
Kirana melangkah ke arah ruangan pribadi kakeknya yang terletak tidak jauh dari ruangannya, walau berbeda rumah namun hanya terpisah oleh tembok pemisah ruang. Kirana berdiri tegak didepan pintu dan menyatukan keningnya di pintu.
"kek, Kirana pulang. Jangan hanya didalam saja, kita main kebelakang kompleks yuk, main di lapangan bareng anak-anak kampung lainnya" ucap Kirana lirih. Tubuhnya seketika luruh kebawah dengan deraian airmata yang turun tanpa aba-aba. Alexandre menahan dirinya untuk menyentuh Kirana yang sedang sedih.
"pulang kek, pulang. Jangan tinggalin Kirana sendirian disini, temani sampai Kirana menyelesaikan semuanya" ratap Kirana bersandar membelakangi pintu, ia melihat Alexandre yang menunggunya duduk menemani, menghapus airmata dengan punggung tangan.
"bantu aku ke ruangan ku, kak" pejam netra Kirana tak kuat menahan berat badannya, Alexandre mendekat dan mengangkat tubuh gadisnya dengan lembut, Kirana melingkarkan lengan tangannya ke leher Alexandre dan menangis sesenggukan. Ia mendekap tubuh gadis kecilnya seakan takut akan jatuh berkeping-keping saking rapuhnya.
Ia duduk di sofa panjang dan membiarkan Kirana menumpahkan rasa sedihnya di dalam pelukannya, "kakek pasti sembuh, sweet. Kakek akan menemanimu kembali, kenapa kamu tidak berusaha kuat demi kakek. Dia pasti tidak akan suka melihatmu seperti ini, bukan" usap punggung Alexandre menenangkan, Kirana menggeleng pelan menyadari keberadaan Alexandre didekatnya.
"ada aku disini, jika dengan begini kamu lebih tenang maka keluarkan semuanya agar tidak ada beban dihati" bisik Alexandre.
"lovely"
Kirana menjauhkan kepalanya dari dada Alexandre mencoba turun dari dekapannya. "mau membersihkan diri dulu kak" hela nafas Kirana menatap Alexandre yang menggelengkan kepala tanda tidak mau melepas Kirana.
"Al" ujar Kirana lirih. Alexandre mempererat pelukannya.
"yang" sentuh Kirana lemah yang membuat Alexandre tersenyum lebar mendengarnya. Kirana berjalan pelan menuju bathroom.
"kenapa lama" tatap Alexandre yang tiduran di ranjang Kirana.
"berendam" masuk Kirana ke ruang ganti pribadinya. Alexandre mengikuti langkah kecil gadisnya itu, Kirana meraih joger pant panjangnya dan t-shirt yang sama-sama berwarna hitam terlihat sempurna ditubuh tinggi semampainya. Alexandre memeluk tubuh Kirana dari belakang, ditatapnya paras Kirana yang terlalu banyak mengeluarkan airmata, diusapnya kelopak netra Kirana yang bengkak.
"tidur gih, sayang. Seperti panda kalo kayak gini" tatapnya lurus di cermin, Kirana mengangguk menyandarkan tubuhnya ke tubuh Alexandre yang berada dibelakangnya.
"aku bawa keluar" senyum Alexandre mengusap perut Kirana, ia mengangguk pelan melingkarkan tangan kirinya ke leher Alexandre.
"wanna kiss" kecup Alexandre dileher jenjang mulus Kirana, Alexandre melirik kearah cermin dimana Kirana memejamkan netranya merasakan kehangatan sentuhannya. Alexandre mendekatkan paras Kirana agar dirinya dapat merasakan manisnya bibir gadis kecilnya itu. Kirana merasakan sensasi yang membuatnya hangat, Alexandre bergerak menyentuh benda kenyal Kirana tanpa melepaskan sensasi bibir Kirana.
"look at me, honey" ucap Alexandre serak, Kirana membuka netranya menatap laki-laki yang membuat hasratnya terbakar. Alexandre mengusap bibir Kirana dengan ibu jarinya tanpa mengalihkan perhatian ke netra Kirana yang seakan menenggelamkan nya didalam lautan hasrat.
"aku tidak bisa menahan hasrat saat bersamamu jika begini" satukan kening Alexandre, Kirana memejamkan netranya menetralkan degupan jantung yang berdetak cepat. Alexandre tersenyum bergerak maju untuk menyatukan kembali bibir mereka dan sekali lagi merasakan sensasi yang mendebarkan jantung. Ia mengangkat tubuh gadisnya tanpa melepaskan aktivitas mereka, Kirana melingkarkan kedua tangan dan kakinya membelit tubuh tinggi dan tegap Alexandre. Ia mengusap-usap rambut Alexandre tanpa sadar.
"aku ingin lebih, yang" deru nafas Alexandre cepat menatap Kirana yang sudah terbaring di ranjangnya, Alexandre menahan tubuhnya dengan kedua tangan mengukung tubuh Kirana.
"do as U want, I just wanna sleep forever" tatap Kirana menyentuh dada Alexandre menggunakan jemari telunjuknya. Alexandre terkejut menatap Kirana lama, ia segera merapikan helaian rambut yang menutupi paras cantiknya.
