
Kirana menepuk bahu Alexandre keras "aku bersihkan bekas pegangannya" tiup Kirana, Alexandre tersenyum lebar melihat tingkah lucu istrinya, ia meraih bahu Kirana dan mengecupi ubun-ubun kepala Alexandre. Mereka masuk kedalam ruangan.
"wow..." lihat Kirana dengan seksama melihat kota dari tempatnya berdiri, Alexandre memeluk Kirana dari belakang.
"like it" tanya Alexandre, Kirana menatap keluar melihat keindahan kota dengan berbagai arsitektur bangunan yang menakjubkan, bagai sebuah lukisan mahakarya maestro arsitek yang tidak lekang oleh waktu.
"Tuhan menciptakan manusia untuk berusaha dan memiliki kemampuan berpikir menciptakan keabadian landskap sentuhan manusia. Menakjubkan melihat karya yang memanjakan netra" hela nafas Kirana, Alexandre mengusap dagunya diatas rambut Kirana.
"mau kamu, yang" serak Alexandre menyentuh benda kenyal candunya, Kirana memegang tangan Alexandre agar diam.
"darimana kakak tau aku berada disana" tanya Kirana, Alexandre tersenyum memutar kepala istri nya agar dia dapat ******* habis bibir kecil yang manis rasanya. Kirana berputar mengalungkan kedua tangannya ke leher Alexandre, mereka saling menyecap rasa yang lama tidak mereka rasakan, deru napas saling memburu menambah intensitas kerinduan yang terdalam, Kirana menghirup oksigen banyak sesaat setelah Alexandre melepaskan pagutan bibir mereka. Dengan cepat Alexandre mengangkat tubuh Kirana menuju bed besar, melepas setiap lapisan yang melekat sempurna ditubuh tinggi semampai dengan kulit yang kuning langsat.
Ia menekan tubuh Kirana dengan tubuhnya berada di atas, ia mengecupi paras istrinya, meremas dengan lembut benda kenyal Kirana hingga terdengar ******* pelan dari mulut kecil istrinya, ia menatap dengan pandangan berkabut asmara melihat paras Kirana yang merona."Luv U with all my heart" usap pipi Alexandre, Kirana membuka netranya menatap Alexandre sayu, "Luv U with all my strength" usap dada Kirana, Alexandre menghujani ciuman ke bibir lembut Kirana, bergerak turun ke leher mulus hingga ke benda kenyal candu yang membuatnya selalu menginginkan lebih, Kirana mencengkeram erat rambut Alexandre yang pendek menahan rasa yang tertahan, menabur asa yang beterbangan di sekeliling mereka.
Teriakan dan ******* dari suara yang ditimbulkan Kirana membuat permainan malam mereka semakin panas, Alexandre tidak memberi waktu jeda kepada istrinya hingga Kirana merasa remuk badannya
"yang" sentuh bahu Alexandre, Kirana membuka netranya merasa lemas.
"aku memesan makanan hangat untukmu, jadi jangan tidur dulu" kecup bahu Alexandre melihat tubuh polos Kirana penuh dengan tanda darinya.
"aku kelaperan, yang" toleh Kirana, Alexandre mengangguk mengusap benda kenyal dari balik punggung Kirana.
"bentar lagi makanan akan datang, aku tidak bisa menahan nya terlalu lama" kecup punggung Alexandre, Kirana menghela nafas pelan.
"tapi juga nggak lama banget gini, yang" gumam Kirana merasa lelah, Alexandre tertawa mengusapkan parasnya di punggung Kirana.
__ADS_1
"karena tubuhmu seperti morfin yang menenangkan dan membuat candu" kata Alexandre, Kirana berbalik menatap paras Alexandre lekat.
"tidak, yang.... nanti saja. kamu akan benar-benar sakit jika aku melakukannya lagi" senyum Alexandre mengerti dengan tatapan istrinya.
"mereka datang" ujar Alexandre mendengar bunyi dari pintu, ia bergegas memakai t-shirt dan celana panjang sebelum membuka, Kirana menutup seluruh tubuhnya dengan cover bed. dua orang penjaganya membawa makanan pesanan Alexandre dan segera pergi setelahnya tanpa kata.
"yang, makan dulu" tatap Alexandre menepuk kaki istrinya, Kirana membuka cover, berjalan ke bathroom membersihkan dirinya terlebih dahulu. Alexandre tersenyum menatap tubuh polos Kirana yang tampak kemerahan. ia meraih t-shirt dan underwear pant beranjak ke arah Alexandre yang sedang membuka bungkus makanan. ia meminum air mineral hingga habis, menerima suapan yang disodorkan suaminya.
