
Rumah keluarga Bagaskara dan Bimantara hari ini tengah berduka, orang-orang yang mengenal mereka berdatangan menyampaikan bela sungkawa, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian orang tertua di keluarga mereka. Kirana dan Tania duduk bersebelahan dengan kedua Momi dan bundanya, sesekali berbincang agak lama dengan beberapa orang yang mengenal mereka dengan baik, Tania dan Kirana beberapa kali mengangguk dan menerima pelukan dari beberapa orang yang menyampaikan rasa duka mendalam, Alexandre menatap istrinya yang terlihat lelah. Ia menghampiri menanyakan keadaannya, Kirana menggeleng mengatakan baik-baik saja, ia meminta agar Alexandre berada disampingnya, tidak terlalu jauh darinya. Alexandre mengangguk mengusap bahu istrinya lembut. "Kirana, Tania apa kalian baik-baik saja" tatap seseorang setelah dekat, mereka menoleh mendapati seorang laki-laki yang seumuran dengan kedua orangtuanya
"om Arden, terimakasih sudah menyempatkan datang untuk Kakek" angguk Kirana menerima uluran tangan laki-laki tersebut, Arden mengusap bahu Kirana pelan.
"maafkan kesalahan kakek, om. Sekarang beliau sudah tidak sakit lagi" kata Tania, Arden mengangguk menghela nafasnya dalam-dalam melihat ke arah kakek yang sedang didoakan, Kaila menyentuh bahu Arden pelan untuk mendekat ke arah ayahnya. Mereka berdua mendekat meninggalkan Kirana dan yang lain.
"dia adalah anak laki-laki kakek yang selalu menjaga Momi dan bunda. Anak laki-laki yang bertemu kakek dan membantu pekerjaan kakek saat di lapangan dan menjadi bagian dari keluarga" terang Kirana, Alexandre mengangguk. "dan itu kak Arka, anak laki-laki om Arden yang sekarang mengambil alih tugas om Arden" isyarat dagu Kirana, Alexandre menoleh melihatnya sesaat setelah mereka dekat, "makasih kak" kata Kirana menerima uluran tangan Arka.
"yang kuat ya, Kira, Tan" senyum tipis Arka, mereka berdua mengangguk pelan.
"apa Tante Icha akan datang" tanya Arka, Tania mengangguk. "secepat yang mereka bisa kak, karena jarak yang jauh"
"ya, semoga mereka segera sampai" angguk Arka pelan menatap mereka berdua dengan sedih yang mendalam karena bagaimanapun juga keluarga Bagaskara dan Bimantara yang membuat keluarganya seperti sekarang ini.
Kirana mencengkeram lengan Alexandre tiba-tiba, ia memegang kepalanya yang terasa berputar.
"mau disini aja atau berbaring dulu" pegang Alexandre di pinggang istri kecilnya. "berbaring sebentar dan minta tolong untuk membuat jahe hangat" ringis Kirana merasakan nyeri hebat di kepalanya, Alexandre mengangguk segera mengangkat tubuh Kirana untuk dibawa masuk kedalam ruangan pribadinya tanpa melihat yang lainnya.
"non dek, saya buatkan jahe hangat sebentar" angguk seseorang pekerja segera ke dapur, Kirana diletakkan pelan ditempatnya tidur. Tak lama pintu diketuk dan seorang pekerja membawa minuman jahe hangat untuknya, ia meletakkan di meja dan segera keluar. Alexandre meraihnya dan mendekatkan ke mulut Kirana, "tubuhku sedang tidak bersahabat" ujar Kirana lirih, Alexandre membalurkan minyak tradisional ke tubuh Kirana.
"jika waktunya kakek akan di bawa pergi baru boleh keluar, aku takut tubuhmu tidak akan kuat sampai nanti jika kamu tidak menuruti ku" usap Alexandre, Kirana menyeruput jahenya sedikit demi sedikit hingga badannya terasa hangat. "kak" panggil Kirana, Alexandre meraih tangannya kearah parasnya dan mengecupnya berulangkali. "aku disini, sweet. Istirahat sebentar agar badanmu tidak sakit dan membuat Popi dan Momi tidak memperbolehkan kamu ikut di acara kakek selanjutnya dan itu berarti aku yang akan menjagamu sendiri, kemanapun aku pergi maka kamu harus ikut berada di sampingku" kata Alexandre, Kirana mengangguk dan merebahkan kepalanya kebelakang sembari menggenggam jemari Alexandre erat.
__ADS_1
Alexandre tersenyum melihat Kirana yang terlihat tertidur segera setelah menghabiskan jahe hangatnya dan menggenggam jemarinya.
"nggak tau kenapa aku bisa sebucin ini kepadamu, yang. Nggak nyangka bisa melangkah sejauh ini denganmu" kata Alexandre pelan.
