
"kita akan bermalam disini, berdua. jangan tanya seberapa dalam keinginanku untuk menyentuh tubuhmu, sweet"
"aku masih bisa menahannya hingga nanti kamu memintaku sendiri untuk menyentuhmu. aku tidak mau kamu merasa takut kepadaku hanya karena itu" senyum Alexandre, kirana mengangguk menuju kedalam bathroom yang hanya ada satu didalam rumah itu.
Al menatap kesekeliling ruangan, ia memindai setiap sudut rumah. segera melihat dapur kecil disudut ruangan.
Kirana keluar melihat Alexandre sedang menuangkan coklat panas kedalam mug.
"hot chocolate, sweet" lihat Alexandre, Kirana mendekat meraih mug membawanya kedepan TV. Alexandre mengikuti langkah Kirana.
"kamu tidak bertanya apapun kepadaku sweet" tatap Alexandre, Kirana menggeleng menyandarkan kepalanya kebelakang, menyalakan TV dan mencari saluran drama korea.
"keluargamu" tatap Kirana kearah TV, Al tersenyum garing.
"orangtua yang sibuk dnegan dirinya sendiri tanpa memikirkan bagaimana kedua anaknya menginginkan mereka ada disamping saat kami butuh mereka"
"apapun yang kamu pikir didalam pikiranmu pastinya mereka juga memikirkan hal yang sama, tidakkah kamu berpikir mereka juga ingin selalu berdekatan dan memeluk anak-anaknya dengan hangat. apa kamu tau saat kalian terlelap malam hari keduanya selalu mencium kening kalian agar kalian tidak memikirkan esok hari mau makan apa dan menginginkan apa" toleh Kirana.
"ada banyak pundak yang bersandar dibahu mereka, ada banyak anak-anak lain yang menggantungkan masa depan mereka dipundak kedua orangtuamu secara tidak langsung karena kedua orangtua mereka bekerja keras untuk membuat perusahaan orangtuamu terus berjalan"
"itu bukan hanya ketidak pedulian menurut versimu, tapi kepedulian mereka jauh lebih besar saat memastikan kalian berdua tidak kekurangan apapun dan jauh dari dunia bising bisnis" seruput coklat Kirana yang sudah agak hangat.
Alexandre hanya diam mendengar perkataan Kirana.
"apa kita juga terkadang merasa begitu, tentu saja iya. bohong kalau tidak merasa kesepian, terkadang meluapkan perasaan kesal dengan mengikuti balapan atau bertarung dengan teman-teman di Dojo. karena Popi dan Momi tidak ada disaat aku ingin mereka ada"
Alexandre melirik Kirana, "jangan memandangku seolah-olah aku orang yang sakit jiwa, aku tidak kekurangan laki-laki disekitarku karena Popi menempatkan banyak penjaga disekitarku dan kamu bukan orang yang pertama melihatku dengan pandangan memuja and it really pisses me off"
"aku tahu"
"siapa saja yang mendekatimu pun aku juga tau"
__ADS_1
"gadis yang memujamu dan di jodohkan denganmu pun kami tahu"
"tentu, aku minta maaf tidak menjelaskan dari awal pertemuan denganmu karena aku tidak menganggapnya penting" senyum Alexandre akhirnya. Kirana mengendikkan bahunya pelan
"itu pilihan hidupmu, aku tidak akan mencampuri yang bukan urusanku. karena itu akan menyakitkan hati orang yang aku campuri urusannya"
"apakah kamu pernah mencampuri urusan seseorang"
"ya, dan itu membuatku sakit dihati beberapa waktu. melihatnya bersama orang lain dan orang itu dekat dengan kita makes me so bad. moment yang tidak mau aku ulangi" angguk Kirana.
"apakah aku tidak layak untuk kamu campuri urusanku"
"nope, kamu lebih kuat dari yang aku kira dan aku hanya bisa memberimu support saja, jangan libatkan perasaan diantara kita" tatap Kirana lekat hingga mereka saling bertatapan dan saling diam.
"aku bukan orang yang kuat, K. kamu yang membuatku kuat untuk terus berada di sisimu" pejam mata Alexandre.
