Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah

Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah
chapter 46


__ADS_3

Matahari sudah menampakkan wujudnya dengan sempurna, Kirana meregangkan tubuhnya merasa segar setelah tidur cukup sementara Alexandre masih bergelung di samping Kirana, ia mengusap rambut Alexandre lembut sebelum beranjak menuju bathroom. Alexandre membuka netranya cepat melihat Kirana yang masuk kedalam bathroom.


Kirana mempersiapkan bathtub dengan bathbomb aromaterapi yang menenangkan, melepas semua pakaian dan masuk kedalam memejamkan netranya merasakan kehangatan dan kenyamanan berendam. Dalam keheningan terdengar suara pintu dibuka dan sesaat kemudian terdengar seseorang masuk bergabung, ia membuka netranya pelan memandang Alexandre yang sudah masuk bersamanya.


"kak, ngapain" tatap Kirana tidak percaya apa yang ada dihadapannya sekarang.


"take a bath" jawab Alexandre kalem.


"aku baru masuk, kak" kata Kirana merasa malu tidak bisa bergerak atau berpindah.


"lalu" buka netra Alexandre menatap Kirana lekat.


"tutup matanya, Kirana akan keluar dulu" gerak cepat Kirana menutup paras Alexandre dengan kedua tangannya.


"yang"


"aku akan keluar. Kakak membersihkan badan aja duluan" kata Kirana bangkit namun tangannya masih menutup netra Alexandre.


Alexandre menahan kedua tangan Kirana hingga ia menimpa tubuh Alexandre. "aaaahhh" suara tubuh jatuh dan membuat air terciprat keluar, mereka saling menatap.


"honey" ucap Alexandre lirih hingga sesaat kemudian bibir mereka saling bertemu, saling menyesap dengan lembut, mengeksplor setiap ruas mulut masing-masing.


Alexandre menahan kepala Kirana meraba turun ke punggung hingga dua bongkahan pantat Kirana yang tampak menonjol sempurna digenggaman tangannya.


"yang" desah Kirana lirih, Alexandre mengangkat tubuh istrinya membawanya kebawah shower untuk menghapus sisa sabun yang menempel di seluruh tubuh mereka, mengusap semua bagian tubuh Kirana menggunakan jemarinya menimbulkan sensasi yang membuat Kirana berkali-kali mendesah, Alexandre merapatkan tubuh mereka berdua dibawah guyuran air, menyesap pelan punggung dan bahu istrinya yang menikmati sentuhan memabukkan yang mereka rasakan.


Meraih bathrobe yang terlipat tidak jauh dari jangkauan, membungkus tubuh Kirana dan membawanya keluar dari bathroom, meletakkan pelan. Kirana membuka netranya memandang Alexandre dengan tatapan yang dipenuhi hasrat, dilihatnya tubuh Alexandre yang proporsi dengan lekukan tubuh yang sempurna. Alexandre membuka bathrobe Kirana dan tersenyum menatap penuh damba tubuh sempurna Kirana yang membuat hasratnya menggebu-gebu, mengusap bibir kekasih hatinya lembut.


"bisakah aku menunaikan kewajiban pertamaku, yang" tatap Alexandre lembut, Kirana mengangguk pelan berusaha menutupi tubuhnya yang terbuka, tangannya segera disingkirkan oleh Alexandre pelan. Alexandre memulai dengan mengecup kening, kedua netra, hingga manisnya sensasi bibir Kirana yang lembut dan ranum. Tangannya mengusap lembut dua benda kenyal istrinya yang menggoda hingga menggelinjang merasakan tubuh yang terbakar, ia mengecup kedua pundak Kirana dengan lembut kemudian beranjak turun di dua benda kenyal Kirana menyesapnya penuh dengan sensasi. Kirana mencengkeram rambut Alexandre menahan hasrat, "yang" ucap Kirana bergetar.


Alexandre berhenti menatap paras istrinya yang terlihat menggemaskan dan menggairahkan kemudian memasuki tubuh istrinya dengan pelan memberikan kesempatan Kirana agar menyesuaikan dengan miliknya.


"sakit" ringis Kirana menggigit bibir bawah menahan sesuatu yang perih, Alexandre mengeluarkan dengan cepat miliknya dari Kirana, "aku akan pelan-pelan, baby. tahan sebentar" usap pipi Alexandre memberi ketenangan kepada Kirana.


"sakit, yang" tatap Kirana merasa ada yang mengganjal, Alexandre mengangguk mengusap benda kenyal Kirana pelan, menyesapnya kembali hingga meninggalkan tanda cintanya di seluruh bagian depan istrinya.

__ADS_1


"beautiful" tatap Alexandre, Kirana membuka netranya melihat suaminya menatapnya dengan tatapan memuja,


"aku malu" tutup separuh paras Kirana, Alexandre meraih kedua tangan Kirana dan meletakkannya diatas kepala Kirana.


"don't, U really beautiful and I luv U more honey" usap pipi Alexandre. Ia kembali memasukkan secara perlahan miliknya ke dalam Kirana yang menggigit pelan bibir bawahnya merasakan nyeri, sensasi yang menggelitik dan hasrat yang bercampur menjadi satu. Alexandre menggerakkan pelan tubuhnya sesaat setelah memastikan Kirana merasakan sensasi yang tidak lagi membuatnya nyeri, hingga akhirnya Kirana menjerit keras setelah penyatuan mereka berdua. Alexandre tertawa kecil melihat istrinya yang lemas terkulai melengkung sempurna dibawah kungkungan tubuhnya.


