Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah

Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah
chapter 67


__ADS_3

Alexandre memberi isyarat agar Daniel segera pergi, Daniel yang mengetahui nya segera beranjak pergi memenuhi permintaan bos besarnya itu, Sean mengikutinya dengan beberapa orang kepercayaan yang ada disana. Kirana melihat pergerakan mereka yang berjumlah cukup banyak, Alexandre mengalihkan perhatiannya dengan menggenggam jemari istrinya lembut, Kirana menoleh menatap jemari Alexandre yang bertaut dengannya beralih menatapnya lekat, ia melihat paras suaminya yang tidak baik-baik saja seperti siap membunuh dengan kejam.


ponsel Alexandre bergetar pelan, ia meraihnya dengan cepat dan berbicara hanya beberapa patah kata.


"dek, apa kamu baik-baik saja" usap kepala Popi, kirana mengangguk.


"hanya kepala Kirana yang nyeri banget seperti ada ribuan panah menyerang" jawab Kirana pelan.


"apa ingin diperiksa setelah acara kakek selesai" tanya Popi kuatir. Kirana mengangguk "yap, Pop"


Kirana berdiri menemani kedua orang tuanya menemui keluarga seseorang yang dekat dengan keluarga mereka, Alexandre ikut berdiri menemaninya menemui mereka.


"are U Ok, Kirana" jabat tangan seseorang, Kirana mengangguk pelan menatap putra teman baik Popi nya itu.


"makasih banyak Marc, lama tidak berjumpa"


"benarkah, aku kira kamu yang tidak mau melihatku lagi setelah kejadian itu" katanya terus terang.


"tidak juga, hanya lebih baik untuk keep the distance, right Marc" senyum Kirana, Marc tersenyum melihat senyuman Kirana yang membuat hatinya berbunga-bunga, Alexandre diam menatap interaksi yang tidak biasa dari laki-laki yang jauh lebih muda dari keempat saudara kembar di depannya itu.


"om Junot adalah sahabat baik Popi selain om Tigor dan Marcell adalah putranya, masih high school tapi sudah berani menyatakan perasaannya kepadaku" toleh Kirana, Alexandre hanya menatap paras Kirana, Marcell tertawa pelan.


"cause U are goddess" jawab Marc pelan, Kirana menepuk pelan bahu Marcell pelan memutar bola netranya jengah.


"right, many girls U goda dengan kata-kata itu"


"it's true, K" geleng Marc percaya diri, Kirana mengibaskan tangannya meminta Marc untuk segera pergi dari situ agar dirinya bisa berbincang dengan om Junot dan istrinya.

__ADS_1


"dia adalah anak yang suka membuat orang lain merasa nyaman dengan dirinya" senyum Kirana, Alexandre tersenyum mengangguk.


kedatangan para sahabat, teman dan kolega dari keluarga Prayoga untuk memberikan penghormatan terakhir kepada kakek mengalir silih berganti tanpa jeda. Banyak kerabat dan teman yang datang memberikan rasa empati atas kepergian seorang sosok laki-laki yang memiliki kelembutan hingga meninggalkan kesan yang mendalam kepada rekan-rekannya serta orang-orang yang mengenalnya, Kaila dan Kalai mengeluarkan banyak airmata menerima rasa sedih mereka kehilangan sosok Prayoga yang selalu baik kepada siapa saja.


"dek" panggil Wilaga mendekat, Kirana menoleh mendengar bisikan Wilaga mengangguk mengikuti langkah nya, Pramana menanti kedatangan mereka berdua dan segera memegang bahu Kirana. mereka terlihat mengobrol dengan pelan diantara orang-orang yang mengucapkan bela sungkawa. Kirana meletakkan tangannya di bibirnya menggeleng cepat menatap kedua saudara kembarnya itu tidak percaya, Wilaga meraih kepala Kirana dan membawanya kedalam pelukannya.


Alexandre menatap ketiganya dengan seksama, segera berjalan dengan cepat menuju kearah mereka bertiga yang terlihat tidak baik-baik saja.


"ada apa" ujar Alexandre tepat berdiri dibelakang Kirana yang sedang dalam pelukan Wilaga, Wilaga menggeleng dan melepaskan pelukannya untuk diberikan kepada Alexandre.


"ada apa, hhmmm" tangkup pipi Alexandre menatap Kirana yang sedang menghapus airmata nya.


"nothing" geleng Kirana meninggalkan suaminya untuk menyusul kedua saudaranya, Alexandre menghela nafasnya menyadari sesuatu yang di luar kendalinya, ia berbalik menatap ketiga saudara kembar itu menemui beberapa orang yang menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga Prayoga.


"yang" toleh Kirana menunggu Alexandre mendekat, ia mengangguk segera menghampiri untuk menemaninya


"apa kamu sudah mengetahui nya, honey" desah Alexandre cemas, Kirana mengangguk.


"tidak sebanyak yang kakak tau tapi setidaknya aku tahu apa yang terjadi dan itu membuatku marah tentu saja, tapi bukan berarti aku merusak jiwa dan raga ku memikirkan balas dendam" tautkan jemari Kirana tanpa menatap Alexandre, ia menatap paras Kirana dengan rasa terkejut.