"bertemu denganmu saat itu, mengubah jalan hidupku. aku ingin terus hidup agar dapat bertemu dirimu lagi bahkan aku sengaja setiap hari datang ke rumah sakit itu setelah bertemu denganmu agar dapat melihatmu lagi disana tapi ternyata itu sia-sia karena kamu tidak pernah muncul lagi"
"aku tidak bisa, K. karena kamu sudah memiliki hatiku sepenuhnya tanpa kamu sadari, kedua orang tuaku juga sudah aku beritahu setelah secara tidak sengaja melihat Momi mu yang sangat mirip parasnya menghadiri perjamuan bisnis dengan keluargaku"
"and forgive me if from now on you will increasingly feel that you are no longer as free as yesterday to live your life because of me"
Kirana menoleh cepat "because maybe my enemies realize that you are my weakness" tatap Alexandre tepat di manik netra Kirana.
"jadi aku akan memberimu GPS tracker agar kita dapat segera datang kapanpun kamu membutuhkan kita" perlihatkan Alexandre sebuah kalung dengan mutiara kecil.
"aku tidak mau" bulatkan netra Kirana kesal. Alexandre tanpa kata segera memasangnya dileher Kirana.
"A" seru Kirana ingin melepas kalung itu. Alexandre menahan tangan Kirana agar tidak bergerak lebih lanjut.
"tidak hanya aku yang sedih jika kamu menghilang K, keluargamu juga pasti akan merasa sedih jika kamu tidak memakainya"
__ADS_1
"aku tidak butuh untuk dikasihani" rutuk Kirana kesal.
"siapa yang tahu, ada banyak orang diluar sana menghalalkan segala cara untuk menyelesaikan bisnis K. apa kamu tega membiarkan mereka yang menyayangi mu sedih karena keegoisan mu" ucap Alexandre pelan, Kirana melepaskan genggaman tangan Alexandre dan beranjak untuk kedalam ruangan.
waktu menunjukkan dinihari saat Kirana merasakan lapar, ia segera bangun dan keluar menuju dapur, membuka box pendingin. menghela nafasnya ketika melihat box makanan tertata rapi didalamnya, ia mengambil beberapa dan memasukkannya kedalam box penghangat sebelum memakannya.
"kamu lapar, sweet" terbangun Alexandre mendengar suara dari dapur kecil rumah itu. Kirana hanya mengangguk mempersiapkan makanan dan membawanya ke arah Alexandre berada.
"do U wanna eat too" duduk Kirana meletakkan beberapa makanan di hadapannya, Alexandre menggeleng dan kembali tidur sesaat setelah memastikan Kirana makan dengan lahap.
"hhmm" dehem Alexandre mengangkat panggilan dari ponselnya, ia membuka netranya cepat dan duduk seketika.
"baiklah, aku akan kesana. berikan kendaraan motor sepuluh menit lagi" matikan panggilan Alexandre. ia bergegas masuk kedalam ruangan yang dipakai Kirana tidur tadi dan segera membersihkan dirinya berganti pakaian, "sweet" panggil Alexandre cepat.
Kirana bergegas masuk dan menunggu Alexandre memakai pakaian serba hitam.
"pake ini, kita akan segera berjalan sekarang" kata Alexandre memberi isyarat dengan netranya, Kirana segera mengambil pakaian warna senada dengan Alexandre dan memakainya didalam bathroom.
"sweet" ketuk pintu Alexandre pelan, Kirana memakai t-shirt hitam. Alexandre segera memakaikan jaket sintetis warna senada dengan outfit mereka.
"kita akan memakai motor agar lebih cepat dan menghindari kejaran mereka, kamu akan bertemu dengan Momi dan Popi mu" tatap Alexandre lekat, Kirana mengangguk mengikuti genggaman tangan Al menuju keluar rumah. sebuah motor berbodi ramping sudah terparkir sempurna didepan pintu, penjaga Alexandre memberikan dua buah helmet untuk mereka, Alexandre menerima dan memakaikan Kirana terlebih dahulu sebelum memakai sendiri.
Kirana mengikuti langkah Alexandre tanpa kata, ia melingkarkan kedua tangannya di pinggang Alexandre dan motor melaju kencang keluar dari depan rumah yang mereka singgahi sebentar tadi.
sebuah motor lain berada didepan mereka dan beberapa motor dibelakang mereka. Kirana melihat semua penjaga Alexandre bekerja dalam senyap.
Hai... Hai.... Hai.... all readers terimakasih telah mampir membaca karya baruku ini. terimakasih telah me like karyaku ini. dukungan kalian sangat berarti bagi kami yang selalu memberikan karya terbaik untul all readers di mangatoon.
Luv.... Luv.... Luv.... U all readers sekebon pisang goreng.
terimakasih banyak semuanya.
__ADS_1
stay healthy all.