"thank U, honey. Telah menjaganya untukku dan aku hanya merasakannya denganmu" kecup bibir Alexandre, Kirana membuka netranya menatap paras suaminya yang berkali-kali terlihat tampan setelah penyatuan pertama mereka.


"aku lemas" pejam netra Kirana, Alexandre tertawa bahagia meremas lembut benda kenyal istrinya sebelum mengeluarkan miliknya dari inti Kirana.


"hhmm, aku angkat ke bathroom yaa" angkatnya tiba-tiba, Kirana membelalakkan netranya lebar segera melingkarkan tangannya di leher Alexandre refleks.


"kaget" ujar Kirana menepuk dada Alexandre.


"aku akan memesan makanan agar dibawa kesini dan membersihkan darah di cover bed itu" isyarat dagu Alexandre, Kirana menoleh melihat kearah bed besar yang ada noda darahnya. Ia bersemu malu menutup separuh parasnya dengan punggung tangan.


"kenapa" kecup tangan Alexandre hingga paras mereka hanya berjarak beberapa centi saja, Kirana menggeleng.


"kenapa malu gitu" kata Alexandre.


Kirana didudukkan di closet, Alexandre menyemprot pelan inti Kirana yang terdapat darah dan sisa penyatuan pertama mereka.


"apakah sakit" dongak Alexandre memastikan keadaan istri nya, Kirana mengangguk pelan meringis menahan nyeri dibagian kewanitaan nya akibat terkena air.


"maaf, yang. Aku tidak bisa menahan lebih lama lagi, aku merasa akan meledak jika tidak segera melakukannya" cengir Alexandre, Kirana memejamkan netranya menahan rasa nyeri.


"apa aku harus menanyakan kepada Momi apa obatnya" usap pipi Alexandre, Kirana menggeleng pelan meraih sabun untuk membersihkan bagian inti nya, Alexandre membantu membuka perlahan kaki Kirana agar lebih mudah membersihkan nya.


"tunggu aku sebentar, yang. Aku akan membersihkan diri juga nanti akan aku angkat ke bed" berdiri Alexandre dengan tubuh yang tidak memakai apa-apa, Kirana melihat dengan jelas milik suaminya yang menjulang keras.


"maaf, yang. Dia nggak mau turun setelah bertemu dengan pawangnya, tapi aku janji nggak akan memasukkannya untuk sementara selama kamu masih nyeri" cengir Alexandre mengusap tengkuknya berlalu menuju shower untuk membersihkan dirinya dengan menatap istrinya yang duduk karena lemas.


Setelah selesai, ia segera memakai bathrobe dan mengangkat tubuh Kirana ke bed kembali. Ia menyugar rambut nya melihat Kirana yang tampak menggoda, Kirana yang tahu jika suaminya tidak bisa mengendalikan diri melihat keadaannya segera meraih bathrobe yang tadi dipakainya.


"yang, mau sarapan apa" tanya Alexandre menghubungi petugas hotel.

__ADS_1


"apapun. Jangan lupa coklat panas" ingatkan Kirana menyandarkan punggungnya di dinding bed. Alexandre segera meraih ponselnya dan meminta penjaganya untuk membelikan pakaian ganti.


"yang" usap kepala Alexandre, Kirana membuka netranya. "makanan sudah datang, kamu akan sakit jika tidak makan sekarang"


Kirana mengangguk saat Alexandre mengangkat tubuhnya mendekat kearah sofa dengan meja yang penuh dnegan makanan, Kirana meminum pelan hot Chocolate nya hingga habis tak bersisa, Alexandre mengambil makanan yang diminta Kirana segera menyuapinya pelan.


"makan juga, kak" kata Kirana pelan, Alexandre mengangguk mengunyah makanan, mereka makan dengan membahas banyak hal.


"yang" panggil Alexandre, Kirana menatap Alexandre yang hanya tersenyum melihat nya.


"ngapa" tanya Kirana, Alexandre menggeleng tertawa.


"aneh, iihh kak Al" kerucut mulut Kirana, Alexandre menarik mulut Kirana yang maju beberapa centi. Kirana menggeplaknya pelan.


"pulang sorean yaa" naik turunkan alis Alexandre, Kirana menggeleng.


"kan ada acara pas sore"


"iya, tau. tinggal nunggu pakaian ganti aja baru setelah itu kita pulang"


"kalo jalan nanti ati-ati, kalo masih nyeri tanggung sendiri akibatnya"


"kenapa aku sendiri yang menanggungnya, coba. Kan kita melakukannya berdua" nggak terima Kirana. Alexandre menyentil pelan kening Kirana.


"kebiasaan sih, kak. Merah kalo gitu" usap kening Kirana.


"kan aku udah minta pelan-pelan nanti kalo jalan. udah tau masih nyeri nanti jejingkrakan nggak tau batas" ingatkan Alexandre, Kirana nyengir mengangguk.


Selamat beristirahat all reader, sehat selalu yaa...


Luv U all sekebon pisang goreng yang hangat dengan secangkir kopi hitam tanpa gula.


Selamat membaca karyaku semuanya...


See U next chapter..

__ADS_1


__ADS_2