
"aku bukan cowok yang sempurna untuk mendapatkan gadis yang mendekati sempurna seperti mu. aku bukan laki-laki yang pandai berkata-kata romantis agar kamu terpikat tapi setidaknya aku mau berusaha untuk menjadi yang terbaik di hadapanmu, menjadi seorang laki-laki yang akan melakukan segalanya agar dirimu tidak kekurangan apapun selama bersamaku. kita bisa menjadi teman, sahabat, kakak, adik di segala situasi. kita berdua yang akan menyelesaikan setiap persoalan yang terkadang membuat kita tidak saling memahami satu sama lain" kata Alexandre.
"nggak mudah memahami satu sama lain jika kita tidak saling mencintai dan saling mengerti" kecup Alexandre, Kirana menjauhkan paras Alexandre hingga membuat Alexandre tertawa.
"tau kan siapa yang bucin parah kalo begini" rengkuh bahu Alexandre berhenti sesaat, Kirana mengendikkan bahunya.
"mau naik ke punggung" isyarat Alexandre, netra Kirana berbinar cerah seketika dan langsung meloncat ke punggung Alexandre.
"tambah dikit beratmu, yang. kamu terlalu kecil" toleh Alexandre, Kirana merebahkan kepalanya di bahu Alexandre.
"udah makan banyak tapi segini aja, pinginnya sedikit lebih chubby" lelah Kirana, Alexandre tersenyum mendengar jawaban Kirana.
"jangan lari lagi menjauh, K. tidak ada gunanya"
"hhmm"
"jika memang ada yang menyukaimu tidak usah ragu untuk mengatakannya padaku, begitu juga denganku"
"hhmm"
"selalu berkomunikasi maka kita akan semakin dekat"
"hhmm"
Alexandre menoleh dan mendapati gadis kecilnya sudah tidak lagi bergerak karena tertidur, udara dingin dengan perut yang kenyang dan digendong menyusuri pantai membuat Kirana cepat tertidur. seseorang menghampirinya dan membawanya menuju keruangan yang telah disediakan tidak kauh dari tempat mereka berdiri. orang itu membuka pintu dan kembali menutupnya setelah kedua bos nya masuk. Alexandre meletakkan tubuh Kirana pelan berbaring di ranjang ukuran besar itu, ia segera melepaskan alas kaki Kirana, meletakkan ponselnya di samping nakas. berjalan menuju bilik kecil untuk membersihkan diri, ia kembali dengan tubuh yang lebih segar. melihat ponselnya yang tidak berhenti memberikan beberapa notifikasi.
"ya" salam Alexandre menerima panggilan Seth yang sudah menunggunya. ia berdiri sembari melihat air laut yang tampak tenang dimalam hari.
"baik, lakukan sesegera mungkin, dua minggu mungkin"
"bergerak seperti biasanya" tutup Alexandre sesaat kemudian, ia menatap keluar dengan pandangan yang datar. dilihatnya beberapa orang masih berjalan di sekitar pantai, beberapa orang sedang berjaga, ia menutup tirai tipis menyamarkan ruangan.
pagi hari
"pagi" senyum Kirana menyambut Alexandre keluar dari ruangan.
"pagi" kecup Alexandre di ubun-ubun kepala kekasihnya itu.
"mau jalan kemana"
"nope, hanya pingin seperti ini" geleng Kirana pelan menyeruput coklat hangatnya, Alexandre meminum kopi hitamnya.
__ADS_1
"yang, kembali ke Bali" toleh Alexandre, Kirana menoleh.
"ntar sore aja, ingin disini sampai siang"
Alexandre mengangguk menatap pantai yang sudah mulai banyak pengunjungnya.
"kak"
"honey"
"kak"
"baby"
"aku bersih badan dulu" anjak Kirana berlalu cepat tanpa menggubris perkataan Alexandre yang hanya tersenyum disudut bibirnya melihat sikapnya.
"kenapa" datang Bian, Alexandre menoleh menatap kedatangan Bian yang merusak suasana paginya.
"apakah Seth memberitahumu" toleh Bian mengerti dengan tatapan tidak suka Alexandre yang hanya mengendikkan bahunya sedikit.
"apakah aku harus pulang" tanyanya pelan.
"tidak, kita pantau disini. ada Jack dan beberapa orang lainnya yang akan membantunya" geleng Alexandre. Bian mengangguk mengerti. terdengar suara dari dalam membuat Alexandre segera melesat masuk kedalam
"kakiku terkilir karena terpeleset" ringis Kirana yang jatuh terduduk dilantai. Alexandre segera mengangkat tubuh Kirana ke tempat tidur besar.
"kaki yang mana" sentuh Alexandre pelan, Kirana menahan nyeri dikaki kirinya setelah Alexandre memegangnya pelan.
"Bian" panggil Alexandre, Bian melangkah masuk setelah mendengar panggilan.
"kaki kirinya terkilir karena terpeleset, bisakah mencari pemijat disekitar" tatap Alexandre. Bian mengangguk segera melaksanakan permintaan Alexandre.
"apa ada yang terluka lainnya" tangkup pipi Alexandre, Kirana menggeleng menyandarkan punggungnya di dinding. Alexandre mengecup kening Kirana lama menyatukan keningnya. "tunggu sebentar, aku akan membersihkan badan dan segera menemanimu" tatap Alexandre, Kirana mengangguk memejamkan netranya menahan nyeri dikaki kirinya. Alexandre segera membersihkan dirinya agar tidak membuang waktu meninggalkan Kirana sendirian.
