Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah

Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah
chapter 56


__ADS_3

Jalanan terlihat bertambah ramai, banyak orang yang saling berinteraksi di beberapa tempat keramaian, mengobrol satu sama lain, menikmati sore yang tenang. Alexandre menggenggam jemari istrinya setelah mereka bertemu seusai Kirana belajar.


"miss U much honey" toleh Alexandre, Kirana tersenyum menatap Alexandre.


"biasa aja tuh kak, karena melihatmu setiap saat"


Alexandre tertawa kecil mengecup jemari istrinya menghela nafas panjang, Kirana tergelak melihat suaminya seperti orang lanjut usia.


"jika aku bilang aku kangen apa kakak akan segera menemui ku"


"tentu"


"beneran, kalo begitu aku akan mengatakannya jika kakak jauh dariku" angguk Kirana, Alexandre mengacak rambut Kirana gemas, mereka tertawa kecil saling memandang satu sama lain.


"apa bener ya, kamu istriku" kerut Alexandre, Kirana menggeleng.


"sebenarnya kak, kita adalah dua orang asing yang tidak saling mengenal satu sama lain dan tidak seharusnya saling mengenal satu sama lain"


"so"


"jadi, disinilah kita berdua nggak jelas" cengir Kirana, mereka tertawa kecil kembali.


"Luv U more honey" toleh Alexandre, Kirana menoleh tersenyum.


"aku dipaksa untuk cinta sama kakak. Jika aku bilang tidak maka akan bahaya, tapi kalo bilang iya, kok kayaknya nggak gitu-gitu juga deh kak" ketuk jemari telunjuk Kirana di dagunya sembari menatap ke atas. Alexandre kembali tertawa mengacak rambut istrinya itu lembut.


"sarang heo oppa" senyum Kirana memberi emoticon finger heart ala korea, Alexandre tersenyum lebar merengkuh bahu istrinya dan mengecup rambutnya beberapa kali.


"jangan pernah berhenti mencintaiku, yang. Hingga ujung waktu" kata Alexandre pelan.


"hhmm, temani aku hingga ujung waktu" angguk Kirana.


"tentu, kita berdua"

__ADS_1


"apapun yang terjadi kedepannya adalah tanggung jawab kita berdua, aku akan memberi yang terbaik untukmu, yang. Jangan pernah ragukan kesetiaan dan cintaku padamu" kata Alexandre, Kirana mengangguk tersenyum.


"aku tau, makanya aku mau menjadi istrimu" jawab Kirana, Alexandre tergelak mendengar pengakuan Kirana pada akhirnya, Kirana memukul dada Alexandre pelan karena kesal.


"pulang" ujar Kirana pelan mendahului Alexandre yang tambah tertawa melihat tingkah istrinya yang sedang merajuk.


"yang, jangan jauh-jauh" seru Alexandre, Kirana berbalik ke belakang dengan mengerucutkan bibirnya memandang Alexandre dan tetap berjalan tanpa menghiraukan seruan Alexandre.


Alexandre berlari kecil mensejajarkan langkah Kirana yang sedang ngambek, Ia meraih jemari istrinya kembali dan merapatkan bahunya ke badan istrinya.


"maaf, yang. Aku tidak bermaksud untuk membuatmu marah, tapi aku tidak tahan untuk tidak menggoda mu saat ini karena kamu terlihat imut" kata Alexandre, Kirana tidak mendengarkan perkataan suaminya.


"tidak lama kita akan kembali di Indonesia" kata Kirana tiba-tiba, Alexandre menoleh.


"aku berharap kepada yang Maha kuat agar setidaknya lebih lama dari perkiraan yang seharusnya. Itu bisa dikatakan sifat serakah ku menginginkan lebih lama apa yang seharusnya aku lepaskan" hela nafas Kirana, Alexandre terdiam mendengarkan. "apa tentang kakek"


"ya, Momi akan pulang beberapa hari ini karena kak Al sudah menemani ku maka Momi merasa tenang padahal ada tiga orang laki-laki yang punya paras sama dengan ku disini, biasanya juga kita berempat" senyum tipis Kirana.


"apa karena aku tampan ya, yang. Jadi Momi merasa tenang" toleh Alexandre, Kirana menatap parasnya, tertawa dibuat-buat dengan bahu yang naik turun, Alexandre tersenyum lebar melihat ekspresi istrinya yang tidak rela jika dia memuji dirinya sendiri.


"aahh... Kak, geli tau. Nggak usah berlagak romantis jika tidak bisa" jauhkan badan Kirana.


"beneran, yang. Aku benar-benar nggak bisa nahan" pegang jemari tangan Alexandre hingga Kirana menendang tulang kaki kering Alexandre pelan dan berlari menjauh. Alexandre geleng-geleng kepala melihat tingkah istri kecilnya itu, "aaishh... Begini ini kalo nikah dengan usia muda, nggak tau penderitaan ku ketika jauh dari nya. Kenapa juga hanya dia yang mampu buatku hilang kendali gini" hembus nafas Alexandre melangkah lebar menyusul Kirana.


"dimana dia" lihat sekitar Alexandre tidak menemukan sosok Kirana, ia segera menyusuri jalanan kembali memastikan keberadaan istrinya. menghubungi penjaganya untuk menanyakan hal itu sambil melihat dilayar ponsel keberadaan Kirana. Ia mengikuti tanda dimana istrinya itu pergi, dilihatnya Kirana sedang melihat bookstore yang ada di gang kecil disamping jalan utama.


