
malam yang sunyi dengan suhu yang cukup dingin membuat Kirana menutup rapat-rapat parasnya dengan syalnya, memasukkan kedua tangannya di kantong coat panjang. Alexandre memeluk pinggang Kirana menuntunnya ke jalan arah pulang.
"dingin"
"yap"
"wanna night activity biar nggak kedinginan" senyum Alexandre, Kirana menepuk bahunya sedikit keras, Alexandre tertawa lebar.
"bener kan, yang"
Kirana tidak menanggapinya melihat ke depan dimana beberapa orang tegak berdiri dan menatap mereka bergantian, Kirana menghentikan langkahnya menatap beberapa orang tersebut. Alexandre menoleh tidak menyadari perubahan sikap istrinya yang berhenti tiba-tiba saat berjalan, ia melihat kedepan dimana beberapa orang sedang menanti mereka, segera diraihnya jemari Kirana, menggenggamnya erat melangkah maju. Beberapa penjaga sudah menghadang orang-orang yang menunggu mereka, tempat yang sepi membuat olahraga malam mereka sedikit dramatis dan seru, Kirana melangkah sesuai dengan arahan Alexandre agar tidak mengganggu kesenangan mereka melepas energi yang berlebihan.
Mereka berjalan dengan cepat dan diam tanpa menoleh kebelakang lagi, "yang, masuk" senyum Alexandre meminta Kirana kedalam kendaraan, Kirana duduk disamping Alexandre dan Sean segera melajukan kendaraan dengan pelan, Sean melihat kearah belakang dari mirror di tengah
"maafkan sedikit terlambat" kata Sean pelan.
"tidak, aku tidak menyadari keberadaan mereka, apakah sudah selesai" tanya Alexandre menggeleng pelan, Kirana memejamkan netranya bersandar di sisi kendaraan. Alexandre menoleh memindahkan sandaran kepala Kirana ke bahunya.
"sekarang mungkin sudah beres" angguk Sean pelan. Kirana terlelap tidur mendengarkan mereka berdua berbincang-bincang "apa non dek baik-baik saja" lihat sekilas Sean, Alexandre mengangguk.
"apa dia menanyakan perihal itu" tanya Alexandre, Sean mengangguk.
"ya dan sudah memberitahu jika tidak banyak yang aku ketahui karena bersamanya setiap hari" jawab Sean, Alexandre menatap keluar dimana hanya awan hitam dan suasana gelap yang tampak di sepanjang jalan pinggiran kota.
"apa kalian bisa lebih cepat selesai belajar" tanya Alexandre menatap Sean dari kaca mirror, Sean menatap Alexandre sekilas melalui kaca yang sama.
__ADS_1
"dengan kemampuan rata-rata nona dek, kemungkinan untuk lebih cepat sangat mungkin" angguk Sean, Alexandre mengangguk pelan.
"aku ingin dia selalu ada di dekatku dengan banyaknya kejadian saat ini" ucap Alexandre lirih, Sean kembali melihat Alexandre dibalik kaca mirror.
"akan sangat berbahaya jika mereka mengendus dan membawanya untuk melawanku, aku tidak bisa membiarkan kejadian yang dulu pernah terjadi harus terulang untuk yang kedua kalinya. kejadian itu sudah menimbulkan trauma yang cukup lama agar dia menatap orang lain lagi seperti sekarang" usap dagu Alexandre, Sean terdiam sejenak.
"apa kami harus berganti kembali"
"tidak, Daniel belum bisa berada didekat Kirana karena hatinya belum tenang"
Sean tersedak mendengar ucapan Alexandre yang terkesan tidak apa-apa melihat Daniel ada rasa dengan istri nya "aku tidak bisa melarang orang untuk menyukai Kirana karena aku tau istri ku hanya melihat ku"
"ya"
"dan aku merasa tenang meninggalkannya dikelilingi oleh orang-orang yang menjaganya sepenuh hati"
"karena dia juga akan selalu menghargai orang-orang yang berada disekitarnya"
"ya"
"dia satu-satunya yang membuat mereka bisa mendekati ku, jika tidak ada kalian maka akan semakin besar kemungkinan dia menghilang dan jika itu terjadi aku tidak tahu harus bagaimana" kata Alexandre pelan, Sean kembali melihat ketua bawah tanah yang jarang menampakkan diri di depan publik seperti ini sekarang, kekejaman dan tanpa kenal lelah yang selalu ditampakkannya selama dua tahun ini seakan berbanding terbalik jika bersama istrinya, kehadiran Kirana membuat seorang Alexandre menjadi pribadi
Beberapa bulan telah berlalu
ia menatap keluar jendela rumah melihat lalu lalang orang yang sedang mengejar sesuatu di pagi itu, Alexandre mengusap lembut kepala Kirana yang bersandar ditepian kaca. "honey" sapa Alexandre lembut namun Kirana tidak bergeming mendengar panggilan Alexandre seolah-olah dirinya sedang berada di dunia lain, ia duduk di samping istrinya dan mengelus pipinya, Kirana akhirnya menoleh melihat Alexandre yang sejajar dengannya.