"tau kah kamu, jika aku benar-benar mencari keberadaan mu diberbagai belahan dunia hanya agar aku bisa menatapmu lebih lama" hela nafas Alexandre
"aku benar-benar tidak bisa berpaling dari mu, honey" usap paras Alexandre menatap Kirana yang terlihat sangat mempesona, jika diperbolehkan maka laki-laki lain yang melihat istrinya akan dibuatnya tidak bisa melihat lagi. Alexandre menghirup udara sebanyak-banyaknya mengusir pikiran yang membuatnya kesal dan memikirkan hal buruk lainnya, ia segera menjawab panggilan ponselnya agar tidak mengganggu Kirana tidur. Terlihat mengerutkan keningnya sesaat mendengar seseorang disana berbicara agak lama, ia terlihat menggeram menahan amarah yang tampak di sorot matanya yang menghitam, urat tangan yamg terlihat menonjol, ia mengepalkan tangannya menggenggam erat ponselnya.
"yang" gerak pelan Kirana merasakan ketidak nyamanan perubahan sikap Alexandre.
"hhmmm" toleh Alexandre mencoba menahan gejolak amarahnya dihadapan Kirana.
"kenapa" tanya Kirana lembut mengusap pipi kanan Alexandre yang menggeleng sesaat kemudian. Kirana menatap lekat manik netra Alexandre yang menghindari tatapannya.
"tidak ada apa-apa" senyumnya kaku, Kirana mengangguk bangun dan beranjak dari tempatnya tidur
"yang" tahan lengan Alexandre mendekap erat Kirana dari balik punggungnya.
"aku akan cerita nanti, bukan saat ini, belum saatnya kamu mengetahuinya" ujar Alexandre pelan, Kirana terdiam sebentar dan akan berjalan kembali namun Alexandre tidak melepaskan dekapannya.
"tidak apa, any time kakak sudah bisa mengatakannya aku akan mendengarkan nya" tepuk punggung tangan Kirana, Alexandre menggeleng mendekapnya semakin erat.
__ADS_1
"maafkan aku, yang. Aku benar-benar minta maaf karena belum bisa mengatakannya saat ini. Aku benar-benar minta maaf" kata Alexandre bergetar hebat. Kirana mencoba membuka dekapan tangan Alexandre yang melingkar di pinggangnya tanpa kata. Alexandre menangis pelan menahan rasa sesak yang ada di dadanya, ia tidak bisa menahan kesedihan dan rasa di hatinya Kirana hanya berdiri mematung merasakan perubahan mood suaminya, ia tidak akan mudah memperlihatkan perubahan hatinya kepada orang lain.
"maafkan aku tidak bisa melindungi mu dan our baby"
"kenapa" toleh Kirana sembari menyentuh punggung tangan suaminya itu tidak paham.
"yang lain mencari tau kemungkinan kenapa kita bisa kehilangan our baby" kata Alexandre, Kirana melebarkan netranya mendengar kata Alexandre barusan.
"what, repeat" balik badan Kirana menatap lekat manik netra Alexandre yang tidak sanggup melihat istrinya.
"aku akan menjelaskannya besuk, hari ini biarkan kakek pergi dengan tenang, aku pasti akan memberitahu mu, yang" tatap Alexandre melingkarkan tangannya ke pinggang Kirana dan menaruh kepalanya di perut Kirana.
"apapun yang terjadi nanti, jangan berpikir aku akan melepas mu atau menyingkir dari sisimu. Tidak akan pernah aku lakukan lagi kesalahan yang sama kala itu meninggalkanmu tanpa penjelasan"
"baik, kalo begitu kita akan kembali kerumah tengah untuk mengantar kakek ke peristirahatan terakhir nya" angguk Kirana mengusap rambut Alexandre pelan, Alexandre mendongak menatap paras istri kecilnya penuh dengan penyesalan dan ketidak berdayaan.
"promise to me untuk selalu ada di sisi ku dan menemani ku walo apapun yang terjadi, yang" kata Alexandre, Kirana mengangguk pelan. Melepas pelukan Alexandre dan berjalan keluar dari ruangan pribadi mereka.
Alexandre menggemeretakkan giginya saking marahnya, ia mengepalkan tangan nya untuk menurunkan emosinya mengingat kembali berita dari yang lain mengenai keterlibatan kakak iparnya terhadap istri dan anaknya yang tidak bersalah. Ia melangkah keluar dengan aura yang mencekam hingga orang telah lama berada disekitarnya tau saat ini dia dalam mode panther jantan yang siap melawan siapapun sekuat tenaga.
Hai.... hai.... hai..... all readers dukung terus karyaku yaa.... terimakasih banyak sebelumnya. Selamat membaca sembari ngopi ditemani sepiring pisang goreng bertabur coklat keju...
__ADS_1
luv.... luv.... luv U all readers se kebon pisang goreng. terimakasih banyak sudah selalu mendukung karyaku. terimakasih.....
stay healthy all...