"honey" panggil Alexandre pelan, Kirana tampak tidak mendengar panggilan Alexandre sehingga tidak menoleh ke arahnya dan terlihat menatap beberapa buku yang ada di rak depan. Alexandre menyentuh bahu Kirana pelan hingga membuatnya kaget


"honey" senyum Kirana merajuk menarik tangan suaminya masuk kedalam, Alexandre tersenyum senang mendapati Kirana tidak apa-apa dan antusias melihat buku-buku.


"I will wait for you here, you can look at any books" duduk Alexandre dibangku panjang diantara buku, Kirana mengangguk menyerahkan bag nya. Alexandre menatap setiap langkah Kirana mengitari beberapa rak buku untuk melihat buku-buku yang di inginkannya.


"sudah ketemu" senyum Alexandre melihat Kirana membawa dua buku novel.

__ADS_1


"done, tidak ada di Indonesia untuk seri ini"


Alexandre membawa keduanya dari tangan Kirana dan memberikan kartu kepada penjaga untuk pembelian kedua buku Kirana "yang, kartu mu masih ada" kata Kirana mengeluarkan nya juga dari dalam dompet kecilnya, Alexandre menggeleng.


"itu hanya untukmu, jika bersamaku itu tidak berlaku" senyum Alexandre, Kirana mengangguk mengerti dan tidak mau berdebat panjang. Alexandre memasukkan kedua buku novel kedalam bag Kirana dan melangkah keluar bersama.


"jangan terlalu jauh dari ku, yang. Aku nggak mau terjadi sesuatu lagi denganmu saat berada di sisiku karena keteledoran ku" tatap Alexandre lembut, Kirana mengangguk meraih jemari Alexandre berjalan lebih cepat.


"pergi kemana" buka pintu Wijaya, Kirana nyengir masuk kedalam rumah.


"membeli buku novel kesukaannya saat perjalanan pulang, nggak terasa sudah beranjak malam" duduk Alexandre meletakkan bag Kirana disamping kursi, Kirana memberikan segelas air mineral kepada Alexandre dan segera masuk kedalam ruangan pribadinya.


"anak itu kalo udah liat novel suka lupa kalo ada yang nemenin, jika beli trus dibawa pulang jauh lebih baik. Lha ini, mesti baca dulu beberapa lembar baru diputuskan jadi beli apa tidak. mendingan kalo cuma satu buku, beberapa buku yang di liatnya" kata Wijaya, Alexandre manggut-manggut membenarkan.


"but, I like to the bookstore with her"


"apapun yang dia lakukan dan mau pasti kakak suka, bucin tau nggak" kata Wijaya, Alexandre tergelak beranjak dari tempatnya duduk menuju ruangan Kirana.


"karena aku nggak mau kembali ke waktu tidak bisa mendekatinya dulu, itu membuatku menjadi seperti orang yang tidak bernyawa" kata Alexandre pelan, Wijaya terdiam lama. "aku tau, jadi selalu bahagiakan dia, Ok" kata Wijaya menatap Alexandre.


"tentu saja, hanya dia yang mampu membuat hidupku penuh warna tidak lagi hitam" angguk Alexandre berlalu, Wijaya menatap kepergian saudara laki-lakinya itu lekat. Ia tau pasti bagaimana penderitaan yang Alexandre alami selama Kirana di sembunyikan dulu dan bagaimana Kirana menginginkannya pergi menjauh.


"yang" ketuk Alexandre, tidak ada jawaban dari dalam, Alexandre membuka pelan pintu ruangan Kirana namun Kirana tidak terlihat di tempatnya tidur, ia membuka bathroom yang tidak terkunci. "honey" senyum Alexandre, Kirana berbalik menatap Alexandre dengan keadaan tanpa apapun.


"aku baru membersihkan badan, kakak tunggu aja" jawab Kirana tidak sadar.


"Alexandre" kata Kirana cepat, tersadar dengan keadaannya sekarang, Al tertawa lebar melihat ekspresi istrinya yang sudah sadar. Ia menutup pintu bathroom dan segera mengunci pintu ruangan pribadi Kirana, melepas semua pakaian yang melekat segera menyusul istrinya yang sedang membersihkan dirinya.


"yang" raba perut Alexandre dari belakang, Kirana berjenggit kaget. "kak" toleh Kirana, Alexandre menyalakan shower hingga foam di tubuh Kirana seketika luruh ke bawah terkena guyuran air, Alexandre mengecupi punggung belakang Kirana sembari meremas benda kenyal istrinya yang terlihat menantang. Kirana merasakan sensasi memabukkan Alexandre dibagian sensitif miliknya hingga secara tidak sadar ia mendesah pelan saat Alexandre meremas benda kenyalnya dan memilin lembut ujungnya.


Hai.... hai.... hai..... all readers dukung terus karyaku yaa.... terimakasih banyak sebelumnya. Selamat membaca sembari ngopi ditemani sepiring pisang goreng bertabur coklat keju...


luv.... luv.... luv U all readers se kebon pisang goreng. terimakasih banyak sudah selalu mendukung karyaku. terimakasih.....

__ADS_1


stay healthy all...


__ADS_2