Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah

Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah
chapter 47


__ADS_3

Mereka berjalan sembari berpegangan tangan saat keluar dari hotel tempat mereka menginap semalam menemani kedua orang tua Alexandre, beberapa kali langkah mereka harus terhenti akibat langkah Kirana yang agak tersendat.


"apa mau aku angkat aja dibelakang" tatap Alexandre, Kirana menggeleng meremas jemari Alexandre menahan nyeri.


"bentar lagi juga ilang hanya belum terbiasanya saja"


"kayak jalan sama kakek" ingatkan Alexandre, Kirana memukul bahu Alexandre kesal.


"iya maaf, yang" tawa Alexandre lepas.


"udah diberesin kan semuanya" toleh Kirana, Alexandre mengangguk. Kirana segera masuk kedalam kendaraan dan bernafas lega, Alexandre memakaikan seat belt Kirana seraya mencium bibir nya lembut.


"kenapa jadi mesum banget sekarang" tatap Kirana horor, Alexandre tertawa.


"udah sah kalo Popi bilang" naik turunkan netra Alexandre menjalankan kendaraan, Kirana bersandar menatap jalanan yang padat.


"hello Mom" sapa Alexandre.


"dimana, kak" tanya Kaila.


"abis dari hotel tempat ayah dan ibu menginap, Tadi jam 2 pagi mereka kembali. Kirana sudah tertidur pulas, jadi nggak tega buat ngebangunin"


"ini perjalanan pulang, Mom"


"baiklah, Momi tunggu"


Alexandre menatap Kirana sebentar yang sudah terlelap dalam tidurnya. Ia melajukan kendaraan lebih cepat dari biasanya agar segera sampai dirumah keluarga Bagaskara.


"sudah sampai" senyum Kaila melambaikan tangan, Alexandre mencium punggung tangan Kaila dan menunjuk Kirana yang masih terlelap dalam tidurnya.


"anak itu, kenapa kalo tidur susah dibangunin" geleng-geleng kepala Momi Kaila, Alexandre tersenyum membuka pintu seat Kirana.


"yang" Alexandre menepuk pelan pipi Kirana.


"udah sampai rumah, mau keluar nggak"


Kirana mengerjapkan netranya menyesuaikan dengan sekitar, ia keluar dibantu oleh Alexandre. Momi melihat mereka berdua tersenyum lebar


"dah makan, dek" elus rambut Kaila, Kirana mengangguk memeluk Momi nya.


"sakit Mom" bisik Kirana lirih.


"apanya"


"inti Kira"

__ADS_1


Kaila tertawa pelan menutup mulutnya melihat anak gadisnya yang sudah bukan gadis lagi.


"iya, yuk kita duduk dulu. Ntar diobati" angguk Kaila memegang kedua bahu putrinya agar masuk kedalam.


"kak Al" panggil Momi.


"ya, Mom" dekati Alexandre.


Kaila memperlihatkan obat oles yang ada dilayar ponselnya, meminta Alexandre untuk membelinya di toko obat, Alexandre mengerti dan segera keluar untuk membelinya.


"kenapa tadi nggak chat Momi aja" kata Kaila menyerahkan coklat dingin.


"nggak tau Mom, Kirana mau berendam pagi hari, tau-tau ikutan masuk" hela nafas Kirana, Kaila tertawa mengacak rambut Kirana gemas.


"kenapa cepat" lihat Kaila saat Alexandre berlari masuk.


"cari apotek yang paling deket Mom, takut tambah sakit" letakkan Alexandre di meja, Kaila tertawa mengangguk.


"ntar kalo dia dah selesai minum, harus dioleskan ke sekitarnya" angguk Kaila. Alexandre mengangkat tubuh Kirana segera.


"obat olesnya ketinggalan" seru Kaila, Alexandre berbalik dan Kirana menyambarnya.


"dasar anak ini" geleng-geleng kepala Kaila tertawa kecil.


"ngapain sih buru-buru kak, ntar abis minum kan bisa" kata Kirana, Alexandre menggeleng membawa Kirana ke tepi bed.


"malu iihh kak, aku aja" merona Kirana.


"kenapa malu, aku udah lihat semua bagian tubuhmu dengan jelas, mau nyembunyiin apa sih, yang. Apa kamu mau diliat orang lain" kata Alexandre, Kirana menyerahkan obat oles ke tangan Alexandre, ia menurunkan underwear pants Kirana mengoleskan obat oles ke inti Kirana.


"gimana, yang. sakit nggak"


"nggak, adem jadi agak mendingan" jawab Kirana pelan.


