Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah

Gadis Kecil Ketua Bawah Tanah
chapter 32


__ADS_3

Beberapa laki-laki bertubuh gede tertawa pelan melihat Wilaga dan Alexandre, "nyali mu cukup besar anak muda" gelegar seseorang diantara mereka.


"aahh... aku kira kalian yang terlalu besar kepala karena kami cuman berdua. Ternyata hanya segini yang menjadi lawan" ejek Wilaga tidak kalah garangnya. Mereka tersenyum kecut bergerak maju terlebih dahulu untuk melakukan serangan kepada Wilaga karena telah memprovokasi mereka dengan kata-kata nya. Alexandre segera memukul beberapa lawannya dengan kecepatan yang membuat sebagian mereka tidak dapat mengelak dari pukulan dan tendangan keras.


"aishh, cuman segini aja kemampuan kalian untuk melakukan serangan, ck ... ck ... ck ... Membuang waktu kalo begini mah" kibas tangan Wilaga didepan parasnya seraya melihat dengan tatapan mengejek.


"jangan takabur anak muda, kami hanya melakukan pemanasan" serunya kesal.


"oke, gua terima tantangan loe yang baru pemanasan. Sekarang ke intinya, ayo maju kagak usah banyak cincong loe" ujar Wilaga bergerak agar mereka melajukan serangan kembali. Mereka bergerak maju bersamaan memberikan banyak pukulan dan tendangan kearah Wilaga dan Alexandre agar mereka berdua tidak dapat mengelak lagi.


Entah dari arah mana, tiba-tiba lebih dari lima orang bergabung didalam perkelahian membantu Wilaga dan Alexandre, mereka berjumlah seimbang hingga membuat kocar-kacir kelompok laki-laki yang menyerang mereka terlebih dahulu hingga akhirnya lari tunggang langgang menjauh sesegera mungkin dari situ, penjaga mereka segera berlari mengejar sedangkan Wilaga dan Alexandre hanya memandang kepergian mereka semua, "kenapa cepet banget mereka tau kalo kita pada ngumpul disini" gerutu Wilaga menatap Alexandre yang menggelengkan kepalanya.


"kebanyakan musuh" jalan Kirana meninggalkan tempat itu.


"mereka yang nyari musuh, kita mah cinta damai. Kalo kagak bermasalah mana mau kita ngladenin cecurut kayak mereka" jawab Wilaga kalem. Kirana menggerakkan bibirnya tak bersuara, "nggak usah digituin juga mulutnya" tangkap tangan Wilaga hingga Kirana menggeplak tangan kakak kembarnya itu kesal.


"makan, bikin hilang banyak tenaga abis olahraga" cengir Wilaga menggerakkan badannya ke kanan dan ke kiri mendahului Kirana dan Alexandre yang hanya diam saja sedari tadi, Kirana melirik Alexandre yang hanya tersenyum kecil menatap paras Kirana balik.


"kenapa nggak ada yang bersikap normal sih laki-laki dikeluarga kita, banyak olahraga fisiknya daripada tenang, kalem" gerutu Kirana, Alexandre hanya diam mendengarkan.


"makan apa dek" perlihatkan menu Wilaga setelah Kirana mendekat, ia melihat dan memilih makanannya. "sop buntut aja, panas kan. Bikin badan hangat nggak pake nasi" kata Kirana kepada penjaga kedai yang segera mencatat pesanannya, Alexandre hanya memesan kopi hitam tanpa gula.


Mereka duduk sembari menunggu pesanan datang, seseorang datang menghampiri dan berbisik pelan ke arah Wilaga yang hanya mengangguk pelan, "salah seorang pengagum Popi yang tau kalo kita semua ngumpul disini, memberi salam pembuka" senyum Wilaga sesaat setelah penjaganya pergi, Alexandre tersenyum mendengarnya.


"tadi malam ada olahraga ya..." hempas tubuh Pramana melihat Kirana yang bangun paling lama.


"ada apa" tanya kakek menatap mereka.


"ada yang ngasih salam kenal, kek. karena kita lama nggak ngumpul gini kan, jadi mereka pingin nyoba kekuatan keluarga kita" senyum Wilaga memberikan air mineral kepada kakek yang meminumnya pelan.


"kalian nggak papa kan" tanya kakek lagi, Wilaga mengangguk menjawab tidak apa-apa karena para penjaga mereka sudah bergerak cepat membereskan semuanya. Alexandre keluar dari kamar mandi yang terdapat diruangan inap kakek.


"sarapan" buka pintu ayah diikuti yang lainnya, "dokternya sudah visit belum" tanya Momi Kaila meletakkan makanan diatas meja, Pramana menggeleng.

__ADS_1


"ini baru jam 7 pagi, mom. Bukankah dokter akan visit setelah 8 pagi"


Bunda Kalai membuka beberapa bungkus makanan yang telah disiapkan oleh pekerja rumah keluarga, Kirana melangkahkan kakinya ke bathroom setelah Alexandre.


