Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah

Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah
chapter 16


__ADS_3

Alexandre merebahkan kepalanya dipangkuan Kirana dan tertidur dengan lelap. Kirana mengusap rambut Alexandre pelan. seorang penjaga masuk meletakkan beberapa makanan disamping Kirana dan bergegas keluar karena melihat Alexandre yang sedang beristirahat, ia menghela nafas menyandarkan kepalanya kebagian belakang sofa. melihat layar ponselnya dan menonton drakor. "what am I doing anyway" pejam netra Kirana yang semakin terasa berat akibat menonton terlalu lama hingga tertidur mengikuti Alexandre.


Ia bergerak pelan dan menyadari dirinya telah berpindah ke tempat tidur, ia tersenyum dan memposisikan tubuhnya agar lebih nyaman bergelung di bed besar hingga terdengar sayup-sayup suara orang bercakap-cakap dengan suara yang semakin meninggi.


ia beranjak pelan mendekati pintu dan menempelkan telinganya dibalik pintu.


"dont do that Alexandre" pinta seseorang dengan suara yang tertahan.


"apa aku pernah lakukan sesuatu kepadamu, tidak kan. jadi kenapa kamu meminta belas kasihan ku" suara Alexandre terdengar datar.


"aku menginginkan dirimu, apa begitu sulit bagimu menerima kehadiranku" tanya nya tergesa.


Kirana meremas t-shirt didepan dada nya mendengar perdebatan diantara mereka berdua di lorong ruangan. hal yang tidak ingin didengarnya mengenai Alexandre.


"tidak baik bagimu untuk selalu mengikuti ku, Celine. kamu tau aku tidak melihatmu lebih dari seorang teman, aku mempunyai seseorang yang sudah lama aku cari jadi tidak akan pernah ada perempuan lain" tegas Alexandre.


"please, aku bisa jadi yang kedua. aku bisa memuaskan mu lebih dari dia Alexandre" seru nya. Kirana menghela nafasnya berjalan menjauh dan masuk kedalam bathroom membersihkan dirinya. ia tidak mau terlibat lebih jauh dalam kehidupan Alexandre yang pastinya dikelilingi oleh para wanita.


dengan paras yang tampan dan harta yang berlimpah tidaklah heran jika banyak perempuan yang berlomba-lomba untuk mendekati dan merayu seorang pemuda seperti Alexandre Berardi.


"sweet" berdiri Alexandre mendekati Kirana yang berbalut bathrobe keluar dari bathroom.


"aku ingin makan diluar" lalu Kirana meraih paper bag berisi pakaian casual yang pasti dikirim melalui penjaganya.


"tentu, mau makan dimana nih, yang" senyum lebar Alexandre.


"hhmm terserah" ujar Kirana.


"kenapa, apa kamu tidak enak badan. merasa sakit" sentuh Alexandre di kening Kirana.


"no, aku baik-baik saja" tepis Kirana pelan.


"apa kamu mendengar yang di luar tadi" kerut kening Alexandre, Kirana terdiam memakai pakaiannya dengan cepat.


"sweet, dengarkan penjelasan ku dulu" sentuh bahu Alexandre mendudukkan tubuh Kirana di tepi bed.


"dia bernama Celine, teman kuliah yang selalu berusaha menjadi lebih dari seorang teman. aku tidak pernah dekat dengan nya selama ini, karena aku berteman baik dengan teman baiknya maka kita secara tidak langsung sering mengobrol bersama. hanya itu saja, yang. tidak ada sesuatu yang lain dibalik pertemanan kita hingga dia menjadi stalker yang membuat tidak nyaman" terangkan Alexandre.


"aku tidak peduli" geleng Kirana menanggapi.


"yang" tatap Alexandre lekat.


"aku tidak ingin mendengar semua pengagum rahasia mu jadi jangan repot repost kepadaku"


Alexandre merebahkan tubuh Kirana dan mengukungnya erat.


"trust me"


"I don't want"

__ADS_1


"U have to"


"step aside"


"Don't want to"


"Alexandre"


"hhmm" dekati Alexandre pelan, ia mengecup kening Kirana lama.


"let's go, sweet. aku tidak bisa menahan diri jika terlalu lama begini" tatap Alexandre sayu bergegas meninggalkan Kirana.


"pake ini" tatap Alexandre membantu mengenakan Hoodie dan jaket tebal serta sarung tangan.


"sedikit lebih dingin" usap pipi Alexandre, Kirana menghembuskan nafas mengikuti langkah Alexandre keluar.