"dibuka gini aja bentar, biar nggak nempel olesannya di pants. Aku cariin gaun biar nggak ke gesek lagi" kata Alexandre.


"kunci dulu pintu nya. Ntar ada yang tiba-tiba buka gimana, aku lagi nggak bisa gerak nih" ingatkan Kirana, Alexandre menepuk keningnya bergegas mengunci pintu ruangan pribadi Kirana, menuju walk closet mencari gaun untuk istrinya.


"yang, mau selutut apa panjang" perlihatkan Alexandre.


"biru selutut aja, lebih enakan" lihat Kirana. Alexandre kembali ke dalam walk closet.


Ia melepas t-shirt Kirana dan melihat tanda cinta di tubuh Kirana. "wow, yang" terpana Alexandre.


"cepetan pakaiin" kata Kirana, Alexandre tertawa membantu Kirana memakaikan gaun dibawah lutut untuk Kirana.

__ADS_1


"looks beauty"


"thanks, I'm always beautiful" julurkan lidah Kirana, Alexandre tergelak mengusap gemas pipi Kirana.


"wanna kiss" dekati Alexandre mengusap bibir istrinya dan mengecupnya berulangkali, ia menyesap dengan rakus bibir istrinya yang menggoda netranya, memaksa masuk kedalam dan membelit lidah istrinya.


"makes me want more" sapu bibir Alexandre menggunakan ibu jarinya, Kirana mengatur nafasnya menyatukan kening keduanya.


"nggak nyangka, ketua bawah tanah yang terkenal dingin dan sadis ternyata bucin dan mesum abis" senyum Kirana, Alexandre tersenyum.


"just with U, honey" kecup Alexandre


"I know"


"U drive me crazy" dekap Alexandre ke kanan dan ke kiri.


"promise, don't betray between us" tatap lekat Kirana.


"ya"


"jangan lagi menghilang dan selalu mengabariku kemanapun dirimu berada" usap pipi Alexandre, Kirana mengangguk.


Senja mengganti hari dengan cepat, penghuni rumah sudah terlihat penuh dengan semangat ketika rumah keluarga Prayoga dipenuhi oleh tetangga belakang rumah. Mereka disambut dengan sukacita dan dijamu dengan ramah, Kirana tertawa lebar ketika bertemu anak-anak belakang rumah, Alexandre melihat dari kejauhan saat istrinya itu dikelilingi oleh anak-anak. Mereka menari dan bernyanyi bersama mengikuti irama, ia menggelengkan kepala tahu pasti Kirana akan lupa dengan janjinya untuk tidak terlalu aktif.


Wilaga bergabung dengan mereka membentuk lingkaran untuk menari bersama, pengisi acara membawakan lagu yang sedang booming hingga mereka semua menyanyikannya dengan antusias dan energik.


Popi ikut berjingkrak-jingkrak dengan anak-anak nya didepan panggung, mereka mengulang lagu yang di bawakan oleh pembawa acara diikuti oleh anak-anak belakang rumah.


Para pekerja rumah keluarga juga larut dalam kegembiraan, kesenangan yang sudah lama mereka rindukan karena penghuni rumah sebagian besar berada diluar negeri.


"c'mon Mom" tarik Wilaga karena Momi nya hanya berdiri disisi luar melihat mereka semua larut berjingkrak-jingkrak di tengah, Kaila tertawa dan ikut serta bergembira.


"yang" seru Alexandre kalah dengan suara bergema lainnya, Kirana menoleh dan menepi sebentar untuk mendengarkan Alexandre.


"aku keluar bentar, ada yang harus aku urus" teriak Alexandre. Kirana mengangguk,


"aku akan segera kembali, jadi jangan kuatir. Ada bang ipat yang akan mengawasi mu dari kejauhan karena yang lain ikut denganku" kata Alexandre.


"apakah ada yang urgent" kuatir Kirana, Alexandre menggeleng.


"hanya bertemu dengan teman lama, aku kabari jika sudah sampai nanti. Lokasiku juga akan terlihat di ponselmu" perlihatkan Alexandre, Kirana mengangguk. Alexandre mengecupi paras Kirana sebelum beranjak meninggalkan keluarga barunya. Kirana kembali ke dalam lingkaran keluarganya berjingkrak-jingkrak bersama.


Selamat beristirahat all reader, sehat selalu yaa...


Luv U all sekebon pisang goreng yang hangat dengan secangkir kopi hitam tanpa gula.

__ADS_1


Selamat membaca karyaku semuanya...


See U next chapter..


__ADS_2