Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah

Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah
chapter 48


__ADS_3

Kirana menikmati senja yang terlihat tenang setelah semalam mereka bergembira, ia menekuk kedua kakinya diatas kursi dan meneguk pelan coklat hangatnya. "dek" panggil Wilaga, Kirana memutar badannya menghadap Wilaga yang berlari kearahnya.


"ada apa, kak" kerut Kirana heran melihat Wilaga yang tidak seperti biasanya.


"ikut bentar, jangan banyak tanya. ada Momi" bisik Wilaga menarik tangan adik perempuan nya keluar dari rumah dan memakaikan helmet, ia segera melajukan kendaraan dengan menembus malam yang dingin. Mereka sampai di klinik kecil pinggiran kota, Kirana melepas helmet nya berjalan mengikuti Wilaga yang sudah berada didepannya. Ia terdiam ditempat saat melihat Alexandre sedang terbaring di bed pasien dengan luka di sekujur tubuh nya, setelah bisa menguasai dirinya ia melangkah mendekat kearah suaminya.


"merasa lebih mendingan" usap kepala Kirana, Alexandre mengangguk mengecup sisi dalam tangan istrinya itu berulangkali. "kenapa tidak memberitahuku lebih awal"


"aku takut kamu akan begini" senyum Alexandre, Kirana mengusap pelan luka-luka yang ada di tubuh Alexandre.


"tadi dini hari saat pergantian waktu, aku dan yang lainnya perjalanan pulang. Tiba-tiba beberapa klan menyerang secara bersamaan, mereka yang tidak terima dengan keputusan beberapa klan besar untuk mengakhiri perpecahan"


Kirana mengangguk membantu Alexandre untuk duduk, ia duduk disamping suaminya memberikan minuman.


"apa masih bisa jalan, Kita akan pulang" sentuh bahu Kirana.


"ya, apa tidak apa-apa"


"tidak, pasti akan ada pertanyaan. Nanti mereka akan terbiasa melihat dirimu yang seperti ini, bukankah ini bagian darimu yang harus aku pahami" senyum Kirana, Alexandre tertawa kecil berusaha berjalan dengan gagah didepan istrinya.


Wilaga menemani langkah mereka, "kakak tau dari mana kalo kak Al terluka"


"dia menghubungiku"


"kita akan kembali belajar 3 hari lagi. Jadi besuk kita harus berangkat" kata Wilaga, Kirana mengangguk.


"mungkin aku harus stay beberapa hari di sini dahulu, melihat keadaan menjadi terkondisikan" toleh Alexandre, Kirana mengangguk.


"do what U have to do"


"thanks honey, aku akan lebih hati-hati. Terkadang ada banyak hal diluar kendali" kata Alexandre.


Kirana mengemudikan kendaraan Alexandre dimana empunya duduk disampingnya merasa lelah.


"maaf, baby" ucap Alexandre lirih.


"it's alright honey. keep in touch, Ok" toleh Kirana, Alexandre menghela nafasnya panjang.


"aku benar-benar tidak ingin melihatmu dalam keadaan begini" kata Alexandre.


"kak, justru hanya aku yang boleh melihatmu dalam keadaan seperti ini, separah apapun hanya aku sekarang yang boleh melihatmu dan mengurus mu. orang lain hanya melihat kakak saat baik-baik saja. Apapun yang terjadi kita berdua harus tau satu dan lainnya, harus berbagi satu sama lainnya. Kejadian seperti ini, aku harap pertama dan yang terakhir kalinya. Bisa kan, kak"


"Ok"

__ADS_1


"adakah yang harus aku tau lagi, sebelum orang lain yang memberitahuku"


"kakakku, suaminya adalah salah satu yang menyerang ku malam ini. Dia menjadi kelemahanku juga"


Kirana menghela nafasnya panjang, "aku juga belum bisa memberi solusi apapun untuk saat ini" garuk kening Kirana.


"aku tau, yang. membuatku tidak bisa berkutik" sandar Alexandre.


"apakah kamu sudah bertemu dengan kakakmu"


"hanya beberapa kali setelah dia menikah. Karena perbedaan pandangan membuat dia menjaga jarak denganku akibat suaminya dan membuatku jauh dari my niece. Ayah dan ibu mengerti dengan kondisi kami jadi tidak pernah menyinggung soal itu jika kami bertemu.


"ibu adalah orang yang pengertian"


"ya dan orang yang tidak akan bisa memilih satu diantara kami berdua"


"dan gadis yang kamu cemburuin waktu itu juga dekat dengannya, itu membuatnya tambah membenciku karena bersamamu, perempuan yang membuatku menjadi orang gila dua tahun yamg lalu"


Kirana mendengarkan dalam diam, "maaf, kak"


"don't, aku tau aku juga salah waktu itu. Membiarkanmu melewati masa sulit saat baru saja mengenalku. Aku tidak pernah merasa sesakit itu saat jauh dari seseorang, aku tidak pernah sedalam itu menahan rindu kepada seseorang" genggam jemari Alexandre.