__ADS_1
"kita akan berangkat sekarang, apakah kamu siap" senyuman Alexandre tidak pernah hilang jika berbicara dengan Kirana, istrinya. Ia menggeleng cepat sembari melihat para pejalan kaki yang melintas di depan kediaman Bagaskara, Alexandre mengangkat tubuh Kirana pelan ala bridal style, Kirana bergelung nyaman di dada Alexandre yang mengecupi ubun-ubun rambut nya. Alexandre meletakkan istrinya pelan di seat kendaraan, memakaikan seat belt dan memutar ke bagian kendaraan lainnya, ia melihat Kirana sekilas sebelum memakai seat belt nya sendiri. kendaraan melaju menuju bandara karena mereka akan pulang malam ini, Daniel melihat keadaan kedua nya dari kaca mirror, Kirana terlihat tidak memiliki daya sedangkan Alexandre memperhatikan Kirana sepenuh hati, "wanna talk"
Kirana menggeleng pelan, Alexandre mengusap pipinya lembut, "wanna fight"
Kirana kembali menggelengkan kepalanya melihat keluar, Alexandre menghela nafasnya melihat istrinya tidak baik-baik saja.
"give me hug" ucap Kirana bergetar, Alexandre segera menarik tubuh Kirana memeluknya erat, Kirana merebahkan kepalanya di bahu Alexandre pelan.
"let me for a moment"
Alexandre mengusap punggung Kirana memberi kekuatan, Daniel hanya diam tanpa kata melihat kesedihan yang tampak di raut wajah keduanya.
"apa akan seperti ini saat bertemu dengan semuanya nanti"
"mereka juga sedih tapi kita harus saling menguatkan, tentu saja mereka akan semakin sedih melihatmu begini"
Kirana meneteskan airmata pelan, mengangkat kepalanya dan menjauh dari tubuh Alexandre.
"yang, jangan seperti ini. Tidak baik jika kondisimu seperti ini, aku tidak akan membolehkan dirimu pulang dan bertemu mereka jika seperti ini" usap kepala Alexandre, Kirana menyeka air mata disudut netranya pelan tanpa berkata apa-apa. Alexandre menggenggam jemari Kirana erat sepanjang perjalanan tanpa banyak kata.
Keheningan malam hari ini bertambah dengan kepiluan hati menanti sesuatu yang tidak pasti tengah melanda keluarga Bagaskara. Setiba di bandara mereka segera berpindah menaiki jet pribadi untuk segera terbang ke Indonesia, perjalanan yang cukup lama dan membutuhkan transit yang tidak sebentar ternyata tidak membuat Kirana menjadi lebih baik keadaan nya, semua penjaga yang melihatnya juga tidak berani mengusiknya, semua dikerjakan dengan diam dan senyap. Kirana juga tidak memperhatikan kondisi sekitar nya yang dia tau hanya keberadaan Alexandre disampingnya membuatnya merasa tenang dan damai. Ia meluruskan kakinya di seat nya, seorang pramugari menyelimuti tubuh nya dengan pelan, Kirana menghela nafas menatapnya dalam diam, pramugari itu tersenyum mengangguk mengerti dan berjalan meninggalkan Kirana. Alexandre sedang berbincang-bincang dengan yang lainnya membiarkan Kirana tenang dalam perjalanan malam ini, mereka hanya berdua saat ini, ketiga saudara berangkat dari masing-masing negara yang berbeda karena sedang berkunjung ke negara lain. Kirana menatap lurus ke arah Alexandre yang tengah mengobrol dengan Sean dan Daniel tanpa kata, Alexandre menatap istrinya balik dengan tatapan yang Kirana tidak bisa ungkapkan.
Ia bergerak ke arah Kirana menumpukan kedua kakinya didepan istrinya dan mengusap kepalanya, "luv U, yang" tatap Alexandre, Kirana menatap Alexandre lama merentangkan kedua tangannya meminta Alexandre memeluknya erat, Alexandre mendekap istrinya erat mengusap kepala dan punggungnya, mengecup pipi dan rambutnya membiarkan dia mengeluarkan air mata dalam kesunyian malam yang pilu, hingga beberapa saat Kirana masih dalam keadaan yang sama, Alexandre menggumamkan kata-kata menguatkan hati Kirana menjadi lebih baik.
Hai.... hai.... hai..... all readers dukung terus karyaku yaa.... terimakasih banyak sebelumnya. Selamat membaca sembari ngopi ditemani sepiring pisang goreng bertabur coklat keju...
__ADS_1
luv.... luv.... luv U all readers se kebon pisang goreng. terimakasih banyak sudah selalu mendukung karyaku. terimakasih.....
stay healthy all...