__ADS_1
"aku tidak mengijinkannya" kata Alexandre tenang, Kirana tersenyum menampakkan kesedihan yang terasa berat.
"aku tau"
Alexandre bergerak menyamankan posisi Kirana, "then take a rest, sweet. U handsome knight here" kecup kening Alexandre, Kirana mengangguk memejamkan netranya.
"let's married first" kata Alexandre pelan
"hhmm, Ok" gumam Kirana, Alexandre menoleh menatap Kirana yang tidak bergeming lagi.
"sebelum kembali sekolah" tawar Alexandre.
"hhmm, let's do it" gumam Kirana.
"in Indonesia" senyum Alexandre mengusap pipi Kirana.
"sure" gumam Kirana
"aku pegang janjimu kalo begitu, yang" semangat Alexandre.
"sure"
Wilaga segera mencari keberadaan Kirana didalam rumah sesaat setelah sampai, dibukanya dengan pelan pintu ruangan pribadi Kirana. Dilihatnya Kirana tidur dengan Alexandre berada disisinya sedang menggenggam jemarinya melakukan panggilan melalui ponselnya. Ia mendekat, mengusap paras Kirana yang terlihat sedih dan menumpukan kedua kakinya agar lebih dekat memandang Kirana yang tengah tertidur nyenyak.
"ia belum lama tidur, setelah beberapa lama didepan ruangan pribadi kakek dan berendam" toleh Alexandre, Wilaga hanya diam menatap paras Kirana.
"apa dia mengatakan sesuatu" kata wilaga pelan.
"tidak banyak, hanya airmata yang keluar" hela nafas Alexandre, Wilaga menopang dagunya tidak bergeming menatap adik perempuan satu-satunya itu. Pramana berjalan mendekat dan meminta kedua laki-laki itu untuk keluar.
"malam ini Kirana pasti tidak akan mau untuk tinggal dirumah, ia akan meminta agar menginap dirumah sakit untuk menunggu kakek disana" pandang Pramana ketika kedua laki-laki itu sudah berada diruang tengah.
"Momi juga masih disana dengan penjagaan Popi tentunya, keadaan Kakek tidak begitu baik. Jadi kita harus siap jika sesuatu terjadi" kata Pramana, Wilaga dan Alexandre hanya mengangguk pelan.
"Bian dan Seth ada di sini menemaniku, minta mereka melakukan apapun untuk membantu" kata Alexandre, Pramana mengangguk.
"tetap berada didekat Kirana, karena dia yang paling dekat dengan kakek. Jika terjadi hal diluar dugaan dengan kakek nantinya maka pertama yang rentan terkena dampaknya adalah Kirana dan Momi" kata Pramana, Alexandre kembali menganggukkan kepalanya pelan.
__ADS_1
"apa kamu akan pergi, kak" toleh Wilaga, Alexandre terdiam sebentar dan menggelengkan kepalanya.
"tidak begitu mendesak, Jack masih bisa mengatasinya bersama anggota lain"
"tidak apa jika dirimu memang harus pergi, kami semua ada disini" tepuk bahu Pramana pelan, Alexandre menghembuskan nafasnya menimbang antara pergi dam tidak.
"ntar liat situasi disana dan disini aja gimana, baru bisa melangkah lebih jauh" kata Alexandre, Wilaga kembali kedalam ruangan pribadi Kirana setelah selesai mengobrol. Alexandre menyesap teh manis yang dibuat salah seorang pekerja rumah keluarga Bagaskara.
"darimana" toleh Pramana mendapati Tania muncul dari box ajaib.
"ke bagian Timur Nusantara, dikabari langsung pulang" peluk Tania sesaat. Ia menyalami Alexandre dan duduk diseberang mereka.
"Wilaga ada diruangan Kirana, kami juga belum lama sampai disini. Popi dan Wijaya menemani Momi dan bunda" ujar Pramana. Tania mengangguk pelan menghabiskan segelas air mineral yang diberikan untuknya.
"ayah kemana" tanya Pramana, Tania memperlihatkan chat dengan ayahnya yang sedang dalam perjalanan pulang setelah menunggu dirumah sakit.
"kak Al ikut ke Lombok kemarin" tanya Tania. Alexandre tersenyum melihat Tania.
"menyusul dua hari yang lalu"
"aku akan membersihkan badan dulu" anjak Tania.
"jangan tinggalin nanti kalo ke rumkit" balik badam Tania sebelum menghilang, Pramana mengangguk.
Alexandre menatap ruangan pribadi Kirana yang terlihat senyap. "apa Kirana sering seperti ini" topang dagu Alexandre dibahu sofa.
"tidak, makanya ada kita disini"
"apa seperti ini saat aku pergi"
"tidak, saat itu terlihat normal hanya sesekali menanyakan kabarmu tapi tidak seperti ini"
Alexandre menghela nafasnya panjang dan segera mengetik chat dengan seseorang dengan ponselnya.
Hai... Hai... Hai... All reader, terimakasih telah berkunjung di karyaku. semoga kalian menyukainya.
Luv.... Luv.... Luv U all sekebon pisang goreng dan segelas teh manis.
__ADS_1
See U soon in next chapter...
Stay healthy all...