tambah rame jadi asyik. nggak enak juga kalo cuma berdua"
"sweet, enakan berdua kalo begini" sanggah Al.
"no, bagiku lebih rame lebih seru biar suasana hidup" tinggalkan Kirana cepat, Al menggelengkan kepalanya menikmati permainan kembali setelah memastikan Kirana bersama dengan Pramana.
"K" panggil Al, kirana menoleh dan segera mendekat kearahnya.
"aku harus kembali ke Inggris segera, ada urusan yang tidak bisa aku wakilkan" tatap Alexandre tepat di manik netra Kirana.
"Ok"
"apa tidak apa-apa"
"tentu"
"apa kau tidak bertanya ada apa"
"tidak, jika waktunya kakak mau bercerita akan aku dengarkan tapi bukan sekarang waktunya. jadi selesaikan apa yang harus kakak selesaikan. semoga semuanya berjalan dengan lancar" senyum Kirana. Al tersenyum mengusap kepala Kirana lembut.
"jaga diri baik-baik, ada dia yang akan menjagamu. singkirkan penjaga yang lain" pesan Al, Kirana melihat seorang pemuda yang menundukkan kepalanya pelan saat mereka saling bertatapan.
"kak" protes Kirana merasa tidak suka.
"satu atau lebih dari lima" tatap Al tenang. Kirana Tidak suka dengan opsi yang ditawarkan kepadanya.
"tidak dua-duanya" silangkan tangan didepan dada Kirana.
"itu tidak akan terjadi" geleng Al.
"dia lebih baik daripada yang lainnya, ketika aku jauh dia yang selalu berada di dekatmu untuk menjagamu untuk ku" kata Alexandre panjang.
"ada yang lain" jawab Kirana.
"ketika kita bertemu, kamu adalah bagian dari tanggungjawab ku juga, please" hela nafas Alexandre pelan.
"fine" kibas tangan Kirana di udara agar tidak memperpanjang percakapan yang pada akhirnya dia yang tidak bisa berkutik.
"good, thank you" angguk Alexandre merasa lega dan tenang meninggalkan kekasih hatinya di negaranya.
"midnight I will go, maybe a few weeks"
"Take care"
"I will"
__ADS_1
Hai.... Hai.... Hai.... all readers, terimakasih telah setia menanti kelanjutan perjalanan cinta Kirana, selalu tunggu kelanjutan kisahnya yaa...
Luv.... Luv.... Luv.... U all readers sekebon pisang goreng. terimakasih banyak semuanya. stay healthy all