"akan aku katakan setelah kakek berangkat ke peristirahatan terakhir nya nanti" angguk Alexandre sesaat kemudian setelah sadar dengan perkataan istrinya, Kirana mengangguk mengerti


"aku tau karena aku mengerti dirimu tidak akan berbuat yang tidak baik terhadapku"


"maafkan aku, yang" hela nafas Alexandre pelan


"Kira juga minta maaf" tepuk-tepuk punggung tangan Kirana pelan tanpa menoleh sedikitpun kepada Alexandre. Ia mengecup pelan jemari istrinya menyadari betapa gadis kecil yang menjadi tambatan hatinya adalah istri yang tidak akan dia dapati jika dengan gadis lainnya.

__ADS_1


Beberapa pemuda melihat mereka berdua dengan pandangan yang tidak dapat menggambarkan perasaan yang ingin diungkapkan dengan pertanyaan kepada Kirana yang mereka kenal selama ini.


Tidak ada tanda-tanda kehadiran keluarga Saka Bagaskara yang sedang dalam perjalanan menuju ke kediaman keluarga Prayoga hingga akhirnya prosesi pemakaman akan segera dilakukan, beberapa orang membantu untuk membawa kakek menuju ke peristirahatan terakhir nya dekat dengan pemakaman tempat istri nya dulu. Beberapa kendaraan beriringan berjalan pelan meninggalkan rumah besar tempat berkumpulnya dua keluarga besar karena pernikahan anak dua keluarga pebisnis besar dengan kedua anak kembar Prayoga hingga mengantarkan satu dari dua cucu perempuan Prayoga dipinang oleh anak laki-laki pebisnis besar dunia yang jarang diketahui oleh masyarakat luas. Keberadaan anggota keluarga yang sangat privacy dijaga dengan ketat membuat banyak yang tidak mengenal mereka dengan baik jika tidak ada acara besar berlangsung.


Kirana dan Tania menjelma menjadi gadis yang tidak hanya cantik mempesona namun gadis yang tidak bisa didekati sembarangan laki-laki saking banyaknya penjaga yang mengelilingi mereka saat ini.


Para lelaki muda keluarga mereka yang berada agak jauh dari saudara perempuan mereka tampak tidak begitu kuatir melepaskan pandangan terhadap keduanya mengingat penjaga mereka saat ini lebih banyak dan mereka merasa nyaman dengan keadaan sekitar yang banyak kerabat yang mereka kenal baik.


tiba-tiba Chopper terbang mendekat dan menurunkan empat orang yang segera menghampiri mereka, Saka dan Icha memberikan pelukan kepada mereka semua. Devina dan Devano segera bergabung dengan saudara mereka yang lebih tua, Wilaga menggenggam erat Devina yang mendekat kepadanya secara refleks dan Devano yang berada disisi Wijaya.


Alexandre tidak melepaskan pandangan kepada istrinya agar mereka tau jika Kirana adalah tanggung jawabnya sekarang, miliknya satu-satunya dan tidak ada yang boleh mendekatinya kecuali dirinya. Kirana yang berjalan tampak sedang mengobrol dengan Tania sedikit serius, mereka berdua tampak membicarakan hal-hal yang hanya dibahas oleh keduanya saja hingga membuat para pemuda menatap mereka penuh hasrat karena pesona mereka berdua.


Beberapa penjaga yang berada disamping mereka tidak lagi seperti biasanya karena Alexandre sudah mengganti para penjaga Kirana setelah mendapat kabar berita tadi namun istrinya itu tidak lagi protes ataupun merasa terganggu dengan perubahan para penjaganya hingga membuat Alexandre merasa lega.


Kirana menghapus air di sudut netranya melihat kakek yang diturunkan ke liang lahat dengan pakaian serba putih bersih, Alexandre melingkarkan tangannya menahan tubuh Kirana agar tidak ambruk terlalu lama berdiri mengikuti prosesi pemakaman.


"yang" bisik Alexandre, Kirana manggut-manggut menutup mulutnya menahan air mata dalam diam agar tidak semakin deras, seorang penjaganya memberikan tissue kepada Alexandre untuk Kirana. Wijaya membantu Kirana untuk mendekat kearah kakeknya melemparkan sebongkah tanah yang sudah dikepal masuk kedalam liang. Alexandre mengangkat tubuh istrinya yang tidak lagi bisa berdiri dengan tegak segera menjauh dari liang lahat sedang keluarga yang lain berdiri tegak disekitar liang.


Alexandre memakaikan kacamata coklat Kirana agar tidak tampak netranya yang sembab, hingga selesai prosesi Alexandre menahan tubuh istrinya tanpa peduli tatapan orang yang menusuk melihat nya tanpa tahu status mereka berdua.


"give me water, honey" ujar Kirana pelan, Alexandre meminta air mineral bottle kepada salah seorang penjaganya yang segera mendekat memberinya bottle, Alexandre meminumkan dengan pelan kepada Kirana.


Hai.... hai.... hai..... all readers dukung terus karyaku yaa.... terimakasih banyak sebelumnya. Selamat membaca sembari ngopi ditemani sepiring pisang goreng bertabur coklat keju...


luv.... luv.... luv U all readers se kebon pisang goreng. terimakasih banyak sudah selalu mendukung karyaku. terimakasih.....


stay healthy all...

__ADS_1


__ADS_2