Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah

Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah
chapter 68


__ADS_3

"Pop, aku akan membawa Kirana ketempat yang tenang" dekati Alexandre setelah prosesi pemakaman kakek selesai dan mereka akan beranjak untuk pulang, Popi mengangguk mengusap bahu Alexandre pelan dan membimbing Kaila untuk masuk kedalam kendaraan, Kirana terlihat lemas bersandar di seat kendaraan dengan nafas yang tersengal-sengal. Alexandre segera melajukan kendaraan dengan cepat menuju tempat yang tenang tidak jauh dari tempat pemakaman.


Ia segera mengangkat tubuh istrinya ala bridal dan meletakkannya di tempatnya tidur, melepas semua yang menempel ditubuh istrinya.


"bantu aku membersihkan tubuh" ujar Kirana pelan, Alexandre mengangguk dan kembali mengangkatnya masuk kedalam bathroom, air shower menyiram tubuh Kirana dengan cepat, Alexandre membersihkan setiap detail tubuh istrinya yang lemah, memakaikan bathrobe dengan cepat dan membaringkannya kembali, ia kemudian bergantian membersihkan dirinya setelah selesai dilihatnya Kirana tidak lagi bergerak karena sudah terlelap dengan segera saat kepalanya menyentuh alas tidur. Alexandre menatap istrinya dan mengecup pipinya pelan, ia menghela nafas dan menuju teras melihat keluar.


Ia menerawang jauh kedepan melihat keluar ruangan dimana terdapat beberapa tanaman hijau atau bangunan tinggi dibeberapa titik.


"ya" salamnya ketika melihat layar ponselnya


"aku tidak akan menemuinya"


"katakan padanya sudah waktunya untuk berhenti"


"dan Jack, buat simpanan nya untuk merasakan hal yang sama"


"katakan pada Bian untuk mulai menyerang perusahaan nya"


"hhmmm"


"tidak"


"Baiklah" tutup Alexandre cepat membuang ponselnya ke arah sofa, ia berbalik melihat kembali Kirana yang tenang. Ia mendekati istrinya dan memejamkan netranya memeluk tubuh kecil Kirana.


"honey" tepuk Kirana menggoyang tubuhnya, Alexandre bergerak pelan kembali tersadar.


"aku sangat lapar" ujar Kirana, Alexandre menatap paras istrinya memastikan itu bukan mimpi atau halusinasi.


"sekarang jam 3 pagi" perlihatkan layar ponsel Kirana yang berada tidak jauh dari tempatnya tidur, Alexandre segera bangun terduduk mengangguk memakai pakaiannya.


"mau cari di luar atau kita makan di sini" usap kepala Alexandre, Kirana beranjak untuk membersihkan badannya sebelum memakai pakaian.


"yang, mau makan apa" tanya Alexandre merapikan pakaian yang dipakai Kirana.


"apapun" jawab Kirana meminum pelan air mineral berjalan keluar dari ruangan, Alexandre mengikuti langkah istrinya menuju kendaraan yang terparkir didepan. Kendaraan berbelok di sebuah cafe malam yang masih buka.


Kirana memesan beberapa makanan dan secangkir kopi hitam dan coklat panas, ia mengedarkan pandangan ke sekitar dimana jam segitu masih banyak orang yang belum tidur. Alexandre mengusap punggung Kirana tersenyum melihatnya dengan tatapan sayang

__ADS_1


"habis ini pulang kerumah" toleh Kirana, Alexandre hanya mengangguk.


"kakak memberitahuku bahwa ada seseorang yang membantu kakak iparmu memberikan sesuatu kepadaku" kata Kirana tiba-tiba, Alexandre terdiam lama.


"aku akan melakukan pemeriksaaan menyeluruh nanti agak siang, makanya aku ingin pulang setelah ini" kata Kirana, Alexandre menatap istrinya lekat.


"keputusan berat yang harus kakak ambil bukan" tanya Kirana.


"aku tidak akan meminta apapun dan melakukan apapun kepadamu, aku tau hal ini juga membuatmu terluka dan sakit. Di Satu sisi ada kakakmu dan disisi lain ada aku istrimu yang harus kamu jaga"


"honey" tatap Alexandre cemas


"kenapa"


"maafkan aku" pegang tangan Alexandre, Kirana menggeleng melepaskan pegangan tangan Alexandre.


"aku belum bisa untuk saat ini, jika aku saja yang ditargetkan itu masih dalam batas toleransi ku maka aku tidak apa-apa, aku akan memaafkan nya dengan sepenuh hati tapi ada sesuatu yang juga mereka libatkan dan hal itu sangat menyakitkan bagiku kehilangan calon baby kita" ucap Kirana bergetar meminum coklat panasnya pelan.


"aku sudah melakukan apa yang harus kulakukan, yang"


"aku tidak bisa mengambil tindakan tanpa jelas terlebih dahulu" kata Alexandre, Kirana menatap Alexandre lekat.


"jadi, apa yang akan kakak lakukan"


"aku sudah memulai kehancurannya dari tadi malam saat kamu tidur" kata Alexandre, Kirana mengendikkan bahu menyuap makanan yang sudah dipesannya.


"kak Wilaga yang mengatakannya tadi hingga membuatku tidak bisa berkata-kata, sudah lengkap sakit yang aku rasakan pada hari ini"


"yang, aku hanya ingin kamu tidak memikirkan hal ini, hanya aku saja yang harus melakukan semuanya" kata Alexandre, Kirana mengangguk memakan kembali makanannya. Alexandre hanya bisa menatap Kirana dengan perasaan yang campur aduk.