"aku tidak mau terlibat terlalu dalam di kehidupan mu, Alexandre Berardi. bukan karena ketampanan ataupun kekayaan mu membuatku silap mata, justru karena aku ingin hidup tenang dan damai bersama keluarga. Makanya aku berusaha untuk tidak mau menjadi bagian terpenting di kehidupan mu, karena aku tau semua latar belakang mu tapi ketika ketemu dirimu, hanya denganmu Kakek dan granddad mengizinkanku dekat dengan seorang pemuda. Itu sangat berarti untuk ku, kamu tau kan"


"ya" hela nafas Alexandre.


"yap" angguk-angguk Alexandre selalu membenarkan perkataan istrinya, Mereka saling berpandangan dan pada akhirnya tertawa lebar bersama.


"thanks honey, selalu memberikan yang terbaik untuk ku" kata Alexandre


"thanks to U too" senyum Kirana.


"apa aku boleh memintanya lagi malam ini"


"let's sleep well tonight"


Alexandre tertawa menahan nyeri nya.


"apa kata istriku aja" kata Alexandre tenang memejamkan netranya, Kirana mengendarai pelan kendaraan Alexandre.


"kenapa" lihat Kaila terkejut dengan keadaan Alexandre yang dipapah Kirana


"sports" senyum Kirana, Popi berjalan ke arah mereka, "nice temporary tatto" senyum Popi Pram.

__ADS_1


"thanks Pop" angguk Alexandre meringis. Mereka mengikuti langkah Kirana masuk kedalam ruangan pribadi nya.


Kaila meminta pekerja rumah untuk membawa perlengkapan first aid, "siapa yang ngabarin" tanya Kaila.


"kak Laga membawa Kirana ke klinik tempat kak Al dirawat" buka baju Kirana agar dapat mengolesi minyak tradisional di punggung Alexandre, Kaila menyerahkan minyak penghilang memar.


"kenapa kamu tidak melawan" lihat Popi Pram.


"karena suami kakak nya yang membuat nya jadi begini" baluri minyak tradisional Kirana, Popi dan Momi saling berpandangan.


"apa masih berlanjut" tanya Popi hati-hati.


"iya, Pop. Tapi setelah kejadian ini, Al tidak akan diam lagi. Sudah cukup pengorbanan yang Al lakukan untuk mereka, sekarang Al punya alasan untuk membalas perbuatannya karena ada Kirana yang harus Al jaga dan lindungi"


"bodoh, kamu hanya diam saja tanpa mau melawan. Kamu mau mati konyol hanya karena dia suami kakakmu. Sampai kapan kamu bersikap seperti itu hanya dengan alasan itu, gimana perasaan ibu jika tau anaknya sebodoh ini" kata Kirana meneteskan airmata, Popi dan Kaila tidak berkata apa-apa, mereka berdiri dan keluar dari ruangan pribadi Kirana dan Alexandre segera.


"yang" dekap Alexandre lembut.


"kamu jadi tidak dapat berpikir, kenapa kamu tidak membalasnya, dia memperlakukanmu seperti ini tapi kami masih diam aja" seka airmata Kirana menggunakan punggung tangan nya.


"tidak apa, ini tanda sayangku kepada kakak perempuan ku selama ini. Dia juga mengkhawatirkan keadaan ku juga tapi dia tidak bisa memilih antara aku atau suaminya"


"aku mengerti, setelah ini tidak akan aku biarkan dia menyentuh tubuhku ataupun dirimu" elus punggung Alexandre.


"aku membencimu karena kamu menyiksa diri mu sendiri" tangis Kirana tidak kuat menahan kesedihannya. Alexandre mengangguk menghapus air mata istrinya dengan t-shirt yang dipakai nya tadi.


"aku tau, aku akan berjuang untuk mu sekarang, aku berjuang untuk anak-anak kita di kemudian hari" hapus airmata Alexandre tidak kuasa melihat Kirana yang menangis.


"kenapa kamu tidak melawan aja" sesenggukan Kirana melihat luka yang begitu banyak di sekujur tubuhnya.


"udah, yang. Aku nggak papa, ini pertahananku yang terakhir untuknya tapi setelah ini tidak ada lagi yang yang aku tahan" angguk Alexandre mengecup kedua pipi Kirana.


Alexandre menenangkan Kirana agar lebih tenang, "are U Ok now, baby" usap pipi Alexandre, Kirana mengangguk menahan nyeri di dadanya.


"honey, look at me, breath... breath slowly" tatap Alexandre lekat, Kirana menatap Alexandre dan mengikuti tingkahnya hingga dirinya merasa tenang.


"don't do that again, do U hear me" cemas Alexandre, Kirana mengangguk kan kepalanya. Alexandre memeluk tubuh istrinya erat.


"Aku akan mengganti t-shirt dan celana joger, setelah itu aku akan meminta untuk dibuatkan minuman hangat. Is that Ok with U, honey" ucapkan Alexandre sebelum beranjak dari bed. Kirana merebahkan tubuhnya bergelung didalam bed besarnya.


Selamat beristirahat all reader, sehat selalu yaa... Mulai terjadi banyak konflik setelah pernikahan mereka nih. Terkadang kehidupan akan berbeda jika sudah menjalani pernikahan.


Luv U all sekebon pisang goreng yang hangat dengan secangkir kopi hitam tanpa gula.

__ADS_1


Selamat membaca karyaku semuanya...


See U next chapter..


__ADS_2