Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah

Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah
chapter 69


__ADS_3

pagi menjelang tampak dengan gagah sang mentari menampakkan sinarnya yang memancarkan kasih sayang, Kirana tidak terganggu dengan perubahan hari karena menjelang pagi dia kembali bergelung di dalam cover bed. Alexandre mengecup pipi istrinya pelan dan segera melesat pergi setelah memastikan keadaan Kirana baik-baik saja. Kendaraan dibawanya dengan kecepatan tinggi agar sampai ditempat yang telah diberitahukan kepadanya.


Sebuah bangunan bekas gudang yang sudah tidak terurus dan terlihat tua sudah ada didepannya ia berbelok masuk ke bagian paling dalam bangunan tersebut. Tampak beberapa orang sudah berada disana dengan orang-orang yang ditutup netranya agar tidak mengenali siapa yang membawa mereka kesini, Alexandre tersenyum smirk melihat wajah-wajah mereka yang telah menyakiti hati istrinya.


"kalian cukup bernyali untuk berurusan dengan orang yang salah" ucap Alexandre datar


"apa semuanya sudah" toleh Alexandre memastikan bahwa orang-orang yang mereka bawa adalah orang yang telah menyakiti Kirana, Daniel mengangguk pelan bergidik ngeri melihat tampang Alexandre sudah berubah menjadi panther hitam yang kejam, ia tidak menyangka sosok laki-laki muda itu adalah orang yang ditakuti namun jarang memperlihatkan kuasanya. Ia juga penasaran apakah Kirana mengetahui kehidupan bawah tanahnya selama ini. Alexandre memberi isyarat untuk segera membuat mereka diam selamanya tanpa sisa tentu saja dengan cara yang menyakitkan sebelum mereka menemui ajal. Tidak terdengar suara tembakan ataupun raungan kesakitan dari orang-orang itu atau bau nyinyir yang menusuk hidung akibat penyiksaan, mereka menggunakan metode yang jauh lebih ampuh untuk membuat mereka lebih sengsara hingga membuat mereka tidak mau hidup lagi tetapi juga tidak bisa segera mati.


"apa Jack memberi kabar" tanya Alexandre pelan, Daniel mengangguk dan memperlihatkan pesan yang dikirim Jack kepadanya di ponselnya, Alexandre mengangguk dan mengenakan helmet nya kembali untuk pulang menemui Kirana yang ditinggal pergi oleh nya.


"big" tahan Daniel sebelum Alexandre menyalakan mesin motornya.


"Jack menginginkanmu untuk memberi pelajaran padanya sendiri, saat ini dia ada dibawah" kata Daniel pelan tanpa berani menatap Alexandre yang hanya diam mendengarkan, Alexandre segera menghidupkan mesin motor dan melesat pergi.


keadaan ruangan apartement masih terlihat sama seperti saat terakhir ia tinggalkan pagi tadi padahal hari telah beranjak sore, ditatapnya Kirana yang masih meringkuk di tempatnya tidur tanpa terganggu apapun. Istri cantik yang diberikan Tuhan kepadanya telah membuatnya bertekuk lutut, perempuan yang terlihat kecil itu adalah kekuatan terbesarnya sekarang, ia menatap pahatan mahakarya Tuhan sang pemilik alam semesta yang terbaik sedang tidur tanpa tahu dia pergi dan kembali lagi. Tidak ada cela yang tampak di pahatan sempurna Tuhan itu dinetranya.


Hingga nada dering ponsel Kirana membuat sang empunya menggeliat pelan terusik dengan suara ditengah keheningan. Alexandre bergerak pelan mendekatkan ponselnya ke sebelah Kirana


"ya" gumam Kirana memicingkan salah satu netranya melihat layar ponselnya, Alexandre tersenyum beranjak menuju bathroom untuk membersihkan dirinya sebelum menyentuh istrinya karena dia tidak mau ada bau orang-orang yang membuatnya muak.


Ia membersihkan dirinya dengan cepat agar dapat segera menemani tidur istrinya kembali.


"yang" terkejut Alexandre melihat Kirana masuk kedalam bathroom


"kita harus kembali kerumah, ada acara berdoa untuk kepergian kakek" lepas baju Kirana segera membersihkan dirinya. Alexandre membantu Kirana memberi foam ke punggung belakangnya.


"lapar" tanya Alexandre, Kirana menggeleng memakai pakaiannya pelan.


"pake kendaraan apa, kak" tanya Kirana.

__ADS_1


"apapun yang kamu mau, yang" jawab Alexandre.


"bike" tatap Kirana, Alexandre mengangguk mengerti. Kirana memakai sneakers nya melangkah mendekati Alexandre.