"kita akan berjalan ke arah selatan, jika kita tepat waktu maka akan bertemu dengan Wilaga"


"apa dia juga ke arah yang sama"


"dia akan pergi ke destinasi selanjutnya. mungkin akan spend time hangout bareng"


"hhmm" topang dagu Kirana menatap keluar kaca kendaraan.


Alexandre meraih jemari Kirana dan mengecupnya pelan. "aku tidak akan menemanimu kembali ke Indonesia, yang"


"Ok"


"Ok"


"kabari setiap saat"


"Ok"


"mmm dan satu lagi jika tidak urgent jangan terlalu memberi harapan kepada cowok lain"


"I can't promise that" tatap Kirana.


"aku tau, aku tau..." ucap Alexandre


"jika memang tidak ada urusan, aku memang tidak suka bersama seorang asing. itu termasuk dirimu kak"


"I luv U, honey"


"they too. tidak akan ada yang mau mendekati seorang gadis jika tidak ada maksud tertentu"


"Luv U, yang"


"hate U"

__ADS_1


"ayolah, yang" tatap Alexandre sayu


mereka sama-sama diam selama sisa perjalanan, Kirana menyandarkan tubuhnya kebelakang sembari menatap keluar sedang Alexandre lebih fokus menatap jalanan yang mereka lalui.


"oh, sh**" umpat Alexandre datar, Kirana menoleh menatap kedepan dimana beberapa orang menghadang perjalanan mereka.


"yang" toleh Alexandre cepat.


"jaga dirimu lebih, lukamu belum sembuh" tatap Kirana.


"stay inside", Kirana mengangguk. Alexandre segera keluar dan melakukan olahraga dipagi hari. Kirana mengetik pesan kepada penjaga dimana mereka berada.


Alexandre sedikit kewalahan menghadapi lebih dari lima orang dengan kondisi tubuh yang terluka, Kirana menghela nafasnya dan segera keluar untuk membantu Alexandre menghabiskan energinya.


"K" lihat Alexandre tidak suka. Kirana hanya menyunggingkan senyum devilnya melihat beberapa lawan yang mengelilingi mereka.


"akan aku tunggu yang lain, sementara itu biarkan kita hadapi bersama" ujar Kirana melakukan serangan balik kepada lawan nya.


Alexandre semakin kesal saat mereka mencoba menyerang Kirana secara bersamaan. beberapa saat kemudian penjaga mulai berdatangan dan berhasil membekuk lawan mereka. Alexandre segera mengecek keadaan Kirana dan membawanya ke kendaraan.


"go" ujar Alexandre, penjaga segera melajukan kendaraan pergi.


Kirana membuka Hoodie nya dan mengikat kembali rambut dengan model bun. "buka" tatap Kirana, Alexandre menatap Kirana dengan kilatan marah.


"aku bilang untuk tetap didalam kenapa kamu tidak mendengarkan ku"


"aku tidak bisa melihatmu sendirian melawan mereka dengan luka seperti itu, ayolah kak. kesampingkan ego mu itu" tidak terima Kirana melihat sikap Alexandre.


"aku... egois... siapa yang egois, yang. kamu yang selalu menjauh, kamu yang tidak mau membuka hati" jawab Alexandre, Kirana menatap Alexandre sengit.


ia segera berbalik menatap keluar tanpa menggubris perkataan Alexandre.


"lukaku gimana, yang" ujar Alexandre pelan.


"bodo" kesal Kirana.


"aauu, sakit" ringis Alexandre membuka balutan luka yang menganga. Kirana membalut kembali luka Alexandre.


"tuan" kata penjaga menghentikan laju kendaraan dengan cepat. mereka menatap kedepan dan melihat kembali didepan telah dihadang oleh beberapa orang.


"jangan keluar, aku bukan orang yang tidak bisa berkelahi" usap kepala Alexandre sebelum keluar dari kendaraan dengan penjaganya.


Kirana menghela nafas panjang memejamkan netranya sembari menunggu mereka selesai.


ia bergerak pelan dan mendapati dirinya tengah terikat tangan dan kakinya, ia melihat sekitar dengan tenang.


"kamu sudah bangun, rupanya" kata seseorang, Kirana menoleh mencari sumber suara itu. "apa kabar. aku tidak menyangka akan bertemu dengan orang paling penting dari Al secepat ini" ujarnya lagi. Kirana memejamkan netranya untuk dapat lebih fokus melihat sekeliling.


Hai.... Hai.... Hai.... all readers, terimakasih telah setia menanti kelanjutan perjalanan cinta Kirana, selalu tunggu kelanjutan kisahnya yaa...

__ADS_1


Luv.... Luv.... Luv.... U all readers sekebon pisang goreng. terimakasih banyak semuanya. stay healthy all


__ADS_2