"adek kemana" datang Popi tidak melihat anak perempuan kesayangannya, "barusan masuk, membersihkan dirinya" isyarat dagu Kaila melihat suaminya, Popi tersenyum memeluk Kaila.


Kalai memberikan sarapan untuk kakek sebelum yang lain mengambil makanan, "apa ayah tidur nyenyak tadi malam" senyum Kalai meletakkan makanan rumah didepan kakek.


"iya, semuanya pada ngumpul diruangan jadi ayah dapat tidur pulas" angguk kakek melihat mereka yang sibuk mengambil makanan dan duduk di bawah dengan sambil bercerita, Kalai tersenyum mengangguk memahami keinginan ayahnya.


"jadi kemana kita jika kakek sembuh" iseng Popi bertanya sembari makan.


"bagaimana kalo kakek ikut ke Jerman" tanya Wijaya menatap kakeknya. "nggak lama kek, hanya dua tahun" tambahnya.


"bisa, bisa. Nanti biar ayah dan bunda yang ngurus semuanya, Tania ikut sekalian yaa" angguk kakek pelan, Wijaya membusungkan dadanya merasa senang. "ngumpul lagi kita"


Kirana keluar dari membersihkan tubuhnya, ia menatap kesemua orang yang berada diruangan inap sedang asyik mengobrol dan sarapan, ia kemudian ikut duduk disamping Popinya yang sedang meminum secangkir kopi hitam.


"dah selesai" senyum popi mengusap rambutnya, Kirana mengangguk meminum juice jeruk yang disodorkan kepadanya.


"yang bantuin dah banyak kak, nggak seru kalo aku ikutan juga" alasan Kirana, Pramana menyunggingkan senyum disudut bibirnya.


"biasanya langsung main maju aja" kata Pramana. "udah nggak ada gunanya, penjaganya tambah banyak" angkat bahu Kirana mengambil box makanan buat sarapan.


Siang hari, Kirana dan Tania keluar menuju kantin rumah sakit yang berada diujung, mereka memesan makanan dan duduk tidak jauh dari lapak pedagang. "kak" panggil Tania, Kirana menoleh dan mendekat kearah saudara sepupunya.


"apa sudah jauh lebih dekat sekarang" senyum-senyum Tania menoel dagu Kirana.


"menurut mu gimana" tanya Kirana balik.


"ya elah, ditanya in juga. Siapa tau ada kabar yang nggak aku dengar" tergelak Tania, Kirana tertawa kecil.


"nggak ada, hanya minta nikah secepatnya" jawab Kirana kalem, Tania tersedak memukul pelan dadanya, Kirana menepuk-nepuk punggung nya.

__ADS_1


"jiaahh .... Serius kak. Nggak main-main dong sama anak orang. So sweet ..." ujar Tania tidak menyangka.


"hhmmm, make pakaian apa nanti, apa Popi ngasih ijin. Momi dan bunda bakalan nggak bisa diganggu gugat menyiapkan semuanya, ahh... Ada mama juga" heboh Tania, Kirana menutup mulut Tania.


"mau pake toa sekalian" tatap Kirana kesal. Tania nyengir menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"maaf, kak. Terlalu semangat, acaranya pasti meriah nih. Bisa seminggu lebih, dari malam ketemu malam lagi. Apa kakak nanti sanggup" naik turunkan alis Tania.


"Tania" lirik Kirana menggeram pelan. Tania mengangkat kedua tangannya sambil tertawa senang.


"aaahhh, akhirnya ada juga laki-laki yang membuatmu tidak bisa berkata tidak, kak"


"iya kah"


"adakah yang berani mendekati mu, tentu saja banyak dan selalu mencoba menarik perhatianmu tapi dirimu tidak melihat mereka" angkat bahu Tania.


"Kita, bukan aku aja" ralat Kirana, mereka saling berpandangan dan akhirnya tersenyum lebar bersama.


"karena kita dikelilingi oleh laki-laki yang garang" hela nafas Kirana, Tania manggut-manggut membenarkan.


"jadi untuk mencari seseorang yang mengerti kita tidaklah gampang kan, kak" toleh Tania, Kirana mengangguk pelan.


Alexandre duduk disebelah Kirana tanpa suara, Kirana menoleh dan menggeser minuman dinginnya kedepan Alexandre.


"kenapa lama"


"lama apanya. Orang baru aja datang pesenannya" perlihatkan Kirana dengan menu makan yang belum disentuhnya, Alexandre menopang dagu menatap Kirana lekat.


"makan, nggak usah kebanyakan ngobrol", Kirana membuka netranya lebar dan menatap Tania tanpa suara yang mengangkat bahunya tidak bisa berkata-kata.


thanks all who support karyaku ini, mungkin alurnya terkesan tidak beraturan loncat sana, loncat sini but... Setiap drama pasti akan ada anti klimaksnya jadi.. Ikuti alur ceritanya terus yaa... All reader...


Thanks for U support....

__ADS_1


Stay healthy all


__ADS_2