"enak" senyum Alexandre bergantian mengunyah makanan bersama dengan istrinya, Kirana mengangguk tanpa suara.
"kapan mulai masuk" tanya Alexandre
"lusa dan itu sudah berjalan normal"
"aku minta ijin untuk pulang ke Indonesia sebentar menemui Popi dan Momi, setelah menemui mereka aku akan segera kembali, aku dengan Daniel, sedang Sean tetap bersamamu. kemungkinan Bian akan datang kesini menemani kita" usap Alexandre di pipi Kirana yang mengangguk.
Kirana mengangguk kembali memakan makanan nya dengan cepat karena kelaparan. Alexandre tergelak melihat pipi gembung istrinya saat mengunyah membuatnya tambah imut.
"hello" salam Alexandre
"kamu sudah di Jerman sekarang" tatap Seth. Kirana memperlihatkan parasnya di layar ponsel Alexandre hingga Seth menatap lama.
"makan, kak" senyum Kirana, Seth hanya menatap istri teman baiknya itu mengangguk.
"apa sedang bekerja" tanya Kirana
__ADS_1
"ya, suamimu meninggalkan banyak pekerjaan yang tidak bisa membuatku libur" hela nafas Seth, Kirana menatap Alexandre yang tenang mendengar obrolan mereka berdua.
"kenapa tidak merekrut beberapa asisten agar meng-handle pekerjaan mu kak Seth"
Seth menegakkan badannya mengangguk, "sudah ada dua orang, tapi kayaknya harus menambah lagi karena kebanyakan ditinggal liburan bareng istrinya" tatap Seth, Kirana tertawa pelan mengangguk.
"lusa, kak Al akan ke Indonesia menemui Popi baru kembali lagi kesini, kak Damian dan kak Bian juga akan kesini"
"what.... kenapa aku tidak diajak, Al" tanya Seth cepat.
"Jack tidak ikut jadi kamu menemani Jack"
Seth merebahkan badannya kebelakang seat, merasa di anak tirikan karena tidak memberitahunya juga.
"dia merasa diabaikan, yang. anak ini kebiasaan gini" geleng kepala Alexandre, Kirana mengecup pipi Alexandre yang menggembung karena makanan dan segera beranjak meninggalkan mereka berdua.
Alexandre menatap kepergian Kirana yang menatap keluar melihat kota dari dalam, ia segera mengunyah makanannya dan meminum cepat air mineral, menutup secara sepihak panggilan dari Seth dan mendekati istrinya, memeluknya dari belakang.
"udah selesai makannya" pegang tangan Kirana ditangan Alexandre yang melingkar sempurna di pinggangnya.
"tubuhmu penuh dengan tanda ku" kecup bahu Alexandre, menggigit pelan hingga kemerahan, Kirana mengusap kepala Alexandre lembut.
"hhmmm... membuatku selalu ingin lebih" gumam Alexandre, Kirana menikmati sentuhan Alexandre yang memabukkan. Membiarkannya menjamah setiap inci tubuhnya secara intens hingga secara tidak sadar mengeluarkan suara yang membuat Alexandre semakin terbakar oleh rasa menguasai. Buaian yang membuat hasrat semakin meninggi membuat mereka kembali bergelut dengan udara ruangan yang semakin terasa panas dan bergairah. Lengkingan yang terdengar menambah syahdu malam yang semakin beranjak kelam, menuntaskan hasrat terpendam dua insan yang saling membutuhkan satu sama lain, dua anak Adam dan hawa yang saling mendamba satu sama lain hingga akhirnya mereka tertidur lelap hingga pagi menjelang.
Kirana memicingkan netranya melihat keadaan sekitar yang sepi dan sunyi, merasa nyaman dalam dekapan dada laki-laki yang mampu menjaga pandangan dan hatinya untuk seorang perempuan seperti dirinya, seorang laki-laki yang selalu melihatnya dengan penuh kelembutan dibalik tubuh penuh dengan luka bekas senjata.
__ADS_1
Hai.... Hai.... Hai.... all readers, terimakasih telah setia menanti kelanjutan perjalanan cinta Kirana, selalu tunggu kelanjutan kisahnya yaa...
Luv.... Luv.... Luv.... U all readers sekebon pisang goreng. terimakasih banyak semuanya. stay healthy all