"makan, kak. Aku tau dirimu juga tidak makan dari kemarin karena merawat ku" sodorkan alat makan Kirana berisi makanan ke mulut suaminya, Alexandre mengunyahnya dengan segera. "aku benar-benar tidak mengerti dengan kakak ipar laki-lakimu" kata Kirana, Alexandre terdiam.


"sebelum bertemu dengan suaminya, kakak perempuan ku adalah gadis yang baik. entah kenapa setelah bertemu dengan suaminya dia menjadi seperti itu dan keadaan itu diperparah dengan kenyataan kalo kakak iparku memiliki perempuan lain" ungkap Alexandre, Kirana berhenti makan menatap Alexandre lekat.


"kenapa kamu tidak mengatakannya kepada kakak perempuan mu, honey"


"sudah, berkali-kali malah tapi tidak pernah dia percaya bahkan aku juga sudah memberikan bukti kepadanya lewat orang lain tapi dia juga tidak mempercayai ku, yang" hela nafas Alexandre

__ADS_1


"aku mengetahui berita itu kemarin saat kamu tidur, yang. hingga membuatku benar-benar marah dan menyuruh mereka semua melakukan apa yang selama ini aku tahan" kepal tangan Alexandre menahan amarahnya, Kirana menggenggam jemarinya lembut.


"kamu tau, honey. Saat berada disisi mu membuatku tetap waras dan tenang, aku tidak tau apa yang akan terjadi jika saat ini kamu tidak ada didekatku" usap pipi Alexandre.


"maafkan aku, yang" kata Alexandre benar-benar merasa lemah di hadapan Kirana. "aku yang sebenar nya membunuh our baby dengan membiarkan pria itu hidup sampai sekarang" kata Alexandre pelan


"jadi seharusnya aku yang menjauh darimu karena kamu pasti akan sangat membenciku akibat ketidak pastian sifatku kepada mereka berdua hingga membuat mu merasakan kesakitan yang teramat sangat sakit hingga saat ini" genggam jemari Alexandre erat, Kirana tersenyum.


"aku tidak berpikir untuk membalas dendam seperti itu kepadamu atau orang lain. Aku tau kakak akan melakukan apapun agar aku tidak apa-apa tapi terkadang rencana Tuhan jauh lebih besar, bermakna dan yang dibutuhkan oleh umatnya saat ini bukan menurut permintaan umatnya. Apa kakak tau, jika baby bisa lahir maka akan membuatku tidak bisa sekuat ini sekarang"


"kamu dari dulu selalu kuat, yang. Terkadang kekuatan yang kamu punya membuatku seperti suami yang tidak berguna" jawab Alexandre cepat. Kirana tertawa kecil melihat tingkah lucu Alexandre saat ini, "aku tidak bisa sepertimu yang memiliki kesabaran dan kesetiaan yang tidak semua laki-laki mempunyai nya, apa kamu tau hal itu honey" kibas tangan Kirana ke udara bebas disekitarnya, Alexandre tersenyum lebar mendengar pujian istrinya.


"luv U more sweet"


"benarkah, nggak liat banyak perempuan sedang melihatmu sekarang" dehem Kirana, Alexandre mengusap-usap kepala istrinya "aku tidak peduli, tidak mungkin aku membuang berlian dengan batu sungai" senyum Alexandre hanya menatap Kirana.


"beberapa hari ini kita tidak bisa tidur bersama, aku tidak mau melihatmu berada di sisiku kak" jawab Kirana lembut, Alexandre menatap istrinya cepat merasa tidak bisa tidur jika tidak memeluk nya.


"baik, aku memang pantas untuk menerima perlakuan itu, yang. Tapi setidaknya biarkan aku selalu berada di sisimu sampai sebelum tidur" kata Alexandre, Kirana mengangguk.


"kalian dimana" salam Wilaga setelah Kirana mengangkat panggilan darinya.


"dikafe X di daerah XX" lihat sekitar Kirana, Alexandre meraih pinggang istri nya agar berjalan keluar setelah selesai makan.


"tetap di situ untuk beberapa saat, jangan pulang dulu" tahan Wilaga, Kirana mengerutkan keningnya tidak paham dengan maksud kakaknya itu.


"ada beberapa orang yang sedang mengamati rumah keluarga, takutnya jika mereka mengincar mu lagi" jelaskan Wilaga. Kirana menyerahkan ponselnya kepada Alexandre, mereka berdua berbicara beberapa patah kata.


"sepertinya kita harus berpindah lagi untuk menghabiskan hari ini, yang" senyum Alexandre senang, Kirana masuk kedalam kendaraan, Alexandre masuk ke sisi yang lain, melajukan kendaraan sedikit lebih cepat agar segera beristirahat.


"yang, kita harus menginap disini hari ini, biarkan mereka mengurus semuanya dengan beres" buka kunci apartement Alexandre memperlihatkan ruangan yang ada di dalamnya, Kirana mengangguk pelan.


Hai.... hai.... hai..... all readers dukung terus karyaku yaa.... terimakasih banyak sebelumnya. Selamat membaca sembari ngopi ditemani sepiring pisang goreng bertabur coklat keju...


luv.... luv.... luv U all readers se kebon pisang goreng. terimakasih banyak sudah selalu mendukung karyaku. terimakasih.....


stay healthy all...

__ADS_1


__ADS_2