"aku yang bawa" senyum Kirana, Alexandre mengangguk tersenyum mengecup bibir istrinya menatapnya dengan tatapan penuh sayang


"anything honey" elus kepala Alexandre. Kirana memakai jaket hitam yang dipakaikan oleh suaminya. Mereka melaju sedang menuju ke kediaman Bagaskara.


motor Kirana memasuki jalan masuk menuju rumah dengan beberapa motor dibelakang yang mengikuti langkahnya. Mereka parkir dengan rapi, Alexandre membuka pengait helmet istrinya dan jaket yang melekat sempurna di lekuk tubuhnya.


"great job, sweet" senyum Alexandre mengusap bahu Kirana, mereka melangkah masuk dari arah samping rumah.


"mom" sapa Kirana melihat Mominya keluar dari ruangan pribadinya, Kaila memeluk erat tubuh anak perempuan satu-satunya mengusap punggungnya berulangkali.


"makan" kata Momi, Kirana mengangguk menuju meja yang penuh dengan makanan.


"tidur seharian" kata Kirana, Alexandre duduk disamping istrinya menyeruput kopi hitam yang ada di hadapan Kirana.


"kurangi meminum ini, yang" geleng Alexandre pelan yang mendapat anggukan kepala Kirana. Kaila menatap mereka berdua tersenyum kecil.


"acaranya akan dimulai setelah kewajiban malam. Kemarin juga diadakan dirumah tapi Momi tidak tega melihatmu seperti itu kemarin, jadi baru bisa memanggilmu hari ini dan besuk" kata Kaila, Kirana mengangguk mengunyah makanannya.


acara untuk mendoakan kakek dan keluarga yang lain berlangsung dengan lancar. Banyaknya orang yang hadir memberikan banyak sekali kebahagiaan keluarga Bagaskara karena mereka masih peduli dengan keberadaan keluarga mereka semua, Kirana berbincang-bincang dengan para tetangga mengenai banyak hal.


"pagi, yang" senyum Alexandre melihat istrinya dari pintu ruangan pribadinya, ia beristirahat di ruangan lain karena Kirana tidak menginginkan berada didekatnya saat tidur beberapa hari ini. Kirana mengangguk memakai gaun selutut berwarna peach sehingga terlihat segar.


"aku ingin memelukmu sambil tidur" dekap Alexandre mencium ubun-ubun kepala Kirana.


"tidak, aku masih pingin sendiri" hela nafas Kirana mengurai pelukan suaminya, Alexandre menatap Kirana lekat.

__ADS_1


"aku akan kembali ke Inggris beberapa hari lagi untuk memberi kakak iparku olahraga" tangkup pipi Alexandre, Kirana mengangguk mengerti.


"apa kamu tidak memperbolehkan aku memelukmu, yang. I will miss you" ujar Alexandre menampilkan popy eyes. Kirana tersenyum menepuk dada Alexandre keras.


"ough.." terhuyung Alexandre kebelakang, Kirana tertawa lebar melihat ekspresi Al yang dibuat-buat. Ia meloncat masuk kedalam dekapan Al yang segera menahan pantat nya.


"aku akan kembali belajar, jadi jika selesai urusanmu maka pulang temani aku" tatap Kirana, Alexandre tersenyum mengangguk.


"aku bawa kamu kemana aja aku pergi"


"setelah selesai belajar" angguk Kirana.


Mereka tersenyum, Kirana mencium bibir Alexandre pelan. "ingat, jika aku masih tidak bisa membuatmu senang" senyum smirk Kirana menghapus jejak mereka di bibirnya, Alexandre menggeram pelan menahan sesuatu yang bergejolak.


"c'mon, keluar. Yang lain menunggu kita" tepuk bahu Kirana meminta suaminya untuk tetap membawanya seperti ini, Alexandre berjalan sembari membawa istrinya seperti koala.


"aduh, dek... Kenapa masih kayak anak kecil gini" tepuk pantat Kaila melihat kelakuan anaknya, Kirana mendekap leher Al erat, "marahin kak" kata Kirana, Alexandre menggeleng kuat-kuat menolak permintaan Kirana, mereka menertawakan kelakuan Alexandre yang baru kali ini menolak permintaan Kirana.


"hello" salam Pramana menerima panggilan seseorang, ia segera menatap keluarganya sesaat kemudian.


"istri bang ipat pergi selama-lamanya baru aja" kata Pramana, mereka saling berpandangan satu sama lain terkejut mendengar berita itu.


"kalo begitu, kita harus kesana sekarang. Agar tidak ketinggalan mengikuti prosesi nya" angguk Popi melihat mereka semua.


Hai.... hai.... hai..... all readers dukung terus karyaku yaa.... terimakasih banyak sebelumnya. Selamat membaca sembari ngopi ditemani sepiring pisang goreng bertabur coklat keju...


luv.... luv.... luv U all readers se kebon pisang goreng. terimakasih banyak sudah selalu mendukung karyaku. terimakasih.....


stay healthy all...

__ADS_1


__ADS_2