"K" salam Bian
"masuk kak" jawab Kirana membuka netranya.
Bian datang dengan seorang wanita separuh abad memakai pakaian tradisional. "she will help you reduce the pain due to sprains" kata Bian, Kirana mengangguk tersenyum meminta wanita itu untuk mendekat.
"terimakasih ibu, karena mau datang" tatap Kirana, perempuan itu tersenyum mengangguk.
__ADS_1
"sudah kewajiban saya untuk membantu memijat nona, karena itu memang keahlian saya" sentuhnya pelan. Alexandre keluar dari dalam bilik mandi.
"sudah datang" tatap Alexandre, Bian mengangguk pelan dan keluar untuk duduk didepan ruangan.
"terpeleset dimana" tanyanya mulai melakukan pemijatan. Kirana meringis pelan menahan nyeri yang semakin terasa. Alexandre memperhatikan dengan seksama setiap tindakan yang dilakukan perempuan itu kepada Kirana.
"sesaat keluar dari kamar mandi, bu. saya kurang hati-hati karena tidak sengaja membawa air keluar dari dalam" senyum Kirana disudut bibirnya.
"saya akan sedikit menekan bagian sini, jika sangat sakit dan tidak bisa ditahan maka boleh berteriak sekencangnya agar segera berkurang nyeri dibagian sini" tatapnya. Kirana mengangguk mengerti, Alexandre segera duduk disisi Kirana "kamu boleh melampiaskan rasa sakitnya kepadaku" senyumnya, Kirana menyembunyikan parasnya di balik punggung Alexandre agar tidak melihat prosesnya, perempuan separuh baya itu melakukan pemijatan dan menarik dengan cepat kaki Kirana hingga Kirana menjerit saking kagetnya karena tiba-tiba. Alexandre tertawa pelan mendengar Kirana yang kesakitan.
"lebih berhati-hati saat melangkahkan kaki, yang. itu akibatnya jika tidak nurut pada suamimu" kata Alexandre melihat kaki Kirana yang sedang di massage. Kirana menggigit pelan punggung Alexandre yang berkata semaunya.
"sudah" angguknya setelah memeriksa sekali lagi kondisi kaki Kirana yang tadinya memerah dan bengkak. Alexandre mengangguk dan mengantar perempuan itu untuk keluar menemui Bian.
"gimana, yang" tanya Alexandre masuk kembali, Kirana menggerakkan kaki kirinya perlahan dan tidak lagi merasakan kesakitan seperti tadi.
"mendingan" angguk Kirana dengan senyuman lebar, Alexandre mendekat dan menyentuh kaki Kirana yang terkilir barusan. ia menatap Kirana memastikan jika kakinya sudah lebih baik, Kirana mengangguk pelan. Alexandre segera mencium bibir Kirana dengan penuh gelora karena tidak bisa menahannya lebih lama.
"honey" satukan kening Alexandre menutup netranya. mereka saling bertatapan dan kembali menyatukan bibir saling menyecap rasa, menyatukan hasrat yang lama terpendam. Alexandre mengusap bibir Kirana lembut. ia membuka kancing gaun peach Kirana dan menyesap bahunya meninggalkan beberapa tanda cinta disana. "yang" desah Kirana menahan kedua lengan Alexandre pelan. Alexandre mendekap erat Kirana mencium kedua pipinya secara bergantian
"aku tau" hela nafas Alexandre memberi kecupan dikeningnya lama.
"ayo kita makan" buka pintu Alexandre memapah Kirana keluar, Bian segera beranjak dari duduknya dan mengikuti langkah keduanya.
"direstoran itu aja gimana. menu disana lumayan enak" tanya Bian, kirana mengangguk mengiyakan. Alexandre mendudukkan tubuh Kirana di kursi panjang menghadap pantai, "apakah masih terasa sakit" tanya Bian. Kirana menggeleng.
"tidak kak, hanya sedikit nyeri saja. kak Alexandre yang berlebihan" geleng Kirana. bian tersenyum lebar.
"tentu, tidak tau siapa yang tadi teriak kesakitan saat di massage" angguk Bian, Kirana tertawa pelan mendengarkan.
"anything, yang penting nasi" tatap Kirana mengerti sebelum Alexandre menanyakan makanan yang dia mau. Alexandre mengangguk menunjuk beberapa menu kepada penjaga yang sedang melayani mereka.
Kirana membuka topinya hingga terlihat dengan jelas kecantikan parasnya, Alexandre menatap kekasihnya itu dengan tatapan datar. Bian hanya diam melihat sikap Alexandre yang tidak suka tapi Kirana tidak begitu menggubrisnya.
"kamu terlihat sangat cantik, yang"
"hhmm, jika berjalan dengan dua lelaki tampan memang harus selalu cantik" angkat bahu Kirana, Alexandre tersenyum lebar.
Hai.... Hai.... Hai.... all readers, terimakasih telah setia menanti kelanjutan perjalanan cinta Kirana, selalu tunggu kelanjutan kisahnya yaa...
Luv.... Luv.... Luv.... U all readers sekebon pisang goreng. terimakasih banyak semuanya. stay healthy all
__ADS_1
"